SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Selasa, 15/10, Tim Desa Mitra Kedungpoh bertemu dengan Lurah Kedungpoh dan Direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh untuk menyampaikan progres pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di kalurahan ini. Tim Desa Mitra diketuai oleh Dr. Hari Purwanto, MP. dengan anggota Dr. Bambang Retnoaji, M.Si., Ludmilla Fitri Untari, S.Si.,M.Sc., Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. dan Soenarwan Hery P., S.Si.,M.Kes. Tim ini mengangkat tema “Ekskalasi Potensi Agro-Eduwisata Berbasis Organik untuk Mewujudkan Desa Mandiri Sejahtera di Kalurahan Kedungpoh Kapanewon Nglipar, Gunungkidul”.
Program Desa Mitra ini telah berlangsung sejak Februari dan akan berakhir pada November 2024. Beberapa program yang dilaksanakan di kalurahan ini antara lain penyelenggaraan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah peternakan; pelatihan pembuatan pestisida dan insektisida organik; pelatihan budidaya lebah madu; pelatihan budidaya ikan wader; dokumentasi serta konservasi tanaman dan serangga di Kedungpoh. Program-program ini digawangi oleh anggota Tim Desa Mitra yang dibantu oleh mahasiswa.
Sampai saat ini, hampir semua program telah terlaksana. Lurah Kedungpoh, Dwiyono, mengharapkan adanya kesinambungan program pendampingan potensi agro-eduwisata Kedungpoh ini oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM. Seperti diketahui, Kedungpoh telah didampingi oleh Tim Pengabdian Fakultas Biologi sejak 2019 dan secara bertahap mengalami kemajuan menuju desa mandiri sejahtera. Tim Pengabdian Fakultas Biologi tidak hanya membawa program dan pendanaan dari Fakultas Biologi UGM namun juga mengajak mitra CSR dari PT PLN Tbk UP3 Yogyakarta. Sinergi antara Program Desa Mitra dan program pengabdian CSR PT PLN mempercepat ekskalasi agro-eduwisata yang dicanangkan oleh pemerintah Kalurahan Kedungpoh.
“Kami telah menjalankan beberapa program sesuai rencana kami dengan beberapa mitra, mulai dari Kelompok Wanita Tani, Lumbung Mataraman, Kelompok Peternak Sapi sampai Kelompok Peternak lebah Madu Sari Alami”, ungkap Hari dalam laporan progres pengabdian masyarakat kepada Lurah Kedungpoh. “ Kami berharap Fakultas Biologi UGM terutama Tim Desa Mitra tidak berhenti sampai di sini, kami masih membutuhkan pendampingan Bapak dan Ibu sekalian,” kata Dwiyono, menanggapi laporan Ketua Tim Desa Mitra. ”Apalagi dengan budidaya krisan di greenhouse kami, ini hal baru bagi kami sehingga kami masih membutuhkan pendampingan Tim dari Fakultas Biologi UGM”, tukas Didik Purnomo menambahkan. Didik Purnomo adalah direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh.
Ke depannya, seluruh program Tim Desa Mitra akan dilanjutkan oleh Tim Pengabdian Desa Mitra maupun stakeholder dari Kedungpoh baik dengan pendanaan UGM, CSR maupun pendanaan dana desa untuk mewujudkan Kedungpoh sebagai desa agro-eduwisata menuju desa mandiri sejahtera.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk mencapai Tujuan).(DUS)
Tagline:
# SDG 2: Tanpa Kelaparan
# SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
# SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Sabtu (19/10), Tim MBKM-Pkm Fakultas Biologi UGM mengunjungi Lumbung Mataraman Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul untuk melakukan panen perdana cabai rawit (Capsicum annuum L.) hasil budidaya secara organik dengan aplikasi biofertilizer. Tim MBKM-Pkm terdiri dari Rindha Amarsita, Fharsya Febrildha dan Siti Muyassaroh. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2021 dibawah bimbingan Ibu Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc.
Antraknosa adalah penyakit yang kerap menyerang tanaman cabai dan menyebabkan kerugian besar bagi petani. Tim MBKM-Pkm sejak Maret 2024 memberikan penyuluhan dan pendampingan budidaya cabai rawit anti antraknosa dengan pengaplikasian biofertilizer setiap sepuluh hari sekali. Penggunaan biofertilizer sebagai agen pencegah antraknosa selain efektif dan murah juga dimaksudkan untuk menjaga lingkungan tetap lestari (sustainable). Dwi menyampaikan kepada KWT Kedungpoh, “Penggunaan biofertilizer terbukti sangat efektif dalam meningkatkan ketahanan tanaman cabai terhadap serangan penyakit antraknosa. Selain itu, biofertilizer juga mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan nutrisi, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen”.
Selama pelaksanaan program ini, petani di Desa Kedungpoh mengalami peningkatan hasil panen hingga 25% dibandingkan dengan panen sebelumnya. Selain itu, kualitas buah cabai juga menjadi lebih baik, dengan tingkat serangan penyakit yang jauh lebih rendah. Tri selaku anggota KWT Kedungpoh menyampaikan, “Tanaman cabai yang dibudidayakan oleh Tim MBKM-Pkm bekerjasama dengan KWT Kedungpoh tidak terserang antraknosa”. Serangan antraknosa biasanya semakin menjadi ketika turun hujan, namun tanaman cabai di Lumbung Mataraman sampai saat ini tetap sehat dan terbebas antraknosa walau telah terguyur hujan beberapa kali. Aplikasi bioferilizer mmpunyai keunggulan ramah lingkungan, mampu meningkatkan produktivitas (hasil panen dan kualitas buah), murah dan mudah dibuat serta merupakan budidaya pertanian berkelanjutan.
Penyebarluasan penggunaan biofertilizer di Lumbung Mataraman Kedungpoh ini merupakan pelaksanaan dari SDGs-2 (Mengakhiri Kelaparan), SDGs-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab), SDGs-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DUS-RNLD)
Tim mahasiswa dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, kembali mencetak prestasi gemilang dengan meraih Juara Harapan 1 dan Juara Favorit pada Pekan Ilmiah Nasional (PILNAS) 2024 yang diselenggarakan oleh PT Lomba Pena Indonesia pada 12 September 2024 dengan tema kegiatan “OPTIMALISASI DAN “KOLABORASI GENERASI MUDA TERHADAP BANGSA INDONESIA”. Prestasi ini merupakan langkah tepat UGM untuk bersinar di kancah ilmiah nasional, terutama dalam inovasi dan kemajuan ilmu biologi terkini. Tim ReGen Plastic dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yang terdiri dari Achmad Chehab Abubakar sebagai ketua , Ferdinan Florian, Adrianus Dinata dan Andreas Wibisiono, mahasiswa angkatan 2022 dibawah bimbingan Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Rekayasa Jalur Metabolik Ideonella sakaiensis untuk Meningkatkan Efisiensi Sintesis PHB dari Plastik PET.”
Dalam penelitian yang dipresentasikan oleh tim ReGen Plastic, dijelaskan bahwa plastik PET yang banyak digunakan dalam kemasan makanan dan minuman sangat sulit untuk terurai di alam. Sementara itu, Indonesia menyumbang lebih dari 1,29 juta ton limbah plastik PET setiap tahunnya. Untuk itu, solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengatasi akumulasi limbah tersebut. Salah satu solusinya adalah penggunaan bakteri Ideonella sakaiensis sebagai biorecycler plastik PET menjadi PHB yang lebih ramah lingkungan.
Melalui pendekatan rekayasa genetika, tim ReGen Plastic melakukan penyisipan gen-gen kunci dalam biosintesis PHB ke dalam bakteri Ideonella sakaiensis. Dengan menyisipkan plasmid sehingga ekspresi gen-gen tersebut, produksi PHB berhasil ditingkatkan dan menjadi lebih efisien.
Penelitian ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung oleh UGM, khususnya poin 12 tentang produksi dan konsumsi berkelanjutan serta poin 14 yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut dari polusi plastik. Dengan meningkatkan efisiensi produksi PHB dari sampah plastik PET, tim ReGen Plastic berharap penelitian ini dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi polusi plastik di Indonesia dan menciptakan alternatif plastik ramah lingkungan.
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37, yang diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2024 di Universitas Airlangga, Surabaya, mengusung tema “Berkompetisi Mengasah Kreativitas Mahasiswa Bertalenta Indonesia menjadi Pribadi yang Solutif, Inovatif dan Produktif”. Acara ini merupakan puncak kegiatan ilmiah mahasiswa berskala nasional sebagai forum pertemuan ilmiah untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan serta komunikasi produk kreasi antar mahasiswa.
Tim PKM-RE UGM Biocane dengan ketua Tiara Putria Judith dari Fakultas Biologi UGM dengan anggota lintas program studi diantaranya Salfa Athallah Agtari Nabillah (Biologi 2021), Thoriq Abdul Halim (Biologi 2021), Fahmi Arsyad (Teknik Pertanian 2021), dan Hernita Fika Ardiyati (Teknologi Pangan Hasil Pertanian 2022) dibawah bimbingan Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., yang mengusung riset berjudul “Inovasi DNA Barcoding Sebagai Molecular Detection Dalam Eskalasi Screening Genetik Unggul Tebu (Saccharum officinarum L.) Lokal Indonesia” berhasil memperoleh Juara 2 atau Penghargaan Setara Perak dalam kategori Poster PKM-RE-4.
Poster merupakan media transfer informasi yang dioptimalkan oleh Tim Biocane dalam menyampaikan hasil penelitian secara visual. Melalui kombinasi gambar dan tulisan singkat, poster ini berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan ide dan temuan riset secara efektif. Selain itu, poster ini juga mengundang audiens untuk berdiskusi lebih dalam, sehingga dapat tercipta wawasan baru mengenai keunggulan pendekatan DNA barcoding dalam mengatasi samarnya identifikasi secara konvensional pada kandidat parental hibridisasi potensial tebu di Indonesia. Sejalan dengan tema PIMNAS ke-37 yang mendorong inovasi dan produktivitas, Tim Biocane menargetkan pemberian solusi bagi sektor pertanian yang solutif dan inovatif. Semoga prestasi ini menjadi tonggak awal bagi eksplorasi riset yang semakin cemerlang di masa depan.
Pembahasan Kerjasama dan Potensi Penelitian






























