Surakarta, 26 Juli 2026 – Museum Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam Pameran Bersama Museum Keliling “Abhinawa Bhumi #2: Wijaya Jaladri Nusantara” yang diselenggarakan pada 23–26 Juli 2026 di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan puluhan museum dari berbagai daerah sebagai upaya mendekatkan museum kepada masyarakat melalui edukasi, pelestarian, dan pengenalan warisan budaya maupun kekayaan alam Indonesia.
Selama empat hari pelaksanaan, pameran memperoleh antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat. Jumlah pengunjung terus meningkat setiap harinya, yaitu 2.277 pengunjung pada 23 Juli, 4.949 pengunjung pada 24 Juli, 6.338 pengunjung pada 25 Juli, dan mencapai 9.550 pengunjung pada hari penutupan, 26 Juli 2026.
Museum Biologi UGM menempati Booth Nomor 26, yang menjadi salah satu booth dengan interaksi pengunjung yang sangat aktif. Bahkan setelah acara resmi ditutup, masih banyak pengunjung yang datang untuk bertanya, berdiskusi, dan mengenal lebih dekat koleksi serta aktivitas Museum Biologi UGM. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ilmu biologi dan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
Seluruh tim Museum Biologi UGM terlibat aktif dalam penyelenggaraan pameran, mulai dari persiapan, pelayanan pengunjung, edukasi, hingga berbagai kegiatan interaktif. Tim Museum Biologi UGM terdiri atas Kepala Museum Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng., Wakil Kepala Museum Dr. Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Edukator Museum: F.X. Sugiyo Pranoto, S.Si., Ida Suryani, S. Ark., dan Candra Apriliandi, serta staf Museum Ryan, yang bersama-sama memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi para pengunjung.
Di Booth Museum Biologi UGM, pengunjung dapat menikmati berbagai koleksi unggulan berupa taksidermi hiu, kima raksasa (Tridacna sp.), terumbu karang merah, dan bulu babi, yang merepresentasikan kekayaan biodiversitas laut Indonesia. Melalui pendekatan yang interaktif, Museum Biologi UGM berupaya mendekatkan koleksi kekayaan laut Indonesia kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak hanya mengenal keberagaman hayati yang dimiliki bangsa, tetapi juga tumbuh rasa memiliki (sense of ownership) terhadap kekayaan alam tersebut. Rasa memiliki inilah yang diharapkan menjadi fondasi bagi meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian biodiversitas Indonesia, khususnya ekosistem laut yang saat ini menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan.
Untuk meningkatkan keterlibatan pengunjung, Museum Biologi UGM juga menghadirkan kuis Biologi Laut berhadiah merchandise menarik yang disambut antusias oleh anak-anak maupun orang dewasa. Selain itu, pengunjung diajak meninggalkan kesan dan pesan melalui buku tamu kreatif berbentuk post-it, sehingga tercipta komunikasi dua arah antara museum dan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pameran, Museum Biologi UGM mengisi sesi EduTalk pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 13.30 WIB. EduTalk mengangkat tema mengenai Museum Biologi sebagai pusat edukasi, evolusi kehidupan, serta berbagai science fun facts yang dikemas secara ringan, menarik, dan interaktif.
Materi disampaikan oleh Kepala Museum Biologi UGM, Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng., bersama Edukator Museum Biologi UGM, Ida Suryani, S. Ark. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang menghubungkan penelitian, konservasi, dan pendidikan publik. Konsep evolusi dijelaskan melalui contoh-contoh nyata dari koleksi museum, disertai berbagai fakta ilmiah menarik yang mengajak peserta melihat biologi dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Keikutsertaan Museum Biologi UGM dalam Pameran Museum Keliling “Abhinawa Bhumi #2” merupakan bagian dari komitmen Fakultas Biologi UGM dalam memperluas akses edukasi sains kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran museum sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan edukasi sains yang inklusif dan mudah diakses masyarakat, SDG 14 (Life Below Water) melalui peningkatan literasi dan kesadaran konservasi keanekaragaman hayati laut Indonesia, SDG 15 (Life on Land) melalui edukasi mengenai pentingnya pelestarian biodiversitas secara menyeluruh, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antar museum dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan pendidikan dan konservasi.















