Yogyakarta, [27 Oktober 2026] – Tiga mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185), berhasil meraih Silver Medal dan Best Presentation dalam ajang 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026 yang diselenggarakan oleh Cakap Riset x Universitas PGRI Yogyakarta. Prestasi tersebut diraih melalui karya esai ilmiah berjudul “BioFloc-System: Inovasi Bioflocculation Berbasis Biosurfaktan dan Biofilm oleh Bakteri Pseudomonas dan Bacillus untuk Pengendalian Mikroplastik di Perairan”. Tim yang tergabung dalam nama BioFloc tersebut dibimbing oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc.
SINEC 2026 merupakan kompetisi esai yang mewadahi gagasan inovatif mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Pada kompetisi tersebut, tim BioFloc mengikuti subtema Sustainable Environment dengan mengangkat isu pencemaran mikroplastik di perairan. Seluruh rangkaian kompetisi diikuti oleh tim secara daring pada tanggal 16-17 Mei 2026. Karya yang diikutsertakan berfokus pada pengembangan pengendalian pencemaran mikroplastik yang lebih berkelanjutan.
BioFloc-System diusulkan sebagai solusi bioseparasi untuk mengatasi pencemaran mikroplastik (<5 mm) di perairan yang sulit didegradasi oleh metode konvensional akibat sifat hidrofobik dan stabilitasnya. Sistem bioflocculation ini memadukan biosurfaktan untuk memodifikasi permukaan sekaligus memicu agregasi awal mikroplastik dan biofilm yang memanfaatkan Extracellular Polymeric Substances (EPS) sebagai matriks penangkap. Sinergi tersebut mengubah mikroplastik menjadi flok berukuran besar sehingga mempermudah pemisahan akhir melalui proses sedimentasi maupun filtrasi.
Rancangan BioFloc-System ini memanfaatkan Pseudomonas aeruginosa (penghasil rhamnolipid) dan Bacillus subtilis (penghasil surfaktin) untuk memproduksi biosurfaktan, serta kombinasi B. subtilis dan Pseudomonas putida pada media biocarrier untuk membentuk matriks biofilm. Mekanisme sistem diawali dari aplikasi biosurfaktan pada air terkontaminasi, dilanjutkan interaksi kompleks mikroplastik-biosurfaktan dan matriks biofilm guna membentuk flok melalui polymer bridging serta interaksi hidrofobik. Efektivitas teknologi ini selanjutnya dapat dievaluasi melalui parameter persentase penurunan konsentrasi mikroplastik, kuantifikasi partikel mikroskopis, analisis ukuran agregat, serta pemantauan parameter kualitas air seperti Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD).
Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghasilkan gagasan inovatif berbasis ilmu hayati untuk menjawab permasalahan lingkungan. Guna mengoptimalkan kontribusi ilmiah ke depan, tim merekomendasikan adanya pengujian skala pilot serta perluasan kolaborasi lintas sektor agar inovasi tersebut dapat dikaji lebih lanjut sebagai salah satu alternatif pengendalian pencemaran mikroplastik di perairan Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]


