Yogyakarta, [19 Agustus 2026] – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan siswa SD Negeri Deresan Yogyakarta dalam kegiatan outing class. Kegiatan yang bertajuk “Little Scientist Programme” yang berlangsung di Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan (SPH), Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar sains secara langsung di lingkungan perguruan tinggi sekaligus mengenal lebih dekat Fakultas Biologi UGM.
Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas VI SDN Deresan didampingi oleh Sulastri, S.Pd. (Bu Lastri) dan Danang Nor Wicaksana, S.Pd. (Pak Danang) selaku Guru Wali, serta Guru-guru PPL dari Universitas Negeri Yogyakarta. Pembelajaran dirancang secara interaktif dengan mengajak siswa mengamati berbagai objek biologi, mengenal struktur tubuh hewan, serta mencoba pengalaman belajar sebagaimana dilakukan di laboratorium.
Para siswa diperkenalkan pada berbagai materi mengenai anatomi, histologi, rangka, dan perkembangan hewan. Melalui gambar, spesimen, preparat, serta lembar kerja, siswa belajar mengenali struktur tubuh hewan dan hubungan antara bentuk dengan fungsinya. Salah satu pengalaman yang menarik perhatian siswa adalah pengamatan menggunakan mikroskop. Dengan pendampingan langsung, siswa diperkenalkan pada cara mengamati preparat dan mencocokkan struktur yang terlihat dengan ilustrasi pada lembar kerja. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman konkret bahwa bagian tubuh makhluk hidup tidak hanya dapat dipelajari melalui buku, tetapi juga dapat diamati secara langsung menggunakan alat ilmiah.
Selama kegiatan, para siswa didampingi oleh mahasiswa Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) yang tergabung dalam Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan Fakultas Biologi UGM. Para mahasiswa berperan sebagai instruktur pembelajaran dengan mendampingi kelompok siswa, membantu penggunaan mikroskop, menjelaskan spesimen dan preparat, serta menjawab berbagai pertanyaan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Keterlibatan mahasiswa lintas jenjang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan science communication, yaitu menyampaikan konsep ilmiah kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan sesuai dengan karakter audiens.
Antusiasme siswa terlihat selama proses pembelajaran. Mereka aktif mengamati, berdiskusi, mengerjakan lembar kerja, dan bertanya mengenai organ, jaringan, rangka, maupun perkembangan hewan. Suasana belajar yang dekat dengan objek nyata membuat konsep biologi yang sebelumnya hanya dikenal melalui buku menjadi lebih konkret dan menarik.
Menurut Sulastri, S.Pd. (Bu Lastri), kegiatan outing class di Fakultas Biologi UGM tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lingkungan universitas secara langsung. “Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan anak-anak karena mereka bisa melihat UGM secara langsung sekaligus belajar di Fakultas Biologi UGM. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi anak-anak dan menumbuhkan semangat mereka untuk kelak bisa melanjutkan pendidikan di UGM,” ungkapnya.
Pengalaman berada langsung di laboratorium perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai dunia sains sekaligus menumbuhkan gambaran mengenai pendidikan tinggi sejak usia sekolah dasar. Melalui interaksi dengan mahasiswa dan lingkungan akademik Fakultas Biologi UGM, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang dapat memotivasi mereka untuk terus belajar, memiliki cita-cita tinggi, dan mengenal profesi maupun pendidikan di bidang sains.
Bagi mahasiswa yang terlibat sebagai asisten, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran tersendiri. Mahasiswa dituntut untuk menerjemahkan konsep-konsep biologi yang kompleks menjadi penjelasan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dimengerti anak-anak. Dengan demikian, kegiatan Little Scientist Programme ini menghadirkan proses pembelajaran dua arah: siswa mendapatkan pengalaman sains secara langsung, sementara mahasiswa mengembangkan keterampilan komunikasi, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan outing class SDN Deresan Yogyakarta ini sekaligus mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pengalaman pembelajaran sains yang inklusif, kontekstual, dan berbasis pengalaman sejak usia dini. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara sekolah dasar dan perguruan tinggi dalam memperluas akses serta pengalaman pendidikan bagi generasi muda.
Melalui program seperti Little Scientist Programme, Fakultas Biologi UGM terus mendorong keterbukaan lingkungan akademik kepada masyarakat dan memperkenalkan sains dengan cara yang lebih dekat, menyenangkan, dan inspiratif. Dari pengalaman sederhana mengamati preparat, menggunakan mikroskop, hingga berdiskusi bersama mahasiswa, diharapkan tumbuh rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan serta keberanian siswa untuk bermimpi menjadi bagian dari UGM di masa depan.[ZR]





