Sekar Jasmine Canitri, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim lintas universitas yang terdiri dari Adillah Rizki Indriyati dari dan Anjar Maulana Afriansah dari Universitas Brawijaya, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Akademi Rumah Mahasiswa. Kompetisi ini merupakan perwujudan dari inisiatif pengembangan kapasitas akademik mahasiswa Indonesia yang turut didukung oleh berbagai pihak strategis, di antaranya Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) Universitas Brawijaya, program Diktisaintek Berdampak, Akademi Karya Ilmiah, serta Rumah BUMN. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong inovasi mahasiswa yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Kompetisi ini mengangkat tema besar mengenai pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 serta inovasi solusi atas berbagai isu strategis di Indonesia, yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan gagasan kreatif, inovatif, dan aplikatif. Babak final kompetisi ini dilaksanakan secara daring pada 28 Februari 2026. Kompetisi tingkat nasional ini
Dalam kompetisi tersebut, Sekar Jasmine Canitri bersama tim mengusung karya berjudul “ReMiner Brush: Pasta Gigi Remineralisasi Aktif Berbasis Nanohidroksiapatit Tulang Ikan Cakalang”. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di dunia. Secara global, sekitar 3,5 miliar penduduk mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut, dengan prevalensi karies pada anak usia sekolah mencapai 60–90%. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi karies sebesar 82,8%, sementara Riskesdas 2018 mencatat angka yang lebih tinggi yaitu 88,8%, terutama pada kelompok usia anak.
Selama ini, upaya pencegahan karies masih didominasi oleh pendekatan berbasis fluoride. Namun, pendekatan tersebut memiliki keterbatasan dari sisi keamanan penggunaan pada anak serta aksesibilitas produk, khususnya di negara berkembang. Di sisi lain, inovasi berbasis teknologi yang berkembang saat ini cenderung meningkatkan harga produk sehingga kurang terjangkau bagi masyarakat luas. Menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan ReMiner Brush, yaitu gel pasta gigi edible berbasis nano-hidroksiapatit (nHAp) yang diekstraksi dari limbah tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Hidroksiapatit merupakan biomaterial yang memiliki kemiripan dengan struktur alami enamel gigi, sehingga mampu mendukung proses remineralisasi secara biomimetik.
Inovasi ini menawarkan berbagai keunggulan. Dari sisi kesehatan, ReMiner Brush berpotensi menurunkan prevalensi karies pada anak usia sekolah, mendukung remineralisasi enamel secara biologis, serta menjadi alternatif produk yang lebih ramah anak sehingga dapat mengurangi dental anxiety. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah tulang ikan cakalang mampu mengurangi pencemaran organik sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Sementara dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang pengembangan rantai nilai baru berbasis limbah perikanan serta mendorong keterlibatan UMKM dalam produksi biomaterial bernilai tambah. Lebih lanjut, inovasi ReMiner Brush turut berkontribusi terhadap pencapaian beberapa tujuan SDGs, di antaranya Good Health and Well-being (SDG 3), Industry, Innovation and Infrastructure (SDG 9), serta Responsible Consumption and Production (SDG 12).
Prestasi yang diraih oleh tim ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas universitas serta pemanfaatan ilmu biologi dan sumber daya lokal mampu menghasilkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, inovasi ReMiner Brush diharapkan dapat dikembangkan hingga tahap implementasi dan komersialisasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, khususnya dalam meningkatkan kesehatan gigi anak di Indonesia. [Penulis: Sekar Jasmine Canitri]





