Kenaikan harga pakan ternak ayam komersial yang cukup tinggi mengakibatkan penurunan hasil ternak dan berimbas pada kenaikan harga telur serta daging ayam yang cukup tinggi pada saat ini. Inovasi pembuatan pakan fermentatif dapat dibuat sebagai pakan alternatif mengatasi kenaikan harga pakan tersebut. Selama aktivitas penjualan ikan oleh pedagang di pasar tradisional, setiap hari terbuang limbah ikan berupa kulit, tulang, kepala, sirip dan sisik ikan yang menumpuk sangat banyak. Limbah ikan tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai substrat fermentasi pembuatan pakan ternak ayam dengan menggunakan starter konsorsium bakteri lokal yang bersifat katalitik. Pemanfaatan limbah ikan untuk pembuatan pakan ternak ayam tersebut sekaligus juga dapat mengatasi problem menumpuknya limbah ikan yang sangat banyak. Pakan inovatif fermentasi memiliki khasiat yang sangat berguna bagi pertumbuhan dan kesehatan ternak ayam karena kandungan nutrien yang mudah dicerna, serta sifat probiotik pakan fermentasi tersebut. Sifat probiotik starter bakteri menyebabkan ternak ayam lebih tahan berbagai penyakit. Karena pentingnya pakan fermentatif ternak ayam bagi peternak dan warga, melalui kegiatan program MBKM Pengabdian Membangun Desa (BIO MBMD1) semester genap 2022/2023 dan gasal 2023/2024, Fakultas Biologi UGM dengan Ketua Dr. Endah Retnaningrum, M. Eng, beserta 4 mahasiswa (Avila Kusuma W., Daimeera Anja Lulu A., Shanaz Dhiya’ul Haq dan Syahidina pada 27 Mei -17 Juni 2023 bersama mitra peternak ayam “Shobaru”, di Dusun Manukan, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta telah mencoba membuat pakan alternatif untuk ternak ayam. Selain limbah ikan, beberapa bahan lain ditambahkan pada substrat meliputi ampas kelapa, dedak bekatul dan daun pepaya. Hasil pembuatan pakan fermentatif pada kegiatan pengabdian ini dapat mengajari dan membantu peternak ayam serta warga secara mandiri menyediakan pakan ayam, sehingga meningkatkan pendapatannya.
SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PKM-MBKM) tahun 2023 dengan judul ‘Penguatan Kemandirian Kelompok Wanita Tani Pedukuhan Kepuh Wetan Kalurahan Wirokerten melalui Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)’, tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si bersama dengan mahasiswa Ika Izma Putri, Kusnadianta Yudha Pratama, Dana Abruri, Airlangga Wibisono telah melakukan kegiatan Pembuatan Rak Kumbung dan Penyiapan Media Budidaya Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) di Green House KWT Amanda Pedukuhan Kepuh Wetan, Kelurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Minggu, 11 Juni 2023 sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan pada tanggal 19 Mei 2023.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh tim PkM-MBKM bersama Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. kemudian dilanjutkan oleh ibu Yayuk selaku Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda. Tim PkM-MBKM kemudian bersama dengan anggota kelompok wanita tani ‘Amanda’ dalam penyiapan dan penataan baglog jamur tiram pada rak kumbung yang telah dibuat hari sebelumnya. Sebanyak 100 baglog jamur tiram yang disusun di rak kumbung dengan dua tingkat. Baglog sejumlah 50 merupakan baglog yang terdiri dari 50% inokulum jamur, sedangkan 50 lainnya merupakan baglog yang terdiri dari 75% inokulum jamur. Selanjutnya, ditaburkannya bubuk gamping pada tanah sekitar rak kumbung sebagai biopestisida yang mencegah adanya kontaminasi. Adapun acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, dimana dalam sesi tersebut dilakukan pembahasan mengenai rencana kegiatan selanjutnya bersama dengan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda.
Kegiatan budidaya jamur tiram nantinya akan lebih berfokus dalam pemeliharaan dan pengendalian hama, sehingga diharapkan jamur tiram tumbuh secara subur pada baglog-baglog tersebut dan dapat diolah menjadi bahan pangan yang dapat menjadi nilai ekonomi yang tinggi. Kelompok Wanita Tani Amanda dapat tetap melanjutkan dan mengembangkan budidaya jamur tiram hingga mampu mendukung penguatan ekonomi masyarakat di Pedukuhan Kepuh Wetan, Kelurahan Wirokerten. Rangkaian pembuatan rak kumbung dan penyiapan media budidaya jamur tiram diakhiri dengan sesi foto bersama dan penutupan.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pengabdian kepada Masyarakat (MBKM-PkM) di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Ibnu Hajar dengan koordinator Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. mendapatkan kunjungan dari Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 10 Juni 2023. Kunjungan tersebut diikuti oleh 32 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Pendidikan Biologi UNTIDAR dan 16 mahasiswa Fakultas Biologi yang tergabung dalam MBKM-PkM Fakultas Biologi UGM. Kegiatan kunjungan mahasiswa UNTIDAR ke Fakultas Biologi bertujuan untuk belajar bersama mahasiswa MBKM-PkM yang dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM dan Green House (GH) Karanggayam.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., kemudian dilakukan pretest dan asistensi singkat serta dilanjutkan oleh kegiatan utama meliputi pembuatan media, subkultur atau overplanting anggrek, dan aklimatisasi. Mahasiswa UNTIDAR dibagi menjadi delapan kelompok yang masing-masing terdiri atas empat orang. Setiap dua orang perwakilan kelompok mengikuti kegiatan pembuatan medium dan sisanya mengikuti kegiatan subkultur. Kegiatan pembuatan media didampingi oleh dua mahasiswa MBKM-PkM Ibnu Hajar. Media anggrek yang dibuat merupakan media alternatif yang digunakan untuk subkultur eksplan anggrek. Mahasiswa UNTIDAR tenggelam dalam serangkaian kegiatan yang menarik dan interaktif di dalamnya mulai dari persiapan bahan dan alat, perebusan, penimbangan makronutrien dan mikronutrien, penuangan media ke dalam botol selai, serta sterilisasi media menggunakan autoklaf. Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat bagi mereka untuk memahami tata cara dalam pembuatan media bagi kultur in vitro anggrek. Di samping kegiatan pembuatan media, dilakukan juga kegiatan subkultur/overplanting yang didampingi oleh dua mahasiswa MBKM-PkM Ibnu Hajar. Kegiatan subkultur ini bertujuan untuk menggantikan media tanam yang lama ke media baru sehingga nutrisi tanaman tetap tercukupi. Subkultur dilakukan dengan memindahkan planlet anggrek dalam botol yang sudah besar dan banyak ke botol berisi medium baru. Masing-masing mahasiswa UNTIDAR melakukan praktik pengeluaran planlet dari botol serta penanaman planlet tersebut ke media baru. Dengan adanya praktik ini, diharapkan mahasiswa mampu melakukan tata cara dasar subkultur secara aseptis dan benar.
Kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan aklimatisasi yang dilaksanakan di Green House (GH) Fakultas Biologi yang terletak di daerah Karanggayam, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh mahasiswa dari tim aklimatisasi MBKM Ibnu Hajar. Kegiatan pelatihan aklimatisasi dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB, setelah mahasiswa UNTIDAR melaksanakan pelatihan pembuatan media dan subkultur di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM. Mahasiswa UNTIDAR diberi pembekalan terkait aklimatisasi, seperti tujuan aklimatisasi, fungsi aklimatisasi, komposisi media untuk aklimatisasi, serta teknik melakukan aklimatisasi. Setelah pembekalan singkat, mahasiswa UNTIDAR secara langsung melaksanakan praktik aklimatisasi yang dipandu oleh tim aklimatisasi MBKM Ibnu Hajar. Mahasiswa UNTIDAR melaksanakan seluruh langkah aklimatisasi, mulai dari pengambilan planlet dari botol kultur, pencucian planlet, perendaman pada fungisida, pembuatan media aklimatisasi, serta penanaman planlet pada media pot. Pot berisi planlet anggrek hasil aklimatisasi diletakkan pada rak greenhouse Karanggayam. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa UNTIDAR terpantau sangat aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan aklimatisasi berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.
Yogyakarta, 26 Mei 2023. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKMB) Ibnu Hajar dengan koordinator Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. melakukan kunjungan dan survei lokasi kegiatan di Magelang, tepatnya di Ibnu Hajar dan mitra produsen anggrek milik Pak Muzaini. Kunjungan dilakukan pada tanggal 26 Mei 2023 yang diikuti oleh perwakilan sebanyak 3 orang mahasiswa S1-Biologi UGM yang mengikuti kegiatan MBKM.
Pertama, kunjungan ke Ibnu Hajar, di daerah Sirahan, Kec. Salam, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Selama kunjungan, perwakilan mahasiswa didampingi oleh teknisi dari Ibnu Hajar yaitu Mas Benny dan Mas Niko untuk berkeliling melihat kondisi lapangan yang rencana digunakan sebagai tempat dilaksanakannya beberapa kegiatan MBKM. Disana, terdapat cafe literasi dan lemari berisi buku-buku yang digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak serta yang sudah tidak lagi bersekolah serta warga sekitar yang ingin memperoleh ilmu. Kami juga diperlihatkan tempat produksi anggrek berupa laboratorium kecil, greenhouse sederhana, dan beberapa tanaman anggrek remaja di dalam greenhouse maupun tanaman anggrek yang sudah ditempelkan di pohon-pohon. Karena kondisi anggrek yang kurang terawat, kami akhirnya berbincang-bincang dengan Mas Benny terkait rencana program MBKM yang akan dilaksanakan untuk mengoptimalisasi greenhouse, menghias dan memperindah kondisi taman anggrek di Ibnu Hajar.
Kunjungan kedua, yaitu ke kebun anggrek milik Pak Muzaini selaku produsen anggrek, yang berada di Kawetan, Kec. Muntilan, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Disana kami diajak oleh Pak Muzaini untuk melihat beberapa hasil budidaya anggrek yang dibudidayakan oleh Pak Muzaini dan Keluarga. Terdapat dua tempat yang digunakan oleh Pak Muzaini untuk budidaya tanaman anggrek, yaitu di samping rumah beliau yang khusus digunakan untuk membudidayakan tanaman anggrek yang siap berbunga hingga mekar. Anggrek ini merupakan anggrek yang telah siap dijual ke konsumen. Kedua, yaitu di greenhouse di daerah persawahan milik Pak Muzaini yang berisi tanaman anggrek yang masih kecil hingga dewasa tetapi belum siap berbunga. Disini, tanaman anggrek yang menunjukkan ciri-ciri akan mengalami pembungaan akan dipindah ke sebelah rumah Pak Muzaini untuk perawatan lebih lanjut dan proses penjualan. Selain itu, kami juga berbincang-bincang dengan Pak Muzaini sebagai mitra penyedia anggrek dewasa tekait rencana kemitraan penyediaan tanaman anggrek dengan Tim MBKM guna melaksanakan rencana program kerja MBKM.
Minggu, 19 Maret 2023, tim pengabdian Microalgae Research dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2023, melakukan kunjungan dan survei ke Desa Wisata Kampung Satwa, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.. Tim yang diinisiasi dan didampingi oleh Dr. Eko Agus Suyono S.Si., M.App. Sc dengan beranggotakan tiga mahasiswa biologi, yaitu Aulia Setyo Nurul Hida, Wildan Hilmi Azharul Hakim, dan Muhammad Naufal Azamrafif melakukan kunjungan untuk melanjutkan dan mengevaluasi hasil pengabdian MBKM tim sebelumnya. Survei dilaksanakan pada pukul 08.15 hingga 12.00 dengan agenda melihat kondisi sistem kultivasi mikroalga yang ada di Kampung Satwa. Keberadaan sistem kultivasi mikroalga Kampung Satwa saat ini tidak terawat dan masih belum optimal untuk digunakan. Sistem kultivasi mikroalga ini yang tidak terawat dikarenakan kurang menariknya bentuk dan kesulitan dalam hal sumber daya guna melakukan kultivasi mikroalga secara semi massal .
Pelaksanaan kegiatan kunjungan ini, memberikan hasil dimana tim berniat untuk menyusun dan membuat desain fotobioreaktor sederhana mikroalga yang nantinya mampu menjadi icon di Kampung Satwa sebagai desa wisata. Pembuatan icon wisata fotobioreaktor mikroalga ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan dan mampu memperkenalkan kultivasi mikroalga kepada masyarakat awam dengan baik. Biomassa dari kultivasi mikroalga ini akan dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan pakan satwa fungsional dengan nilai gizi yang tinggi, proses produksi efisien, dan biaya yang efektif, serta ramah lingkungan untuk satwa yang ada di Kampung Satwa, seperti burung dan ikan. Biomassa dari kultivasi mikroalga ini juga akan dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap dari produk industri rumahan warga di Kampung Satwa.
Selain itu, pada bulan April – Juni uji coba kultivasi semi massal Spirulina sp. telah dilakukan oleh tim di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan Stasiun Penelitian Karanggayam. Kultur Spirulina didapatkan dari BBPAP (Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau) Jepara sebanyak 1L. Kultivasi dilakukan pada skala 15 L dengan menggunakan medium milik NAP (Nogotirto Algae Park) dalam media galon. Kultivasi belum dapat dilanjutkan dalam skala semi massal 50 L dikarenakan nilai Obtical Density (OD) pada kultur belumm mencapai target untuk siap dipindahkan dalam skala semi massal.
Pada awal bulan Maret 2023, tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) -Penelitian tahun 2023 Fakultas Biologi UGM, dengan Ketua Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., beserta seorang mahasiswa, Andi Muhammad Naufal Khaeri, telah melaksanakan kegiatan pengamatan perkembangan embrio telur dan pemberian pakan Burung Unta di Mahasvin Farm, Yogyakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui proses penangkaran unggas eksotik terkhusus Burung Unta yang ada di Yogyakarta yang bertempatkan di Mahasvin Farm.
Kelompok penangkaran unggas eksotik Mahasvin farm, yang berlokasi di Candi Gebang, saat ini sedang dalam upaya mengembangkan penetasan telur unggas eksotik, seperti Burung Unta. Upaya ini dilakukan dengan melakukan integrasi beberapa tujuan yaitu Konservasi satwa eksotik, Pengembangan wisata satwa eksotik bagi masyarakat dan terutama untuk pengembangan sarana Pendidikan, dan Media edukasi untuk pengembangan satwa dan konservasi. Potensi yang dimiliki sangat besar dan saat ini sudah berhasil menetaskan berbagai jenis unggas eksotik. Namun demikian saat ini masih ada kendala dalam pemeliharaan embrio unggas eksotik tersebut.
Berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan bersama pihak mitra, ditemukan kendala dalam proses penetasan Burung unta yaitu mesin inkubator yang belum sempurna dan juga pakan yang belum bisa memenuhi kebutuhan nutrisi secara sempurna. Oleh karena itu, pada bulan Mei telah di diskusikan dan di inisiasikan untuk proses pembuatan inkubator yang baru dan pembuatan komposisi pakan yang baik agar proses penangkaran Burung Unta di Mahasvin Farm dapat berjalan dengan baik. [Penulis: Andi Muhammad Naufal Khaeri]
Kelompok penangkaran unggas eksotik Mahasvin farm, yang berlokasi di Candi Gebang, saat ini sedang dalam upaya mengembangkan penetasan telur unggas eksotik, yang salah satunya adalah Burung Unta. Upaya ini dilakukan dengan melakukan integrasi beberapa tujuan yaitu Konservasi satwa eksotik, Pengembangan wisata satwa eksotik bagi masyarakat dan terutama untuk pengembangan sarana Pendidikan, dan Media edukasi untuk pengembangan satwa dan konservasi. Potensi yang dimiliki sangat besar dan saat ini sudah berhasil menetaskan berbagai jenis unggas eksotik. Namun demikian saat ini masih ada kendala dalam pemeliharaan embrio unggas eksotik tersebut.
Fakultas Biologi UGM melakukan Kerjasama untuk proses penangkaran dan pemeliharaan unggas eksotik, dengan menerjunkan tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) -Penelitian tahun 2023, dengan Ketua Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., beserta seorang mahasiswa, Andi Muhammad Naufal Khaeri. Kegiatan dijadwalkan untuk dilaksanakan dalam periode 2 (dua) semester. Sampai dengan bulan maret 2023 telah melaksanakan kegiatan pengamatan perkembangan embrio telur dan pemberian pakan Burung Unta di Mahasvin Farm, Yogyakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui proses penangkaran unggas eksotik terkhusus Burung Unta yang ada di Yogyakarta yang bertempatkan di Mahasvin Farm.
Inisiasi kegiatan dilakukan dengan pengamatan Bersama proses penetasan telur burung eksotis. Berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan bersama pihak mitra, ditemukan kendala dalam proses penetasan Burung unta yaitu berkaitan dengan desain mesin inkubator yang masih belum sempurna untuk menyediakan lingkungan untuk penetasan yaitu suhu dan kelembaban. Permasalahan ke 2 adalah kesesuain pakan yang belum bisa memenuhi kebutuhan nutrisi secara optimla. Oleh karena itu, pada bulan Mei telah di diskusikan dan di inisiasikan untuk proses pembuatan inkubator yang baru dan peancangan komposisi pakan yang baik agar proses penangkaran Burung Unta di Mahasvin Farm dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan koordinasi dan pemantapan materi untuk pembuatan kompos berbahan limbah batang pisang telah dimulai sejak awal bulan Mei sampai awal bulan Juni 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Kolaborasi Dosen-Mahasiswa Tahun 2023, yang bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan densitas dan diversitas fauna tanah pada hasil kompos berbahan dasar limbah batang pisang.
Sebagai ketua sekaligus penanggungjawab kegiatan ini adalah Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP&E, M.Biomed, yang diikuti oleh 2 orang mahasiswa, Deanova Fitriandaru dan Alifyanita Maulida ‘Ainur Rahma. Pada kegiatan ini, juga telah dilakukan konsultasi ke PT Pradipta Paramita Agroutama yang berlokasi di Jl. Waru Raya, Waru, Pulosari, Karanganyar, yang dipimpin oleh ibu Dra. Agnes Heratri, M.Si. Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa selain kajian kandungan pada bahan dasar perlu ditambahkan beberapa bahan lain agar hasil dapat memenuhi standar sesuai yang telah ditentukan oleh Kementan. Penambahan berlebihan bahan dasar juga akan berpengaruh terhadap kualitas yang akan dihasilkan, dan tentunya akan berpengaruh pada fauna tanah yang ada. Disampaikan oleh ibu Agnes, bahwa kompos/ pupuk yang baik memiliki ciri mikrobiotik yaitu mampu menghadirkan organisme penyubur, tidak berbau, dan dengan tekstur “kepyur”, seperti tanah. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini nantinya dapat mengatasi limbah batang pisang, terutama diperkebunan pisang, karena untuk pohon pisang adalah sekali tanam, sekali panen, dan selanjutnya dapat menjadi inisiasi kegiatan penanganan limbah tanaman di perkebunan lainnya.
Salam Lestari dari Fakultas Biologi….
Tim Dekanat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diwakili oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc selaku Dekan dan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni melakukan kunjungan ke University of Coventry dan University of Warwick pada Jumat (9/6/2023). Kunjungan ini bertujuan menginisiasi kerja sama dengan dengan School of Life Sciences Coventry University dan School of Life Sciences Warwick University.
The School of Life Sciences Coventry University terdiri atas Biomedical Science, Sport and Exercise Science, Food and Nutrition, dan Sports Therapy and Forensic Science. Fakultas ini menawarkan program-program studi yang berkualitas tinggi dan memiliki pendidikan dan riset yang langsung diterapkan ke masyarakat dan industri. Dalam kunjungan ke The School of Life Science ini, Tim Dekanat Fakultas Biologi UGM berdiskusi dengan Prof. Derek Renshaw (Direktur Akademik) dan Dr. Craigh Blyth untuk menginisiasi kerja sama dalam program double degree program untuk Sarjana, Magister dan Doktor dan student and staff Mobility.
Setelah kunjungan ke Coventry University, tim Fakultas Biologi UGM mengunjungi School of Life Sciences Warwick University. Sekitar 90% riset yang dikembangkan fakultas ini dinilai sebagai ‘unggul secara internasional’ atau ‘terdepan di dunia’, dan merupakan tempat yang dinamis dan berkembang untuk penelitian ilmu biologi. Capian tersebut didukung oleh fasilitas riset yang terbaru, terutama dalam bidang biologi molekuler dan imaging biology.
Dalam kunjungan ke School of Life Sciences Warwick University, Tim Dekanat Fakultas Biologi UGM disambut oleh Professor Miriam Gifford, Head of School dan Professor Jose Gutierrez-Marcos, Professor of Functional Genomics and Epigenomics. Kerja sama yang disepakati adalah students and staff mobility, international summer course, visiting professor, joint supervision and publication, research collaboration dan inisiasi Double Degree program.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr.Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. berharap kuantitas dan kualitas kerja sama internasional di Fakultas Biologi UGM akan semakin meningkat, khususnya dengan kedua universitas tersebut.
Hari Sabtu, tanggal 03 Juni 2023, tim mahasiswa PkM MBKM-2023 Program Sarjana Fakultas Biologi UGM Angkatan 2020, yaitu Rahmi Qurrota Aeni, Nala Azkiya, Lena Mardiana, Nurrisma Ika Lestari, dan Kanya Nabila Febrirani dengan pembimbing Ibu Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. telah melakukan kegiatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Wisata Klayar. Program ini dilakukan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat Kelompok Tani Klayar di Desa Kedungpoh, Nglipar Gunung Kidul bersama dengan Pak Didik Purnomo sebagai mitra MBKM ini. Kegiatan ini merupakan kelanjutan program pengabdian kepada masyarakat tahun lalu pada budidaya krisan organik. Namun ditahun ini digunakan bawang merah sebagai pangan yang akan dibudidayakan.
Kegiatan diawali dengan konsolidasi kepada pihak mitra untuk mempersiapkan kebutuhan dalam budidaya bawang merah organik. Selanjutnya dilakukan tahap penanaman dan pelatihan penanaman bawang merah untuk tim mahasiswa PkM MBKM-2023. Pada kegiatan pelatihan penanaman bawang merah, mahasiswa dibimbing oleh Pak Didik dan Kelompok Tani Klayar untuk menanam di ladang dan di greenhouse. Mahasiswa diajarkan bagaimana menanam bawang merah mulai dari menyiapkan benih hingga cara penanamannya. Kegiatan ini masih akan terus berlanjut dengan akan diadakannya program lain seperti sosialisasi kepada Kelompok Tani Klayar mengenai pengolahan bawang merah sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.














































