Sabtu (27/6) Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi untuk Desa Kedungpoh menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Biofertilizer dan Biocontrol (Pengendalian Hayati) pada Bunga Krisan dengan peserta anggota IRT Al Barokah dan PKK Pokja-3 Desa Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul. Pelatihan ini dilaksanakan di Rumah Produksi Al Barokah yang diketuai oleh Tri Wahyuni. PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Pokja-3 Kedungpoh membidangi pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi kali ini diwakili oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. dan Agil Faiqotul Iqbaliyah, S.Si. Dwi Umi dan Agil merupakan bagian dari Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi yang mengusung tema “Eskalasi Nilai Ekonomi Limbah Organik IRT Al Barokah Kedungpoh Melalui Formulasi Probioik Dan Biopestisida Untuk Mewujudkan Konsumsi Dan Produksi yang Bertanggungjawab (SDG 12)”.
Dwi Umi yang mempunyai expertise di bidang formulasi biofertilizer menyampaikan materi tentang Produksi Biofertilizer untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan. Biofertilizer ini berbahan urin ternak (sapi, kambing, domba atau kelinci) yang ditambahkan biang mikrobia kemudian difermentasi selama empat belas hari hingga tidak berbau urin. Biofertilizer mampu membantu pendegradasian bahan organik seperti serasah dan kotoran ternak serta meningkatkan kesuburan tanaman. Beberapa mikrobia yang digunakan diantaranya Azotobacter, Bacillus dan Trichoderma.
“Biofertilizer dapat digunakan sebagai pengganti pupuk NPK, AB Mix maupun dalam mempercepat pembuatan kompos dan pupuk kandang plus, karena perannya sebagai pendegradasi bahan organik”, ungkap Dwi Umi di sela pemaparan materinya. “ Limbah produksi dari IRT Al Barokah maupun dari rumah tangga dapat segera dimanfaatkan sebagai kompos dengan bantuan biofertilizer”, tambahnya. Selepas pemaparan dan tanya jawab peserta pelatihan, Dwi Umi dan Agil membawa peserta menuju greenhouse yang telah dibangun menggunakan dana Hibah Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi UGM tahun anggaran 2026. Peserta melakukan praktik langsung aplikasi pupuk dasar yang diperkaya biofertilizer di lahan greenhouse krisan.
Pelatihan yang melibatkan akademisi untuk kelompok wanita pengusaha industri rumah tangga dan kelompok ibu-ibu PKK merupakan pangejawantahan dari Sustainable Development Goals-1 (Tanpa Kemiskinan), SDG-2 (Tanpa kelaparan), SDG-3 (Kehidupan sehat dan sejahtera), SDG-5 (Kesetaraan Gender), SDG-12 (Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), SDG-17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan). (DUS)



