• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 6
Arsip:

Rilis Berita

Tingkatkan Keamanan Pangan Melalui Inovasi BioGuard Coat Packaging Berbasis Limbah Kulit Pisang dengan Antosianin Telang sebagai Bioindikator Kesegaran Pangan, Tim Mahasiswa Fakultas Biologi dan Sekolah Vokasi Raih Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Agriculture Expert Class 2025

PrestasiRilis Berita Jumat, 28 November 2025

Tim dari Fakultas Biologi dan Sekolah Vokasi yang beranggotakan Nelly Astiana Napitupulu (Biologi 2022), Puspita Nur Rahmawati (2022), dan Dewi Syifa Ainu (Pengembangan Produk Agroindustri 2023) berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Agriculture Expert Class 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Universitas Siliwangi pada 7 November 2025 dengan tema “Penggunaan Limbah Pertanian dari Industri Pangan Menuju Sirkular Ekonomi” dengan judul karya tulis “ BioGuard Coat Packaging: Inovasi Kemasan Aktif Berbasis Limbah Kulit Pisang dengan Antosianin Telang sebagai Bioindikator Kesegaran Pangan guna Mendukung Sirkular Ekonomi”


Green packaging merupakan konsep kemasan ramah lingkungan yang dirancang untuk mengurangi dampak ekologis dari proses produksi, penggunaan, hingga pembuangan. Dalam konteks Indonesia, urgensi green packaging semakin meningkat seiring maraknya kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan yang menurun kualitasnya. Pemerintah merespons tantangan ini melalui Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan sistem keamanan pangan lebih ketat, terutama di fase distribusi dan penyimpanan. Kemasan hijau yang mampu memantau kesegaran pangan secara langsung menjadi intervensi strategis untuk memastikan keamanan makanan bagi jutaan penerima manfaat program tersebut.

Prinsip utama green packaging adalah penggunaan bahan yang biodegradable, aman, dan berasal dari sumber terbarukan. Salah satu peluang besar terletak pada limbah pertanian, khususnya kulit pisang. Indonesia sebagai produsen pisang utama dunia menghasilkan 7,48 juta ton pisang per tahun, yang berpotensi memunculkan 2,6–3 juta ton limbah kulit pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini kaya pektin, selulosa, dan senyawa bioaktif sehingga sangat potensial sebagai bahan dasar biokomposit kemasan ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah tersebut tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular yang bernilai tinggi.

Inovasi BioGuard Coat Packaging hadir sebagai implementasi konkret dari konsep green packaging. Teknologi ini memanfaatkan biopolimer kulit pisang dan ekstrak bunga telang untuk menciptakan kemasan cerdas yang mampu memberikan perlindungan fisik, biologis, sekaligus informasi visual mengenai kesegaran makanan. Sistem ini mengintegrasikan tiga mekanisme penting: (1) sifat antimikroba alami pektin kulit pisang yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri patogen, (2) fungsi barrier matriks selulosa–pektin yang memperlambat laju kerusakan makanan, dan (3) indikator pH berbasis antosianin bunga telang yang berubah warna ketika makanan mulai mengalami degradasi. Kombinasi ini menjadikan BioGuard sebagai sistem perlindungan pangan berlapis yang inovatif dan efektif.

Implementasi BioGuard Coat Packaging dalam rantai pasok MBG memberikan manfaat signifikan. Indikator warna pada kemasan memungkinkan deteksi dini penurunan kualitas makanan secara real-time tanpa alat khusus atau keahlian teknis, sehingga guru, petugas logistik, hingga masyarakat umum dapat mengidentifikasi makanan yang tidak layak konsumsi hanya dengan melihat perubahan warna. Kemampuan coating untuk diaplikasikan pada berbagai jenis kemasan yang sudah ada membuat inovasi ini mudah diadopsi secara luas tanpa memerlukan investasi peralatan baru. Efisiensi ini sangat relevan untuk sistem distribusi besar seperti MBG yang menyalurkan makanan setiap hari.

Secara keseluruhan, BioGuard Coat Packaging menunjukkan bagaimana green packaging dapat menjadi solusi strategis bagi keamanan pangan, pengurangan limbah, dan penguatan ekonomi sirkular. Selain proses produksinya ramah lingkungan dan mudah terurai, inovasi ini turut mendukung pencapaian SDGs 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-being), 12 (Responsible Consumption and Production), dan 13 (Climate Action). Dengan mengonversi limbah pertanian menjadi kemasan cerdas bernilai tinggi, teknologi ini tidak hanya mencegah risiko keracunan makanan, tetapi juga memberdayakan seluruh stakeholder dalam sistem pengawasan pangan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan nasional. [Penulis: Nelly Astiana dan Tim]

Karsa Desa: Program Pengabdian Baru KMP Biologi UGM di Pedukuhan Geger

Kegiatan MahasiswaPengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Jumat, 28 November 2025

Divisi Sosial Masyarakat Kabinet Satwika Cakra KMP Biologi UGM melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk Karsa Desa pada 22–23 November 2025 di Pedukuhan Geger, Pundong, Bantul. Program ini merupakan inisiatif baru yang dirancang untuk menghubungkan mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan edukatif yang relevan, khususnya terkait lingkungan.


Geger dipilih sebagai lokasi karena merupakan desa tadahan air yang memiliki peran penting bagi desa-desa sekitarnya. Survei lapangan yang dilakukan dua kali, pada Agustus dan awal November, menunjukkan bahwa edukasi lingkungan untuk kelompok dewasa telah beberapa kali diberikan sebelumnya. Oleh karena itu, Karsa Desa difokuskan bagi anak-anak sebagai kelompok yang belum banyak mendapat pendampingan terkait pelestarian lingkungan.

Sebanyak 15 volunteer berangkat dari Fakultas Biologi UGM pada Sabtu siang. Setibanya di balai desa, para volunteer melakukan pembersihan dan menata kembali bangunan yang lama tidak digunakan. Pada kesempatan ini, volunteer juga membuat Pojok Baca yang diisi dengan buku pelajaran SD-SMP, novel dan cerita anak, serta bacaan umum lainnya.

Kegiatan utama dilaksanakan pada Minggu, 23 November 2025. Acara dipandu oleh Intan Gayatri selaku MC dan dibuka oleh Koordinator Divisi Sosial Masyarakat, Felisitas Meli Podhi. Acara kemudian diresmikan oleh Muhammad Nandar, Dukuh Geger, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kontribusi KMP Biologi UGM serta harapannya agar kerja sama dapat terus berlanjut.

Anak-anak mengikuti sesi fun learning mengenai siklus air dan cara menjaga lingkungan, dilanjutkan demonstrasi mini eksperimen tentang daya serap tanah dan simulasi siklus hujan oleh Imran Sadewo dan Nur Azizah Ibrahim. Materi tambahan mengenai pengenalan ular serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukannya disampaikan oleh Imran Sadewo dan Papuani Rumansara, mengingat kondisi wilayah Geger yang masih memiliki banyak vegetasi.

Kegiatan ditutup dengan permainan edukatif dan Lomba Cerdas Cermat yang diikuti 20 peserta dalam lima kelompok. Di akhir acara, KMP Biologi UGM menyerahkan  donasi buku bacaan untuk melengkapi Pojok Baca balai desa.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para volunteer kembali ke tempat menginap dan bersiap kembali ke Fakultas Biologi UGM. Program Karsa Desa diharapkan dapat menjadi awal kegiatan pengabdian berkelanjutan yang memperkuat hubungan antara mahasiswa pascasarjana Biologi UGM dan masyarakat Pedukuhan Geger.

PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM 2025: Sosialisasi Teknik Stek Batang dengan Induksi Auksin Bawang Merah Budidaya Stek Batang Tanaman Biduri (Calotropis gigantea) Sebagai Pestisida Alami Guna Mengatasi Hama pada Budidaya Ayam Mahar di KWT Srikandi, Mrican, Catur Tunggal, Yogyakarta

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Kamis, 27 November 2025

Dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, tim MBKM Fakultas Biologi UGM melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM-MBKM) dengan tema “Optimalisasi Potensi Daun Biduri sebagai Biopestisida untuk Mengatasi Hama pada Ayam Mahar”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 26 November 2025 di demplot milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Dusun Mrican, Caturtunggal, Yogyakarta.


Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, S.Si. dosen Fakultas Biologi UGM dan Dian Sartika, S.Si., M.Sc., yang membagikan materi tentang teknik stek batang untuk budidaya tanaman biduri (Calotropis gigantea) yang nantinya digunakan untuk pembuatan biopestisida sebagai upaya untuk mengatasi hama pada budidaya Ayam Mahar. Para anggota KWT Srikandi sangat antusias mengikuti pelatihan ini yang bertujuan meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola hama secara alami.

Kegiatan ini diawali oleh pematerian dari Dr. Eng. Atikah Fitria Muharromah, M.Eng. dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM terkait biopestisida dari daun biduri. Beliau memperkenalkan biopestisida dari daun biduri hasil temuan dari Institut Pertanian Bogor dan mengembangkan inovasi baru dalam penggunaannya yaitu dengan menggunakan metode semprot untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Setelah itu dilanjutkan dengan sosialisasi teknik budidaya stek batang dan auksin alami dari bawang merah (Allium ascalonicum) untuk memicu pertumbuhan akar.

Pada kesempatan kali ini, mahasiswa mengenalkan teknik budidaya tanaman Biduri untuk mengatasi hama gurem pada budidaya ayam Mahar. Gurem merupakan hama ektoparasit yang dapat menurunkan produktivitas dan dapat merugikan peternak. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat meningkatkan resiko resistensi dan dapat meninggalkan residu pada daging dan telur. Daun Biduri merupakan tanaman liar yang sering diabaikan, padahal ia mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid.

Biopestisida dari Daun Biduri diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi serangan gurem pada budidaya ayam. Bawang merah dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami untuk memacu atau mengalihkan fungsi fitohormon di dalam tanaman dan membantu pembelahan sel. Tunas-tunas muda pada bawang merah menghasilkan hormon auksin alami berupa IAA. Auksin adalah zat pengatur tumbuh yang berperan dalam proses pemanjangan sel, menghambat pertumbuhan tunas lateral, dan mencegah absisi dan buah.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain energi bersih dan terjangkau (SDG 7), mendorong pemanfaatan kembali limbah organik sebagai bahan baku produk energi (SDG 12), memberdayakan perempuan melalui pelatihan teknis dan penguatan kapasitas (SDG 5), serta membuka peluang usaha baru berbasis produk lokal berkelanjutan (SGD 8).

Fakultas Biologi UGM Meriahkan Festival Anggrek Vanda tricolor #8, Dorong Konservasi Flora Merapi

Rilis Berita Kamis, 27 November 2025

Yogyakarta, 23 November 2025 Festival Anggrek Vanda tricolor (FAVt) merupakan sebuah agenda tahunan yang digagas untuk merayakan kekayaan hayati lereng Merapi sekaligus memperkuat upaya konservasi anggrek endemik Indonesia. Festival yang berlangsung pada tanggal 18–23 November 2025 di Pendopo dan Alun-Alun Ambarukmo ini adalah Festival Anggrek Vanda tricolor #8. Kegiatan ini diinisiasi oleh Ibu Hj, Sri Suprih Lestari dan Yayasan Pelestarian Anggrek Merapi (YPAM). Pada penyelenggaraan tahun ini dipimpin oleh Ketua Panitia Ibu Endah Sri Widiastuti. Kegiatan ini juga terlaksana berkat dukungan kolaboratif dari berbagai lembaga, yaitu Dinas Koperasi dan UKM DIY, Pecinta Anggrek Indonesia (PAI), dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, yang menunjukkan sinergi kuat antara masyarakat, pemerintah, dan komunitas konservasi.


Dengan mengusung tema “Pesona Anggrek Vanda tricolor Warisan Hutan Merapi”, festival tahun ini berperan bukan sekadar sebagai ajang pameran anggrek, tetapi juga wadah edukasi publik dan advokasi konservasi. Kegiatan ini menjadi medium yang sangat relevan untuk memperkenalkan pentingnya pelestarian Vanda tricolor var. suavis, sebuah spesies anggrek yang habitat alaminya di kawasan Merapi terus menghadapi tekanan ekologis. Melalui pameran, dialog ilmiah, serta interaksi dengan komunitas budidaya, masyarakat mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai nilai ekologis dan urgensi perlindungan anggrek endemik.

Selama enam hari penyelenggaraan, festival menampilkan rangkaian agenda edukatif, termasuk workshop aklimatisasi anggrek, mindfulness on orchid, lukisan botani anggrek, hingga sesi talkshow tentang Anggrekpreneur, anggrek dan ekonomi kreatif, danpotensi anggrek dalam mendukung pariwisata DIY. Program-program tersebut memperluas literasi publik mengenai budidaya anggrek dan peluangnya yang besar sekaligus mempertemukan para peminat anggrek dengan ahli di bidangnya. Selain itu, terdapat klinik anggrek yang difasilitasi oleh YPAM dan PAI setiap hari, memberikan layanan konsultasi langsung bagi pengunjung terkait perawatan anggrek, teknik kultur, dan troubleshooting budidaya. Kehadiran klinik ini mempertegas orientasi festival pada transfer pengetahuan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Kompetisi anggrek yang menjadi inti festival berlangsung dengan empat kategori utama: kontes anggrek V. tricolor memperebutkan Piala Gubernur DIY, kontes anggrek spesies dengan piala dari PAI DPP Jakarta, kontes Best of Show memperebutkan Piala Rektor UGM, serta kontes anggrek hibrida dengan piala PAI DPD DIY. Penjurian dilakukan oleh juri kompeten dari berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, Malang, Salatiga, Semarang, dan Bandung, yang memastikan objektivitas sekaligus menaikkan kelas festival ini sebagai ajang kompetisi bertaraf nasional. Dalam kesempatan ini pemenang kategori Best of Show, Firmansyah Jauhari mendapatkan Piala Rektor UGM yang diberikan oleh Dr. Slamet Widianto, M.Sc (Wakil Dekan Bisang KASDM Fakultas Biologi UGM.

Selain rangkaian pameran dan kompetisi, FAVt ke-8 juga menghadirkan dua agenda edukasi yang melibatkan sivitas akademika Fakultas Biologi UGM. Pada sesi talkshow bertema “Anggrek: Potensi Pariwisata di DIY”, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. menekankan pentingnya konservasi V. tricolor sebagai flora identitas Merapi serta peluang pengembangan wisata edukasi berbasis anggrek melalui teknologi kultur jaringan dan pemberdayaan masyarakat, bersama narasumber dari Dinas Pariwisata DIY dan ASITA yang menyoroti potensi jalur wisata tematik dan penguatan kampung wisata. Selanjutnya, melalui agenda Bedah Buku & Dialog Anggrek bertajuk “Merawat Anggrek dengan Hati dan Logika”, menghadirkan Sri Suprih Lestari dan Gunawan, S.P. sebagai narasumber sekaligus penulis buku yang turut berbagi pengalaman dalam praktik budidaya anggrek. Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. hadir sebagai pembedah sekaligus moderator, memberikan perspektif ilmiah yang melengkapi pengalaman para narasumber, sehingga diskusi berlangsung interaktif dan memberikan ruang tanya jawab mendalam mengenai teknik perawatan serta berbagai persoalan budidaya yang kerap dihadapi masyarakat. Kehadiran dua agenda ini memperkuat posisi FAVt ke-8 sebagai wadah berbagi pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan komunitas anggrek, sekaligus memperkaya literasi publik mengenai konservasi dan pemanfaatan anggrek di DIY.

Pada gelaran tahun ini, Fakultas Biologi UGM turut menghadirkan satu tenant yang menampilkan berbagai produk inovasi, edukasi, serta hasil hilirisasi riset civitas akademika. Tenant Fakultas Biologi memperkenalkan tiga lini utama produk, yaitu Biofloragama, pupuk percepatan pembungaan berbasis hormon unggul yang telah terbukti efektif pada berbagai jenis anggrek; Pupuk Organik Cair (POC) “Dr. S”, formulasi organik terstandardisasi hasil pengembangan peneliti Fakultas Biologi untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara ramah lingkungan; serta Bioscorp, lini merchandise edukatif berupa enamel pin, gantungan kunci, dan totebag yang dirancang oleh mahasiswa BiOSC sebagai media literasi publik. Selain itu, tenant Fakultas Biologi juga menyediakan anggrek botolan hasil kultur jaringan sebagai wujud penerapan bioteknologi tanaman dalam skala praktis dan edukatif bagi masyarakat.

Fakultas Biologi UGM mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan FAVt ke-8. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama antara penyelenggara, komunitas, akademisi, dan masyarakat dapat memberi manfaat nyata bagi upaya pelestarian anggrek dan peningkatan pengetahuan publik. Kami berharap semangat kolaboratif ini dapat terus berlanjut sehingga kegiatan serupa dapat semakin memperkuat kesadaran dan kepedulian terhadap kekayaan hayati Merapi dan Indonesia.

(Penulis : Elke Gildantia dan Pauline Destinugrainy Kasi)

Dekan Fakultas Biologi UGM Berikan Materi di FGD Konsorsium MIPAnet di IPB

Rilis Berita Rabu, 26 November 2025

Bogor, 25 November 2025 — Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., turut berperan aktif pada Focus Group Discussion (FGD) Konsorsium Biologi dalam rangkaian Workshop Kurikulum MIPAnet–Industri 2025 yang diselenggarakan oleh Jaringan Kerja Sama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA (MIPAnet) di Sekolah Bisnis IPB, Kampus IPB Gunung Gede, Bogor. Kegiatan nasional ini dirancang untuk memperkuat relevansi kurikulum MIPA dengan kebutuhan industri modern berbasis otomasi, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian.


Workshop berlangsung selama dua hari, 24–25 November 2025, dan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan nasional. Pada hari pertama, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. menekankan pentingnya penguatan peran Science Technopark sebagai pusat integrasi riset dan industri, sementara Sekjen MIPAnet, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. menggarisbawahi adanya mismatch antara kompetensi lulusan MIPA dan kebutuhan aktual dunia industri. Pandangan industri juga memperkaya diskusi melalui paparan Dr. Ir. Handito Hadi Joewono (Sekjen GAPMI, Chief Consultant ARRBEY, dan Kepala Sekolah Ekspor) dan Satya Nugraha, S.Kom. (Kepala Divisi IT PT BOSOWA) yang menyoroti perlunya kompetensi inti sains yang kuat serta penguatan soft skills seperti komunikasi, proaktivitas, dan kemampuan menjelaskan makna dibalik pekerjaan atau riset yang dilakukan lulusan MIPA.

Pada hari kedua, FGD Konsorsium dibagi berdasarkan bidang ilmu, termasuk Konsorsium Biologi yang dipimpin oleh Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) sekaligus Dekan Fakultas Biologi UGM. Dalam sesi ini, Dekan Fakultas Biologi UGM juga turut memberikan materi dan pandangan strategis terkait integrasi teknologi AI dalam kurikulum Biologi serta penguatan kompetensi pendukung yang dibutuhkan industri modern. FGD juga merespons rekomendasi pelaku industri mengenai pentingnya literasi keuangan, kemampuan manajerial, magang industri, serta keterlibatan praktisi dalam pengajaran.

Pembahasan FGD pada akhirnya menghasilkan sejumlah poin strategis yang akan menjadi dasar penyusunan arah baru kurikulum MIPA nasional agar lebih kompetitif dan sesuai tuntutan industri masa depan. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan komitmen MIPAnet untuk melakukan rebranding FMIPA secara nasional sebagai pusat inovasi sains. Peserta juga melakukan kunjungan ke IPB Science Technopark untuk melihat secara langsung ekosistem inovasi terintegrasi yang mendukung hilirisasi riset dan pengembangan startup berbasis sains.

Keterlibatan aktif Fakultas Biologi UGM dalam FGD Konsorsium Biologi menguatkan perannya dalam penyusunan arah baru kurikulum nasional bidang Biologi. Melalui forum ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung agenda transformasi MIPAnet dalam membangun kurikulum MIPA yang lebih relevan, visioner, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan ekosistem technopark dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi multipihak antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga riset.

PkM Desa Mitra 2025: Fakultas Biologi UGM Tanamkan Pengetahuan Kesehatan Berbasis Alam pada Siswa Siswa SDN Pusmalang Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman #4

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Selasa, 25 November 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program pemberdayaan sekolah mitra di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Pada kesempatan ini, tim dosen memperkenalkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada siswa kelas V SDN Pusmalang dengan tujuan meningkatkan pemahaman dasar mengenai manfaat tanaman lokal bagi kesehatan.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Mitra Wukirsari yang dikoordinatori oleh Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. Adapun tim dosen Fakultas Biologi UGM yang hadir dalam kegiatan kali ini yaitu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.; Prof. Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D.; Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.; Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si.; Dr. Maryani, M.Sc.; Dr. Siti Nurbaiti, S.Si.; serta perwakilan mahasiswa Program Doktor, yaitu Sidiq Permana Putra, S.Si., M.Sc.

Kegiatan berlangsung pada Senin, 24 November 2025, dan diikuti lebih dari 26 siswa. Tim dosen yang bertugas menjadi pemateri meliputi Dr. Maryani, M.Sc.; Dr. Siti Nurbaiti, S.Si.; dan Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Para pemateri memberikan pengenalan berbagai jenis TOGA seperti jahe, kunyit, temulawak, kencur, sereh, beluntas, daun sirih dan tanaman herbal lainnya yang mudah dijumpai di lingkungan rumah.

penjelasan yang interaktif, siswa mendapatkan wawasan mengenai ciri-ciri tanaman obat, manfaatnya, serta cara pemanfaatannya secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Selain pemaparan materi, siswa juga diajak mengamati contoh tanaman secara langsung serta menjawab pertanyaan yang disampaikan pemateri untuk memperkuat pemahaman mereka.

Dr. Maryani, M.Sc. menyampaikan bahwa pengenalan TOGA sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kesehatan serta kekayaan hayati Indonesia. “Anak-anak perlu mengenal kembali tanaman bermanfaat yang tumbuh di sekitar mereka. Literasi sains dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi, para pemateri melakukan responsi sederhana untuk mengevaluasi pemahaman siswa mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Dalam kegiatan ini, siswa diminta menyebutkan nama-nama tanaman yang telah disusun di depan meja. Jumlah soal yang diberikan sebanyak 26 soal. Hasil responsi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar, dengan nilai rata-rata kelas mencapai 60 dari 100, yang menggambarkan tingkat pemahaman yang cukup baik dan masih dapat terus ditingkatkan. Evaluasi ini sekaligus menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif yang digunakan mampu mendukung penguatan literasi sains siswa secara efektif.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para siswa karena materi disampaikan secara menarik dan praktis. Guru SDN Pusmalang juga menyambut baik kegiatan tersebut karena membantu memperkaya pengalaman belajar sains yang aplikatif bagi siswa.

Program pengabdian ini selaras dengan komitmen UGM dalam mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being) melalui edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal serta SDGs 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pembelajaran sains di sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan Fakultas Biologi UGM.

Biologi UGM berharap kegiatan edukasi mengenai tanaman obat ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk mencintai biodiversitas serta memahami pentingnya pemanfaatan tanaman lokal secara berkelanjutan.

Tim MBKM-LIT Fakultas Biologi UGM Kembangkan Inovasi Biopreservatif dari Sumber Mikroba sebagai Solusi Baru Pengawetan Ikan Tanpa Bahan Kimia

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Selasa, 25 November 2025

Salah satu penelitian dalam skema Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Penelitian (MBKM-LIT) Fakultas Biologi UGM berhasil diselesaikan pada periode Mei–November 2025. Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan pengawet alami berbasis mikroba untuk meningkatkan kualitas dan memperpanjang masa simpan bahan pangan, khususnya ikan dan produk olahannya, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong inovasi pangan fungsional serta mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap berinovasi.



Inovasi Pangan yang Aman dan Ramah Lingkungan

Kegiatan MBKM-LIT berjudul “Eksplorasi Pengawet Alami Sumber Mikrobia untuk Meningkatkan Kualitas Bahan Pangan Ikan dan Produk Olahannya” dilatarbelakangi tantangan besar dalam industri perikanan, yakni cepatnya pembusukan ikan dan meningkatnya permintaan pasar global terhadap pengawet yang aman, natural, dan bebas bahan kimia sintetis. Tim mahasiswa yang terdiri dari Devita Ariyani, Maya Amalia Putri Ariani, dan Yunia Farkhamni, dibimbing oleh Ibu Sari Darmasiwi, S.Si., M.Biotech., Ph.D. dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM dan Bapak Arif Rohman Khakim, S.Pi. dari Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) DKP DIY, meneliti efektivitas berbagai biopreservatif mikroba meliputi kitosan dari jamur pangan (edible fungi), bakteriosin, dan eksopolisakarida (EPS) yang diisolasi dari bakteri asam laktat potensial sebagai pengawet pangan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopreservatif dari sumber mikroba dalam formulasi optimal mampu menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk secara signifikan, bahkan dibandingkan kontrol pengawet komersial berbahan kimia seperti natrium benzoat dalam konsentrasi tertentu.

Dampak dan Kontribusi Program MBKM

Selain menghasilkan temuan ilmiah yang inovatif, program MBKM-LIT ini juga memberikan pengalaman riset mendalam bagi mahasiswa, memperkuat keterampilan analisis data, kemampuan problem-solving, serta kesiapan mereka untuk berkontribusi langsung dalam sektor pangan nasional. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan pengawet ikan komersial berbahan alami mikroba yang mendukung ketahanan pangan, menjamin keamanan konsumsi, dan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs no 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan ketahanan dan keamanan pangan, serta SDGs no 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong praktik produksi dan konsumsi pangan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sinergi Fakultas Biologi UGM, KOBI, YIBI, dan WWF dalam Penguatan Riset Keanekaragaman Hayati Nasional

Kerja SamaRilis Berita Senin, 24 November 2025

Yogyakarta, 21 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Yayasan Indikator Biodiversitas Indonesia (YIBI) bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia. Kunjungan ini berlangsung dalam rangka peresmian kerja sama antara Fakultas Biologi UGM maupun Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dengan YIBI.


Bertempat di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM, pertemuan tersebut dihadiri oleh Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D. selaku Ketua YIBI; Barano Siswa Sulistyawan, Ph.D. selaku Wakil Ketua YIBI yang hadir secara daring; Prof. Dr. Jarulis, S.Si., M.Si. selaku Sekretaris YIBI; serta Paskalina Th. Litaay, M.Sc. selaku Bendahara YIBI. Dari WWF Indonesia hadir Muhammad Ali Imron, Direktur Forest & Wildlife WWF Indonesia, bersama Oki Hadian Hadadi serta Saufina Athaya Putri Nugraha, S.PWK dan R.A. Callysta Sevanda Calyacetta selaku Administrative Support dan Data Statistik YIBI. Kunjungan ini disambut oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus Ketua KOBI, didampingi oleh Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto selaku Pengarah KOBI dan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM.

Dalam membuka diskusi, Prof. Pramana Yuda menyampaikan sambutan positif terhadap kerja sama yang akan dilaksanakan antara YIBI dan Fakultas Biologi UGM. Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi, turut menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif kolaboratif tersebut. Melalui kerja sama ini, YIBI, KOBI, WWF Indonesia, dan Fakultas Biologi UGM akan berkolaborasi dalam pengembangan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), khususnya dalam upaya memperkaya sumber data primer, memperkuat kolaborasi periset, serta memperluas jangkauan penelitian biodiversitas di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur WWF Indonesia, Ali Imron, menambahkan bahwa IBI diyakini akan menjadi instrumen penting dan berperan sebagai indikator yang dapat digunakan untuk mengawal agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan peresmian kerja sama antara YIBI dan Fakultas Biologi UGM serta antara YIBI dan KOBI. Melalui peresmian ini, seluruh pihak berharap terbangunnya ekosistem kolaboratif yang semakin kuat dalam pemantauan, pengelolaan, dan pelestarian biodiversitas Indonesia, sehingga hasil penelitian dan data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan, pendidikan, dan pemulihan ekosistem di masa depan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, kolaborasi ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 15 (Life on Land). Selain itu, kerja sama ini selaras dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara akademisi, organisasi konservasi, dan lembaga nasional dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati sebagai fondasi kesejahteraan bangsa.

Benchmarking Departemen Biologi FSAD ITS ke Fakultas Biologi UGM

Rilis Berita Senin, 24 November 2025

Yogyakarta, 21 November 2025 – Fakultas Biologi UGM menerima kunjungan benchmarking dari Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kunjungan ini dilaksanakan sebagai upaya Departemen Biologi FSAD ITS untuk mendalami pengalaman dan strategi pengelolaan terkait tata pamong dan tata kelola, kegaitan pendidikan dan prestasi mahasiswa, pengelolaan sampah organik serta pengelolaan animal house.


Rombongan Departemen Biologi FSAD ITS diterima secara resmi oleh Ketua Departemen Biologi Tropika, Abdul Razaq Chasani, Ph.D. di Ruang Sidang KPTU. Acara dilanjutkan dengan pengantar dari Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. serta penyerahan kenang-kenangan.

Sesi diskusi dari pihak Fakultas Biologi UGM dihadiri oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan; Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni; Ketua Departemen Biologi Tropika, Abdul Razaq Chasani, Ph.D.; serta Ketua Program Sarjana Program Studi Biologi, Sukirno, Ph.D.

Dari pihak Departemen Biologi FSAD ITS, hadir Prof. Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati, S.Si., M.Si. selaku Kepala Departemen Biologi; Prof. Dr. Tutik Nurhidayati, S.Si., M.Si., selaku Sekretaris Departemen Biologi; Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku Kaprodi Program Magister Biologi; Dr. Wirdhatul Muslihatin, S.Si., M.Si. selaku Kaprodi Sarjana Biologi; Triono Bagus Saputro, S.Si., M.Biotech.Ph.D. selaku Kaprodi Program Sarjana Bioteknologi; Virianto Dermawan., S.E., selaku Kasubbag Tata Usaha; Indah Kurnia Rahma, SE selaku bendahara; Afendi Adi Hermawan, A.Md, selaku PLP Pelaksana Lanjutan Lab. Zoologi & Rekayasa Hewan; Angga Kusuma selaku THL Kebersihan serta Irnawati selaku THL Kantin dan Kebersihan.

Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan konstrukstif, ditandai dengan pertukaran informasi mengenai sumber daya manusia, kebijakan akademik, kurikulum, layanan kemahasiswaan dan strategi prestasi hingga penguatan mutu penelitian serta kolaborasi.

Sebagai bagian dari kunjungan, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung, termasuk fasilitas pengelolaan sampah organik mulai dari pemilahan sampah di kantin hingga lokasi pengolahan. Sesi ini dipandu oleh Tim Satgas Sampah Fakultas Biologi UGM, yaitu Mas Heru, Pak Danang dan Pak Nanang. Sebagian rombongan juga meninjau pengelolaan animal house yang dipandu oleh Bapak Rahadian Yudo Hartantyo, S.Si., M.Sc., selaku pengelola.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kedua instirusi, sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tertutama melalui penguatan pendidikan berkualitas (SDG 4), pengelolaan lingkungan berkelanjutan dalam ekosistem kampus (SDG 12) serta penguatan kemitraan antarlembaga (SDG 17).

Eksplorasi Fruticose Lichen di Lereng Merapi: Kolaborasi Fakultas Biologi UGM dan Taman Nasional Gunung Merapi

Rilis Berita Jumat, 21 November 2025

Lichen merupakan organisme hasil simbiosis antara dua organisme yang berbeda yaitu jamur dan alga. Lichen memiliki peran penting dalam ekosistem dan beberapa species telah dimanfaatkan oleh manusia, misalnya sebagai obat berbagai jenis penyakit, zat pewarna alami, makanan, dan lain-lain. Akan tetapi, studi mengenai lichen sangat terbatas. Oleh karena itu, sebagai bentuk implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) melaksanakan kegiatan penelitian dan eksplorasi keanekaragaman species Fruticose Lichen yang tumbuh di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.


Penelitian yang bertema “Keanekaragaman Species Fruticose Lichen di Taman Nasional Gunung Merapi. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta” dilaksanakan oleh Tim Mahasiswa MBKM Penelitian, yang beranggotakan Aghniya Faza Kencana Dewi, Naufal Irba Sahril, dan Achmad Naufal Yogasatrio yang berada di bawah bimbingan Dosen Fakultas Biologi UGM, Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. Penelitian bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman spesies Fruticose Lichen yang ada di Taman Nasional Gunung Merapi dan memberikan informasi mengenai keanekaragaman spesies Fruticose Lichen yang dapat dijumpai di Taman Nasional Gunung Merapi.

Kegiatan penelitian terbagi menjadi dua kegiatan yaitu eksplorasi keanekaragaman species dan identifikasi species di laboratorium. Eksplorasi dan penelitian di laboratorium dilaksanakan selama bulan Mei – Desember 2025. Penelitian Fruticose Lichen ini mengambil lokasi lereng selatan Gunung Merapi yaitu Resor Pakem Turi, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Lokasi eksplorasi dipilih berdasarkan potensi keberadaan Fruticose Lichen yang tumbuh di berbagai tipe habitat hutan pegunungan. Dalam pelaksanaannya, sampling dilakukan dengan metode jelajah dan dilakukan pengambilan data berupa intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban. Spesimen yang diperoleh telah diidentifikasi di Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM. Identifikasi dilakukan didasarkan atas karakter morfologi, anatomi, dan skrining kandungan kimia dengan metode Simple Spot Test, serta identifikasi molekuler.

Kegiatan penelitian ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 4: Quality Education, SDG 13: Climate Change, SDG 15: Life on Land, SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions, dan SDG 17: Partnerships for the Goals.
1…45678…223

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Penyambutan dan Pengenalan Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Periode Semester Genap 2025/2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
  • Perpustakaan Fakultas Biologi Menyapa Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi Biokurator Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • Kolaborasi Peneliti Fakultas Biologi UGM dalam Workshop eDNA untuk Deteksi Patogen Pada Perdagangan Satwa Liar
  • Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional
  • UGM–ANU Double Degree Program: Pathways to Global Academic Excellence
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY