SDG 15 : Ekosistem Daratan
Perkuliahan Etnobiologi di Keraton Yogyakarta: Menyelami Kearifan Budaya dalam Menjaga Biodiversitas
Beringin: Simbol Kesakralan dan Penopang Kehidupan
Jambu Dersana: Lambang Kesejukan dan Ketenteraman
Pohon Gayam: Keteguhan dan Keseimbangan
Sawo Kecik: Kesabaran dan Kehalusan Budi
Kepel: Simbol Kesucian, Keharuman Hati, dan Jiwa Ksatria
nyawiji (menyatu dan selaras), greget (bersemangat), sengguh (percaya diri), dan ora mingkuh (bertanggung jawab dan pantang menyerah).
- Polo Kesimpar merupakan buah dari tanaman yang menjalar di permukaan tanah, seperti semangka, melon, dan blewah.
- Polo Pendem berasal dari tanaman yang tumbuh dan berbuah di dalam tanah, seperti ubi, singkong, kentang, talas, gadung, dan kacang tanah.
- Polo Gantung adalah hasil tanaman yang berbuah menggantung di pohon, contohnya mangga, jambu, jeruk bali, dan anggur.
Sabtu (27/09), Satgas Pengelola Sampah Organik Fakultas Biologi UGM yang diwakili oleh Tim Ahli Satgas Sampah, Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc., memenuhi undangan Deapartemen Matematika Fakultas MIPA UGM untuk berbagi pengalaman pengelolaan sampah di Fakultas Biologi UGM. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Herman Yohannes, F. MIPA UGM yang dihadiri oleh Kepala Departemen Matematika, Dr. Nanang Susyanto, S.Si., M.Sc., Kepala Laboratorium Matematika Terapan, Dr. Dwi Ertiningsih, M.Si., beberapa dosen dan 90 mahasiswa Departemen Matematika F.MIPA UGM.
Sharing Session ini selain mengundang Dwi Umi sebagai salah satu narasumber, juga Kepala Sub Direktorat Pemeliharaan Sarana dan Prasaranan Direktorat Aset UGM, Walyono, S.T.,M.Eng. Kedua narasumber memberikan paparan terkat pengelolaan sampah baik sampah organik, an-organik maupun sampah residu di lingkungan UGM. Dalam paparannya, Walyono menyampaikan bahwa UGM menghasilkan sampah lebih dari enam ton per hari dan saat ini telah dikelola secara mandiri oleh RINDU, PIAT UGM. Dwi Umi menyampaikan bahwa Fakultas Biologi telah memiliki produk Probiotik Bio-2023 yang mampu mempercepat proses pengomposan sampah organik, khususnya serasah daun. “Fakultas Biologi juga menghasilkan pupuk kompos bioferti, pel lantai organik Bio-2023, Eco-enzime, vermikompos dan alat pencacah sederhana,” tambah Dwi Umi.
Acara ini disamping untuk mendorong semangat civitas akademika Departemen Matematika F.MIPA UGM untuk dapat mengelola sampah secara mandiri juga ditujukan sebagai upaya mendekatkan mahasiswa F.MIPA pada kondisi riil pengelolaan sampah dan dapat digunakan sebagai model penelitiannya. Maka mahasiswa yang hadir dalam sharing session ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Program Linier, Pengantar Model Matematika dan Kapita Selekta Matematika Terapan. Antusiasme mahasiswa dalam diskusi maupun pasca acara sangat membanggakan. “Saya surprise dengan antusiasme mahasiswa Matematika dalam alur pengelolaan sampah, ternyata alur ini bisa di-model_kan secara matematika. Hebat” ungkap Dwi Umi pasca menjawab pertanyaan audiens.
“ Bahkan di akhir semester nanti kami berencana membuat eksibisi hasil permodelan matematika dari project-project pengelolaan sampah ini dan akan dilombakan”, kata Dwi Ertin menutup acara Sharing Session Pengelolaan Sampah pagi itu.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan SDGs 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), SDGs 13 (penanganan Perubahan Iklim), SDGs 15 (Menjaga Ekosistem Darat) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DUS)
Yogyakarta/Jena – September 2025
Yogyakarta, 18 September 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan upacara puncak peringatan Lustrum XIV sekaligus Dies Natalis ke-70 pada Kamis (18/9) di Auditorium Biologi Tropika. Dengan mengusung tema “Biology for Environment and Humanity”, acara ini menegaskan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup manusia, baik di tingkat nasional maupun global. Acara puncak ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Fakultas Biologi UGM, sehingga dapat diikuti oleh masyarakat luas.
Rapat Terbuka Senat dihadiri secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi riset biologi tropika untuk menjawab tantangan masa depan di bidang pangan, energi, dan lingkungan. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., turut memberikan apresiasi atas capaian Fakultas Biologi dalam menghasilkan inovasi berbasis biologi tropika yang nyata manfaatnya bagi masyarakat. Rektor UGM juga menegaskan bahwa UGM melalui Fakultas Biologi telah menunjukkan komitmennya sebagai Pusat Unggulan Biologi Tropika Nasional dan Internasional.
Dalam pidato ilmiah, Drs. Heri Susanto, S.Si., M.M., Managing Director Rentokil Initial (Indonesia, Sri Lanka & Maldives), membawakan paparan berjudul “Peran dan Pemanfaatan Biologi dalam Industri Pest Management di Indonesia dan Dunia”. Ia menekankan pentingnya penerapan ilmu biologi dalam pengelolaan hama terpadu guna mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan industri yang berwawasan lingkungan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dalam laporannya memaparkan berbagai capaian fakultas selama lima tahun terakhir, termasuk penguatan riset bioteknologi tropika, pengembangan kurikulum internasional, serta kontribusi alumni di berbagai bidang. Ia juga mengumumkan soft launching rencana pembangunan Gedung Bio Medic Center, yang digadang menjadi pusat unggulan baru dalam pengembangan riset dan layanan biologi medis berbasis biodiversitas tropika,
Agenda Rapat Senat Terbuka merupakan acara inti dari rangkaian kegiatan Lustrum XIV dan Dies Natalis ke-70 yang telah berlangsung sejak Mei 2025. Sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan yaitu Fun Walk, Bedah Buku dan Donor Darah, Seminar Nasional Biologi Tropika, International Summer Course, hingga Temu Alumni dan Panggung Kreasi BioToprak. Seluruh kegiatan ini bertujuan mempererat jejaring sivitas akademika, alumni, dan mitra, sekaligus memperkuat kontribusi Fakultas Biologi UGM sebagai pusat unggulan biologi tropika di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT. Biogen, Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tema Biology for Environment and Humanity menjadi pengingat bahwa inovasi biologi harus senantiasa diarahkan untuk solusi berkelanjutan bagi bumi serta kesejahteraan umat manusia,” ujar Prof. Budi S. Daryono.
Acara turut mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Wedomartani melalui Bapak Carik
- Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd., yang mewakili Lurah Desa Wedomartani. Beliau berperan penting dalam memfasilitasi serta menjembatani kolaborasi antara tim UGM dan masyarakat desa, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Pelatihan diawali dengan sambutan dari Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Desa Mitra Wedomartani. Dilanjutkan dengan materi utama yang disampaikan oleh Ibu Sarah Trisna Maisyaroh, S.Pd., selaku narasumber yang memberikan penjelasan inspiratif mengenai pentingnya pengelolaan limbah kertas serta peluang kreativitas dari kertas daur ulang.
Dokumentasi kegiatan:






































































