Bogor, 6 Oktober 2026 – Vida Rahma Latifah, mahasiswa Program Studi Magister Biologi Fakultas Biologi UGM, berkesempatan mengikuti 10th University Consortium (UC) Summer School 2026 yang berlangsung pada 22 September hingga 6 Oktober 2026. Program tahunan ini merupakan bagian dari kegiatan University Consortium (UC), sebuah konsorsium universitas yang diinisiasi oleh Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Tahun ini, IPB University menjadi tuan rumah dengan mengangkat tema “Agromaritime: Integrated Land–Sea Systems for Sustainable Resource Management”. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta dari 13 institusi anggota konsorsium di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Jepang, dan Taiwan.
UC Summer School merupakan program yang ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana yang bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan gizi di Asia Tenggara untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui pematerian dan diskusi interaktif, peserta mempelajari pendekatan ridge-to-reef, yaitu perspektif pengelolaan sumber daya yang mempertimbangkan keterkaitan wilayah daratan, perairan tawar, dan pesisir. Diskusi juga menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai kondisi dan tantangan pengelolaan sumber daya di negara masing-masing.
Pemahaman tersebut diperkaya melalui observasi lapangan di Hutan Pendidikan Gunung Walat dan Situ Gunung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang merepresentasikan wilayah hulu (upstream) serta Kepulauan Seribu sebagai wilayah hilir (downstream). Peserta mengamati karakteristik ekosistem, praktik pemanfaatan sumber daya alam, serta berbagai tekanan lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas manusia seperti kegiatan wisata. Ketiga lokasi tersebut memberikan gambaran mengenai beragam tantangan pengelolaan lingkungan pada ekosistem daratan, perairan tawar, dan pesisir.
Keikutsertaan dalam 10th UC Summer School 2026 menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan lingkungan melalui pendekatan ridge-to-reef. Pengalaman mempelajari ekosistem daratan, perairan tawar, dan pesisir memberikan perspektif baru tentang pentingnya pengelolaan sumber daya secara terpadu dan berkesinambungan. Selain menambah pengetahuan akademik, program ini juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan kolaborasi dengan peserta dari berbagai negara untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Asia Tenggara.
SDG 4: Quality Education
SDG 13: Climate Action
SDG 14: Life Below Water
SDG 15: Life on land








