Selasa, 25 Agustus 2026, Tim Pengabdian Desa Mitra Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan pertemuan kedua dalam rangkaian program pengabdian bertajuk “Teknologi Budidaya Ayam Golden Kamper Melalui Penerapan Mesin Tetas Dual Input sebagai Upaya Pengembangan Inti-Plasma Mandiri Guna Mendukung Tanpa Kelaparan (SDG 2)”. Kegiatan dilaksanakan di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan melibatkan anggota Kelompok Ternak Reka Amartani sebagai masyarakat sasaran. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. selaku anggota tim pengabdian dilanjutkan dengan pematerian yang membahas aspek kesehatan, pakan, serta reproduksi dan penetasan ayam sebagai bagian penting dalam mendukung produktivitas budidaya Golden Kamper.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. yang memperkenalkan inovasi Jamu Prebiotik “Sapu Jagad, pemanfaatan bahan herbal yang dikombinasikan dengan bakteri baik untuk mendukung kesehatan, daya tahan tubuh, serta efisiensi pakan ayam. Materi kedua disampaikan oleh Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. yang memaparkan proses penetasan telur ayam selama kurang lebih 21 hari, mencakup faktor suhu, kelembapan, ventilasi, dan pemutaran telur yang perlu diperhatikan untuk mendukung perkembangan embrio secara optimal. Sesi berlangsung interaktif dengan diskusi aktif dari masyarakat terkait pemeliharaan ayam, termasuk permasalahan penyakit dan kebutuhan pakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan pelatihan langsung penggunaan mesin tetas dual input berkapasitas hingga 650 butir telur. Peserta diperkenalkan pada pengoperasian mesin, mulai dari sistem dual input yang memungkinkan mesin tetap berfungsi saat listrik padam dengan beralih otomatis ke elpiji, mekanisme pemutaran telur otomatis yang dihentikan menjelang hari ke-18 masa inkubasi, pengaturan suhu, pemeriksaan fertilitas telur, hingga pemindahan telur ke bagian hatcher menjelang waktu menetas. Kapasitas mesin yang besar memungkinkan proses penetasan dilakukan secara bertahap pada setiap tray, sehingga produksi day-old chick (DOC) dapat diatur lebih terjadwal dan mendukung Kelompok Ternak Reka Amartani dalam mengembangkan sistem pembibitan ayam Golden Kamper yang lebih teratur dan berkelanjutan. Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, kegiatan diakhiri dengan penyerahan anak ayam kepada perwakilan masyarakat berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sekaligus mendorong keberlanjutan praktik budidaya dan pengembangan populasi ayam Golden Kamper di tingkat kelompok ternak.
Pertemuan kedua ini menjadi tahapan penting dalam pengembangan sistem budidaya ayam Golden Kamper berbasis inti plasma mandiri di Desa Hargowilis. Integrasi antara peningkatan pengetahuan peternak, inovasi pendukung kesehatan dan pakan melalui Jamu Prebiotik “Sapu Jagad”, serta penerapan mesin tetas dual input diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kemandirian masyarakat dalam pembibitan ayam. Melalui penguatan sektor peternakan masyarakat, program ini diharapkan turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 1: Tanpa kemiskinan, melalui peningkatan pendapatan peternak hasil budidaya yang produktif; SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani; serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan di Desa Hargowilis.




