• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • hal. 7
Arsip:

SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur

Fakultas Biologi UGM Inisiasi Kolaborasi dengan Faculty of Science, Chulalongkorn University Thailand

Kerja SamaRilis Berita Rabu, 27 Agustus 2025

Yogyakarta, 25 Agustus 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi dari Faculty of Science, Chulalongkorn University, Thailand. Kunjungan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama akademik antara Fakultas Biologi UGM dengan salah satu universitas terbaik di Thailand.


Delegasi Chulalongkorn University dipimpin oleh Professor Dr. Pranut Potiyaraj selaku Dekan Faculty of Science, serta didampingi oleh Associate Professor Dr. Prasert Reubroycharoen, Dr. Inthawoot Suppavorasatit, Associate Professor Dr. Sehanat Prasongsuk, Assistant Professor Dr. Chompoonik Kanchanabanca, dan Dr. Wuttichai Reainthippayasakul. Rombongan turut disertai oleh Dwi Kusuma Wahyuni, Ph.D. dari Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

Kunjungan ini diterima oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, bersama dengan Nur Indah Septriani, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi UGM, serta Matin Nuhamunada, Ph.D., Sekretaris Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi UGM.

Dalam sambutannya, Dr. Eko menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini, mengingat Fakultas Biologi UGM belum pernah menjalin kerja sama dengan Chulalongkorn University sebelumnya. Beliau memperkenalkan profil Fakultas Biologi UGM beserta keunggulan riset, program internasional, dan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama.

Sementara itu, Prof. Pranut menyampaikan antusiasme atas kesempatan menjajaki kerja sama dengan UGM. Diskusi yang berlangsung hangat membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari partisipasi mahasiswa dalam Graduate Student Conference bersama NUS dan Mahidol University, kolaborasi riset dengan invited researcher maupun adjunct professor, inisiasi program double degree dengan Department of Biology, Faculty of Science, Chulalongkorn University, hingga tawaran beasiswa pascasarjana bagi mahasiswa UGM.

Melalui diskusi tersebut, Fakultas Biologi UGM dan Chulalongkorn University menegaskan komitmen untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan akses pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui kolaborasi riset inovatif, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperluas jejaring kerja sama internasional.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kerja sama akademik yang lebih erat antara Fakultas Biologi UGM dan Chulalongkorn University, khususnya dalam mendukung pengembangan riset, mobilitas akademik, serta peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen di tingkat internasional.

Pelaksanaan MBKM Penelitian Kebon Pasinaon, Desa Sirahan, Magelang dengan Kajian Profil Propolis dan Analisis Sumber-Sumber Pakan Potensial Pada Budidaya Lebah Klanceng (Tetragonula Laeviceps Smith, 1857)

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Senin, 25 Agustus 2025

Yogyakarta, 26 Mei 2025 – Tim MBKM-Lit Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kunjungan lapangan ke Kebon Pasinaon. Tim MBKM-Lit yang dibimbing oleh Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. ini diikuti oleh empat mahasiswa anggota tim, yaitu Rafli Nur Muhammad Fahrezi, Jocelyn Wisely, Fadilla Nur Hidayat, dan Ghefira Nur Fatimah. Kebun Pasinaon yang terletak di Desa Sirahan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dikelilingi dengan banyak tanaman floral sebagai sumber pakan lebah klanceng (Trigona laeviceps).



Dalam kunjungan ini, tim MBKM-Lit berfokus dalam melakukan pengambilan sampel lebah klanceng, yang terdiri dari madu lebah, polen lebah (bee-pollen), dan propolis lebah. Sampel-sampel hasil koleksi tersebut kemudian akan dianalisis lebih lanjut di Laboratorium Balai Konservasi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Sampel madu dikoleksi dengan mengambil kantung-kantung yang terdapat pada stup (sarang buatan) lebah klanceng. Kantung-kantung madu tersebut kemudian diperas dan disaring madunya. Madu selanjutnya dikumpulkan dalam wadah tertutup dan diberi label. Sampel polen diambil dengan cara mengumpulkan kantung-kantung polen yang terdapat pada stup untuk kemudian disimpan dalam wadah tertutup dan diberi label. Selayaknya sampel polen, sampel propolis dikoleksi dengan mengambil propolis yang terdapat di dalam stup untuk selanjutnya disimpan di dalam wadah tertutup dan diberi label.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan diskusi ringan bersama pengelola Kebun Pasinaon, yakni Bapak Niko. [Penulis: Rafli Nur Muhammad Fahrezi]

Fakultas Biologi UGM Resmikan Coworking Space untuk Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

Rilis Berita Jumat, 22 Agustus 2025

Yogyakarta, 22 Agustus 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada meresmikan coworking space baru sebagai fasilitas penunjang kegiatan akademik, riset, dan kolaborasi bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Peresmian ditandai dengan pidato laporan oleh Dekan Fakultas Biologi, sambutan sekaligus pemotongan pita oleh Dekan bersama Ketua Senat Fakultas Biologi UGM.


Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumbe Daya Manusia Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa pembuatan Coworking space ini dibangun dengan tujuan menghadirkan ruang kolaboratif modern yang mendukung pembelajaran abad 21, di mana mahasiswa dan sivitas akademika dapat mengembangkan kreativitas, berdiskusi lintas disiplin, serta melahirkan inovasi. Ruang tersebut dilengkapi dengan meja berbagai ukuran, kursi kayu, sofa set, dan kursi sofa letter S, yang dirancang untuk mendukung suasana nyaman, fleksibel, dan ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pembangunan coworking space ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Biologi dalam mendukung program green building Universitas Gadjah Mada sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D., menegaskan berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan coworking space ini sebaik mungkin sebagai ruang tumbuh bersama, tempat bertukar gagasan, dan sarana melatih kepemimpinan serta inovasi. “Gunakanlah fasilitas ini bukan hanya untuk belajar individu, tetapi juga untuk membangun jejaring, memperkuat solidaritas, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,” pesan Dekan kepada mahasiswa.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap fasilitas yang dibangun di Fakultas Biologi tidak hanya berfungsi praktis, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan, efisiensi energi, dan kolaborasi lintas generasi. Coworking space ini adalah ruang bersama yang menghidupkan semangat belajar sekaligus menguatkan rasa kebersamaan,” ujar Dekan Fakultas Biologi UGM dalam sambutannya. ”Coworking space ini akan memperkuat peran Fakultas Biologi sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

Dengan diresmikannya coworking space ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan fasilitas yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan semangat kolaborasi demi mencetak lulusan unggul yang siap menjawab tantangan global.

Diskusi Pengelolaan Jurnal antara Fakultas Biologi UGM dan Universitas Pattimura

Rilis Berita Jumat, 22 Agustus 2025

Yogyakarta, 20 Agustus 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari Divisi Jurnal Universitas Pattimura dalam rangka memperkuat jejaring dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Pertemuan ini berlangsung pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM.


Dari pihak Fakultas Biologi UGM, diskusi dihadiri oleh tim editor Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), yaitu Dr. Miftahul Ilmi selaku Editor in Chief, Dr. Ardaning Nuriliani selaku Managing Editor, dan Salwa Shabria Wafi, S.Tr.Li selaku Administrator dan Copyeditor.

Sementara itu, rombongan Divisi Jurnal Universitas Pattimura dipimpin oleh Dr. Pieter A. Riupassa, Ketua Rumah Jurnal Universitas Pattimura sekaligus Editor Jurnal Rumphius. Hadir pula jajaran editor lain, yaitu Bapak Yopi A. Lesnussa, M.Si selaku Editor in Chief Jurnal Barekeng, Bapak Taufan Talib, M.Si selaku Editor in Chief Jurnal Jupitek, serta Bapak Berny Tomasouw sebagai Editor Jurnal Barekeng.

Kegiatan diawali dengan presentasi singkat oleh Dr. Miftahul Ilmi yang memaparkan strategi pengelolaan Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), termasuk pencapaian yang diraih serta tantangan yang masih dihadapi dalam menjaga kualitas publikasi dan meraih pengindeksan internasional. Paparan ini kemudian dilanjutkan dengan sharing session dari perwakilan Divisi Jurnal Universitas Pattimura yang berbagi pengalaman mengenai dinamika dan tantangan dalam pengelolaan jurnal di lingkungan Universitas Pattimura.

Diskusi berlangsung dengan fokus pada peningkatan kualitas publikasi, dan strategi pengelolaan jurnal baik secara internal antar tim editor maupun eksternal dengan fakultas maupun universitas. Pertemuan ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan jurnal ilmiah di lingkup fakultas dan universitas.

Selain memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian pendidikan berkualitas melalui peningkatan mutu publikasi ilmiah sebagai sumber pembelajaran (SDG 4), serta mendukung penguatan infrastruktur ilmu pengetahuan dan inovasi riset di Indonesia (SDG 9). Kehadiran kedua institusi dalam forum ini juga mencerminkan semangat kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi antarlembaga (SDG 17).

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara Universitas Pattimura dan Universitas Gadjah Mada dalam memajukan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia, sekaligus mendukung peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang bereputasi internasional.

Kontributor: Salwa

Raih Gold Medal dan Special Award di Kompetisi Internasional, Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM Tawarkan Hand Soap ZIP Pencegah Infeksi Nosokomial

Prestasi Kamis, 14 Agustus 2025

Yogyakarta (UGM) – Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, menorehkan prestasi gemilang di ajang Internasional yaitu Indonesia International Invention Expo 2025 (IIIEX 2025) dengan meraih Gold Medal dan IYSA Special Award dalam kategori Bidang Bioteknologi yang berlangsung pada tanggal 1-4 Agustus 2025 di Politeknik Negeri Semarang.

Tim yang beranggotakan Anggistina Wulansari, Siti Zulaikha, Anisa Kurniati dan Maria Virgine Lilyana Manumanas di bawah bimbingan Dr. rer. nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M. Biotech. mempresentasikan inovasi berjudul “Herbal Hand Soap ZIP” sebagai bentuk upaya dalam mencegah infeksi Nosokomial”.

Infeksi nosokomial adalah jenis infeksi yang umum terjadi di rumah sakit yang disebabkan oleh bakteri Proteus sp., Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans, dan Pseudomonas aeruginosa. Pencegahan infeksi ini dapat dilakukan melalui kebiasaan mencuci tangan. Oleh karena itu, hand soap ZIP menawarkan solusi sebagai antimikroba alami.

Mengusung konsep “from nature to health”, inovasi ini meramu ekstrak rimpang bangle (Zingiber cassumunar), minyak atsiri bunga kamboja (Plumeria alba), dan ekstrak kulit jeruk menjadi formula sabun cuci tangan herbal dengan daya antibakteri tinggi. Dalam hasil pengujian membuktikan kemampuannya dalam menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi nosokomial seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli. Lebih dari sekadar produk kebersihan, Hand Soap ZIP menawarkan solusi preventif yang alami, ramah lingkungan, sekaligus mengubah limbah organik menjadi inovasi bernilai untuk meningkatkan keamanan dan higienitas di fasilitas kesehatan serta guna mencegah infeksi nosokomial di Indonesia.

Hand Soap ZIP dinilai unggul karena mampu menjawab tantangan tingginya kasus infeksi nosokomial di fasilitas kesehatan, sekaligus berkontribusi terhadap beberapa poin utama SDGs seperti peningkatan kesehatan dan kesejahteraan (SDGs 3), inovasi dan infrastruktur industri (SDGs 9), konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDGs 12), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDGs 17). Produk ini hadir sebagai solusi nyata dengan memanfaatkan bahan alami dan limbah organik dan memiliki nilai guna untuk menghasilkan sabun cuci tangan antibakteri yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung upaya preventif kesehatan dan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.

“Infeksi nosokomial bukan hanya angka di laporan rumah sakit, tapi nyata mengancam keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. Melalui Hand Soap ZIP, kami ingin menghadirkan perlindungan yang dimulai dari kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan,” ujar Anggistina Wulansari, ketua tim.

Siti Zulaikha menambahkan, “Kami percaya bahwa solusi kesehatan tidak selalu harus mahal atau berbahan kimia dengan konsentrasi tinggi. Bahan alami dari alam Indonesia bisa menjadi tameng efektif melawan bakteri berbahaya, sekaligus ramah lingkungan.”

“Bagi kami, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah bukti bahwa riset yang kami kerjakan di laboratorium bisa melahirkan inovasi nyata yang bermanfaat dan digunakan secara masif oleh masyarakat,” tutur Anisa Kurniati.

Maria Virgine Lilyana Manumanas menambahkan, “Hand Soap ZIP bukan hanya tentang membersihkan tangan, tapi juga tentang memberdayakan potensi alam dan mengubah limbah menjadi solusi kesehatan. Kami ingin membuktikan bahwa inovasi sederhana pun bisa memberikan dampak besar jika dikerjakan dengan riset yang tepat.”

Ajang Indonesia International Invention Expo 2025 (IIIEX 2025) menjadi wadah bagi inovator muda dari berbagai negara untuk menampilkan karya kreatif dan solutif berbasis sains dan teknologi terhadap berbagai tantangan global.

Keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini menjadi bukti konkret kontribusi mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM dalam mengintegrasikan ilmu biologi, bioteknologi, dan prinsip keberlanjutan untuk menjawab permasalahan kesehatan, khususnya dalam pencegahan infeksi nosokomial. Di masa mendatang, tim berharap riset ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan menjalin kemitraan dengan sektor industri maupun fasilitas kesehatan untuk mewujudkan implementasi nyata di lapangan. [Penulis: Anggistina Wulansari]

Dekan Fakultas Biologi UGM Membuka Rakernas KOBI 2025

Rilis Berita Jumat, 1 Agustus 2025

Selasa, 29 Juli 2025 Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional Konsorsium Biologi Indonesia (RAKER KOBI) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Esa Unggul. Kegiatan ini mengusung tema “Integrasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan dan Riset Biologi: Peluang dan Tantangan di Era Digital”, dan menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan peneliti biologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.


Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan para tokoh biologi nasional, khususnya kepada Ketua KOBI, Prof. Budi Setiadi Daryono. Ia menekankan pentingnya penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan ilmu biologi, terutama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan riset di era digital.

Sebagai simbol dimulainya Rakernas, Prof. Budi menyerahkan Pataka Bendera KOBI kepada pihak tuan rumah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman, pemberian cenderamata, serta sesi foto bersama. Kehadiran Fakultas Biologi UGM dalam forum ini mencerminkan komitmennya dalam memimpin arah pengembangan biologi nasional melalui kolaborasi dan inovasi.

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Budi menyampaikan topik “Aplikasi AI pada Pembelajaran di Program Studi Biologi”. Ia berbagi pengalaman Fakultas Biologi UGM dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses belajar-mengajar. Pemaparan ini memberikan wawasan baru bagi peserta dalam menerapkan pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi.

Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. dari Fakultas Biologi UGM juga turut menjadi pembicara dengan membawakan materi mengenai “Peningkatan Akreditasi Jurnal”. Topik ini dinilai sangat penting dalam upaya meningkatkan mutu publikasi ilmiah bidang biologi di Indonesia. Sementara itu, workshop bioinformatika yang dipandu oleh Didik H. Utomo, Ph.D memberikan pelatihan praktis bagi peserta dalam penggunaan AI untuk riset penemuan obat.

RAKER KOBI 2025 berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, dan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital di bidang biologi. Fakultas Biologi UGM, melalui peran aktifnya dalam kegiatan ini, menunjukkan kontribusi nyatanya dalam memajukan pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu biologi di Indonesia.

Fakultas Biologi UGM, melalui peran aktif dosen yang terlibat dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong integrasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam proses pembelajaran dan penelitian. Meski tantangan adaptasi teknologi masih dihadapi, Fakultas Biologi UGM terus berupaya mengembangkan kapasitas sumber daya manusia serta memperluas jejaring kolaborasi nasional dan internasional sebagai langkah nyata menuju pendidikan biologi yang lebih modern.

Focus Group Discussion: “Aplikasi Iradiasi Pangan untuk Mendukung Ekspor Produk Pertanian Indonesia”, BRIN – Serpong

Rilis Berita Kamis, 31 Juli 2025

Organisasi Riset Tenaga Nuklir – BRIN
 Selasa, 29 Juli 2025 | Auditorium Gedung 720, BRIN KST B.J. Habibie, Serpong

Organisasi Riset Tenaga Nuklir – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Aplikasi Iradiasi Pangan untuk Mendukung Ekspor Produk Pertanian Indonesia” pada hari Selasa, 29 Juli 2025, bertempat di Auditorium Gedung 720, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 15.30 WIB dan bertujuan untuk mendorong pemanfaatan teknologi iradiasi pangan sebagai strategi peningkatan daya saing produk nasional di pasar global, sekaligus mendukung distribusi pangan aman dan bergizi di seluruh wilayah Indonesia.


FGD ini diawali dengan sambutan dari Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN yang menekankan pentingnya sinergi antara riset, kebijakan, dan industri dalam mendukung transformasi sistem pangan nasional. Selanjutnya, keynote speech disampaikan oleh Ibu Dr. Tri Mumpuni selaku Dewan Pengarah BRIN menjelaskan mengenai peran teknologi iradiasi dalam mendukung ekspor dan keamanan pangan. Ibu Dr. Tri Mumpuni menyoroti isu keadilan dalam pembangunan riset dan fasilitas teknologi, khususnya perlunya desentralisasi agar fasilitas iradiasi tidak hanya terpusat di Cibinong dan Serpong, melainkan tersebar ke berbagai wilayah, termasuk kawasan timur Indonesia di titik-titik penghasil pangan dan ekspor pangan. Kepala Badan Gizi Nasional, Bapak Dr. Ir. Dadan Hindayana, menyampaikan potensi iradiasi pangan dalam mendukung gizi nasional yang menekankan pentingnya teknologi iradiasi dalam mendukung program makan siang bergizi gratis yang menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dari keluarga miskin, ibu hamil dan menyusui. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia tengah menyiapkan revolusi gizi nasional yang melibatkan penyediaan bahan pangan berkualitas tinggi dan pengolahan limbah organik secara berkelanjutan. Dalam penerapannya, perlu dikaji pengaruh metode pengawetan makanan dengan iradiasi pangan pada program makan bergizi gratis.

Sesi-sesi FGD dilanjutkan dengan paparan dari para pembicara terkemuka. Sesi pertama diisi oleh Dr. Andrew Jessup, seorang peneliti dan konsultan dari Australia yang berfokus pada entomologi hortikultura, memaparkan Global market of irradiation fresh product dengan strategi pengendalian lalat buah melalui teknologi iradiasi sebagai solusi akses pasar ekspor hortikultura. Setiap spesies serangga hama yang akan disterilkan memiliki dosis yang berbeda-beda sehingga perlu penyesuaian dalam setiap proses iradiasi. Tantangannya adalah membuat masyarakat percaya akan keamanan produk iradiasi bagi kesehatan manusia. Perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dra. Dwiana Andayani, Apt. dalam sesi kedua menyampaikan pentingnya standarisasi dosis iradiasi dan pengawasan keamanan pangan yang sesuai regulasi nasional dan internasional. Tugas BPOM yaitu mengawasi produk iradiasi pangan olahan sedangkan produk iradiasi pangan segar diawasi oleh BAPANAS (Badan Pangan Nasional). Sampai saat ini, ada 5 bahan pangan olahan yang telah didaftarkan sebagai produk iradiasi pangan yaitu coklat bubuk, sarang burung walet, ikan beku, teh, dan madu bubuk. Semua produk yang telah diiradiasi harus dibeli label iradiasi pangan yang telah menjadi standar internasional. Badan Karantina Indonesia diwakili oleh Dr. Antarjo Dikin (Ahli Utama, Analisis Perkarantinaan Tumbuhan) turut memberikan informasi tentang prosedur pelabelan, pembersihan fasilitas pengemasan (packing house), dan tahapan ekspor buah yang telah melalui proses iradiasi. BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir)   menyampaikan perizinan konstruksi dan operasi fasilitator iradiator, aspek pengawasan radiasi, dan jaminan keselamatan dalam penggunaan teknologi nuklir di bidang pangan. Dari sektor industri, Pak Gustam selaku eksportir sebagai pengguna jasa iradiasi pangan berbagi pengalaman mengenai validasi produk, penetapan dosis minimal efektif, serta biaya produksi dan regulasi ekspor, termasuk memenuhi persyaratan FDA Amerika Serikat untuk produk seperti tuna dan salmon yaitu dengan dosis 3 KGy dengan biaya Rp.800,- per kilo produk. Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan BAPANAS (Badan Pangan Nasional)  Ibu Yusra Egayanti, S.Si., Apt, M.P. menyampaikan mengenai teknologi iradiasi dalam mendukung ketahanan pangan segar agar bahan-bahan tidak cepat busuk, kondisinya steril bebas bakteri dan hama.

Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Dr. Syaiful Bakri, menyampaikan Peran riset dalam teknologi iradiasi dan akselerator serta mengumumkan rencana peluncuran fasilitas iradiasi pangan baru bulan depan yang akan memperkuat ekosistem riset terapan di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa Organisasi Riset Tenaga Nuklir memiliki tujuh pusat riset yang tidak hanya berfokus pada riset dasar, tetapi juga pengembangan teknologi yang aplikatif untuk industri dan masyarakat. Dalam sesi yang sama, pembicara dari Oneject Indonesia menjelaskan penerapan teknologi electron beam dalam pengolahan iradiasi produk alat kesehatan dan pangan, serta pembicara dari China Su Bin sebagai Chief Representative di China National Nuclear Corporation (CNNC) cabang Indonesia. Su Bin memaparkan CNNC sudah berpengalaman selama 70 tahun dalam bidang nuklir serta menyampaikan strategi pengembangan energi nuklir dan pemanfaatannya dalam industri pangan. Setiap bahan pangan memiliki dosis iradiasi yang berbeda-beda sehingga perlu dioptimasi terlebih dahulu. Bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan (mangga, manggis, salak, apel) dan produk olahan seperti roti dan makanan siap makan yang diiradiasi terbukti lebih awet serta bebas bakteri dan hama. Kelebihan iradiasi pangan ini merupakan metode non-invasif yang tidak mengubah struktur dan kandungan bahan pangan. Diskusi panel yang dimoderatori oleh Bimo Saputro, S.ST., M.Si. dan Okky Agassy Firmansyah S.T., M.Sc. berlangsung dinamis dan menggali berbagai perspektif dari aspek teknis, kebijakan, sosial, dan peluang kolaborasi riset. Aspirasi dari pemerintah daerah juga disampaikan oleh perwakilan BRIDA Kalimantan Timur yang mengungkapkan tantangan pembangunan infrastruktur iradiasi di wilayahnya akibat keterbatasan anggaran dan efisiensi kebijakan pusat.

Peserta FGD berasal dari berbagai institusi, termasuk lembaga pemerintah (BRIN, BPOM, BAPETEN, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan), perusahaan nasional dan multinasional (PT Indofood, PT Unilever, PT Nestlé, PT Danone), asosiasi industri (GAPMMI, Kadin), lembaga internasional (IAEA, FAO, WHO, Codex Alimentarius), serta akademisi dari perguruan tinggi ternama seperti UGM, UI, ITB, IPB, Universiras Padjajaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Pamulang, Universitas Pertahanan, dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Fakultas Biologi UGM diwakili oleh Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dari Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Kehadiran berbagai perwakilan akademisi memperkuat semangat sinergi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan sektor industri dalam pengembangan teknologi iradiasi pangan yang terukur dan berkelanjutan. Partisipasi lintas sektor ini menunjukkan besarnya antusiasme terhadap teknologi iradiasi pangan sebagai bagian dari transformasi sistem pangan nasional dan global. Tujuan acara ini diharapkan dapat tercipta kolaborasi dan mengajak peneliti di perguruan tinggi dari berbagai laboratorium yang dapat mengkaji dari aspek morfologi, anatomi, dan fisiologi tumbuhan, mikrobiologi, serangga hama, biokimia, pengaruh genetik pada produk pangan, dan pengaruh iradiasi pangan terhadap kesehatan manusia.

Teknologi iradiasi pangan yang diangkat dalam forum ini relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Inovasi ini mendukung SDG 2 (Zero Hunger) dengan memastikan akses terhadap pangan yang aman dan berkualitas, terutama di wilayah tertinggal dan saat terjadi bencana. SDG 3 (Good Health and Well-being) tercermin dalam kemampuannya mengurangi risiko kontaminasi hama serangga dan mikroorganisme patogen. SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) terlihat dari pengembangan fasilitas iradiasi yang berbasis riset terapan. SDG 12 (Responsible Consumption and Production) didukung melalui pemrosesan pangan yang efisien dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi multipihak dalam acara ini mencerminkan semangat SDG 17 (Partnerships for the Goals), di mana sinergi antarlembaga dan antarnegara menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesejahteraan masyarakat.

Melalui FGD ini, BRIN berharap akan terbentuk kesepahaman lintas sektor mengenai manfaat iradiasi pangan dan lahirnya standar nasional yang komprehensif. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk menjadikan teknologi nuklir sebagai solusi nyata dalam mendukung ekspor pertanian Indonesia, memperkuat sistem ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Pesona Anggrek di Desa Wedomartani: Pengenalan dan Kiat Sukses Budidaya Anggrek oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Pengabdian kepada Masyarakat Rabu, 30 Juli 2025

Sleman, 28 Juli 2025 — Tim Peneliti Anggrek Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Pencinta Anggrek Indonesia (PAI) DIY sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Mitra Wedomartani bertajuk “Pengenalan dan Kiat Sukses Budidaya Anggrek”, pada Senin, 28 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dan menjadi wadah berbagi ilmu serta keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Wedomartani.


Kegiatan ini diprakarsai oleh tim dari Fakultas Biologi UGM yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari mahasiswa S1 anggota Kelompok Studi Biology Orchid Study Club (BiOSC), mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM, hingga mahasiswa S2 dan S3 yang tergabung dalam kelompok riset Laboratorium Bioteknologi UGM.

Acara dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Desa Mitra Wedomartani. Selanjutnya, paparan ilmiah dan edukatif mengenai teknik budidaya anggrek disampaikan oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., yang juga menjadi narasumber utama acara. Sambutan apresiatif juga diberikan oleh Ibu Hj. Sri Suprih Lestari (Dewan Penasehat  PAI DIY), Bapak Carik R.Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd (mewakili Lurah Desa Wedomartani), serta Ibu Titik Puji Lestari (Ibu Lurah Wedomartani yang juga Ketua PKK Wedomartani).

Sebanyak 25 peserta tamu undangan hadir dengan antusias, yang mayoritas merupakan ibu-ibu KWT yang terdiri dari ibu rumah tangga dan anggota PKK setempat. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat menyimak dengan saksama materi yang disampaikan, dan menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi praktik langsung pemindahan anggrek dari community pot (compot) ke pot individu (single pot) yang diajarkan oleh Dosen Pak Aries Bagus Sasongko, M.Biotech dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM, juga para Pengurus PAI DIY (Pak Firmansyah Jauhari, Ibu Sri Sugiyarti dan Mas Noe).

Di akhir acara, untuk menambah semarak kegiatan, panitia mengumumkan tiga peserta terbaik dari hasil praktik menanam anggrek, sebagai bentuk apresiasi atas keterampilan dan semangat belajar yang ditunjukkan. Selain itu, doorprize menarik juga dibagikan kepada empat peserta yang beruntung, menutup acara dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, serta mendorong minat dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan anggrek sebagai salah satu potensi ekonomi dan pelestarian biodiversitas lokal. Hal ini untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) no 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; no 15: Kehidupan di atas tanah; dan no 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan. Diharapkan dari kegiatan kerjasama yang baik antara Fakultas Biologi UGM dengan Pemerintah Desa Wedomartani, keberlanjutan BUMKal Wedomartani juga terdukung dengan baik.

PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM 2025: Pemanfaatan Daun Biduri sebagai Pestisida Alami Guna Mengatasi Hama pada Budidaya Ayam Mahar di KWT Srikandi, Mrican, Catur Tunggal, Yogyakarta

Pengabdian kepada MasyarakatUncategorized Senin, 28 Juli 2025

Dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, tim MBKM Fakultas Biologi UGM melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM-MBKM) dengan tema “Optimalisasi Potensi Daun Biduri sebagai Biopestisida untuk Mengatasi Hama dan Optimalisasi Penggunaan Azolla pinata sebagai solusi Pakan Alternatif pada Ayam Mahar”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2025 di demplot milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Dusun Mrican, Caturtunggal, Yogyakarta.


Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku dosen pembimbing lapangan. Selain itu, turut dihadiri oleh Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si. dosen Fakultas Biologi UGM dan Dian Sartika, S.Si., M.Sc., yang membagikan materi tentang pembuatan biopestisida dari Daun Biduri sebagai upaya untuk mengatasi hama pada budidaya Ayam Mahar. Para anggota KWT Srikandi sangat antusias mengikuti pelatihan ini yang bertujuan meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola hama secara alami.

Kegiatan ini diawali oleh Dian Sartika, S.Si, M.Sc. dan dilanjutkan pematerian dari Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, M.Eng. terkait biopestisida dari daun biduri. Beliau memperkenalkan biopestisida dari daun biduri hasil temuan dari Institut Pertanian Bogor dan mengembangkan inovasi baru dalam penggunaannya yaitu dengan menggunakan metode semprot untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang dibantu oleh lima mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang berperan sebagai fasilitator dalam pengenalan biopestisida dari Daun Biduri yaitu Avriena Lintang Aulia Riefa’i, Syahrazad Sherin, Nova Nana Nadiya, Yusuf Febrianta, dan Prananda Imammudin.

Kegiatan diakhiri dengan pematerian oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. tentang penggunaan Azolla pinnata sebagai solusi pakan ayam alternatif. Azolla pinnata merupakan tumbuhan air mengapung yang kaya nutrisi dan berpotensi sebagai pakan alternatif unggas. Azolla pinnata memiliki kandungan protein yang tinggi, setara dengan dedak padi atau jagung, tetapi dengan biaya produksi yang lebih murah. Cara penggunaannya yaitu dengan mengeringkan Azolla pinnata kemudian dicampurkan dalam ransum makan ternak. Harapannya inovasi tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat Dusun Mrican.

Pada kesempatan kali ini, mahasiswa mengenalkan pembuatan biopestisida berbahan dasar daun Biduri untuk mengatasi hama gurem pada budidaya ayam Mahar. Gurem merupakan hama ektoparasit yang dapat menurunkan produktivitas dan dapat merugikan peternak. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat meningkatkan resiko resistensi dan dapat meninggalkan residu pada daging dan telur. Daun Biduri merupakan tanaman liar yang sering diabaikan, padahal ia mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Oleh karena itu, Biopestisida dari Daun Biduri diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi serangan gurem pada budidaya ayam.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain energi bersih dan terjangkau (SDG 7), mendorong pemanfaatan kembali limbah organik sebagai bahan baku produk energi (SDG 12), memberdayakan perempuan melalui pelatihan teknis dan penguatan kapasitas (SDG 5), serta membuka peluang usaha baru berbasis produk lokal berkelanjutan (SGD 8). [Penulis: Nova Nana Nadiya]

Workshop Optimasi Analisis Flow Cytometry 2025

Rilis Berita Kamis, 24 Juli 2025

Tingkatkan Kompetensi Analisis Sel di Fakultas Biologi UGM Yogyakarta, 23 Juli 2025 — Fasilitas Laboratorium Terpadu (FALITMA), Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan In-house training Optimasi Analisis Flow Cytometry (Tim PKPLP FALITMA) yang berlangsung pada hari Rabu, 23 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari grup riset FALITMA dalam hibah Peningkatan Kompetensi PLP 2025 yang difasilitasi oleh Direktorat Penelitian UGM, dengan fokus riset pada optimasi analisis sitometri sampel biologi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis laboran dan mahasiswa dalam analisis sel menggunakan teknologi Flow Cytometry.


Flow cytometry adalah teknik modern berbasis sinyal laser untuk menganalisis karakteristik sel individual dalam bentuk suspensi. Pelatihan ini menghadirkan pendekatan langsung (hands-on) terhadap pemrosesan sampel, pewarnaan sel menggunakan DAPI dan PI, serta pengoperasian Attune NxT Acoustic Focusing Cytometer. Dari analisis viabilitas, variasi sel, identifikasi apoptosis hingga deteksi mikroba, peserta dikenalkan pada berbagai aplikasi mutakhir analisis sel.

Sebanyak 26 peserta utama, terdiri dari 8 laboran Fakultas Biologi dan 18 peserta dari mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi, MIPA dan Pertanian UGM serta dosen peneliti dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang, turut berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini. Mahasiswa dan peneliti membawa sampelnya masing-masing agar dapat dioptimasi pada alat. Kegiatan dimulai dengan pengantar di ruang R-7, dilanjutkan sesi praktek di laboratorium FALITMA, yang mencakup disosiasi sel dari jaringan hewan dan tumbuhan, perhitungan sel tunggal, hingga analisis data sitometri. Diskusi bersama narasumber berpengalaman, Farid Abdullah, A.Md. teknisi Flow Cytometer Departemen Patologi Klinis FKKMK UGM menjadi momen penting dalam memperdalam pemahaman teknis dan memecahkan tantangan lapangan sampel biologi yang bervariasi.

Dengan antusiasme peserta dari berbagai fakultas, In-house training Optimasi Analisis Flow Cytometry ini menjadi refleksi semangat Fakultas Biologi UGM dalam memperkuat kapabilitas akademik dan riset yang berkelanjutan. Kegiatan ini adalah awal menuju perkembangan teknologi analisis Flow Cytometry lanjutan seperti FACS, imunofenotipe, hingga deteksi rekayasa protein. Fakultas Biologi UGM terus berkomitmen menyediakan program dan fasilitas riset unggulan yang mendukung peningkatan peringkat dan jumlah publikasi berkualitas. (AM)

SDG : SDG 4 Riset Pendidikan Berkualitas, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

1…56789…42

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pengajian Ramadhan 1447 H Fakultas Biologi UGM
  • Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi 2026
  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju