Kairo, Mesir – 19 Oktober 2026 — Badr University in Cairo (BUC) resmi membuka gelaran 3rd International Scientific Conference 2026 bertajuk “One World, One Health” yang berlangsung di BUC Conference Center. Pembukaan agenda hari pertama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi global lintas sektor demi menghadapi tantangan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara terintegrasi. Melalui momentum ini, kegiatan tersebut turut berkontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mewujudkan SDG 3 terkait kehidupan sehat dan kesejahteraan melalui integrasi pencegahan penyakit zoonosis dan kesehatan global.
Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan Vision to Action: Inaugurating the One Health Future yang dipimpin langsung oleh Dean of Veterinary Medicine & Conference Chairman, Prof. Dr. Adel Abdelkhalek, serta pengantar konferensi oleh Dr. Ahmed Abd El Wahed. Sesi ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting seperti Prof. Dr. Ashraf Elshihy (Presiden Badr University in Cairo), Dr. Hassan El-Kalla (Head of the Board of Trustees), Dr. Magdy Hassan dari Egyptian Veterinary Syndicate, Prof. Dr. Mohamed Saad (General Organization for Veterinary Services), perwakilan EMRO-WHO Dr. Heba Mahrous, serta perwakilan FAO.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempererat kerja sama antarbangsa yang sejalan dengan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, pada sesi pembukaan ini diresmikan pula kolaborasi internasional antara BUC dengan perwakilan dari empat negara, yaitu Uganda, Somalia, Indonesia, dan Romania. Momen penting ini ditandai dengan penganugerahan International One Health Center Leadership Medals serta penyerahan cendera mata dan foto bersama.
Dalam kesempatan ini, Indonesia yang diwakili oleh Dr.rer.nat. Abdul rahman Siregar, S.Si., M.Biotech., dari Fakultas Biologi UGM, sebagai salah satu pembicara kunci yang mengangkat tema Borders & Boundaries: Global One Health Paradigms, duduk bersama pakar multidisiplin dari berbagai negara, di antaranya Dr. Ahmed Abdulkadir Hassan (Somalia), Dr. Fatima Aldariweesh (Kuwait), Prof. Dr. Uwe Truyen (Jerman), Prof. Dr. Daliborca-Cristina Vlad (Romania), Dr. Heba Mahrous (EMRO-WHO), dan Prof. Ioan Pet (Romania). Diskusi interaktif ini menyoroti pentingnya melintasi batasan geografis dalam penanganan ancaman kesehatan global.
Memasuki sesi siang, konferensi berfokus pada penerjemahan riset ilmiah menjadi solusi praktis (Translating Science to Solutions). Prof. Hyung Wook Kwon (Korea Selatan) mempresentasikan teknologi jebakan dan skrining nyamuk berbasis kecerdasan buatan (AI), sementara Prof. Qigai He (China) membagikan strategi komersialisasi capaian ilmiah menjadi produk tepat guna. Langkah hilirisasi riset ini merefleksikan perwujudan SDG 9 dalam mendorong industri, inovasi, dan infrastruktur melalui pengembangan teknologi tepat guna. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi inovasi industri oleh IFT Corporation serta pameran poster dan sponsor selama waktu istirahat makan siang.
Sesi Synergies & Systems: Expanding the Global One Health Network menghadirkan paparan singkat mengenai inisiatif One Health di berbagai negara, termasuk presentasi dari Prof. Dr. Tri Wibawa mengenai One Health Initiatives in Indonesia, Prof. Dr. Ahmad Hamedy (Jerman) terkait praktik higiene pangan, dan Prof. Yahya Dieye (Senegal) tentang jaringan pencegahan penyakit di Afrika. Menjelang akhir sesi akademik, panggung BUC Frontiers menampilkan berbagai terobosan riset dan pencapaian ilmiah terbaru dari Badr University in Cairo.
Rangkaian acara hari pertama ditutup secara resmi dengan pengumuman pemenang pameran poster, penyerahan sertifikat kepada peserta lokal, dan foto bersama seluruh delegasi. Melalui penyelenggaraan hari pertama ini, konferensi tidak hanya memperkuat pemahaman teoritis melalui fasilitas pertukaran ilmu dan riset ilmiah internasional yang mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, tetapi juga memperluas jejaring kemitraan antarbangsa demi membangun ketahanan kesehatan global yang tangguh dan berkelanjutan.




