SDG 6 : Air Bersih dan Sanitasi Layak
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pentingnya menjaga sumber daya alam sejak usia dini, tim PKM-MBKM Fakultas Biologi UGM dengan Ketua tim Prof. Dr. Endah Retnaningrum, M, Eng bersama 3 anggota mahasiswa yaitu Amanda Talenta, Reny Tarigan, dan Azizah Cahayaning, menyelenggarakan kegiatan “Pengenalan Sumber Mata Air Cupu Kahuripan” yang dilaksanakan di SD Eksperimental Mangunan, Cupuwatu. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Oktober 2025 yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 6 dan berlangsung dalam dua sesi, yaitu pukul 07.30–08.30 untuk sesi pertama dan pukul 09.30–10.30 untuk sesi kedua.
Acara dibuka dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng. selaku Ketua Tim PKM-MBKM dari Fakultas Biologi UGM yang menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Nanda selaku guru perwakilan dari SD Eksperimental Mangunan, yang menyampaikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa dalam berbagi ilmu dan pengalaman kepada para siswa. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi interaktif dari mahasiswa Fakultas Biologi UGM mengenai Sumber Mata Air Cupu Kahuripan, meliputi pentingnya sumber air bagi kehidupan hingga cara menjaga kelestariannya sumber mata air tersebut. Suasana kegiatan berlangsung ceria dan edukatif, diselingi dengan ice breaking serta kuis yang membuat siswa antusias. Siswa yang berani maju ke depan untuk menyampaikan kesan dan pesan selama kegiatan mendapatkan hadiah dari panitia.
Sebagai penutup, di akhir sesi kedua dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari tim PKM-MBKM Fakultas Biologi UGM kepada perwakilan pihak sekolah sebagai simbol kerja sama dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga sumber air, tetapi juga tumbuh rasa cinta terhadap lingkungan sekitar mereka. Dengan semangat belajar dan berbagi, kegiatan ini menjadi langkah kecil menuju kesadaran besar akan pentingnya kelestarian alam.
Minggu (5/10), Tim Ekspedisi Patriot Output 1 untuk Kawasan Transmigrasi Mentebah, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menyelenggarakan forum group discussion terkait hasil riset dan rekomendasi tim untuk kawasan ini. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi, Elisabet Roslin, SH.,M.Si., Camat Mentebah, Abdul Hasyim, SE., Kepala Desa Sulamaju, Kepala Desa Kepala Gurung, Staf Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi, Warga Transmigran dari dua desa, Suka Maju dan Kepala Gurung serta Tim Ekspedisi Patriot Mentebah Output 1. FGD diselenggarakan di Balai Desa Suka Maju dengan peserta diskusi sebanyak 40 orang.
Ekspedisi Patriot adalah program yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi dalam upaya membangun ekosistem kawasan transmigrasi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Program ini sebagai solusi atas tantangan pembangunan kawasan transmigrasi yang belum sepenuhnya berbasis data dan kurang mengintegrasikan potensi lokal dengan desain kelembagaan ekonomi yang kuat.
Tim Output 1 Mentebah bertugas merumuskan pondasi kawasan berbasis pendekatan sosial-ekologis yang utuh, menggali realitas aktual di lapangan, baik dari sisi sosial, ekonomi, kelembagaan, maupun ekologi. Hasil kerja Tim Output 1 akan menjadi rujukan utama bagi desain kelembagaan kolaboratif dan pembentukan korporasi masyarakat pada tahap-tahap berikutnya. Pendekatan diagnostik yang tajam, partisipatif, dan berbasis data menjadi dasar dalam pelaksanaan tahap 1 ini.
Dalam rangka mewujudkan misi besar Tim Output-1 Ekspedisi Patriot Mentebah menyelenggarakan FGD ini. PIC Tim Output 1, Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. menyampaikan hasil riset, analisis data dan pendalaman fakta lapangan serta peta sumber daya di dua lokasi transmigrasi Mentebah, yaitu Suka Maju dan Kepala Gurung. Dwi menyampaikan data terkait komoditas unggulan, pendapatan petani, sosial budaya, infrastruktur, sumber daya manusia, perencanaan daerah, analisis SWOT, analisis PESTEL dan rekomendasi kebijakan bagi Kawasan transmigrasi Mentebah.
“Strategi pengembangan kawasan transmigrasi Suka Maju dan Kapala Gurung adalah perbaikan jalan, pasar desa, pembangunan fasilitas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah dan pencegahan urbanisasi dengan pelatihan intensifikasi pertanian serta pemberian insentif bagi keluarga muda untuk bertahan dan mengelola Kawasan transmigrasi”, Ungkap Dwi dalam kesimpulannya.
Tim Output 1 Ekspedisi Mentebah ini beranggotakan Dr. Ria Amelia, S.Si.,M.Sc., Patrick Bayu Seto Nugroho, S.Pd. Bio Cur., Laura Silka karawina Rokhmat, S.Si., KH. Mahadhevy.
Program Ekspedisi Patriot Output 1 ini merupakan pengejawantahan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 6 (Air bersih dan Sanitasi layak), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan). (DUS)

Program yang disarankan, yaitu:
- One household, one biopore program to support sustainable urban water management
- Establish partnerships with local government to adress drainage issues and enhance green open spaces to strengthen long-term resilience.
Karya ini diharapkan mampu menjadi kontribusi nyata dalam mendorong pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip ramah lingkungan.
Lokasi: The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta
Waktu: 19-20 Agustus 2025













































