Arsip:
Rilis Berita
Sidang Umum BEM Biologi UGM dilaksakan pada hari Minggu, 8 Maret 2026 pukul 12.30 – 16.40 WIB secara luring yang bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi. Sidang Umum ini diselenggarakan oleh Bidang Kerumahtanggaan yang dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari staf muda dan staf ahli BEM Biologi. Diselenggarakannya Sidang Umum ini bertujuan untuk membuat serta mengesahkan AD/ART dan Standar Mutu Kaderisasi (SMK) BEM Biologi UGM Kabinet Nawasena Abhipraya.
Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada dan Mars Biologi. Selanjutnya, pada sidang ini terdapat 2 sesi utama pembahasan AD/ART kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Standar Mutu Kaderisasi (SMK). Sebelum dimulainya pembahasan, dilakukan pembacaan tata tertib sidang oleh Saktian Hutama sebagai Master of Ceremony. Kemudian dilakukan pemilihan pimpinan sidang sebanyak 3 orang. Pimpinan sidang 1 adalah Muhammad Haykal Nur Arifin , pimpinan sidang 2 adalah Adzroo Zhafarina Setyo Budi, dan pimpinan sidang 3 adalah Wuri Hastuti. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART yang nantinya akan digunakan sebagai landasan dalam berdinamika oleh kabinet Nawasena Abhipraya. Setelah AD/ART disahkan dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu pembahasan Standar Mutu Kaderisasi (SMK) dengan menghasilkan kualifikasi sumber daya yang diperlukan. Kegiatan ini diakhiri dengan disahkan nya seluruh pembahasan yang ada dan ditutup dengan sesi dokumentasi oleh panitia. [Penulis: BEM]
Momentum Ramadan menjadi salah satu momen yang dapat mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi.
Dalam kesempatan penuh berkah di bulan Ramadan ini, Departemen Sosial Masyarakat BEM Biologi UGM bersama Mahasiswa Pecinta Alam Biologi UGM memanfaatkan momen tersebu
t dengan menyelenggarakan kegiatan buka bersama serta santunan bagi anak-anak di Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jalinan kerja sama, komunikasi, dan rasa kekeluargaan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan “Bagi Buka Harmoni” telah dilaksanakan pada Minggu, 8 Maret 2026 yang meliputi kunjungan silaturahmi, sesi materi berupa games interaktif, buka bersama, serta penyerahan donasi kepada Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan 8 anggota BEM Biologi dan 14 anggota Matalabiogama serta teman-teman dari Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta sebagai partisipan dalam kegiatan ini.
Salah satu rangkaian dari kegiatan sosial ini adalah penggalangan dana yang dilaksanakan pada 8 Maret 2026. Melalui kegiatan tersebut, berhasil dihimpun dana sebesar Rp1.370.000,00 yang berasal dari Keluarga Mahasiswa Fakultas Biologi maupun masyarakat umum. Dana tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk santunan serta 55 porsi makanan untuk berbuka puasa kepada Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Melalui kolaborasi antara BEM Biologi dan Matalabiogama ini, diharapkan dapat terjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan pihak panti sebagai partisipan kegiatan.
Semoga donasi yang telah diberikan serta kunjungan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi teman-teman di Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta. Terima kasih kepada seluruh donatur dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. [Penulis: BEM]
REKAP DONASI
Bagi Buka Harmoni
Donasi yang terkumpul :
Rp1.370.000,00
Donasi sudah tersalurkan kepada Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta pada tanggal 8 Maret 2026 yang dikemas dalam serangkaian Kegiatan Bagi Buka Harmoni.
Ucapan Terima Kasih yang sebesar-besarnya untuk teman-teman dan semua pihak yang terlibat serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan amal kali ini. Semoga amal kebaikan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa
Selasa (31/03/26) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan Syawalan dan Halal Bi Halal yang diikuti oleh segenap sivitas, Satu hari sebelumnya, yang merupakan hari pertama masuk kerja secara offline, seluruh staf baik dosen maupun tenaga kependidikan bersalaman dan bermaaf-maafan di halaman kampus. Syawalan dan Halal Bi Halal yang merupakan salah satu kegiatan rutin yang diadakan Fakultas Biologi UGM setiap bulan syawal ini, diselenggarakan di auditorium Biologi Tropika dan dihadiri oleh segenap dosen, tenaga kependidikan, pengurus Dharma Wanita, para purna karya, serta perwakilan mahasiswa.
Acara dibuka dengan bacaan Kalam Ilahi yang dilantunkan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM, Abdullah Zhafran Aly Bamsyah. Selanjutnya Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. memberikan sambutan. Mengawali sambutannya Prof. Budi menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap hadirin. Dalam kesempatan tersebut Prof. Budi juga menyampaikan bahwa acara syawalan ini merupakan acara yang tidak formal dan melanjutkan dari periode kepemimpinan sebelumnya. Kita bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menghadiri acara syawalan ini. “Selaras dengan tema syawalan kali ini yaitu merawat cahaya ramadhan raih kemenangan, mari kita pertahankan dan tingkatkan ibadah kita seperti di bulan ramadhan, jangan sampai di 11 bulan berikutnya ibadah kita malah berkurang” tutur Prof. Budi.
Selanjutnya disampaikan Ikrar Syawalan yang dipandu oleh Ketua Departemen Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM, Abdul Razaq Chasani, M.Si., Ph.D. Bapak Razaq membacakan ikrar yang diikuti oleh semua hadirin. Ikrar ini menandakan bahwa semua dengan rasa ikhlas hati dan meresapi apa yang diikrarkan, saling memberi maaf dan meminta maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf. Dengan ikrar bersama, semoga ampunan dari Tuhan akan mengembalikan kita kepada insan yang suci, insan yang fithrah, dan menjadi insan yang selalu beribadah kepada Allah SWT. Semoga kita selalu mendapat ridho dari Allah SWT.
Memasuki acara inti yaitu pengajian dan kali ini sebagai penceramah adalah ustadz H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum. Dalam ceramahnya ustadz menyampaikan kita telah dibimbing selama 1 bulan di bulan ramadhan untuk meraih derajat muttaqin. Di dalam Al Quran disebutkan bahwa kita diperintah menyembah Tuhan agar kita menjadi muttaqin, termasuk surga dibentangkan hanya disediakan bagi orang-orang yang mencapai derajat muttaqin. “Orang yang mempunyai derajat muttaqin, yaitu derajat paling tinggi tetap dilanjutkan atau djalankan, tidak berhenti. Kebiasaan mulia di bulan ramadhan tetap diteruskan. Banyak yang ibadah ramadhan luar biasa tetapi ketika ramadhan selesai tidak mau lagi melanjutkan seakan-akan Allah hanya pantas disembah di bulan ramadhan”. Selanjutnya ustadz menyampaikan bahwa ciri orang muttaqin adalah mudah memaafkan, hadir menjadi pribadi yang jiwanya bersih, jiwa yang tidak mempunyai dendam, dan jiwa yang lapang kepada Tuhan dan sesama. Pengajian syawalan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz H. Ahmad Mustafid, S.Ag., M.Hum dan dilanjutkan bersalam-salaman sebagai tanda saling bermaaf-maafan. Selanjutnya hadirin disilakan menikmati hidangan yang telah disediakan.
Acara syawalan dan halal bi halal yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini merupakan upaya Fakultas Biologi UGM dalam rangka mendukung Suistainable Development Goals (SDGs): Mengakhiri Kelaparan, Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat.
Yogyakarta, 21 Maret 2026 Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dipercaya menjadi khotib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Lapangan Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung berjalan lancar dan khusuk serta dihadiri ribuan jamaah dari civitas akademika UGM serta masyarakat umum.
Dalam khutbahnya, Prof. Budi Setiadi Daryono mengajak jamaah untuk memaknai Idul Fitri tidak sekadar sebagai perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi sebagai momentum memperkuat ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Mengawali khutbahnya, Prof. Budi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga umat Islam dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri dalam suasana aman dan penuh kebahagiaan. Ia juga mengajak jamaah untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang masih diberikan keamanan dan kenyamanan, berbeda dengan sebagian saudara muslim di berbagai negara yang tengah menghadapi konflik dan kesulitan.
“Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Negara kita masih merasakan kenyamanan dan keamanan. Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri,” ungkapnya.
Selanjutnya Prof. Budi menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bertugas menjadi khalifah di bumi. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadan seperti disiplin ibadah, kepedulian sosial, serta semangat berbagi hendaknya tetap dijaga dan dilanjutkan setelah bulan Ramadan berakhir.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan, tetapi momentum untuk menguatkan tekad menjadi hamba Allah yang lebih taat, menjaga kesucian hati, dan mempererat silaturahmi,” jelasnya.
Dalam khutbah tersebut, Prof. Budi juga menekankan pentingnya kesalehan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai Ramadan. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat hubungan kekerabatan, saling memaafkan, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu amalan penting yang ditekankan dalam ajaran Islam.
Selain itu, sebagai akademisi di bidang biologi, Prof. Budi turut mengangkat tema eko-spiritualitas, yakni hubungan antara spiritualitas manusia dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menyampaikan bahwa puasa mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri dari perilaku konsumtif yang menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan.
Prof. Budi mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius terkait masalah lingkungan, termasuk meningkatnya jumlah sampah dan dampak pemanasan global. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kesadaran ekologis.
Beberapa langkah konkret yang disampaikan dalam khutbahnya antara lain mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, mengurangi emisi karbon, serta menanam dan merawat pohon sebagai bentuk sedekah lingkungan.
“Setiap manusia membutuhkan pohon sebagai sumber oksigen. Pertanyaannya, apakah kita sudah menanam minimal lima pohon selama hidup kita? Ini menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk menjaga bumi yang Allah amanahkan kepada kita,” ungkapnya.
Di akhir khutbah, Prof. Budi mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai awal baru dalam memperbaiki hubungan dengan Allah (Hablum Minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas), serta hubungan dengan alam (Hablum Minal ‘Alam).
Melalui khutbah Idul Fitri tersebut, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono berharap semangat Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kepedulian, serta berkelanjutan bagi masa depan.
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat global berdasarkan hasil rilis QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 oleh lembaga pemeringkatan internasional QS Quacquarelli Symonds (QS). Pada bidang Biological Sciences, Fakultas Biologi UGM berhasil menempati peringkat pertama di Indonesia dan berada pada posisi 501–550 dunia. Pencapaian ini menempatkan Fakultas Biologi UGM sejajar dengan sejumlah institusi ternama dunia, seperti University of Innsbruck (Austria), Tokyo University of Agriculture and Technology (Jepang), Louisiana State University (Amerika Serikat), dan Aalborg University (Denmark). Hasil ini menegaskan posisi UGM sebagai penyelenggara program studi biologi unggulan di Indonesia yang kompetitif di tingkat internasional.

Pemeringkatan QS WUR didasarkan pada lima indikator utama, yaitu academic reputation, employer reputation, citation per faculty, h-index citation, dan international research network. Pada tahun 2026, Universitas Gadjah Mada berhasil menempatkan 28 bidang ilmu dalam QS WUR by Subject, termasuk bidang biologi.
Secara khusus, Fakultas Biologi UGM unggul pada indikator academic reputation dan citation per faculty dibandingkan institusi lain di Indonesia. Capaian ini tidak terlepas dari kontribusi aktif sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas riset, serta penguatan berbagai program internasional di bidang biologi, seperti double degree, pertukaran mahasiswa, international summer course, kolaborasi riset, hingga publikasi bersama. Selain itu, Fakultas Biologi juga menunjukkan daya saing yang kuat pada indikator employer reputation, h-index citation, dan international research network, yang semakin mengukuhkan posisinya baik di tingkat nasional maupun global.
Ke depan, Fakultas Biologi UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan pengakuan internasional melalui penguatan kolaborasi riset dan publikasi yang berdampak, serta perluasan jejaring kerja sama global. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu biologi di Indonesia sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan penguatan kemitraan global (SDG 4 dan SDG 17).
Jama’ah Muslim Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Ramadhan di Biologi (Radiologi) 1447 H dengan salah satu rangkaian kegiatan utama berupa “Kajian Sore Ramadhan di Biologi 1447 H”. Kegiatan ini mengusung tema “Integrating Deen and Science for a Living Earth” yang menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman dan ilmu pengetahuan dalam menjaga serta merawat bumi sebagai Amanah dari Allah SWT. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Februari hingga 6 Maret 2026 bertempat di Masjid Al-Hayat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.
Kegiatan Ramadhan di Biologi (Radiologi) 1447 H diselenggarakan sebagai wadah untuk meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus mempererat ukhuwah di kalangan civitas akademika Fakultas Biologi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan 23 mahasiswa sebagai panitia, serta didukung oleh 8 dosen yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dengan bidang biologi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan peran manusia sebagai khalifah di bumi dalam menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan hidup berdasarkan perspektif Islam dan sains. Melalui kajian ini, peserta diajak untuk mengintegrasikan nilai-nilai puasa Ramadhan seperti kesabaran, pengendalian diri, dan kepekaan sosial dengan pemahaman ilmiah dalam menyikapi berbagai isu lingkungan dan kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga dikaitkan dengan perspektif ilmiah biologi sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam yang merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Rangkaian kegiatan dimulai pada sore hari dengan pelaksanaan kajian yang disampaikan oleh para narasumber acara setelah acara dibuka oleh panitia. Dalam kajian tersebut, narasumber membahas keterkaitan antara ajaran Islam dengan ilmu biologi, khususnya mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi. Selama kajian berlangsung, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias serta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Setelah sesi kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penukaran kupon takjil oleh peserta yang kemudian diikuti dengan berbuka puasa bersama di area Masjid Al-Hayat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat dalam kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah di antara mahasiswa dan dosen.
Melalui kegiatan Ramadhan di Biologi (Radiologi) 1447 H ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, serta semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap bumi. [Penulis: JMMB]
Senin (09/3/26) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan pengajian di bulan Ramadan. Pengajian yang merupakan salah satu kegiatan rutin kali ini diisi ceramah yang disampaikan oleh ustadz drh. Dwi Agus Abadianto. Pengajian yang bertempat di auditorium Biologi Tropika ini dihadiri oleh segenap Dosen, Tenaga Kependidikan, Pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan perwakilan Mahasiswa.
Acara dibuka dengan bacaan Kalam Ilahi yang dilantunkan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM, Abdullah Zhafran Aly Bamsyah. Selanjutnya Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. Prof. Budi menyampaikan sambutan yang dimulai dengan ucapan terima kasih atas kehadiran ustadz drh. Dwi Agus serta segenap hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri pengajian. Bapak Dekan menyampaikan acara pengajian ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Fakultas Biologi dalam rangka tetap menjaga silaturahim seperti halnya acara syawalan yang juga rutin diselenggarakan setiap tahun. Pada kesempatan kali ini kita mengudang penceramah dari Masjid Jogokariyan yg menjadi role model masjid – masjid di sekitar. “Semoga setelah ini akan tetap terjalin silaturahim Fakultas Biologi dengan Masjid Jogokariyan” Bapak Dekan menutup sambutan.
Selanjutnya diserahkan bingkisan dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi kepada perwakilan Staf Kebersihan dan Staf Keamanan. Penyerahan bingkisan dilakukan oleh Ketua Dharma Wanita, Ibu Nur Puji Mumpuni, S.Si., M.Kes. kepada Ibu Maria sebagai perwakilan dari Staf Kebersihan dan kepada Bapak Dwi Ristanto sebagai perwakilan dari Staf Keamanan. Bingkisan ini merupakan apresiasi Dharma Wanita untuk tenaga kebersihan dan keamanan dalam rangka menyambut hari raya idul fitri.
Memasuki acara inti pengajian yang disampaikan oleh ustadz drh. Dwi Agus Abadianto. Beliau adalah ustadz yang juga Pengurus Harian Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Dalam ceramahnya, ustadz menyampaian bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan 2 (dua) nikmat yang kebanyakan manusia sering lupa. Nikmat tesebut adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang atau kesempatan. “Mari kita syukuri kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menghadiri pengajian ini”. Selanjutnya ustadz menyampaikan capaian-capaian Masjid Jogokariyan yang menjadi percontohan dalam hal pengelolaan kesejahteraan dan manajemen masjid. Pelayanan yang dilakukan seperti misalnya penyediaan toilet bersih, buka dan siap menerima tamu selama 24 jam, kuliah subuh yang diadakan setiap hari habis subuh, halal bi halal bagi muslim maupun non muslim sekitar masjid. Pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh dosen Fakultas Biologi, Tyas Ikhsan Hikmawan, M.S., Ph.D.
Acara pengajian ditutup dengan berbuka bersama dengan hidangan yang telah disediakan oleh fakultas. Buka bersama dilakukan di koridor yang baru dibangun oleh Fakultas Biologi UGM, yang menghubungkan Gedung KPTU dengan Gedung A.
Kegiatan pengajian yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini merupakan upaya Fakultas Biologi UGM dalam rangka mendukung Suistainable Development Goals (SDGs): Mengakhiri Kelaparan, Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat.
Yogyakarta, 15-16 November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185) berhasil meraih prestasi sebagai peraih medali perak dalam ajang Cipta Nusantara Fest (CNF) 2025 melalui kategori Esai Gizi dan Kesehatan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Eduhub Incubator dan UKMF MCC FMIPA UNY dengan mengusung tema besar inovasi untuk pembangunan berkelanjutan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim UGM mengusung esai berjudul “PROBEAN: Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau Berbasis Fermentasi untuk Alternatif Susu Sapi serta Perbaikan Gizi dan Kesehatan di Indonesia.” Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya prevalensi intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, rendahnya konsumsi serat, serta angka stunting di Indonesia yang masih berada di atas target global.
Dalam esainya, tim mengembangkan konsep PROBEAN yaitu susu nabati berbasis kacang hijau (Vigna radiata) yang difermentasi menggunakan probiotik seperti Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium bifidum. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional bebas laktosa dengan viabilitas bakteri minimal 10⁶ CFU/ml sesuai standar nasional minuman susu fermentasi. Produk ini tidak hanya menjadi alternatif bagi individu dengan intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta mendukung sistem imun.
Kacang hijau dipilih sebagai bahan utama karena kandungan protein nabati yang tinggi, serat, vitamin, dan mineralnya. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor susu sapi yang masih mendominasi kebutuhan nasional. Dengan pendekatan fermentasi, PROBEAN memiliki nilai tambah dibandingkan susu nabati konvensional karena mengandung probiotik aktif yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Proses pengembangan PROBEAN meliputi tahapan perendaman, ekstraksi susu kacang hijau, pasteurisasi metode HTST, inokulasi probiotik, fermentasi, hingga pengemasan. Skema ini dirancang untuk menjaga stabilitas produk sekaligus memastikan manfaat fungsional tetap optimal selama masa simpan.
Dari sisi dampak, inovasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi di berbagai sektor. Pada aspek kesehatan, PROBEAN dapat mendukung program pencegahan stunting melalui penyediaan sumber protein nabati dan probiotik. Pada aspek ekonomi, inovasi ini membuka peluang hilirisasi produk berbasis kacang hijau bagi petani dan UMKM lokal. Sementara pada aspek ketahanan pangan, PROBEAN menjadi langkah strategis menuju diversifikasi sumber protein nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, tim berharap PROBEAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis, fortifikasi mikronutrien, serta kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah agar dapat diimplementasikan secara luas sebagai pangan fungsional di Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]
Kata kunci: Cipta Nusantara Fest, gizi masyarakat, intoleransi laktosa, kacang hijau, probiotik, stunting.
Malaysia, 13–16 Februari 2026 – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International Student Summit 2026 yang diselenggarakan di Malaysia. Dalam kompetisi internasional tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil meraih dua medali perak melalui karya Coaterra dan Heat Potato, serta satu medali perunggu melalui inovasi Astavita.

Tim yang berkontribusi dalam kompetisi ini terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, dan Tika Permatasari. Keikutsertaan mereka mencerminkan kolaborasi lintas bidang yang mengangkat solusi inovatif berbasis sains dan keberlanjutan.
Coaterra merupakan inovasi material pelapis pangan berbasis biopolimer yang dirancang untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dengan menekan kehilangan bobot, mempertahankan kekerasan, serta menghambat pertumbuhan mikroba. Karya ini dibimbing oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. dan memperoleh medali perak.
Heat Potato adalah teknologi pemanfaatan bahan alami berbasis kentang sebagai sumber panas ramah lingkungan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pemanas portabel. Inovasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan juga meraih medali perak.
Sementara itu, Astavita merupakan inovasi produk fungsional berbasis bahan alami yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan. Karya ini berfokus pada pemanfaatan sumber hayati secara berkelanjutan dan memperoleh medali perunggu, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.
Ketiga karya tersebut mengangkat tema besar keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya hayati, serta pengembangan produk ramah lingkungan yang memiliki potensi aplikasi nyata di masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak global.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui kreativitas, kolaborasi, dan pendampingan akademik yang kuat. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari ]
Yogyakarta, 28 Januari 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ruang 1 dan 2 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP serta sivitas akademika dalam mengenal dan membudidayakan tanaman anggrek.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Fakultas Biologi UGM, Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus DWP, khususnya Bidang Pendidikan, yang telah berinisiatif menyelenggarakan pelatihan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah meluangkan waktu dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai hobi maupun peluang usaha,” ujar beliau.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas Pengurus dan Anggota DWP, dosen, serta tenaga kependidikan Fakultas Biologi UGM. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat tanaman anggrek memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi.
Sesi materi diawali dengan pemaparan oleh Bapak Ibnu Rochman, anggota Pecinta Anggrek Indonesia (PAI), yang menyampaikan materi Pengenalan Tanaman Anggrek. Dalam paparannya, beliau menjelaskan karakteristik anggrek, jenis-jenis anggrek populer, serta faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan anggrek, seperti cahaya, suhu, dan kelembapan.
Selanjutnya, Ibu Sri Sugiyanti, A.Md. menyampaikan materi Teknik Perbanyakan Tanaman Anggrek, yang mencakup teknik perbanyakan vegetatif, pembagian rumpun, serta dasar-dasar perbanyakan melalui kultur jaringan. Materi disampaikan secara aplikatif dengan contoh langsung, sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media tanam anggrek. Peserta secara langsung mempraktikkan penyusunan media tanam, pemilihan bahan, serta teknik penanaman yang tepat dengan pendampingan pemateri. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan diskusi dan tanya jawab yang aktif antara peserta dan narasumber.
Sebagai penutup, setiap peserta memperoleh satu paket tanaman anggrek yang siap dibesarkan sebagai media praktik lanjutan di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat peserta dalam budidaya anggrek serta mendorong pemanfaatan tanaman hias sebagai kegiatan produktif dan bernilai ekonomis.
















































