Eksplorasi dan Field Assessment Ekosistem Intertidal Pantai Porok 2026 merupakan salah satu program kerja Divisi Keilmuan Kelompok Studi Kelautan Biologi, Universitas Gadjah Mada (KSK Biogama). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada Anggota Muda dalam melakukan sampling, identifikasi, dan preservasi biota laut, serta untuk melakukan monitoring biodiversitas zona intertidal di Gunungkidul, khususnya Pantai Porok. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Anggota Muda untuk menerapkan teori yang telah dipelajari ke dalam pengambilan data keanekaragaman biota laut secara langsung, meliputi Algae, Mollusca, Echinodermata, Crustacea, dan Pisces. Pada tahun ini, KSK juga menjalin kerja sama dengan Museum Biologi UGM dalam penyerahan hasil preservasi biota laut.
Eksplorasi dan Field Assessment dilaksanakan pada Jumat hingga Minggu, 4-6 September 2026, di Pantai Porok sebagai pantai kajian dan Pantai Nglolang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh anggota muda, anggota madya, dan anggota ahli KSK Biogama sejumlah 80 orang dengan Jevan Nathaniel Malau sebagai Ketua Pelaksana. Rangkaian kegiatan terdiri atas sampling biota laut di Pantai Porok, identifikasi hasil sampling, dan preservasi biota laut.
Sampling dilaksanakan pada Sabtu pagi, 5 September 2026. Anggota Muda dibagi ke dalam lima kelompok, dan setiap kelompok bekerja pada satu garis transek. Setiap kelompok beranggotakan anggota muda dari kelima Kelas Keilmuan (KK), yaitu Algae, Mollusca, Echinodermata, Crustacea, dan Pisces. Masing-masing anggota ahli maupun madya dari setiap KK menjadi penanggung jawab sekaligus pendamping bagi anggota muda KK tersebut. Peletakan plot dimulai dari titik surut terjauh ke arah pantai dengan maksimal delapan plot pada setiap transek.
Metode sampling disesuaikan dengan karakter biota. Algae, Echinodermata, dan Mollusca disampling menggunakan plot. Pada Algae, pencacahan dilakukan dengan menghitung subplot yang ditumbuhi masing-masing spesies dengan syarat holdfast menutupi minimal setengah area subplot. Pada Echinodermata dan Mollusca, seluruh individu di dalam plot dihitung dan didokumentasikan. Crustacea dan Pisces dicuplik secara bebas (free sampling) di dalam area belt transect selebar dua meter di sisi timur garis transek hingga titik surut terjauh. Agar data akurat dan tidak bias, seluruh kelompok menerapkan edge rule yang seragam pada semua plot dan transek, yaitu kesepakatan penanganan organisme yang berada tepat di garis batas plot. Setiap individu difoto dari jarak dekat dengan bentuk, warna, dan pola yang jelas, kemudian diberi kode transek dan plot, misalnya T1P2. Selain itu, dilakukan pengukuran parameter fisika-kimia pada satu plot di setiap transek yang dipandu oleh anggota madya.
Sampling berhasil mencatat 32 spesies biota laut. Kelompok Algae memperoleh lima spesies makroalga, seperti Ulva lactuca, Sargassum crassifolium, Gracilaria edulis, Padina minor, dan Cladophora catenata. Kelompok Mollusca mencatat delapan spesies, antara lain Strigatella litterata, Tenguella marginalba, Nassarius olivaceus, Conus capitaneus, Cyprea caputserpentis, Modiolus philippinarum, Bursa sp. dan Aplysia sp. Kelompok Echinodermata memperoleh sembilan spesies, di antaranya Stomopneustes variolaris, Paracentrotus lividus, Diadema setosum, Echinometra mathaei, Echinometra oblonga, Echinothrix calamaris, Heterocentrotus trigonarius, Ophiocoma erinaceus dan Ophiocoma scolopendrina. Kelompok Crustacea mendapatkan empat spesies, antara lain Tiarinia cornigera, Calcinus laevimanus, Calcinus elegans, dan Charybdis japonica, sedangkan Kelompok Pisces menemukan enam spesies, yaitu Istiblennius edentulus, Valamugil engeli, Acanthurus triostegus, Gymnothorax melanospilos, Entomacrodus striatus, dan Ucla xenogrammus.
Kegiatan pasca sampling adalah identifikasi seluruh individu hasil cuplikan. Anggota muda berkumpul bersama kelompok KK masing-masing dengan pendampingan anggota ahli. Identifikasi dilakukan melalui pengamatan morfologi dan analisis karakter diagnostik, dengan bantuan aplikasi PlantNet dan Google Lens untuk identifikasi awal, kemudian dicocokkan dengan referensi FAO dari anggota ahli. Spesimen yang sulit ditentukan hingga tingkat spesies dituliskan sampai tingkat genus setelah berkonsultasi dengan anggota ahli. Seluruh data mentah, meliputi foto, cacah subplot, dan parameter fisika-kimia, dimasukkan ke dalam spreadsheet data angkatan Eksplorasi 2026.
Pada tahun ini, KSK bekerja sama dengan Museum Biologi UGM. KSK bertanggung jawab atas eksplorasi, pengambilan, preservasi, identifikasi, dan dokumentasi biota laut, sedangkan Museum Biologi berperan menyediakan bahan preservasi serta menerima, memverifikasi, menyimpan, dan memelihara sampel. Sebagai wujud kerja sama tersebut, pada Senin, 14 September 2026, KSK menyerahkan 15 spesimen biota laut awetan basah beserta data pendukungnya kepada Museum Biologi UGM. Seluruh spesimen diterima dalam kondisi baik dan tercatat sebagai koleksi Museum Biologi Fakultas Biologi UGM.
Selain produk preservasi, hasil kegiatan ini adalah data monitoring keanekaragaman biota laut di Pantai Porok. Dalam empat minggu setelah kegiatan, peserta mengerjakan tiga penugasan, yaitu rekap data sampling sebagai tugas angkatan, reflective questions sebagai tugas individu untuk memaknai data rekap, dan Marine Biodiversity Checklist (MBC). Pada MBC, setiap anggota muda menyusun determinasi satu spesimen hasil eksplorasi yang mencakup klasifikasi, karakter diagnostik, keunikan, dan manfaat spesies, dengan menggunakan foto hasil sampling dan referensi kredibel berupa buku atau jurnal ilmiah. Melalui kegiatan ini, KSK Biogama berharap anggota muda memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam pengambilan data biodiversitas laut secara ilmiah, serta menghasilkan data dan koleksi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu kelautan. [Penulis: KSK]








