Kamis 22 Maret 2018, Fakultas Biologi UGM dan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar melakukan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak dalam bidang Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Ruang sidang pimpinan Fakultas Biologi . Hadir dalam Penandatangan tersebut Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. selaku Wakil Dekan III bidang Kerjasama, Penelitian dan Pengabidan kepada Masyrakat, Dr. Mashuri Masri, S.Si. selaku Bagian Kemitraan F Biologi serta Prof. Dr. H. Arifuddin, M.Ag selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Kerjasama ini dilakukan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kerja Sama
Akhir bulan Februari yang lalu merupakan momen yang cukup baik bagi kerjasama antara dua institusi, yakni Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dengan Departement of Life Sciences, National Central University, Taiwan. Grants Collaboration yang diajukan oleh Prof Chien Chia Wang, Distinguished Professor sekaligus Kepala Departmen Life Science National Central University dinyatakan diterima dan didanai oleh Kementrian Pendidikan Taiwan anggaran 2018. Joint proposal tersebut diajukan oleh Prof. Wang dan juga sebagai kolaborator adalah dua dosen Fakultas Biologi UGM, yakni Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan juga Arief Muammar, S.Si., M.Sc., Staf Dosen laboratorium Mikrobiologi.
Penelitian ini bertajuk “Genetic and functional characterization of two divergent prolyl-tRNA synthetase genes in Bacillus thuringiensis”. Secara umum penelitian akan lebih fokus dilakukan di Wang’s Lab, NCU, Taiwan. Kemudian di pertengahan tahun, Dr. Budi dan Arief diundang oleh Prof. Wang untuk datang ke NCU, Taiwan untuk menindaklanjuti kerjasama yang telah dilakukan antara kedua institusi dan juga secara spesifik Dr. Budi akan melakukan sharing penelitain beliau kepada civitas akademika NCU, Taiwan.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang dilakukan oleh Prof. Wang ke Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada di bulan Januari yang lalu. Kunjungan tersebut merupakan upaya penjajagan kerjasama dalam bidang akademik dan penelitian. Di bidang akademik, kerjasama direncanakan akan berupa kegiatan student exchange, sharing courses dan juga student/staff mobility dari kedua institusi. Kemudian kerjasama di bidang penelitian berkaitan dengan joint proposal, research collaboration dan juga joint publication. Pada pertemuan tersebut telah disetujui dan ditandatangai MoA diantara kedua institusi, untuk kolaborasi selama lima tahun kedepan.
Jumat, 2 Februari 2018 telah dilaksanakan pertemuan antara Fakultas Biologi UGM yang diwakili Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama dengan delegasi Departemen Biologi Prince of Songkla University (PSU) Thailand, Asisten Professor. Sara Bumrungsri.
Sejumlah poin kerja sama yang dibahas antara lain inisiasi joint research, supervision, and publication. Selain itu, dibahas pula rencana student dan staff mobility. Terlebih lagi, kedua universitas tergabung sebagai anggota AUN University Network sehingga memungkinkan untuk menyelenggarakan credit transfer dalam program student mobility. Penuh antusias, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. menyampaikan “inisiasi kerjasama ini harapannya menjadi sinergi positif untuk kedua Universitas. Selain itu, kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat program internasional di Fakultas Biologi UGM“
Asst. Prof. Sara Bumrungsri yang juga mewakili Prince of Songkla University dalam acara Forum Group Discussion membahas ASEAN Biodiversity Network dan summer course yang bertempat di Fakultas Biologi UGM menyampaikan “saya melihat kerjasama ini sangat memungkinkan karena Fakultas Biologi UGM memiliki banyak kesamaan dengan Departemen Biologi kami. Semoga ke depan kita dapat berkolaborasi”
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dengan tenaga pendidik Fakultas Biologi UGM dari berbagai laboratorium antara lain Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Sistematika Hewan, Fisiologi Hewan dan Genetika. Diskusi ini merupakan salah satu bagian dari inisiasi joint research, supervision, and publication yang dibahas dalam pertemuan sebelumnya.
Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., juga menyambut baik inisiasi kerjasama ini “Fakultas Biologi menyambut baik inisiasi yang dilaksanakan antara Fakultas kami dan Departemen Biologi Prince of Songkla University, khususnya untuk kerjasama akademik berupa student dan staff mobility, juga summer course program serta ASEAN Biodiversity Network”
Dalam penelitian bidang biologi molekular, penggunaan enzim dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menyelesaikan beberapa permasalahan kesehatan. Terutama ketika terjadi mutasi pada materi genetik yang seharusnya mengkode untuk pembentukan enzim. Untuk mengatasi berbagai permasalahan medis tersebut, salah satu akademisi dari Taiwan, Prof. Chien Chia Wang, Ph.D., melakukan beberapa penelitian terkait mekanisme molekular genetik enzim Aminoacyl tRNA synthetase. Enzim ini sangat berperan dalam proses translasi materi genetik.
Untuk meningkatkan kerjasama penelitian dalam bidang tersebut, Prof. Chien Chia Wang, Ph.D. datang dari National Central University, Taiwan dan memberikan General Lecture di Fakultas Biologi UGM. Dihadiri oleh mahasiswa S1, S2, maupun dosen di Fakultas Biologi UGM, kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.. Dalam sambutannya, Dr. Budi menyampaikan bahwa General Lecture bertema “Aminoacyl tRNA synthetase : Pharmacological and antimicrobial targets” ini merupakan kuliah umum pertama yang diadakan pada tahun 2018. Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoA antara NCU Taiwan dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang dilakukan secara langsung oleh Prof. Chien Chia Wang dan Dr. Budi.
Pakar Biokimia, Biologi Molekular, dan Bioteknologi yang juga merupakan Chairman of Department of Life Sciences di NCU Taiwan ini memaparkan secara umum terkait penelitian yang telah, sedang dan akan dilakukan di laboratoriumnya dalam General Lecture yang diadakan pada Rabu, 10 Januari 2018 di Ruang Sidang Atas, Fakultas Biologi UGM.
Aminoacyl tRNA synthetase (AaRS) merupakan enzim kunci dalam proses translasi protein. Pada sel eukaryot, terdapat 2 macam AaRS, yaitu yang berada pada sitoplasma, dan pada organel khusus (mitokondria/kloroplast). Selain berperan penting dalam proses translasi, AaRS juga memiliki fungsi lain dalam regulasi metabolisme sel, sistem imun, dan juga sistem syaraf. Mutasi pada AaRS dapat memunculkan penyakit pada sistem imun, dan degenerasi sistem saraf seperti pada kasus penyakit Charcot-Marie-Tooth, hingga terpicunya kanker. Dengan memahami proses molekular yang terjadi didalamnya, Profesor dari College of Health Science and Technology, National Central University, Taiwan ini berusaha untuk menemukan metode pengobatan dan terapi yang tepat untuk mengatasi kelainan yang muncul.
Selain menginvestigasi peran AaRS dan mutasi yang ditimbulkannya, Prof. Wang juga tertarik untuk menjadikan AaRS sebagai target antibiotik pada super bugs, seperti MRSA. Dengan memahami perbedaan antara AaRS yang dimiliki manusia dengan beberapa organisme patogen, Prof. Wang berusaha untuk mendesain senyawa antibiotik yang spesifik untuk membunuh patogen-patogen tersebut secara efisien.
Selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi berharap agar dapat meningkatkan kerjasama khususnya bidang akademik melalui double degree Program Pascasarjana dan kerjasama riset bidang Biologi Molekular antara Fakultas Biologi UGM dengan Departement of Life Sciences National Central University, Taiwan.
Batubara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena pembentukan batubara berlangsung selama 600 juta tahun yang lalu, sehingga batubara yang saat ini dieksploitasi terbentuk pada zaman kaboniferous, yaitu dimana kondisi udara di bumi didominasi oleh unsur karbon. Untuk memanfaatkan batubara tersebut maka dibuatlah lubang tambang, salah satunya adalah lubang galian tambang blok J dengan luas 2 Ha dan kedalaman 100 m yang dikerjakan oleh PT.Kaltim Prime Coal. Kegiatan tersebut tentu sangatlah merusak kondisi tanah sehingga apabila akan dilakukan remediasi maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membenahi tanah terlebuh dahulu, sehingga tumbuhan dapat tumbuh dilahan tersebut.
Perbaikan sifat fisik tanah dilakukan dengan mencampur antar lapisan horizon tanah dengan galian, sehingga tanah menjadi berkerikil. Selanjutnya remediasi yang dilakukan adalah menggunakan tanaman yang dikenal dengan fitoremediasi. Fitoremediasi berfungsi untuk menjerap unsur logam seperti ferri (Fe 3+) ,Al3+ sehingga menjadi khelat (ikatan antara logam dan asam organik karena tanaman). Tujuan dari fitoremediasi adalah menghilangkan unsur beracun dalam tanah. Terakhir adalah proses mengembalikan kesuburan tanah dengan menggunakan terra pretta (tanah hitam) yaitu dengan menggunakan biochar, kompos, dan POC (Pupuk Organik Cair).
Untuk melaksanakan upaya penyelamatan lahan bekas tambang ini, Delegasi Fakultas Biologi UGM melakukan pertemuan dan presentasi dengan pihak PT.Pupuk Kalimantan Timur (PUPUK KALTIM). Kegiatan yang dilaksanakan pada 11-13 Desember 2017 ini dilakukan di 2 lokasi, yaitu di PT.Pupuk Kalimantan Timur (PUPUK KALTIM) serta survey lahan pasca tambang di PT.Kaltim Prime Coal (KPC). Delegasi dari Fakultas Biologi UGM diwakili langsung oleh Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Selain dari Fakultas Biologi, hadir pula seorang mahasiswa dari Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah UGM, yaitu saudara Andrian Oktadhitama Nasution. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui situasi lahan pasca tambang secara kualitatif sehingga dapat menentukan langkah yang tepat untuk reklamasi dan remediasi lahan pasca tambang batu bara di PT. Kaltim Prime Coal.
Dalam presentasinya, Dr. Budi memaparkan terkait produk-produk hasil penelitian Fakultas Biologi UGM yang diperkirakan dapat di tanam di lahan pasca tambang Batubara di PT.Kaltim Prime Coal, antara lain adalah melon hikapel, melon melonia, meloni, dan melona. Ada juga komoditas jagung dengan kultivar Gama Jagung, yaitu jagung berwarna merah dan rasa manis.
“Lahan yang akan diremediasi apabila akan di tanami melon harus menggunakan screenhouse untuk meminimalkan adanya penurunan produksi yang disebabkan oleh adanya serangan hama, anomali iklim seperti hujan, dan kemudahan pengontrolan tanaman dengan teknologi terra preta (tanah hitam) yang merupakan pemanfaatan tribio (trilogi biomassa) yaitu biochar,kompos dan POC dapat menyokong pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang akan di budidayakan.”, tutur Dr. Budi terkait rencananya dalam pemanfaatan lahan pasca tambang.
Selain presentasi dari Dr. Budi, Dr. Eko juga menyampaikan presentasi tentang potensi algae di lahan pasca tambang. Dr. Eko menyampaikan bahwa void (kubah galian) tergenang yang terisi oleh air memiliki kandungan algae yang melimpah dan apabila dapat dimanfaatkan secara optimal, maka di harapkan dapat menyokong kesuburan di lahan bekas tambang tersebut. Algae yang berada di dalam void dimanfaatkan dan di kembangbiakkan sehingga perlu adanya analisis spesies algae yang terdapat di void tersebut dapat diidentifikasi.
“Apabila algae tersebut dapat diidentifikasi maka karakteristik dari algae tersebut dapat teridentifikasi juga sehinga pemanfaatan algae tersebut dapat lebih optimal. Contoh dari pemanfaatan algae adalah Anabaena azollae yang bersimbiosis dengan Azolla pinnata dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hijau”, papar Dr. Eko.
Setelah dilakukan presentasi, dilakukan pula survey ke lahan tambang di PT.Kaltim Prime Coal (KPC). Tujuan ke lahan tambang batu bara adalah untuk mengidentifikasi morfologi tanah, genesis tanah, klasifikasi tanah secara kualitatif, kapabilitas tanah (soil capability), dan kesesuaian tanah (soil suitability) untuk suatu komoditas. Sehingga ketika melakukan remediasi di wilayah pasca tambang tersebut hasilnya dapat lebih optimal.
Menjadi negara yang saling bertetangga, Indonesia dan Malaysia kian meningkatkan hubungan baik, terutama di bidang pendidikan yang dilakukan oleh perguruan tinggi di kedua negara. Untuk mewujudkannya, Fakultas Biologi UGM untuk turut mengambil peran dalam pengembangan kualitas pendidikan melalui program kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Malaysia, salah satunya adalah Universiti Tun Abdul Rahman (UTAR) Malaysia. Setelah menerima 27 mahasiswa UTAR Malaysia di awal tahun 2017, Fakultas Biologi tidak lantas berhenti menjalin hubungan baik dengan salah satu institusi pendidikan tinggi Malaysia yang berlokasi di Perak, Malaysia. Untuk itu, Fakultas Biologi UGM menindaklanjuti kerjasama akademik dan riset antara Fakultas Biologi UGM dengan Faculty of Sciences UTAR.
Berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 28-30 November 2017, delegasi Fakultas Biologi UGM yang diwakili secara langsung oleh Dekan, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Rina Sri Kasiamdari ,S.Si., Ph.D, dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc.. Kedatangan perwakilan Fakultas Biologi UGM disambut baik oleh Dekan Faculty of Science UTAR, Dr. Lim Tuck Meng, di Kampus UTAR Kampar, Perak, Malaysia.
Dalam lawatannya, Fakultas Biologi mendiskusikan terkait rencana kerjasama berupa Online lecture, Summer course, Student internship, Joint supervision, Publication of community service activity, International Seminar in UTAR, ICBS, Research Collaboration, Joint publication dan Visiting Lecturer. Selain, agenda lainnya antara lain adalah Kuliah Tamu yang disampaikan langsung oleh Dr. Budi.
Dr. Budi menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk meningkatkan kerjasama di bidang akademik dan riset antara Fakultas Biologi UGM dengan Faculty of Sciences UTAR sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM memberikan kuliah umum.
”Pada February 2018 akan dilaksanakan kuliah on line bersama untuk mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM dengan undergraduate students dari Faculty of Sciences UTAR. UTAR juga akan mengirimkan 30 mahasiswa S1 dan 6 Dosen untuk mengikuti Summer course di Fakultas Biologi UGM”, tambah Dr. Budi terkait rencana kerjasama terdekat yang akan dilaksanakan.
Disamping terus mengembangkan kualitas pendidikan mahasiswa UGM, Fakultas Biologi sebagai salah satu program biologi terbaik dan pelopor ilmu biologi terdepan di Indonesia juga berupaya untuk mendukung perkembangan program studi biologi di institusi pendidikan lainnya di kancah nasional. Salah satu dari upaya yang dilakukan oleh Fakultas Biologi untuk mengimplementasikan visi UGM ini adalah dengan menjalin kerjasama dengan beberapa universitas lain sehingga alumni maupun staf pengajarnya bisa mendapatkan kesempatan studi lanjut di program pascaasarjana di Fakultas Biologi UGM. Setelah sukses bekerja sama dengan kementerian Agama untuk mendidik guru-guru di madrasah dan juga program pendidikan untuk mahasiswa 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), Fakultas Biologi menjalin kerjasama dengan Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS) dan Poltekkes Surakarta.
“Kami ingin agar Program Pascasarjana, khususnya Program Doktor di Fakultas Biologi UGM terus berkembang dan dikenal lebih dekat dengan mitranya” tutur Dr. Budi terkait luaran yang diharapkan dari kerjasama ini.
Di UMS, bentuk kerja sama tersebut diinisiasi dengan penjajagan bersama antara Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dengan pihak UMS pada tanggal 12 September 2017. Kerjasama ini juga mendapatkan sambutan baik oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, yang juga merupakan alumni Fakultas Biologi UGM. Selain dengan UMS, Fakultas Biologi UGM juga menjalin kerja sama dengan Poltekkes Surakarta. Di Poltekkes Surakarta, bentuk kerjasama yang disepakati kedua belah piham antara lain adalah kuliah Tamu, pengiriman dosen Poltekes Surakarta untuk studi S3 khususnya Prodi Jamu di Fakultas Biologi UGM.
“Ke depan diharapkan peminat dan mahasiswa Program Doktor, Program Pascasarjana Fakultas Biologi UGM terus meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya” tegas Dr. Budi.
Menjadi jembatan antara benua Asia dan benua Australia merupakan posisi yang sangat strategis dalam berbagai aspek, termasuk aspek pendidikan. Setelah baru-baru ini merangkul dan menjalin kerjasama dengan universitas di dua negara Asia, UTHM Malaysia dan Yamagata University, Jepang, Fakultas Biologi UGM melebarkan sayapnya ke Negeri Kangguru, Australia. Kini Fakultas Biologi UGM menjalin kerjasama dengan universitas nomer satu di Australia yang terletak di Ibu Kota Australia, Canberra, yaitu Australia National University (ANU), ANU Colleges of Science.
Lawatan yang dilakukan secara langsung oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc dan didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Rina Sri Kasiamdari, M.Sc., dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. ini disambut baik oleh Professor Kiaran Kirk, Dean, ANU College of Medicine, Biology and Environment dan Professor Allen Rodrigo, Director, ANU Research School of Biology. Kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan ANU College of Science merupakan tindak lanjut dari MoU yang sebelumnya telah diadakan ditingkat universitas antara UGM dan ANU pada tahun 2013 silam.
Dalam kunjungan selama 2 hari dari tanggal 3-4 Agustus ini, delegasi Fakultas Biologi UGM dan perwakilan dari ANU Colleges of Science melakukan diskusi mendalam terkait kerjasama pendidikan dan penelitian serta curriculum mapping di Gould Meeting Room, Gould Building 116, Daley Road, ANU yang kemudian dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU). Titik fokus dari MoU ini adalah pengembangan kerjasama akademik double degree baik Program Sarjana dan Pascasarjana, Credit Transfer serta Staff and Student mobility. Selain itu, pihak ANU Centre for Biodiversity Analysis juga memaparkan presentasi dengan topik Techniques in Evolutionary Analysis– Landscape Adaption to Climate Change.
“Semoga kerjasama dengan ANU College of Medicine, Biology and Environment serta dengan ANU Research School of Biology dapat meningkatkan sinergi dan reputasi Fakultas Biologi UGM khususnya di Bidang Akademik dan Riset Biodiversitas Tropika Indonesia”, harap Dr. Budi atas kerjasama yang dijalin dengan ANU.
Memiliki hubungan kerjasama penelitian yang baik antara Jepang dan Indonesia, Fakultas Biologi UGM turut memperkuat hubungan ini dengan menjalin kerjasama dengan beberapa Universitas di Jepang, salah satunya adalah Yamagata University. Menindaklanjuti kunjungan perwakilan dari Yamagata Univeristy pada pertengahan November tahun 2015 silam, kini delegasi Yamagata University yang diwakili oleh Mr. Yasushi Sugawara (International Affair, Yamagata University) dan Prof. Naota Ohsaki (Faculty of Science, Yamagata University, yang mewakili Dekannya, Prof. Hidetoshi Tamate)datang kembali ke Fakultas Biologi dalam rangka penandatanganan MoA. Kedatangan delegasi Yamagata University tentunya disambut dengan baik oleh Dr. Niken Satuti Nur Handayani, Wakil Dekan Bidang Aset, Keuangan dan SDMFakultas Biologi UGM.
Pada kesempatan tersebut, representatif Kantor Urusan Internasional Yamagata University tersebut menawarkan kerjasama akademik dan riset yang tertulis dalam Memorandum of Agreement (MoA). Penandatanganan MoA secara simbolis diwakili oleh Dr. Niken ini menjadi awal dari realisasi kerjasama yang selama ini telah terjalin antara dua fakultas, yaitu Fakultas Biologi UGM dan Faculty of Science, Yamagata University.
Dalam kunjungannya, delegasi dari Yamagata University juga meninjau Laboratorium Bioteknologi yang didampingi oleh Dr. Endang Semiarti dan beberapa koleksi anggrek yang terdapat di green house Fakultas Biologi UGM. Selain itu, Prof. Ohsaki yang juga merupakan visiting professor di UGM akan memberikan kuliah tamu dalam bidang evolutionary entomology . ini mereupakan kali ketiga Prof. Ohsaki memberikan kuliah tamu di Fak biologi setelah kuliah tamunya beberapa tahun silam.
Sebelum dilaksanakan kegiatan presentasi dalam rangka promosi melon kultivar unggul, terlebih dahulu dilakukan pra-kegiatan pada tanggal 21 Juni 2017 berupa pertemuan informal yang diwakili oleh Sdr. Wiko Arif Wibowo anggota Tim Gama Melon dengan perwakilan peneliti Balitbu untuk menyusun jadwal kegiatan. Pra-kegiatan dilakukan juga sekaligus sebagai bentuk silaturahmi dan dimulai pada pukul 10.30 – 11.15 WIB. Hasil pertemuan tersebut diputusan bahwa jadwal kegiatan promosi melon unggul dari Tim Gama Melon akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2017.
Presentasi dimulai pada pkl 09.30 – 11.30 WIB yang dihadiri oleh 12 peneliti dari Balitbu. Isi presentasi dan promosi yaitu latar belakang penelitian melon yang saat ini tengah berjalan oleh Tim Gama Melon Fakultas Bioloi UGM, pengenalan karakter melon TACAPA dan keunggulannya, roadmap penelitian melon dan target yang akan dicapai pada tahun yang akan datang, serta rencana kerjasama penelitian kolaboratif. Selain itu sharing terkait kultivar-kultivar melon unggul lainnya yang telah berhasil dirakit dan didaftarkan serta proses-proses diseminasi penelitian yang saat ini sedang berjalan untuk kultivar Hikapel.
Setelah penyampaian materi, selanjutnya dilakukan diskusi dan sharing terkait penelitian melon. Beberapa bentuk topik yang didiskusikan adalah terkait fokus perakitan benih, apakah pada OP atau Hibrid serta kendala dalam budidaya melon saat ini. Dari hasil diskusi diketahui bahwa penelitian melon yang dilakukan oleh Balitbu mengalami kendala pada budidaya dikarenakan cuaca ekstrem yang sering melanda daerah Sumatera Barat. Sepanjang tahun 2016 hingga pertengahan tahun ini bahkan belum pernah mengalami musim kemarau yang tegas, tetapi pada umumnya terjadi hujan satu kali setiap 3 harinya dengan intensitas yang sangat lebat. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya gagal panen sehingga saat ini untuk pengembangan melon sedikit terhambat.
Lebih jauh diketahui bahwa Balitbu telah berhasil melakukan diseminasi pepaya kultivar merah delima (OP). Saat ini kultivar tersebut telah berhasil dibudidayakan oleh petani pepaya di berbagai wilayah Indonesia. Disisi lain, tim peneliti Balitbu tertarik dengan konsep diseminasi riset Gama Melon yang memberdayakan petani mitra sekaligus membangun Desa Agrowisata Melon dengan contoh di Kampung Melon, Desa Modangan, Nglegok, Blitar. Sementara untuk diseminasi riset melon di Sumatera Barat masih sulit, selain dari belum adanya petani yang khusus membudidayakan melon juga kultivar komersil masih menjadi pilihan utama masyarakat baik dari konsumen maupun petani.
Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu dari Balitbu sangat terbuka untuk dilakukan riset kolaboratif dan juga implementasi program diseminasi pada petani mitra Balitbu untuk produksi buah melon. Harapan kedepannya ini adalah langkah awal dalam menjalin silaturahmi yang terstruktur dalam sebuah kerjasama riset. Balitbu menunggu kedatangan tim lengkap Gama Melon pada kesempatan berikutnya.

















