Arsip:
SDG 13 : Penanganan Perubahan Iklim
Yogyakarta, 25 April 2026 – Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan kuliah lapangan Mata Kuliah Etnobiologi di kawasan Candi Prambanan pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis konteks (contextual learning) yang terintegrasi dengan pendekatan interdisipliner antara biologi dan budaya.
Mata kuliah ini berada di bawah koordinasi akademik Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. selaku koordinator mata kuliah, dengan salah satu pengampu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng. yang memfasilitasi pelaksanaan kuliah lapangan ini. Dalam kapasitasnya sebagai koordinator, Prof. Ratna Susandarini berperan strategis dalam merancang arah pembelajaran, memastikan keselarasan capaian pembelajaran, serta mengintegrasikan pendekatan etnobiologi dalam kurikulum Magister Biologi secara komprehensif.
Kegiatan ini mengangkat relief candi sebagai sumber data ilmiah untuk mengeksplorasi relasi manusia dan fauna dalam perspektif sejarah dan budaya. Mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap representasi hewan dalam relief yang menggambarkan kisah Ramayana dan Krisnayana, dua narasi penting dalam tradisi klasik Jawa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengidentifikasi bentuk morfologi fauna yang tergambar dalam relief, tetapi juga menganalisis makna simbolik, ekologis, dan kultural dari representasi tersebut. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana pengetahuan lokal masa lampau merekam interaksi manusia dengan keanekaragaman hayati dalam bentuk visual yang kaya makna.
Dalam pernyataannya, Ibu Zuliyati Rohmah menekankan bahwa etnobiologi membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami biodiversitas secara lebih holistik. “Relief candi menjadi arsip budaya yang merekam bagaimana manusia masa lalu mengamati, mengenali, dan memberi makna terhadap fauna di sekitarnya. Ini adalah bentuk pengetahuan yang sangat relevan untuk dikaji dalam konteks biologi modern,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendukung implementasi Outcome-Based Education (OBE), khususnya dalam penguatan kemampuan analisis kritis, sintesis lintas disiplin, serta keterampilan interpretasi berbasis data lapangan.
Lebih lanjut, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain: SDG 4 (Quality Education): melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan. SDG 11 (Sustainable Cities and Communities): dengan pemanfaatan situs warisan budaya sebagai sumber pembelajaran. SDG 15 (Life on Land): melalui peningkatan kesadaran terhadap keanekaragaman hayati, dan SDG 13 (Climate Action): melalui penguatan literasi lingkungan dan relasi manusia-alam.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Program Studi Magister Biologi UGM dalam menghadirkan pendidikan biologi yang integratif, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan, dengan memposisikan budaya sebagai bagian penting dalam memahami sistem kehidupan.
Yogyakarta, 30 April 2026 – Center for Tropical Biodiversity (Centrobio) Fakultas Biologi UGM melaksanakan webinar seri ketiga bertajuk “Muda Mudi Konservasi: Ngobrolin A-Z Tentang Biodiversitas”, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari Sumatra hingga Papua. Profil audiens sangat beragam, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, pemancing, hingga staf BKSDA dan peneliti. Sesi webinar diisi oleh dua narasumber, yakni Indira Nurul Qomariah, M.Si., Bio.Cur. dari Centre for Orangutan Protection (COP) yang juga alumni Program Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati Fakultas Biologi UGM, dan Dr. Luthfi Nurhidayat Dosen Lab SPH Fakultas Biologi UGM. Acara dipandu oleh Apriliawati, M.Sc., lulusan program Magister Biologi UGM yang bergelut di dunia konservasi perairan, serta dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM. Webinar tersebut membahas komitmen pelestarian biodiversitas dari aspek terestrial dan akuatik.
Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan memberikan sambutannya dan menekankan bahwa kontribusi terhadap pelestarian biodiversitas mencakup seluruh bidang ilmu biologi, bukan hanya ekologi. Beliau juga menggarisbawahi tanggung jawab besar Indonesia sebagai negara megabiodiversitas dan berharap seminar ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus berpartisipasi secara berkesinambungan.
Sesi pemaparan pertama diawali dengan cerita Indira mengenai upaya konservasi orangutan di Indonesia. Beliau memaparkan kerja LSM Centre for Orangutan Protection yang fokus pada penyelamatan orangutan Sumatra dan Kalimantan, perlindungan hutan, serta habitatnya di berbagai wilayah. Indira menjelaskan tantangan utama berupa hilangnya habitat yang memicu konflik manusia-satwa dan perdagangan ilegal. LSM COP bekerja melindungi orangutan di garda terdepan, melalui patroli pengamanan hutan, penyelamatan, penanganan medis, rehabilitasi, pelepasliaran, dan riset. Selain itu, dipaparkan pula peluang bagi mahasiswa melalui program COP School angkatan ke-16 di Yogyakarta yang pendaftarannya dibuka hingga 10 Mei 2026 sebagai wadah pembelajaran konservasi praktis.
Narasumber selanjutnya, yaitu Luthfi Nurhidayat, memaparkan materi bertajuk penelitian dan implementasi restocking ikan lokal di Yogyakarta. Beliau menyoroti penurunan signifikan populasi ikan wader akibat fragmentasi sungai dan polusi. Luthfi membagikan keberhasilan program restocking ikan wader yang mencapai peningkatan populasi di Sungai Baros dan Sungai Gandok. Melalui kerangka delapan tahapan restocking yang komprehensif, program ini tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga melibatkan pemangku kebijakan seperti Dinas Kelautan Perikanan DIY, BRIN, Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN), serta yang paling penting adalah peran aktif masyarakat melalui kelompok pengawas (Pokmaswas) untuk restocking dan pengawasan sungai.
Diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan kedua narasumber. Berbagai isu dibahas, mulai dari strategi menghadapi fragmentasi habitat orangutan tapanuli hingga teknis pemilihan lokasi restocking ikan agar tidak merusak keragaman genetik lokal. Peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, baik dalam menanyakan peluang riset maupun kolaborasi magang. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda, agar konservasi dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan sungai hingga kampanye media sosial.
Seminar bertajuk konservasi dan biodiversitas tersebut menunjukkan komitmen Fakultas Biologi dalam perannya pada pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu kualitas pendidikan yang baik (SDG 4), aksi penanganan perubahan iklim (SDG 13), serta pelestarian biodiversitas yang berdampak pada kehidupan air dan darat (SDG 14 dan SDG 15).
Tim dari Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award SINEPA 2026 dengan memperoleh Juara 1 kategori esai jenjang perguruan tinggi pada subtema pertanian. Tim tersebut terdiri dari Widya Arum Prastanti sebagai ketua, serta beranggotakan Okcarinda Wahyu Romadani dan Rahma Amalia, dengan dosen pendamping Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Prestasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi melalui karya tulis ilmiah yang relevan terhadap permasalahan aktual di sektor pertanian Indonesia.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mendorong lahirnya gagasan inovatif dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Pada subtema pertanian, peserta dituntut untuk mampu merancang solusi yang aplikatif terhadap permasalahan ketahanan pangan nasional. Adapun gelombang 3 pendaftaran dibuka pada 17 Februari–3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan tahap penilaian pada 4 – 7 Maret 2026, dan selanjutnya pengumuman juara dilaksanakan pada 9 Maret 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM mengangkat esai yang membahas konsep TriBioFit Smart Agro Network, yaitu model sistem pengendalian hama berbasis desa yang mengintegrasikan bioinsektisida hayati dengan monitoring berbasis data serta koordinasi kolektif petani. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penurunan produksi padi nasional yang salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta sistem pengendalian hama yang masih bersifat individual dan reaktif di tingkat lapangan.
TriBioFit dikembangkan sebagai inovasi bioinsektisida hayati berbasis kombinasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana dengan bahan alami seperti biji jarak (Jatropha curcas) dan gulma siam (Chromolaena odorata). Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai agen pengendali hama yang ramah lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dalam sistem berbasis desa yang memungkinkan pencatatan, analisis, serta pengambilan keputusan secara kolektif.
Melalui pendekatan ini, pengendalian hama tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan secara serempak dalam satu hamparan berbasis data lapangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur monitoring, evaluasi, serta perencanaan tindakan berjenjang yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Dengan demikian, konsep ini diharapkan mampu mendukung stabilitas produksi padi, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menjaga keseimbangan agroekosistem.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui implementasi di tingkat desa sebagai model pertanian berbasis komunitas dan data di era Society 5.0. Pemikiran dalam karya tulis ilmiah ini memberikan kontribusi terhadap SDGs nomor 11 (Sustainable cities and communities), 12 (Responsible consumption and production), dan 15 (Life on land). [Penulis: Okcarinda Wahyu Romadani]
Yogyakarta, 21 Maret 2026 Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dipercaya menjadi khotib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Lapangan Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung berjalan lancar dan khusuk serta dihadiri ribuan jamaah dari civitas akademika UGM serta masyarakat umum.
Dalam khutbahnya, Prof. Budi Setiadi Daryono mengajak jamaah untuk memaknai Idul Fitri tidak sekadar sebagai perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi sebagai momentum memperkuat ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Mengawali khutbahnya, Prof. Budi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga umat Islam dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri dalam suasana aman dan penuh kebahagiaan. Ia juga mengajak jamaah untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang masih diberikan keamanan dan kenyamanan, berbeda dengan sebagian saudara muslim di berbagai negara yang tengah menghadapi konflik dan kesulitan.
“Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Negara kita masih merasakan kenyamanan dan keamanan. Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri,” ungkapnya.
Selanjutnya Prof. Budi menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bertugas menjadi khalifah di bumi. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadan seperti disiplin ibadah, kepedulian sosial, serta semangat berbagi hendaknya tetap dijaga dan dilanjutkan setelah bulan Ramadan berakhir.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan, tetapi momentum untuk menguatkan tekad menjadi hamba Allah yang lebih taat, menjaga kesucian hati, dan mempererat silaturahmi,” jelasnya.
Dalam khutbah tersebut, Prof. Budi juga menekankan pentingnya kesalehan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai Ramadan. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat hubungan kekerabatan, saling memaafkan, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu amalan penting yang ditekankan dalam ajaran Islam.
Selain itu, sebagai akademisi di bidang biologi, Prof. Budi turut mengangkat tema eko-spiritualitas, yakni hubungan antara spiritualitas manusia dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menyampaikan bahwa puasa mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri dari perilaku konsumtif yang menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan.
Prof. Budi mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius terkait masalah lingkungan, termasuk meningkatnya jumlah sampah dan dampak pemanasan global. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kesadaran ekologis.
Beberapa langkah konkret yang disampaikan dalam khutbahnya antara lain mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, mengurangi emisi karbon, serta menanam dan merawat pohon sebagai bentuk sedekah lingkungan.
“Setiap manusia membutuhkan pohon sebagai sumber oksigen. Pertanyaannya, apakah kita sudah menanam minimal lima pohon selama hidup kita? Ini menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk menjaga bumi yang Allah amanahkan kepada kita,” ungkapnya.
Di akhir khutbah, Prof. Budi mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai awal baru dalam memperbaiki hubungan dengan Allah (Hablum Minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas), serta hubungan dengan alam (Hablum Minal ‘Alam).
Melalui khutbah Idul Fitri tersebut, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono berharap semangat Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kepedulian, serta berkelanjutan bagi masa depan.
Yogyakarta, 2026. Aisyah Amalia Salsabila, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024, menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui partisipasi dalam Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter Bangkok 2026 yang diselenggarakan pada 4-7 Februari 2026 di Bangkok, Thailand. Program ini merupakan forum global yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, serta membangun kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu.
Kegiatan YLEC 2026 menghadirkan serangkaian agenda strategis, antara lain international leadership conference, diskusi panel bersama pembicara internasional, cultural exchange session, serta presentasi proyek kolaboratif. Dalam forum tersebut, Aisyah aktif terlibat dalam pembahasan isu-isu global seperti pembangunan berkelanjutan, inovasi berbasis sains, peran generasi muda dalam mitigasi perubahan iklim, serta kontribusi akademisi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan kompetensi mahasiswa sebagai global citizen. Melalui interaksi langsung dengan delegasi dari berbagai latar belakang budaya dan akademik, mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, kepekaan sosial, serta keterampilan kolaborasi global.
Selain mengikuti konferensi, para delegasi juga melakukan kunjungan akademik dan institusional di KBRI Bangkok untuk mempelajari praktik pendidikan dan pengembangan kepemudaan di tingkat regional Asia Tenggara. Kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam YLEC Chapter Bangkok 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi di tingkat internasional. Fakultas Biologi UGM akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai forum global sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional. [Penulis: Aisyah Amalia Salsabila]
Inovasi pertanian cerdas berbasis sains dan teknologi digital kembali mengantarkan mahasiswa Magister Biologi UGM meraih prestasi di kancah internasional. Melalui ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026, tim KARSIVA.ID berhasil memperoleh Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster pada Subtema Agriculture dalam kompetisi esai dan poster yang diselenggarakan pada 14-15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim inovator terdiri atas Nur Aini (ketua tim), Indah Ayu Lestari, Anisa Handani Uno, Brenda Febrina, dan Inez Maylida. Pada babak final, tiga mahasiswa yaitu Nur Aini, Indah Ayu Lestari, dan Anisa Handani Uno bertindak sebagai delegasi yang hadir dan mempresentasikan karya secara langsung di Malaysia. Tim KARSTIVA.ID di bawah bimbingan Ibu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “KARSTIVA.ID: Smart Eco-Farming Innovation for Karst Soil Revitalization in Gunungkidul, Yogyakarta” . Karya ini terlebih dahulu melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos sebagai finalis oleh tim reviewer internasional sebelum berkompetisi pada babak final.
2nd International Student Summit (2nd ISS) merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari enam negara dalam rangkaian exhibition, penjurian, dan presentasi final sebelum awarding ceremony . Pada kategori yang diikuti, penilaian mencakup kualitas gagasan ilmiah dalam esai serta kemampuan visualisasi dan komunikasi ilmiah melalui poster.
KARSTIVA.ID dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan lahan karst di Gunungkidul yang didominasi kawasan karst hingga 53% . Kondisi tanah dengan retensi air rendah dan kerentanan degradasi menjadi latar belakang pengembangan solusi berbasis biochar–microbial synergy yang dikombinasikan dengan praktik regenerative agriculture serta integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) .
Platform digital KARSTIVA.ID menghadirkan prototype fitur seperti Smart Soil Dashboard, AI AgroPredict, Biochar Bank, TaniBot AI, dan Srawung Tani Forum . Sistem ini dirancang untuk membantu petani dalam memantau kondisi tanah secara real-time, merencanakan irigasi dan pemupukan berbasis prediksi, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian.
Integrasi pendekatan ekologis, teknologi, dan pemberdayaan komunitas menjadi kekuatan utama inovasi ini. Capaian Silver Medal mencerminkan kualitas substansi ilmiah karya, sementara penghargaan Poster Favorit menunjukkan keberhasilan tim dalam mengkomunikasikan solusi secara efektif kepada audiens internasional.
Melalui semangat “Turning Dryland into Smartlands” , inovasi KARSTIVA.ID diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas berbasis riset yang aplikatif untuk kawasan karst di Indonesia.
Yogyakarta, 10 Februari 2026 – Departemen Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM, menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Studi S3 Dosen Fakultas Biologi UGM pada Selasa (10/02) di Auditorium Biologi Tropika. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 – 12.00 WIB ini dihadiri oleh dosen serta mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. selaku Ketua Departemen Biologi Tropika dan dipandu oleh MC Asrindon, S.I.Kom. Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk berbagi pengalaman studi doktoral, pemaparan hasil disertasi dosen, serta membuka peluang kolaborasi penelitian. Topik-topik yang dipresentasikan dalam kegiatan diseminasi ini sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek kesehatan, lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya hayati.
Diseminasi ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. sebagai moderator, dengan narasumber Dr. Luthfi Nurhidayat, M.Sc., Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si., M.Eng., dan Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. Pada sesi ini, para narasumber memaparkan pengalaman studi doktoral serta hasil-hasil penelitian disertasinya yang mencakup regenerasi dan studi evolusi tokek, pemanfaatan teknologi next-generation sequencing pada vektor penyakit, serta penelitian biosorpsi merkuri oleh tumbuhan air dan mikroalga.
Sesi kedua dipandu oleh Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai moderator, dengan menghadirkan narasumber Dr. Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Dr. Dila Hening Windyaraini, S.Si., M.Sc., dan Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Sc. Penelitian yang disampaikan meliputi kajian anatomis, fitokimia dan molekuler tanaman ciplukan, kajian multidisiplin kasus dengue di Kabupaten Bantul, serta pemuliaan Cavia porcellus (Linnaeus, 1758) untuk mendukung penelitian di bidang dermatologi dan kedokteran estetika.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Departemen Biologi Tropika berharap dapat memperkuat budaya riset, mendorong pertukaran ide-ide ilmiah, serta membuka peluang kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa guna mendukung inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Seminar Proposal Penelitian Tesis Mahasiswa Program Magister Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah sukses dilaksakan pada hari Selasa, 6 Januari 2026. Pembukaan acara seminar dilakukan secara luring (luar jaringan) bertempat di Gedung A Ruang Sidang Atas, Lantai 3 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Seminar Proposal Penelitian Tesis dihadiri oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si, M.Si selaku Ketua Program Magister Biologi. Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc sebagai Dekan Fakultas Biologi, dan Prof. Bambang Retnoaji, M.Sc., Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., sebagai Wakil Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Acara Seminar Proposal Penelitian Tesis ini ditujukan untuk mahasiswa program magister angkatan 2024 (Semester Genap) dan mahasiswa “by research” dengan total peserta sebanyak 42 mahasiswa dan dibersamai oleh 22 dosen pembimbing atau supervisornya. Seminar Proposal Penelitian Tesis Mahasiswa Program Magister Angkatan 2024/2025 (Semester Genap) dimulai dengan pembukaan oleh MC, saudari Citra Rizkia Agusni. Para peserta kemudian bersama-sama secara syahdu menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti lagu Hymne Gadjah Mada serta Mars Biologi.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua program studi magister Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si, M.Si. Beliau menyampaikan terima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan seminar proposal, khususnya mahasiswa dan panitia yang mendukung terlaksananya kegiatan seminar proposal. Ketua program studi mengamanahkan agar para mahasiswa lebih interaktif dan menjalin komunikasi lebih sering dengan dosen pembimbingnya, sehingga selalu mendapat arahan dan masukan yang berguna untuk perbaikan proposalnya. Selain itu, mahasiswa diharapkan untuk menjaga semangat, motivasi dan fokus menuju tahap ujian komprehensif agar bisa segera melakukan penelitian dan lulus tepat waktu dengan hasil dan nilai yang memuaskan.
Sambutan berikutnya sekaligus pembukaan acara, disampaikan oleh dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Beliau mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh mahasiswa dan dosen yang antusias mengikuti acara. Beliau menyampaikan rasa bangga atas kuantitas jumlah mahasiswa yang memiliki progress cepat dalam menjalankan tahapan tugas akhir tesis. Namun, beliau juga menambahkan bahwa peningkatan kuantitas harus diikuti dengan peningkatan kualitas penelitian yang baik. Mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi di masa depan, dalam pengabdiannya kepada masyarakat, sebagai dosen maupun berbagai profesi membanggakan lainnya untuk memajukan nusa dan bangsa. Sambutan diakhiri dengan himbauan kepada seluruh mahasiswa agar tetap menjaga konsentrasi dan memanajemen waktu penelitian dengan efektif agar tugas akhir tesis dapat selesai tepat waktu tanpa hambatan maupun perpanjangan masa studi.
Acara dilanjutkan dengan presentasi proposal masing-masing peserta didampingi oleh dosen pembimbing dan dilaksanakan di ruangan yang telah ditentukan. Seminar dilaksanakan di Gedung A lantai 3 dengan menggunakan 3 ruangan yang berbeda, yakni Ruang Sidang Atas, Ruang Kuliah 6 dan Ruang Kuliah 7. Pelaksanaan seminar dibersamai oleh moderator Nadya Syalsabillah dan notulensi Nur Azizah Ibrahim di Ruang Sidang Atas, moderator Safira Nurullita dan notulensi.
Angeline Stefanny Sirami di Ruang 6, dan moderator Ruvarashe Rambwawasvika dan notulensi Brenda Febrina Zusriadi di Ruang 7. Agenda seminar dibagi menjadi empat sesi dan setiap sesi terdiri dari tiga sampai empat mahasiswa presenter. Masing-masing presenter menyampaikan proposal tesisnya dalam waktu 10 menit, sehingga penyampaian proposal berjalan dalam waktu 40 menit dalam setiap sesi.
Seminar proposal tesis ini umumnya dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menelaah kelayakan rencana penelitian serta menghimpun masukan konstruktif demi penyempurnaan studi. Forum ini memfasilitasi mahasiswa dalam memaparkan gagasan, metodologi, dan kerangka teoretis di hadapan dosen pembimbing guna memperoleh persetujuan untuk melanjutkan penelitian. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta pemberian umpan balik dari hadirin yang berlangsung selama 20 menit. Seluruh saran dan arahan perbaikan yang disampaikan dalam forum ini menjadi catatan penting guna melengkapi substansi proposal. Sebagai penutup sesi, Dosen Pembimbing menyampaikan simpulan mengenai urgensi penelitian, hasil diskusi, serta klarifikasi atas pertanyaan yang diajukan. Kegiatan diakhiri pada pukul 12.00 WIB yang ditutup oleh moderator pada setiap ruang dengan ucapan selamat kepada para peserta seminar beserta ucapan terima kasih untuk seluruh partisipan acara.
(Ditulis oleh: Maria Kleofania Adja & Annisa Latifah Kotada)
Yogyakarta, 27–29 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menghadirkan nuansa baru dalam agenda tahunan Research Day 2025 yang bertema “Root to Radiance: Bridging the Beauty of Science and the Theory of Art”, sebuah program yang dirancang untuk mengintegrasikan Biologi yang ilmiah dengan kehalusan seni dalam satu panggung apresiasi biodiversitas. Diselenggarakan selama tiga hari dan terbuka gratis untuk umum, acara ini mengajak publik menyadari bahwa ilmu pengetahuan, pengabdian pada masyarakat, dan seni tidak berjalan sendirian; ketiganya dapat berpadu menjadi pengalaman yang memperkaya nalar sekaligus mengimplementasikan kedekatan ilmu dan kehidupan bermasyarakat.
Research Day 2025 menampilkan pameran poster penelitian dan pengabdian sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam riset biologis serta pendampingan masyarakat. Setiap poster tidak hanya mempresentasikan metode dan hasil penelitian, tetapi juga menunjukkan bagaimana akademisi muda bergerak bersama masyarakat, memperkuat literasi lingkungan, dan menghadirkan solusi terhadap isu-isu ekologis melalui program pengabdian yang berkelanjutan. Di tengah kompleksitas tantangan lingkungan hidup saat ini, dokumentasi karya akademisi menjadi seruan bahwa pengetahuan harus hadir di ruang publik dan bekerja untuk kehidupan.
Sejalan dengan itu, dimensi berikutnya menghadirkan apresiasi flora melalui pameran seni botani, fotografi, dan karya lukis yang mengacu pada kaidah ilmiah. Keindahan morfologi tumbuhan ditangkap dalam detail presisi—urat daun yang halus, pewarnaan yang akurat, hingga struktur yang diabadikan melalui fotografi ilmiah. Seluruh karya ini menyampaikan pesan bahwa keanekaragaman hayati tidak hanya dapat dipahami melalui angka dan data, melainkan juga dirayakan melalui bahasa visual yang memancarkan keanggunan aneka puspa bangsa.
Kolaborasi bersama IDSBA (Indonesian Society of Botanical Artists), UFO UGM, USER UGM, serta kontributor umum menjadikan pameran ini ruang temu berbagai perspektif: ilmuwan yang bekerja dengan observasi, seniman yang berkarya dengan rasa, dan publik yang belajar menyerap keduanya secara seimbang.
Keterlibatan pengunjung tidak berhenti pada apresiasi visual. Melalui berbagai workshop, acara ini menghadirkan pengalaman interaktif: IDSBA memberikan pelatihan (workshop) ilustrasi botani yang menumbuhkan kepekaan pada anatomi tumbuhan; Aicare menghadirkan mini workshop berbasis teknologi dan keberlanjutan; KiosIjo menyajikan welcome drink brewing tea yang memperkenalkan kekayaan flora herbal Indonesia melalui pendekatan sensorik; sementara Herbaria menampilkan Live Show Press Flowers yang menunjukkan bagaimana herbarium dibentuk menjadi dokumentasi estetis yang bertahan melampaui waktu. Seluruh program ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu, menstimulasi kreativitas, dan membuka ruang dialog antara pengetahuan dan pengalaman.
Tema “Root to Radiance” sendiri menjadi simbol perjalanan dari akar pengetahuan yang kokoh menuju pancaran apresiasi yang meluas. Ia menyiratkan bahwa kecemerlangan tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari fondasi riset, kerja sosial, dan kesadaran ekologis. Kegiatan ini mendorong publik untuk melihat flora bukan hanya sebagai objek alam, tetapi sebagai bagian integral dari identitas ekologis yang harus dihargai dan dilestarikan. Dengan membiarkan sains berbicara melalui seni, dan seni berlabuh pada landasan ilmiah, acara ini mengajak setiap pengunjung memaknai ulang hubungan manusia dengan alam.
Melalui kolaborasi lintas disiplin dan akses publik yang sepenuhnya gratis, Fakultas Biologi UGM berharap Research Day 2025 tidak hanya menjadi pameran, tetapi sebuah gerakan kecil yang menumbuhkan kepedulian, membuka ruang dialog, dan membangun jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat luas. Di tengah urgensi pelestarian biodiversitas Indonesia, kegiatan ini menjadi panggilan untuk melihat lebih dekat, merayakan, dan menjaga pesona ragam puspa yang selama ini menopang kehidupan.
Dokumentasi: Suasana pameran poster, pameran seni, kegiatan sponsor, dan foto dengan suasana happy
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Program Doktor Biologi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Doktor Biologi.
Kegiatan seminar diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang memaparkan pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian serta perannya dalam memantau capaian penelitian mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menegaskan komitmen fakultas dalam menjaga mutu akademik serta mendorong penelitian yang berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa doktor yang sedang menempuh Mata Kuliah Penelitian, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan dan capaian hasil penelitian yang telah dilakukan selama satu semester. Dalam forum akademik ini, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian sementara, menguraikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penelitian, serta menyampaikan rencana dan strategi penelitian ke depan. Selain presentasi lisan, mahasiswa juga menampilkan poster penelitian mereka sebagai sarana publikasi ilmiah, sehingga mereka dapat melatih kemampuan menyajikan hasil penelitian secara profesional dan komunikatif.
Topik-topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kontribusi keilmuan Fakultas Biologi UGM terhadap sejumlah SDGs, antara lain SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui kajian di bidang kesehatan dan biologi medis, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan dan riset doktoral, SDG 13 (Climate Action) terkait respons biologis terhadap perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penelitian biodiversitas, ekologi, serta konservasi sumber daya hayati.
Setiap mahasiswa mempresentasikan penelitiannya di hadapan Tim Promotor, yang bertindak sebagai penilai sekaligus pemberi masukan akademik. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup kesesuaian antara rencana dan hasil penelitian, kedalaman analisis ilmiah, kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan penelitian, serta kejelasan rencana tindak lanjut penelitian yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan seminar ini, Fakultas Biologi UGM mendorong terciptanya budaya akademik yang kritis dan konstruktif, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan penelitian mahasiswa doktor berjalan sesuai dengan standar mutu akademik dan peta jalan keilmuan yang telah ditetapkan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat nasional dan global.











































