Program teknologi tepat guna (TTG) yang dicanangkan oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM kembali diadakan pada tahun 2018. Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah teknik kastrasi polinasi semangka orange oleh Fakultas Biologi UGM yang dilaksanakan di Balai Desa Depokrejo, Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah pada Hari Minggu (15/7). Tujuan sosialisasi ini yaitu untuk mengenalkan kepada masyarakat bagaimana mengembangkan benih unggul semangka orange. Sosialisasi ini dihadiri oleh 20 orang terdiri perangkat Desa dan Lapisan Masyarakat. Desa Depokrejo, Ngombol, Purworejo adalah satu daerah potensial untuk mengembangkan buah semangka merah dan kuning, sehingga dengan inovasi pengembangan semangka orange dengan teknik kastrasi polinasi ini diharapkan akan terciptanya Desa Depokrejo sebagai sentra semangka orange terbesar di Indonesia guna menunjang perekomoniman masyarakat desa. “Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi ini dan tidak sabar untuk melaksanakan pelatihan praktek langsung di lapangan nanti”, ujar Drs. Heri Sujadmiko, M.Si sebagai ketua pelaksana hibah TTG semangka orange 2018 ini. Beliau juga mengatakan bahwa pada kegiatan awal ini masyarakat sudah sangat antusias dan berharap dalam pelaksanaan program kerja selanjutnya masyarakat tetap bisa berpartisipasi aktif agar capaian yang diharapkan dapat terwujud. Bekerja sama dengan para narasumber lain, program sosialisasi ini tidak hanya memperkenalkan teknik kastrasi polinasi semangka orange saja, namun juga dilengkapi dengan pematerian mengenai perawatan lahan secara berkelanjutan dengan metode penggunaan pupuk organik cair yang langsung disampaikan oleh Dwi Umi Siswanti, S.Si, M.Sc. diharapkan nantinya masyarakat selain mengetahui teknik penanaman dan pembuatan benih yang unggul, juga tidak lupa dalam perawatan lahan agar dapat digunakan jangka waktu yang lama. Selain itu juga disampaikan materi mengenai “One Village One Product” oleh Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Materi ini disampaikan guna memotivasi masyarakat desa dalam mengembangkan desa sentra semangka orange nantinya seperti yang dicita-citakan bersama.

Di hari pertama, kegiatan yang diketuai oleh Ketua Departemen Biologi Tropika Dr. Endang Semiarti, M.Sc. ini, dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. diteruskan dengan pemkulan Gong oleh Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti, Prof. Dr. Aris Djunaedi. Walaupun program Doktor Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah terakreditasi “A”, proses evaluasi dan pengembangan kurikulum tetap harus dilakukan untuk memperbaiki dan menjaga mutu pembelajaran di Fakultas Biologi UGM. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kurikulum 2013 program Doktor Biologi, mengumpulkan informasi mengenai relevansi kurikulum S3 dari alumni dan pengguna lulusan serta melakukan studi banding dengan Program Doktor Biologi dari berbagai Perguruan Tinggi terkemuka lainnya, dan akhirnya workshop ini diharapkan mendapatkan masukan untuk merumuskan Kurikulum Program Studi Doktor Biologi 2018.
Setelah menerima pemaparan materi oleh para narasumber di hari pertama, peserta workshop dibagi menjadi dua kelompok untuk mendiskusikan usulan perbaikan dan kebijakan kurikulum program Doktor Biologi. Setelah hasil diskusi dari masing-masing kelompok dipresentasikan dalam sidang pleno, Dr. Endang Semiarti, M.Sc. menyimpulkan luaran dari Workshop yang akan diusulkan ke Tim Kurikulum untuk finalisasi Draft Kurikulum Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi UGM tahun 2018. (Mukhlish Jamal Musa Holle)
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM. Metode PCR-ISSR dan RAPD dengan 6 primer acak digunakan untuk mengevaluasi karakter molekular melon Tacapa. Dari hasil penelitian, dengan menggunaan metode ISSR didapatkan tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 91,2 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 77,8 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 80%. Sedangkan menggunakan metode RAPD dapat diketahui tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 93 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 90,5 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 92,9 %. Dari data tersebut menunjukkan bahwa melon kultivar Tacapa Gold, Tacapa Green Black dan Tacapa Silver memiliki variasi secara genetik. Selain itu diketahui pula bahwa metode ISSR lebih efektif untuk menganalisis variasi genetik melon Tacapa dibandingkan metode RAPD karena menghasilkan polimorfisme yang paling tinggi dan waktu amplifikasi yang lebih efisien.
Beragam materi diberikan dalam kegiatan summer course tersebut, diantaranya adalah analisis vegetasi bakau, belajar memahami pengelolaan kawasan bakau berbasis masyarakat, serta menganalisis ancaman anthropogenik di kawasan sand dune yang dipaparkan oleh 

Sementara pada tahun 2018 ini, tim Fakultas Biologi pada bulan Mei lalu yang terdiri dari Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc., Woro Anindito Sri Tunjung, Ph.D., Lisna Hidayati, M. Biotech., dan Aries Bagus Sasongko, M. Biotech menjelaskan mengenai jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan hidroponik dan bagaimana bercocok tanam dengan hidroponik sederhana. Para siswa, guru dan orang tua siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terbukti dari celotehan pertanyaan-pertanyaan ingin tahu dari para siswa. .“Kak ini sumbunya berfungsi untuk apa?”, Kak saya boleh bawa pulang hidroponiknya?”, “Kak kenapa botolnya harus diberi lubang?”, “Kak kalau dikasih ikan bisa tidak?” ujar Nehan salah satu siswa SD Tumbuh II. Beberapa hari sesudahnya pun orang tua siswa masih menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan menanyakan cara pemeliharaan yang tepat pasca pembuatan hidroponik.

Perubahan struktur dan pengurus Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Fakultas Biologi UGM (PP KABIOGAMA) Masa Bakti 2015 – 2020 yang dilakukan, diapresiasi dengan sangat baik oleh Pimpinan Pusat Keluarga Alumni UGM (PP KAGAMA). Terbukti, pada hari Ahad 1 Juli 2018 jam 19.00 – 21.30 di Wisma Kagama dilakukan pelantikan secara resmi oleh Ketua Umum KAGAMA, Bp. Ganjar Pranowo, S.H., MIP. Dalam acara yang dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang Khusus KAGAMA Kerajaan Saudi Arabia dan Halal bi Halal KAGAMA dirasakan suasana yang hikmat sekaligus meriah karena dihadiri oleh Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Dr. Paripurna S.H., M.Hum., LL.M., Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, dan para sesepuh, pembina, pengurus, dan perwakilan Korwil KAGAMA dari berbagai wilayah.
Setelah selesai melakukan pematerian, Bu Endang kemudian mengajak masyarakat Dusun Banyunganti melakukan praktek penanaman anggrek Vanda Douglas berderet di pagar rumah Bapak Sutarman Kepala Dusun Banyunganti, Kulon Progo. Di akhir pertemuan, Endang mengundang Kelompok Tani Dusun Banyunganti untuk menghadiri Festival Anggrek Vanda tricolor asal Merapi yang akan dilaksanakan di Taman Anggrek Titi Orchid Jl. Boyong Pakem, Sleman tanggal 1-5 Agustus 2018 untuk menunjukkan seperti apakah bunga anggrek yang bagus dari para pemenang lomba dan bagaimana menanam dan merawat anggrek dengan benar, termasuk Teknik Hydrophonic dan Aerophonic. Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyerahan peralatan perawatan anggrek dan beberapa tanaman anggrek untuk dirawat sebagai tanaman induk di demplot yang telah dibuat secara swadana oleh pak Dukuh dan penduduk Dusun Banyunganti, terakhir dilakukan foto bersama masyarakat Dusun Banyunganti. Semoga impian masyarakat untuk menjadikan Dusun Banyunganti sebagai pusat wisata anggrek Kulon Progo dapat terwujud. (Ade Siti)

