Pada tanggal 26 Juli 2025, bertempat di Pendopo Griya Syabin Jamblangan Purwobinangun Pakem, Sleman, telah terselenggara acara pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengoptimalkan aneka olahan kue berbasis salak. Inisiatif ini merupakan bagian dari program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), yang mendorong mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berkontribusi pada pembangunan lokal. Acara ini dipimpin oleh Dr. Dra. Raden Roro Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP&E, B.Sc., M.Biomed, ketua hibah MBKM dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Acara ini dihadiri oleh 25 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Surya Merapi, yang berkumpul untuk belajar tentang pengolahan salak menjadi berbagai produk kue. Dr. Upiek memberikan pengarahan yang bermanfaat tentang cara meningkatkan nilai ekonomi salak dengan mengubahnya menjadi produk yang inovatif dan dapat dipasarkan. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mempromosikan sumber daya ekonomi dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat lokal.
Selama sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai resep dan teknik untuk membuat kue lezat menggunakan salak. Tujuannya adalah untuk mendiversifikasi penggunaan buah lokal ini dan memberdayakan perempuan di komunitas dengan memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan pendapatan. Dengan mengoptimalkan penggunaan salak, para wanita didorong untuk menjelajahi peluang bisnis baru yang dapat meningkatkan status ekonomi mereka.
Dr. Upiek menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan komunitas dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa dengan bekerja sama, para wanita dapat menciptakan merek untuk produk mereka, yang akan membantu mempromosikan kreasi mereka di luar pasar lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk mereka dan menarik lebih banyak pelanggan, yang pada akhirnya akan meningkatkan penjualan dan pendapatan.
Acara ini juga mencakup tips praktis di mana peserta dapat mempraktikkan pembuatan kue salak di bawah pengawasan Dr. Upiek dan timnya. Pengalaman praktis ini sangat penting dalam membangun kepercayaan diri para wanita dalam keterampilan kuliner mereka. Antusiasme di ruangan tersebut sangat terasa saat peserta berbagi ide dan pengalaman, mendorong rasa kebersamaan dan kolaborasi.
Selain keterampilan kuliner, acara ini juga fokus pada strategi pemasaran. Peserta diberikan edukasi tentang cara mempromosikan produk mereka secara efektif melalui media sosial dan pasar lokal. Pengetahuan ini sangat penting di era digital saat ini, di mana kehadiran online dapat berdampak signifikan pada penjualan dan jangkauan pelanggan. Para wanita didorong untuk memanfaatkan alat ini untuk meningkatkan prospek bisnis mereka.
Inisiatif ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang pada komunitas, karena tidak hanya memberikan keterampilan langsung tetapi juga menanamkan rasa kewirausahaan di antara peserta. Dengan memberdayakan perempuan untuk mengelola sumber daya ekonomi mereka, program ini bertujuan untuk menciptakan efek riak yang menguntungkan seluruh komunitas. Peningkatan pendapatan bagi para wanita ini dapat meningkatkan standar hidup dan investasi yang lebih besar dalam pendidikan dan kesehatan bagi keluarga mereka.
Saat acara berakhir, para peserta mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas kesempatan untuk belajar dan berkembang. Banyak yang menyatakan kegembiraan mereka untuk memulai usaha kecil mereka sendiri berdasarkan keterampilan yang mereka peroleh. Kolaborasi antara UGM dan Kelompok Wanita Tani Jamblangan adalah bukti kekuatan pengabdian masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi.
Sebagai kesimpulan, optimalisasi produk kue berbasis salak merupakan langkah signifikan menuju peningkatan sumber daya ekonomi dan pendapatan masyarakat Jamblangan. Melalui inisiatif seperti ini, program MBKM terus memainkan peran penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan memberdayakan komunitas lokal





