Laboratorium Fisiologi Hewan dan Animal House Fakultas Biologi UGM bekerja sama menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Penanganan Hewan Coba” pada hari Kamis-Jumat tanggal 20–21 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan dari kelompok peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mahasiswa Program Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang memiliki latar belakang bioinformatika, farmasi, biologi molekuler, biokimia, dan bioteknologi. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar ilmu hewan coba (Laboratory Animal Science, LAS), update informasi terbaru terkait LAS, sekaligus mengasah keterampilan praktis dalam penanganan hewan coba berupa tikus dan mencit melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik langsung (hands-on).
Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Fisiologi Hewan dan Animal House (tour), sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam menerapkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam penelitian menggunakan hewan coba. Materi pelatihan disampaikan melalui komposisi pembelajaran yang menekankan praktik, yaitu sekitar 30% teori, 60% praktik hands-on, dan 10% diskusi. Untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Pelatihan dibuka oleh Dr. biol. hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si. selaku Kepala Laboratorium Fisiologi Hewan dilanjutkan dengan pematerian oleh Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si. dan Rahadian Yudo Hartantyo, S.Si., M.Sc. dari unsur dosen sebagai narasumber. Kegiatan ini juga menghadirkan Isma Cahya Putri Gunawan, S.Si., Ari Indrawati, S.Pt., M.Sc., dan Jeferi Herditya Amanda Putra dari unsur tenaga kependidikan sebagai instruktur pendamping praktik. Kolaborasi antara dosen dan tenaga kependidikan menjadi salah satu kekuatan kegiatan karena memungkinkan peserta memperoleh pemahaman konseptual sekaligus pengalaman teknis secara langsung.
Selama dua hari pelatihan yang berlangsung mulai pukul 08.00–16.00 WIB, peserta menunjukkan antusiasme dan keaktifan yang sangat tinggi. Peserta tidak hanya menyimak materi yang diberikan, tetapi juga aktif berdiskusi dan mencoba berbagai keterampilan baru selama sesi praktik. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dengan memberikan kesempatan yang luas bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan mendiskusikan berbagai aspek penelitian menggunakan hewan coba. Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi ilmu, pengalaman, dan laboratory skills antara pihak penyelenggara kegiatan dan peneliti/peserta. Interaksi yang terbangun membuka peluang besar untuk pengembangan jejaring dan kolaborasi riset di masa mendatang.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berbagi keterampilan dalam penanganan hewan coba, tetapi juga membangun komunikasi dan jejaring antarpelaku penelitian. Hal tersebut penting karena penelitian modern semakin membutuhkan pendekatan yang saling melengkapi, termasuk kajian in vivo, in vitro, dan in silico,” demikian salah satu poin penting yang disepakati oleh kedua belah pihak. Pendekatan yang saling melengkapi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian sekaligus mendorong pemanfaatan fasilitas, bidang keahlian, dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing institusi secara lebih optimal.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta serta memberikan kesempatan belajar sepanjang hayat; SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring kemitraan, pertukaran pengetahuan, serta potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mendukung pembangunan berkelanjutan; serta SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kapasitas penelitian yang berkaitan dengan ilmu biologi, biomedis, dan kesehatan.







