Yogyakarta, 16 September 2026 – Tim Pengembangan Gama Ayam Hibah Pengembangan Inovasi PRIMESTeP Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat jejaring kemitraan dalam pengembangan Ayam MAHAR melalui rangkaian kunjungan ke mitra pengembangan di Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas implementasi inovasi unggas lokal unggul sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Salah satu kunjungan dilaksanakan di Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, dengan melibatkan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dian Sartika, M.Sc., Yusuf Febrianta, Prananda Imammuddin Dzaki, dan Ziyan Fareysa Abharani. Tim melakukan pengamatan terhadap perkembangan kegiatan di lokasi sekaligus berdiskusi bersama mitra yaitu Bapak Zul dan Bapak Tri mengenai kondisi pengembangan Ayam MAHAR, peluang pengembangan ke depan, serta berbagai aspek yang dapat diperkuat agar program memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sehari sebelumnya, tim juga melakukan kunjungan menuju kediaman Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM sekaligus salah satu mitra pengembangan Ayam MAHAR, di Klajuran, Sidokarto, Godean, Sleman. Kunjungan dihadiri oleh Dian Sartika, M.Sc., Yusuf Febrianta, dan Prananda Imammuddin Dzaki. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat hubungan kemitraan sekaligus membahas potensi pengembangan Ayam MAHAR dan kebermanfaatan program bagi masyarakat pada tahap berikutnya. Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Ayam MAHAR tidak hanya dilakukan melalui penguatan aspek genetika dan produksi, tetapi juga melalui perluasan jejaring mitra dan pemanfaatan inovasi di berbagai tingkat masyarakat. Interaksi langsung dengan mitra menjadi bagian penting untuk memperoleh masukan mengenai kondisi lapangan, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, serta memastikan inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Melalui penguatan kemitraan tersebut, Tim Gama Ayam Fakultas Biologi UGM terus mendorong pengembangan Ayam MAHAR sebagai unggas lokal unggul yang dapat memberikan manfaat dalam aspek pangan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai mitra diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan populasi, pembibitan, produksi telur, serta replikasi model pengembangan Ayam MAHAR di wilayah lainnya. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan sumber pangan hewani berbasis unggas lokal, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan potensi ekonomi masyarakat, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui hilirisasi inovasi hasil penelitian, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra masyarakat dalam pengembangan inovasi unggas lokal.





