Yogyakarta — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Sharing Session Study & Research in Australia: University of Technology Sydney–UGM Collaborative Opportunities pada Rabu (21/1). Kegiatan ini berlangsung secara daring dan terpusat di Ruang Sidang Atas Fakultas Biologi UGM, serta dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi maupun fakultas lain di lingkungan UGM.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kerja sama antara UGM dan University of Technology Sydney (UTS) telah terjalin selama beberapa tahun terakhir, mencakup kolaborasi riset serta kerja sama akademik seperti international summer course yang didanai New Colombo Plan dan program double degree. Melalui kegiatan ini, Prof. Eko berharap mahasiswa UGM dapat memperoleh wawasan yang lebih luas serta termotivasi untuk mengeksplorasi peluang studi dan riset internasional.
Agenda utama sharing session dipandu oleh Matin Nuhamunada, Ph.D., dosen Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara dari University of Technology Sydney, yaitu Prof. Alaina Ammit, Associate Dean (Research) Faculty of Science UTS, dan Prof. Penny Martens, Pro Vice-Chancellor (Higher Degrees by Research) UTS.
Dalam paparannya, Prof. Alaina Ammit memperkenalkan University of Technology Sydney beserta fasilitas pendukung riset yang dimiliki, khususnya di lingkungan Faculty of Science. Paparan tersebut dilanjutkan oleh Prof. Penny Martens yang menjelaskan berbagai program akademik, peluang kolaborasi riset, serta skema beasiswa, termasuk peluang pendanaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, kedua pembicara juga memperkenalkan bidang keahlian para dosen dan peneliti UTS sebagai potensi mitra kolaborasi bagi mahasiswa dan dosen UGM.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara UGM dan UTS dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas dan kolaborasi internasional, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan global yang berkelanjutan.





