Bantul, 2 November 2025 – Tim dari Fakultas Biologi UGM 2025 yang melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) telah menyelesaikan kegiatan keenam mereka. Tim ini terdiri dari 11 mahasiswa yang dibimbing oleh tiga dosen, yaitu Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam pelaksanaannya, program PkM-MBKM ini bermitra dengan Koperasi Syariah GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui One Health: Menuju Kesejahteraan Holistik Anggota GEMI Yogyakarta”. Pendekatan One Health sendiri dipilih karena One Health merupakan sebuah konsep yang secara terpadu mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan untuk mengatasi berbagai permasalahan kompleks di bidang kesehatan masyarakat.
Program pengabdian ini berlokasi di Dusun Ngireng-ireng, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Minggu, 2 November 2025 dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan ibu-ibu anggota GEMI melalui edukasi dan peningkatan kapasitas. Hal ini diwujudkan dengan mendorong penerapan konsep One Health dalam aktivitas sehari-hari yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan individu sekaligus lingkungan sekitar. Selain itu, program ini juga dirancang untuk berkontribusi secara langsung pada pencapaian berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Poin-poin yang didukung meliputi kampanye hidup sehat (SDG 3), akses air bersih dan sanitasi (SDG 6), kota berkelanjutan melalui pengurangan dampak lingkungan dan bencana (SDG 11), pengelolaan sampah organik yang bertanggung jawab (SDG 12), aksi iklim terkait mitigasi banjir dan emisi metana (SDG 13), serta konservasi biota tanah dan pemulihan lahan (SDG 15).
Dalam pengabdian ini, tim PkM-MBKM Fakultas Biologi memberikan sosialisasi melalui pemaparan materi edukatif dan demonstrasi teknis yang komprehensif. Materi ini meliputi pengenalan prinsip kerja biopori sebagai lubang resapan, tujuan dan manfaatnya dalam mencegah banjir dan mengelola sampah, serta penjelasan rinci mengenai cara pembuatannya yang efektif. Tidak hanya teori, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lubang biopori bersama warga. Dengan pendekatan yang interaktif dan partisipatif ini, kegiatan ini mampu mendorong keterlibatan aktif dan antusiasme dari warga. Hal ini terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi pemaparan materi hingga praktik di lapangan.
Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku dosen pendamping kegiatan, menyampaikan bahwa penerapan teknologi tepat guna seperti biopori sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat ini. Hal ini terutama berguna untuk membangun pemahaman menyeluruh bahwa kesehatan lingkungan tidak dapat dilihat secara terpisah dari kehidupan manusia, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi air dan tanah yang dapat dimulai dari halaman rumah sendiri. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya terampil membuat biopori, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya kelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.




