Pengalaman Langsung Teknik Molekuler
Peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam setiap tahapan analisis molekuler. Teknik yang dipelajari dan dipraktikkan meliputi:
- Ekstraksi DNA
- Polymerase Chain Reaction (PCR)
- Elektroforesis gel
- Targeted Sanger Sequencing
- Analisis filogenetik menggunakan perangkat lunak MEGA
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi benar-benar melakukan setiap tahapan secara mandiri di bawah bimbingan para profesor dan asisten laboratorium.
Amarthya Aulia Vadela menyampaikan bahwa pengalaman ini memberikan pembelajaran yang berbeda dari sesi persiapan sebelumnya.
“Saya banyak mempelajari teknik-teknik baru. Pengalaman ini berbeda dari sesi persiapan karena kami benar-benar melakukan sendiri setiap tahapannya.”
Senada dengan itu, Nayla Dwiputri Adelis menambahkan,
“Saya merasa sangat beruntung bisa melakukan teknik molekuler secara langsung, yang sebelumnya hanya saya lihat dalam demonstrasi.”
Belajar dari Tantangan: Dari Analisis hingga Presentasi
Salah satu pengalaman penting dalam praktikum ini adalah proses Sanger sequencing terhadap gen penanda hasil PCR. Peserta kemudian melakukan analisis menggunakan perangkat lunak MEGA untuk menyusun pohon filogenetik dan menginterpretasikan hubungan evolusioner antarspesies.
Bagi sebagian peserta, analisis bioinformatika menjadi tantangan baru. Ahmad Faidullah Haqqi mengungkapkan,
“Awalnya terasa sulit, tetapi setelah mencoba sendiri dan memahami alurnya, proses analisis menjadi lebih lancar.”
Sementara itu, Tasya Syifa Alfadhiilah berbagi pengalamannya,
“Saya belum pernah mendapat mata kuliah yang mengajarkan analisis seperti ini sebelumnya, sehingga sempat khawatir tidak bisa mengikuti. Namun setelah mendapat penjelasan dari Jun-sensei dan mencobanya sendiri, ternyata sangat menarik dan menyenangkan.”
Pengalaman bermakna juga dirasakan oleh Kaylana Fikria Akbar, mahasiswa tahun pertama yang baru mengenal biologi molekuler.
“Sebagai mahasiswa tahun pertama, saya benar-benar baru mengenal biologi molekuler sehingga awalnya merasa ragu apakah bisa memahami setiap prosesnya. Namun atas bimbingan Jun-sensei dan para asisten yang menjelaskan secara jelas, saya justru merasa kegiatan ini seru dan membuat saya semakin tertarik mempelajari teknik-teknik tersebut dan aplikasinya.”
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri akademik peserta dari berbagai tingkat studi.
Refleksi Dosen Pendamping
Dosen pendamping dari Fakultas Biologi UGM, Dr. Luthfi Nurhidayat, M.Sc., menilai bahwa pengalaman ini memberikan dampak signifikan bagi penguatan kapasitas mahasiswa.
“Program ini memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat komprehensif. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep molekuler secara teoritis, tetapi juga menjalani seluruh alur penelitian mulai dari ekstraksi DNA hingga analisis filogenetik. Interaksi langsung dengan profesor dan sistem laboratorium di Yamagata University juga memperluas wawasan mereka tentang standar riset internasional.”
Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi akademik antara Fakultas Biologi UGM dan Yamagata University, khususnya dalam bidang biologi molekuler dan biodiversitas.
Apresiasi dan Penutup Hangat







