Yogyakarta, 30 Oktober 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture yang menghadirkan Dr. Axel Dalberg Poulsen dari Royal Botanic Garden Edinburgh, dengan topik menarik berjudul “How Many Gingers Are in Borneo?” di Auditorium Biologi Tropika dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Dr. Axel ke Fakultas Biologi. Dalam sambutannya, Prof. Budi menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi pintu kolaborasi lebih lanjut dalam bidang riset dan akademik antara Fakultas Biologi UGM dan Royal Botanic Garden Edinburgh.
Dalam kuliahnya, Dr. Axel memberikan paparan terkait famili Zingiberaceae (jahe-jahean) yang memiliki sekitar 2000 genus di seluruh dunia, dan di Pulau Borneo saja terdapat 24 genus dan sekitar 260 spesies. Namun, angka tersebut bersifat dinamis karena terus berubah seiring penemuan spesies baru atau peninjauan ulang klasifikasi taksonomi. Beliau mengenalkan banyak jenih jahe-jahean yang ia dan koleganya temui di sepanjang Pulau Borneo atau Kalimantan.
Beliau juga menyoroti berbagai tantangan dalam penelitian jahe, antara lain kesulitan pengumpulan sampel di lapangan, keterbatasan akses ke lokasi tipe, serta keterbatasan dalam penelitian molekuler. Selain itu, banyak spesimen lama yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan, sehingga diperlukan pengumpulan ulang dari lokasi asli.
Dalam kuliahnya, Dr. Axel turut mengajak mahasiswa berkontribusi dan berkolaborasi dalam penelitian biodivesitas tumbuhan di Indonesia, khususnya jahe. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang sesi kuliah dan tanya jawab, yang berlangsung interaktif dan inspiratif.
umum ini diharapkan memberikan inspirasi dan pengetahuan kepada mahasiswa, serta sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 15: Kehidupan di Darat, melalui peningkatan pemahaman dan konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi internasional di bidang riset biodiversitas tropis.




