Pada Hari Sabtu Tanggal 20 Juni 2026, Tim Anggrek Fakultas Biologi UGM melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra di Desa Wedomartani dengan mengangkat tema “Pengembangan Anggrek Lokal Yogyakarta melalui Penerapan Sistem Aeroponik dan Hidroponik untuk Mendukung Eduwisata” diselenggarakan di Pendopo Balai Budaya Desa Wedomartani, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara kalangan akademisi, komunitas pencinta anggrek, dan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi anggrek lokal berbasis inovasi teknologi pertanian modern. Kegiatan ini diharapkan mendukung pencapaian SDGs No. 12) Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; 15) Kehidupan di atas tanah; dan 17) Kemitraan untuk mencapai tujuan.
Program PKM ini difokuskan pada penerapan teknologi aeroponik dan hidroponik dalam budidaya anggrek sebagai komoditas unggulan daerah. Selain meningkatkan aspek produktivitas dan kualitas tanaman, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan konsep eduwisata berbasis pertanian yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, serta pembacaan doa dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya serta mars Biologi dan UGM. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan tertib dengan partisipasi aktif para peserta yang berasal dari unsur akademisi, komunitas, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua Tim Anggrek Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., dilanjutkan dengan ketua tim PKM Fakultas Biologi UGM, Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. dan berikutnya dengan Pak Carik, R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd. Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan.
Sebelum masuk ke sesi inti, dilakukan pretest. Berdasarkan hasil pretest yang telah diikuti oleh 26 peserta, diperoleh nilai rata-rata sebesar 56,15, dengan median 60 dan modus 80. Sebaran nilai menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori nilai 80 (34,6% peserta), sedangkan hanya satu peserta yang mencapai nilai sempurna 100.
Pada sesi inti, narasumber pertama, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., memberikan pengantar mengenai teknik budidaya anggrek. Kemudian dilanjutkan dengan narasumber kedua, Ir. Kadarso, M.S. Beliau memaparkan materi terkait teknik budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik, serta strategi pengembangan eduwisata sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Seluruh peserta menyimak materi dengan antusias.
Setelah pemaparan materi berakhir, para peserta mengisi soal post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil post-test yang telah diikuti oleh peserta, diperoleh kenaikan nilai rata-rata menjadi 76,8. Terdapat 8 peserta yang mendapatkan nilai 100. Nilai tersebut menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan kegiatan PKM ini, pengetahuan teknik budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik menjadi meningkat.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga mencakup penyerahan cinderamata anggrek kepada pihak desa, sesi foto bersama, serta diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Panitia juga menyelenggarakan sesi doorprize yang menambah antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan kegiatan praktik langsung budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik. Peserta dibagi dalam 5 kelompok dengan pendampingan langsung oleh para narasumber, mahasiswa magister dan doktor Biologi UGM, beserta mahasiswa anggota BIOSC Biologi UGM.







