Rilis Berita
Sabtu, 11/11/23 Fakultas Biologi UGM bekerjasama dengan Korpabiogama menyelenggarakan workshop SDM dengan tema “Bekerja dengan Bahagia sampai Purna”, bertempat di Hotel Griya Persada Kaliurang. Workshop diikuti oleh semua Dosen dan Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Sebelum membuka acara, Bapak Dekan berkenan memberikan sambutan. Dalam sambutannya Prof. Budi menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu diadakan oleh Fakultas Biologi UGM dan menjadi ajang silaturahmi bagi segenap dosen dan tenaga kependidikan. Untuk tahun ini workshop mengambil tema bekerja dengan bahagia sampai purna tugas.”Sudah menjadi bukti nyata bahwa walaupun telah memasuki masa purna tugas, ternyata pegawai kita masih terlihat segar dan sehat. Kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Sarbani dan Bapak Widodo, purnakaryawan yang pada kesempatan ini dapat bergabung dengan kita”. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Ketua Korpabiogama, Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. yang menyampaikan harapan agar acara-acara seperti ini dapat diselenggarakan di waktu-waktu yang akan datang.
Sebelum penyampaian materi, suasana dimeriahkan dengan tampilan linedance dari grup BioLineDance yang kali ini menampilkan lagu “Kubahagia”sesuai dengan tema workshop.
Sebagai pemateri pada workshop kali ini adalah Bapak Indi Kuswiyono, S.E. (Branch Business Manager BNI Kantor Cabang UGM), Bapak Kiki Feriansyah Wijaya (Motivator, Soft Skills Trainer, Business Coach), Bapak Sarbani, S.E. (Purnakaryawan), dan Bapak Widodo (Purnakaryawan). Bapak Indi pada kesempatan pertama menyampaikan materi Investasi Dini untuk Masa Purnakarya. Peserta diberi pelatihan bagaimana mengelola keuangan sejak dini sampai masa purna. Selanjutnya Bapak Kiki memberikan pelatihan dengan materi Happiness at Work. Dalam memberikan materinya, Bapak Kiki melibatkan seluruh peserta untuk mengikuti permainan-permainan yang mengandung makna sesuai dengan tema pelatihan. Semua peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias dan bergembira. Di akhir setiap permainan, Bapak Kiki mengulas arti dari permainan tersebut yang diimplementasikan ke dalam dunia kerja. Bagaimana kita dapat menjalani semua pekerjaan dan tugas dengan penuh rasa kesyukuran, ketersambungan, dan penghayatan. Bagaimana semua sivitas bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Di sesi terakhir, sebagai pemateri adalah para purnakaryawan yaitu Bapak Sarbani dan Bapak Widodo yang menceritakan kisah sukses mereka dalam menjalani masa purna tugas. Bapak Sarbani berhasil dalam usaha beternak unggas dan ikan, sedangkan Bapak Widodo berhasil dalam usaha bertanam anggrek. Diharapkan kisah sukses mereka dapat menginspirasi dosen dan tenaga kependidikan dalam mempersiapkan masa purna tugasnya.
Di akhir acara, dibagikan beberapa doorprize bagi seluruh peserta. Workshop kali ini berakhir dengan penuh rasa gembira dan bahagia dari seluruh peserta. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan seperti ini juga dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh.
Tim MBKM Thalassemia Fakultas Biologi UGM yang beranggotakan empat mahasiswa, yakni Angeline Stefanny, Anisa Muliana, Mulyadi, dan Veny Wulansari telah melakukan rangkaian kegiatan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) penelitian dengan topik Profilling dan Genotyping Varian Mutan Penyebab Thalassemia pada Anggota Keluarga Persatuan Orangtua Penyandang Thalassemia (POPTI) Magelang. Program ini menggandeng POPTI Magelang sebagai mitra MBKM serta melibatkan Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M. Sc. sebagai dosen pembimbing dan dr. Woro Triaksiwi Wulansari, M.Sc., Sp.A. selaku ketua POPTI Magelang sekaligus Wakil Direktur Umum dan Keuangan, RSUD Tidar Magelang.
Thalassemia merupakan suatu kelainan genetik akibat terjadinya mutasi pada sintesis rantai α dan β-globin. Hal ini menyebabkan berkurangnya salah satu rantai atau bahkan tidak ada sehingga terjadi ketidakseimbangan hasil sintesis kedua rantai tersebut. Persebaran penyakit ini pun semakin meningkat di Indonesia mengingat adanya faktor perpindahan penduduk yang cukup tinggi. Maka dari itu, diperlukan identifikasi molekuler varian mutan gen penyebab thalassemia di populasi pasien sebagai langkah untuk skrining pembawa thalassemia pada keluarga pasien sebagai upaya menurunkan angka pembawa thalassemia dan kelahiran thalassemia di masa depan. Saat ini skrining keluarga pasien thalassemia masih terbatas pada beberapa keluarga yang mampu dan paham mengenai genetika thalassemia, sehingga Tim MBKM Thalassemia berupaya melakukan inisiasi program skrining pembawa thalassemia dengan berdasar varian mutan penyebab thalassemia pada pasien tersebut.
Dalam pelaksanaan program ini, telah dilakukan observasi terkait kondisi pasien thalassemia anggota POPTI Magelang di RSUD Tidar Magelang dan pengumpulan data keluarga pasien ring 1 atau saudara kandung pasien sebagai calon peserta skrining. Mahasiswa juga melakukan analisis pemilihan indeks diskriminasi (Mentzer, Matos and Carvalho, England and Fraser, King and Green, RBC, Shine and Lal, dan Srivastava) yang optimal atau sensitif untuk skrining thalassemia di populasi Indonesia, persiapan optimasi metode isolasi DNA sampel darah, dan pelatihan bioinformatika sebagai persiapan sebelum pengolahan data molekuler. Selain itu, diadakan kegiatan Family Gathering bagi anggota POPTI Magelang untuk mempererat rasa kekeluargaan antar anggota dan disertai dengan edukasi mengenai thalassemia dan pentingnya skrining pembawa thalassemia dari Tim Riset Thalassemia UGM.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk inisiasi dalam melakukan deteksi pembawa thalassemia bagi keluarga pasien tersebut. Meskipun begitu, masih diperlukannya edukasi bagi saudara kandung pasien terkait pentingnya mengikuti skrining thalassemia sehingga dapat diketahui status sebagai pembawa thalassemia atau bukan. Dr. Niken Satuti pun berpesan dan mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk mengikuti skrining thalassemia, namun takutlah jika kita tidak mengetahui apakah kita membawa alel thalassemia atau tidak. [Penulis: Angeline Stefanny Sirami]
Kolaborasi Mahasiswa Biologi dan PT Pagilaran dalam program MBKM mengenai pengembangan teh herbal berbahan dasar daun gaharu dari spesies Aquilaria malaccensis telah dilaksanakan dari Maret 2023 hingga November 2023. Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dilakukan dengan kerjasama antara mahasiswa Biologi dari Universitas Gadjah Mada, yakni Atikah Nurunnissa’, Damar Nirma Wati, dan Listia Dewi Amaliawati, dengan bimbingan dari Drs. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. dan Tri Wahyuni, S.TP. sebagai mitra PT Pagilaran.
Kegiatan pengembangan teh herbal ini dimulai dengan diskusi di kantor pusat PT Pagilaran Kotabaru, yang terletak di Jl. Faridan M. Noto, No. 11, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Yogyakarta. Selanjutnya, mahasiswa melakukan kunjungan ke cabang PT Pagilaran Samigaluh dari 13 Maret 2023 hingga 14 Maret 2023, yang fokus pada pembuatan teh hijau dan teh hitam. Selama kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapat bimbingan dari Bapak Waridi tentang proses pembuatan teh hijau dan teh hitam, yang dimulai dari proses pemetikan, pelayuan, fermentasi, sampai dengan pengeringan.
Setelah kunjungan, mahasiswa memformulasikan daun Gaharu dengan bahan-bahan lain. Formulasi dari bahan teh herbal gaharu bermacam-macam yaitu 1). Daun gaharu, teh hitam, jahe merah; 2). Daun gaharu, teh hijau, lemon; serta 3). Daun gaharu, teh hijau, rosella. Setiap formulasi memiliki perbedaan konsentrasi antara lain Daun gaharu : Teh hitam / Teh Hijau : Bahan Alami yaitu (1: 0,75: 0,25), (1:0,75: 0,5), dan (1: 0,75: 0,75). Selanjutnya, mahasiswa melakukan uji organoleptik untuk menentukan formulasi dan konsentrasi teh herbal yang paling disukai. Mereka juga melakukan ekstraksi menggunakan ethanol 80% untuk selanjutnya dilakukan UV-Scanning untuk mengetahui profil senyawa dari teh herbal gaharu dengan aktivitas antioksidan, antidiabetes, dan antiobesitas. Dari hasil UV-Scanning dan analisis bioaktivitas dengan PASS Online didapatkan hasil bahwa ketiga macam formulasi memiliki kandungan bioaktivitas yang potensial sehingga dapat dijadikan sebagai minuman penunjang kesehatan.
Diharapkan kolaborasi ini akan memberikan wawasan yang berharga bagi mahasiswa selama proses penelitian mereka, sambil memperluas kemungkinan pengembangan obat-obatan dari sumber daya alam, khususnya ekstrak daun gaharu. Kegiatan ini diharapkan juga akan memperkuat pemahaman masyarakat akan kekayaan alam Indonesia serta peluangnya dalam bidang pengembangan obat-obatan, sekaligus menginspirasi terciptanya inovasi terkini untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia. [Penulis: Damar Nirma Wati]








































