Malang, 10 Oktober 2026 — Tim Smart Genetics Research Group dari Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), berpartisipasi dalam The 5th International Conference of Biological and Advanced Sciences (ICoBioS) 2026 yang diselenggarakan di UB Guest House, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur. Pada kesempatan ini, tim mendiseminasikan hasil penelitian melalui presentasi oral yang mencakup genomika tanaman, DNA barcoding, serta karakterisasi fenotipik.
Presentasi penelitian dalam ICoBioS 2026 diwakili oleh empat anggota Smart Genetics Research Group di bawah bimbingan Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., yaitu Tiara Putria Judith, S.Si., M.Sc., Muhammad Anjas Zulfikar, S.Pd., Tika Nur Amini, S.Si., dan Denianto Agung Wicaksono, S.Si. Partisipasi dalam forum ilmiah internasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas akademik yang lebih luas sekaligus bertukar gagasan mengenai perkembangan ilmu biosains. Keikutsertaan tersebut juga mendukung pengembangan kompetensi peneliti dan mahasiswa dalam mengomunikasikan hasil penelitian serta membuka peluang bagi pertukaran pengetahuan dan kolaborasi ilmiah lintas institusi.
Riset yang dipresentasikan mencerminkan pemanfaatan pendekatan molekuler untuk mengkaji keragaman serta hubungan kekerabatan tanaman. Salah satu fokus penelitian adalah karakterisasi genom kloroplas lengkap (complete chloroplast genome) pada kultivar tebu ’VMC 76-16’ dan ’Bululawang’, serta stroberi ’Mencir’. Informasi genom kloroplas dapat digunakan untuk mempelajari struktur genom plastida dan menjadi sumber data bagi penelitian lanjutan mengenai keragaman genetik, hubungan evolusioner, serta pemanfaatan sumber daya genetik tanaman.
Selain genomika tanaman, tim turut mengangkat kajian karakterisasi fenotipik dan hubungan kekerabatan filogenetik terong belanda (Solanum betaceum) dari Sulawesi Selatan. Pendekatan molekuler dalam penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi hubungan kekerabatan dan memperkaya informasi mengenai keragaman genetik. Kajian tersebut dilengkapi dengan topik DNA barcoding dan penilaian fenotipik (phenotypic assessment), yang masing-masing dapat mendukung identifikasi serta karakterisasi tanaman melalui informasi molekuler dan variasi karakter yang teramati.
Kegiatan ini memiliki relevansi dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) berkaitan dengan penguatan pembelajaran berbasis penelitian dan pengembangan kompetensi komunikasi ilmiah. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) relevan dengan pengembangan pengetahuan serta inovasi melalui pendekatan genomika dan karakterisasi molekuler. Sementara itu, SDG 15 (Ekosistem Daratan) berkaitan dengan pengayaan informasi mengenai keragaman genetik tanaman yang dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan terkait sumber daya genetik dan keanekaragaman hayati.




