Rilis Berita
Dalam rangka meningkatkan jumlah proposal penelitian dosen, program pascasarjana Universitas Haluoleo, Kendari mengadakan Workshop Penulisan Proposal Hibah Penelitian Tesis Magister dan Hibah Disertasi Doktor. Workshop ini dilaksanakan pada hari Selasa, 8 November 2023 bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis untuk dosen agar dapat menulis proposal hibah tersebut dengan dengan baik. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. dari Fakultas Biologi UGM diundang sebagai narasumber dalam agenda tersebut.
Workshop ini dibuka oleh Direktur Pascasarjana Universitas Haluoleo, Prof. Dr. Ir. Takdir Saali, M.Si. dan disampaikan capaian penelitian dan publikasi dosen Program Pascasarjana. Dalam sambutan tersebut, Prof Takdir menghimbau agar dosen-dosen segera menyiapkan proposal untuk skema pendanaan tahun 2024. Diharapkan pada tahun 2024 dan selanjutnya, jumlah proposal yang diajukan dan didanai akan meningkatkan, sehingga dapat membantu para mahasiswa pascasarjana Universitas Haluoleo dalam menyelesaikan studinya.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai startegi penyusunan proposal program Hibah Penelitian Tesis Magister dan Hibah Penelitian Disertasi Doktor perguruan tinggi di era kampus merdeka oleh Dr. Eko Agus Suyono. Dalam pemaparannya disampaikan pentingnya rekam jejak dan peta jalan penelitian dari para peneliti serta strategi penulisan proposal. “Membuat proposal itu memang memerlukan rekam jejak dan peta jalan penelitian yang jelas serta banyak belajar dari pengalaman peneliti lain. Proposal yang bagus adalah mudah dipahami oleh orang lain, meskipun memiliki latar belakang ilmu yang berbeda”, kata Dr. Eko Agus Suyono.
Sesi selanjutnya merupakan pemaparan materi mengenai best practice penelitian kolaborasi dengan mitra dalam negeri dan global oleh Prof. Analuddin, Ph.D. Wakil Direktur bidang Akademik Program Pascasarjana, Universitas Haluoleo. Materi yang disampaikan adalah pengalaman dalan menginisiasi dan mengembangkan kerjasama dengan mitra agar proposal kita memiliki kesempatan lebih baik untuk mendapat pendanaan.
Setelah sesi pemaparan materi oleh kedua narasumber, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta pengenalan Program Magister dan Doktor Fakultas Biologi UGM. Disamping itu juga disampaikan pengenalan Program Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati yang direncanakan akan dibuka tahun 2024 di Fakultas Biologi UGM. Workshop tersebut berlangsung sukses dan lancar dengan diikuti oleh semua dosen dari Program Pascasarjana Universitas Haluoleo, Kendari.
Workshop ini juga dilaksanakan dalam mewujudkan pilar ke-4 dari SDGs yaitu pendidikan yang berkualitas dengan menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua orang serta pilar ke-17 dari SDGs yaitu kerja sama global untuk mencapai tujuan berkelanjutan. Tujuan ini membidik penguatan kerjasama global dalam mendukung rencana nasional untuk mencapai target SDGs tersebut.
Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun manusia Indonesia yang berkarakter kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, OPSI menjadi sarana bagi siswa dengan jenjang pendidikan SMA/MA/sederajat untuk dapat menyalurkan dan mengembangkan minat, ide, serta kemampuan inovasi dalam belajar melalui sarana penelitian. Melalui kegiatan ini para siswa dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif namun ilmiah.
Pada tahun 2023, salah satu sekolah yang berkesempatan mengikuti kompetisi ini adalah SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dengan ketua tim Dhimpna Gendhis Wahyu Pawestri dengan anggota Vega, pembimbing sekolah Anastasia Ratna Dwiyanti, S.Pd., pembimbing mahasiswa Tabitha Andrea Putri (mahasiswa Fakultas Kedokteran hewan, Universitas Gadjah Mada), serta pembimbing dosen dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada yaitu Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. Tim ini melaksanakan penelitian dengan judul “Uji Efek Angiogenesis Ekstrak Daun Kencana Ungu (Ruellia tuberosa L.) pada Chorioallantoic Membrane (CAM) Embrio Telur Ayam dalam Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker”. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2023. Meskipun pada akhirnya tim tidak berhasil melaju ke tahap final, namun terdapat banyak pelajaran berharga yang diperoleh para siswa selama mengikuti kegiatan ini antara lain mereka lebih memahami bagaimana cara melakukan suatu penelitian dengan baik dan benar, memahami cara bekerja sama dalam tim, cara berkomunikasi secara efektif, serta cara menyusun laporan karya ilmiah yang baik dan benar. (SDGs 4).
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., berkesempatan menjadi narasumber dalam Workshop Telaah Kurikulum Program Studi Magister (S2) Biologi yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Jumat, 3 November 2023 mulai pukul 08.00 WIB di Ruang Rapat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu.
Acara ini tak hanya merangkul peningkatan akademik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D. untuk memberikan kuliah umum dengan tema “Potensi Biodiversitas Spesifik Endemik Dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Pelestariannya.” Kuliah umum ini diawali dengan kata sambutan dari Dekan FMIPA Universitas Bengkulu, Dr. Jarulis, S.Si., M.Si., dan dipandu oleh Dr. Sipriyadi, M.Si., Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Bengkulu, yang bertindak sebagai moderator.
Selain menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pemikiran akademik, acara ini juga memperlihatkan komitmen kuat untuk menjalin dan memperkuat kerjasama akademik dan riset di tingkat nasional. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tuntutan zaman, pembaruan dalam kurikulum pendidikan tinggi menjadi sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Fakultas Biologi UGM telah menjalankan berbagai bentuk kerjasama dengan perguruan tinggi di dalam negeri, termasuk dengan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Bengkulu (UNIB).
Kerjasama yang dijajaki dalam pertemuan ini meliputi beragam aspek, mulai dari kuliah umum hingga penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengikat terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat). Evaluasi dan pengembangan kurikulum program Sarjana (S1) dan Magister (S2) menjadi perhatian penting dalam menghadirkan kurikulum yang relevan dan berdaya saing di era pendidikan yang berubah dengan cepat.
Terlebih lagi, kerjasama ini juga membuka jalan bagi para dosen Jurusan Biologi FMIPA UNIB untuk melanjutkan studi di tingkat Doktor (S3) di Fakultas Biologi UGM. Ini adalah langkah penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.
Adanya kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dengan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Bengkulu menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam perwujudan kolaborasi untuk peningkatan riset para peneliti dan dosen di Fakultas Biologi UGM sekaligus peningkatan pendidikan (SDG 4 dan SDG 17).
Semoga kerjasama yang diupayakan antara Fakultas Biologi UGM dan FMIPA UNIB dapat semakin memperkuat silaturahmi serta menghadirkan peningkatan institusi yang berarti bagi kedua belah pihak.
Menyikapi beberapa kasus dengan masalah mental akhir-akhir ini di kalangan mahasiswa, Jumat (13/10/2023) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan pelatihan bagi Buddy Counselor. Buddy Counselor sendiri adalah para mahasiswa yang menjadi konselor teman sebaya bagi temannya yang membutuhkan pendampingan masalah mental, dan diresmikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM pada 1 Juni 2023.
Pelatihan yang diikuti oleh 19 mahasiswa dan diadakan secara luring di Ruang Kuliah 3 Fakultas Biologi UGM ini diawali dengan makan siang bersama untuk lebih menumbuhkan rasa kebersamaan. Pelatihan kali ini diberikan oleh Psikolog Fakultas Biologi UGM, Yudhistira Adi Perdana, M.Psi. Psikolog. Materi pelatihan yang mengambil tema kesehatan mental dan peran konselor sebaya diikuti dengan antusias oleh semua peserta yang hadir. Dalam paparannya, mas Yudhis menyampaikan bahwa sehat mental adalah keadaan sejahtera, dimana ketika seseorang menyadari kemampuan yang ia miliki, mampu menghadapi tekanan dalam hidup, beraktivitas secara produktif, dan berkontribusi pada komunitas. “Walaupun tidak berarti tidak pernah sakit, tidak pernah merasakan perasaan negatif, terbebas dari masalah atau tekanan”. Lebih lanjut mas Yudhis menyampaikan tugas Buddy Counselor adalah menjadi teman curhat yang mampu memberikan motivasi, informasi tambahan, maupun saran (jika dibutuhkan) bagi teman yang sedang mengalami permasalahan.
Di akhir kegiatan, peserta diberi pelatihan praktik konseling. Masing-masing peserta diminta berperan sebagai mahasiswa yang mempunyai masalah mental dan yang lainnya berperan sebagai konselor. Untuk menjadi konselor yang ideal dibutuhkan kemampuan untuk mendengar aktif, kemampuan mengendalikan emosi, terbuka terhadap pengalaman baru dan tidak menghakimi, menunjukkan empati, mampu mengidentifikasi masalah dan memberikan saran (jika dibutuhkan), mampu berkomunikasi efektif, jujur, dan asertif, serta mampu menjaga rahasia.
Pelatihan ini juga dihadiri oleh Tim Kesehatan Mental Fakultas Biologi yang terdiri dari para Dosen Konselor yaitu Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. (Koordinator Dosen Konselor), Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si. (Anggta Dosen Konselor), dan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., serta PIC HPU Fakultas Biologi UGM, Titin Fauziah, S.E., M.B.A.
Pelatihan-pelatihan maupun sharing informasi terkait kesehatan mental bagi Buddy Counselor Fakultas Biologi UGM akan diadakan secara rutin dengan harapan semakin dapat memperkuat Tim yang bergerak dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan sejahtera secara mental, juga dalam rangka mendukung SDG’s Kehidupan Sehat dan Sejahtera. “Karena Setiap Tindakan Kita Berarti”.
Tim UGM-Indonesia, yang terdiri dari mahasiswa lintas Fakultas di Universitas Gadjah Mada (UGM), telah meraih prestasi luar biasa dengan memenangkan medali emas, inclusivity award, dan nominasi untuk best diagnostic project pada ajang Grand Jamboree – International Genetically Engineered Machine (iGEM) Competition 2023, yang berlangsung di Paris, Prancis, dari tanggal 2- 5 November 2023.
Empat dari enam belas anggota tim UGM-Indonesia adalah mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2020, yaitu Sofyan Maulana, Fathur Syahrian Ramadhani, Adelia Intan Sabhira, dan Ulfah Nur Azizah. Momen ini adalah pertama kalinya dalam 20 tahun berlangsungnya kompetisi iGEM, tim dari Indonesia berhasil meraih special award serta masuk dalam nominasi untuk best project. Sebelumnya, pada tahun 2021, tim UGM-Indonesia yang dipimpin oleh Yustika Sari (Biologi 2017) berhasil memperoleh medali perak.
iGEM adalah kompetisi bergengsi di bidang Synthetic Biology yang berawal dari sebuah kegiatan summer school di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2003. Dalam kompetisi ini, setiap tim diberikan iGEM Distribution Kit yang mengandung ratusan “BioBrick Parts”, yaitu komponen DNA yang dapat dirangkai menjadi sirkuit genetik untuk mengatasi berbagai masalah di dunia nyata. Kompetisi ini telah mendorong lahirnya inovasi riset, Perusahaan, serta startup bioteknologi terkemuka seperti Ginkgo Bioworks, Asimov, dan Benchling. Dalam perayaan dua dekade iGEM, kompetisi tahun ini diikuti oleh 400 tim dari 66 negara dengan partisipasi lebih dari 3000 siswa SMA, mahasiswa S1, dan S2 dari seluruh dunia.
Di bawah kepemimpinan I Made Rhamandana Putra (Farmasi 2019), tim UGM-Indonesia mengambil tema teknologi diagnostik dengan proyek berjudul “Novel Biodevice for Colorectal Cancer Screening using Escherichia coli Nissle 1917 (ECN) with miRNAs as Biomarker“. Tim telah berhasil merekayasa bakteri ECN untuk mendeteksi sel kanker dan meningkatkan sensitivitas Loop-Initiated RNA Activator (LIRA) melalui pemodelan matematis dan simulasi komputer. Kerja keras, inovasi dan kreatifitas dari tim ini telah meyakinkan 5 juri internasional untuk memberikan medali emas dan nominasi untuk best diagnostic project1. Selain melakukan penelitian di laboratorium, tim iGEM juga harus melakukan pendekatan sosial dan inklusivitas ke berbagai komponen masyarakat. Dari 400 tim yang berkompetisi, tim UGM-Indonesia terpilih memenangkan special prize: best Inclusive award2.
Prestasi ini tidak lepas dari kerja keras dan bimbingan dari berbagai macam pihak. Dr. Yekti Asih Purwestri dari Fakultas Biologi UGM bertindak sebagai pembimbing utama, didukung oleh Widhi Dyah Sawitri, Ph.D (Fak. Pertanian), M. Saifur Rohman, Ph.D (Fak. Pertanian), dan Setyowati Triastuti Utami, Ph.D (Fak. Farmasi). Selain itu, tim juga dibantu oleh 15 pembina yang terdiri dari dosen, alumni, dan mahasiswa UGM, termasuk enam dosen dari Fakultas Biologi: Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si., Dr. Niken Satuti Nur Handayani, Aries Bagus Sasongko, M.Biotech, Lisna Hidayati, M.Biotech, Indra Lesmana, M.Sc., dan Matin Nuhamunada, M.Sc. [Penulis: Tim iGEM UGM]
Sumber:
- https://jamboree.igem.org/2023/results?scroll=Diagnostics#village-awards
- https://jamboree.igem.org/2023/results?scroll=Inclusivity%20Award#special-prizes
Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara 2 Essay Competition (E-Comp) “BIOCOMPACT (Biology Competition and Application) Season 14” yang diadakan di Universitas Negeri Surabaya pada 29 Oktober 2023. Prestasi tersebut berhasil diraih oleh Muhammad Fityatul Haq dan Ulfah Nur Azizah yang merupakan mahasiswa S1 Biologi angkatan 2020, di bawah bimbingan Ibu Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si.
BIOCOMPACT SEASON 14 mengangkat tema “The Role of the Younger Generation in Realizing the Millennial Generation (Potential, Critical Thinking, and Innovation)”, dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keilmuan dan pemahaman generasi muda dalam meningkatkan kualitas SDGS 2040, khususnya di bidang biologi yang erat kaitannya dengan permasalahan makhluk hidup dan lingkungan. Serangkaian tahapan seleksi dalam kompetisi ini, meliputi pendaftaran dan submisi esai, seleksi 5 besar finalis, pengumpulan poster esai, dan diakhiri presentasi finalis. Kompetisi ini berlangsung dari 3 Juli 2023 hingga 29 Oktober 2023.
Melalui kompetisi tersebut, tim ini menyoroti holistikasi penerapan Interdisciplinary Project-Based Learning (I-PjBL) di tengah segmentasi pendidikan serta urgensinya terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus. Bagi anak berkebutuhan khusus, PjBL dapat menjadi alternatif meningkatkan pembelajaran anak dalam kehidupan nyata karena PjBL sifatnya konstruktif, utamanya dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dapat mendorong mereka untuk lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, tim ini juga menyoroti pengimplementasian I-PjBL pada pembelajaran berbasis STEM.
Melalui kompetisi ini, tim berharap agar terobosan dan isu yang telah diangkat mampu membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan SDG 4 terkait pendidikan berkualitas yang inklusif. Selain itu, tim juga berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat memberikan dorongan dan motivasi para mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk berkontribusi positif dalam memajukan pendidikan di Indonesia. [Penulis: Ulfah Nur Azizah]










































