Dalam upaya mengembangkan potensi Kampung Satwa sebagai destinasi edu-ekowisata telah dilakukan kegiatan kemitraan berupa digitalisasi koleksi fauna pada tahun 2024, disusul digitalisasi koleksi flora pada tahun 2025 ini. Di sisi lain, kontribusi Kelompok Wanita Tani (KWT) sangat penting dalam rangka mendukung Upaya tersebut. Oleh karena itu pada Hari Sabtu, tanggal 12 Juli 2025 diselenggarakan kegiatan pembelajaran bagi KWT Kampung Satwa yang bertajuk Ngangsu Kawruh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat dalam skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Mitra Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Tahun Anggaran 2025.
Artikel terkait:
Koordinasi Awal Tim Hibah Desa Mitra Fakultas Biologi UGM dalam Rangka Pengembangan Edu-Ekowisata dan Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Satwa, Moyudan, Sleman, DIY
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kampung Satwa dalam Rangka Mendukung Kegiatan Edu-Ekowisata
Kegiatan ini merupakan aktivitas edukatif dan interaktif yang dikemas secara menarik dengan cara mengunjugi dua lokasi yang menjadi rujukan pembelajaran agroekologi dan pertanian terpadu (integrated farming), yaitu: Stasiun Penelitian Biodiversitas I Fakultas Biologi UGM yang berada di Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta dan Yoso Farm Homestead yang beralamat di Karang Kulon, Bero, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan KWT mendapat inspirasi untuk pengembangan lahan di Kampung Satwa.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM Skema Hibah Desa Mitra, yaitu: Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc., Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc., dan Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si. Kegiatan melibatkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM, yakni: Felisitas Meli Podhi, Rony Afif Hidayat, Sekar Rahayu, Zenith Caitra Ardhenareshvari, dan Bima Kurniawan. Selain itu, kegiatan dihadiri oleh Tim Mitra dari UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq (KHAS) Jember, yakni: Dr. Husni Mubarok, S.Pd., M.Si. dan M. Ilzamul Haqqi, A.Md. dalam rangka studi banding terkait integrated farming dan teknik budidaya tanaman sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk diterapkan di lingkungan UIN KHAS Jember.
Rombongan memulai perjalanan dari Kampung Satwa menuju lokasi pertama di Sawitsari. Setibanya di sana, para peserta disambut oleh praktisi lapangan sekaligus pengelola kebun penelitian yaitu Bapak Yusuf Sukri Sulaiman yang akrab disapa Pak Sule. Dalam sesi ini peserta mendapat pembelajaran mendalam mengenai teknik budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot) dan lahan sempit, seperti kelengkeng, belimbing, dan mangga. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, mencakup cara memilih media tanam yang tepat, teknik pemupukan, serta strategi perawatan tanaman agar mampu menghasilkan buah dengan produktivitas tinggi dan nilai ekonomi yang optimal. Ilmu ini sangat penting untuk mendukung peran KWT sebagai penggerak ketahanan pangan keluarga sekaligus pelaku wisata edukatif di lingkungannya.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Yoso Farm, sebuah kawasan rumah tinggal di Klaten yang disulap menjadi ruang praktik hidup mandiri melalui sistem pertanian terpadu. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pasutri pemilik Yoso Farm: Bapak Sri Widodo dan Ibu Nurul Fitri Hidayati. Mereka memperkenalkan filosofi hidup homestead yang dijalankan di rumahnya, yaitu menjadikan rumah sebagai pusat kemandirian pangan dan energi dengan prinsip “3M: Mudah, Murah, Melimpah”. Dengan semboyan“Lestari Nganggo Ati” (melestarikan dengan hati), Yoso Farm mengembangkan program “Ketapang Kencana” (Ketahanan Pangan Keluarga Terencana) yang berorientasi pada self-reliance dan sustainable life, dengan tujuan akhir terciptanya manusia yang sejahtera dan lingkungan yang lestari. Di lokasi ini, para peserta tidak hanya menyaksikan namun juga belajar langsung mengenai praktik integrated farming dan zero waste di lahan sempit (5×12 meter persegi), antara lain: pembuatan kandang ayam KASTARI (Kandang Ayam Lestari) untuk beternak ayam Elba yang dikenal aktif bertelur, sistem budidaya lele skala rumah tangga zero waste, budidaya larva lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk pakan lele dan ayam, serta penguraian/daur ulang sisa makanan dan limbah organik rumah tangga, dan pertanian organik. Kebun organik ditanami berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah untuk keperluan sehari-hari yang ditanam secara vertikal dan horizontal, menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukanlah hambatan untuk berkebun. Tak kalah penting, peserta juga belajar teknik pembuatan pupuk kompos dari guguran daun dan limbah penyiangan kebun serta pengelolaan air hujan yang sederhana namun efektif sebagai sumber air bersih yang dapat dikonsumsi secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini Tim Fakultas Biologi UGM memberikan cendera mata kepada Yoso Farm berupa plakat yang diserahkan oleh Prof. Ratna dan bibit kelengkeng dari Sawitsari yang diserahkan oleh Dr. Rury. Sementara itu pihak Kampung Satwa yang diwakili oleh Ibu RT memberikan oleh-oleh berupa aneka keripik hasil kreasi salah satu warga Kampung Satwa yaitu Ibu Zukhanah. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh KWT Kampung Satwa untuk mewujudkan kawasan edu-ekowisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat dalam filosofi, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan di lingkungan mereka. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, praktisi, dan masyarakat ini diharapkan menjadi contoh konkret sinergi lintas sektor dalam membangun desa wisata berbasis pemberdayaan lokal. Kegiatan ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu: SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).






