Sumatera Utara, 31 Agustus–1 September 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan riset dan inovasi bidang pertanian melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan penelitian, diskusi, dan kunjungan lapangan terkait pengembangan bawang putih nasional di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Pollung, Sumatera Utara, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dari Fakultas Biologi UGM, bersama perwakilan peneliti bawang putih dari Fakultas Biologi UGM dan Institut Teknologi Del (IT Del), serta Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS).
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi dan kunjungan lapangan yang diselenggarakan oleh YSDS di kawasan TSTH2 Pollung. Kegiatan ini menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, mengevaluasi perkembangan penelitian dan budidaya bawang putih, serta membahas strategi pengembangan riset yang dapat mendukung kemandirian benih bawang putih nasional.
Dalam kunjungan lapangan, tim peneliti melakukan pemantauan terhadap perkembangan budidaya tanaman bawang putih sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang dapat dikembangkan melalui pendekatan biologi dan teknologi modern. Pemanfaatan teknologi genomik menjadi salah satu fokus penting dalam upaya menghasilkan benih bawang putih unggul yang memiliki kualitas baik serta kemampuan adaptasi terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan budidaya di Indonesia.
Keterlibatan Fakultas Biologi UGM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Melalui kepakaran di bidang biologi, genetika, bioteknologi, dan teknologi genomik, riset bawang putih diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung peningkatan kualitas benih dan produktivitas pertanian.
Kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM, IT Del, YSDS, dan TSTH2 Pollung juga menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem riset yang menghubungkan akademisi, lembaga penelitian, mitra masyarakat, dan sektor terkait. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian sehingga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi petani dan pengembangan komoditas hortikultura nasional.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan perannya dalam mendukung penguatan riset berbasis biodiversitas dan sumber daya hayati Indonesia. Pengembangan varietas dan benih bawang putih yang unggul, adaptif, dan berkualitas diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap sumber benih dari luar sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger melalui dukungan terhadap ketahanan pangan dan pengembangan pertanian berkelanjutan; SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui penerapan teknologi genomik dan inovasi berbasis riset; SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengembangan sistem produksi pertanian yang berkelanjutan; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga, dan mitra strategis dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.









