SDG 12 : Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Yogyakarta, 26 Mei 2025 – Tim MBKM-Lit Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kunjungan lapangan ke Kebon Pasinaon. Tim MBKM-Lit yang dibimbing oleh Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. ini diikuti oleh empat mahasiswa anggota tim, yaitu Rafli Nur Muhammad Fahrezi, Jocelyn Wisely, Fadilla Nur Hidayat, dan Ghefira Nur Fatimah. Kebun Pasinaon yang terletak di Desa Sirahan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah dikelilingi dengan banyak tanaman floral sebagai sumber pakan lebah klanceng (Trigona laeviceps).
Dalam kunjungan ini, tim MBKM-Lit berfokus dalam melakukan pengambilan sampel lebah klanceng, yang terdiri dari madu lebah, polen lebah (bee-pollen), dan propolis lebah. Sampel-sampel hasil koleksi tersebut kemudian akan dianalisis lebih lanjut di Laboratorium Balai Konservasi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Sampel madu dikoleksi dengan mengambil kantung-kantung yang terdapat pada stup (sarang buatan) lebah klanceng. Kantung-kantung madu tersebut kemudian diperas dan disaring madunya. Madu selanjutnya dikumpulkan dalam wadah tertutup dan diberi label. Sampel polen diambil dengan cara mengumpulkan kantung-kantung polen yang terdapat pada stup untuk kemudian disimpan dalam wadah tertutup dan diberi label. Selayaknya sampel polen, sampel propolis dikoleksi dengan mengambil propolis yang terdapat di dalam stup untuk selanjutnya disimpan di dalam wadah tertutup dan diberi label.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan diskusi ringan bersama pengelola Kebun Pasinaon, yakni Bapak Niko. [Penulis: Rafli Nur Muhammad Fahrezi]
Yogyakarta, 14 Agustus 2028 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) memenuhi undangan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membahas perpanjangan kerja sama strategis di bidang kelautan dan perikanan. Dalam pertemuan ini, Fakultas Biologi diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., sementara pihak DKP DIY dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T., beserta jajaran.
Kedua pihak membahas langkah-langkah penguatan program konservasi, khususnya pemuliaan ikan wader pari, upaya konservasi in situ, peningkatan ketahanan ikan terhadap penyakit melalui pendekatan genetik, serta penanganan ikan invasif. DKP DIY menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi implementasi program dari kampus hingga ke masyarakat.
Prof. Bambang memaparkan sejumlah capaian, termasuk pengembangan hibrida ikan wader pari dari berbagai daerah (Purworejo, Sleman, Bantul, dan Malang) serta penelitian lapangan dan studi DNA di Sungai Baros dan wilayah Turi. Data yang diperoleh akan menjadi dasar untuk kegiatan penebaran benih tahap pertama sebanyak 10.000 ekor di dua lokasi tersebut pada akhir September atau awal Oktober 2028. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar tercapai kesepakatan lokasi konservasi yang dikoordinasikan bersama DKP.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup pengembangan perikanan tangkap dan budidaya, pengolahan hasil perikanan, konservasi kelautan dan pesisir, serta penguatan pendidikan dan kapasitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan.
Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan program berkelanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 14 (Ekosistem Laut).
Poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
2 : Tanpa Kelaparan
8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
15 : Ekosistem Daratan
17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Organisasi Riset Tenaga Nuklir – BRIN
Selasa, 29 Juli 2025 | Auditorium Gedung 720, BRIN KST B.J. Habibie, Serpong












































