Sabtu, 17 Oktober 2026 – Cairo Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, enam mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan akademik ke Veterinary Serum and Vaccine Research Institute (VSVRI) di Kairo, Mesir. Kunjungan ini merupakan angkaian kegiatan ProAct Summer School dan The One Health One World Conference yang dilaksanakan di Badr University in Cairo (BUC) sebagai implementasi kerjasama lintas benua yang didanai penuh oleh DAAD. Kunjungan ini turut diikuti oleh enam mahasiswa dari Faculty of Veterinary Medicine, Leipzig University, Germany, beserta dosen pendamping dari kedua negara. Dosen dari UGM yang turut membersamai mahaiswa dalam kunjungan ini adalah Dr. Sukirno, S.Si., M.Sc., Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M.Biotech., Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., S.Si., dari Fakultas Biologi, dan Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.M.K (K) dari One Health UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai proses produksi vaksin veteriner secara menyeluruh, mulai dari tahap awal hingga produk akhir. Selama kunjungan, mahasiswa memporoleh kesempatan untuk mengamati dua pendekatan produksi vaksin, yaitu vaksin berbasis patogen utuh yang diinaktivasi (inactivated whole-pathogen vaccine) untuk penyakit kuku dan mulut, serta produksi vaksin menggunakan telur berembrio (embryonated egg-based vaccine production) untuk vaksin flu burung (avian influenza).
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM bersama mahasiswa dari Jerman dan dosen pendamping dalam kunjungan akademik ke VSVRI, Kairo, Mesir (17/10/2026).
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Direktur VSVRI mengenai profil institut, bidang penelitian, serta peran strategis lembaga dalam mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit hewan melalui pengembangan dan produksi vaksin.
Rektor VSVRI memaparkan profil dan kegiatan institut kepada peserta kunjungan sebelum tur fasilitas produksi vaksin, Kairo, Mesir (17/10/2026).
Setelah sesi pemaparan, para peserta berkesempatan meninjau secara langsung dua fasilitas produksi vaksin. Kunjungan pertama dilakukan ke fasilitas produksi vaksin berbasis patogen utuh yang diinaktivasi (inactivated whole-pathogen vaccine). Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan produksi vaksin, mulai dari pemanfaatan patogen sebagai bahan baku, proses inaktivasi, hingga pengendalian mutu produk. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan prosedur produksi yang terstandar untuk memastikan kemanan, kualitas, dan efektivitas vaksin yang dihasilkan.
Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan ke fasilitas produksi vaksin berbasis telur berembrio (embryonated egg-based vaccine production). Di fasilitas ini, peserta mempelajari pemanfaatan telur berembrio sebagai sistem biologis untuk propagasi virus, khususnya Avian Influenza, yang digunakan dalam produksi vaksin, terutama untuk pencegahan penyakit tertentu pada unggas Selain memahami tahapan produksinya, peserta juga memperoleh wawasan mengenai berbagai aspek teknis, termasuk pengendalian kondisi produksi dan pengawasan mutu untuk menjamin kualitas serta keamanan produk vaksin. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang menghubungkan konsep teoritis di bangku perkuliahan dengan penerapan teknologi dalam industri vaksin, khususnya veteriner. Kegiatan ini sekaligus memperkaya pemahaman mahasiswa, khususnya dalam bidang mikrobiologi, virologi, imunolkogi, dan bioteknologi, serta memperluas wawasan mengenai kontribusi ilmu biologi dalam pengembangan teknologi kesehatan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini sejalan dengan pendekatan One Health yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang terintegrasi serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan upaya pencegahan penyakit dan pengembangan teknologi kesehatan hewan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan dan kolaborasi internasional.



