SDG 14 : Ekosistem Lautan
Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI). Acara tersebut diselenggarakan pada 29-30 November 2023 di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB Bandung, yang menjadi tuan rumah pada kesempatan ini.
Rakernas ini dihadiri oleh 108 peserta dari berbagai Program Studi seperti Prodi Biologi, Pendidikan Biologi, Bioteknologi, Mikrobiologi, dan Biologi Terapan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam acara ini, selain dihadiri oleh Dekan Fakultas Biologi UGM selaku ketua KOBI, turut hadir pula perwakilan lain dari Fakultas Biologi UGM, yakni Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Kaprodi S1), Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si. (Kaprodi S2), dan Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. (Kepala Departemen Biologi Tropika).
Acara tersebut diawali dengan sambutan oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku ketua KOBI yang mana dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya peran KOBI dalam meningkatkan penjaminan mutu dan menjelaskan keberlanjutan biologi sebagai ilmu dasar yang fundamental di Indonesia. Selanjutnya acara dibuka oleh Dekan SITH ITB, Dr. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D.
Rakernas KOBI ini berlangsung selama dua hari, dimana di hari pertama berfokus pada lima topik materi dan workshop yang dipandu oleh narasumber berkompeten. Pada hari kedua, kegiatan utama melibatkan workshop dan menjadi puncak acara Rakernas KOBI.
Berbagai materi dibahas selama acara ini, mulai dari penguatan rumpun MIPA Biologi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik dalam perumusan Undang-Undang di Lembaga legislatif, hingga ilustrasi botani dalam aktivitas ilmiah. Selain itu, ada pula pemaparan materi berupa Pembelajaran Biologi di tingkat SMA serta Program Guru yang diimplementasikan melalui dosen mengajar di SMA.
Salah satu sesi penting dalam serangkaian acara ini adalah materi keempat yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., dengan topik SKKNI Kurator Hayati. Pada sesi ini membahas mengenai SKKNI Jabatan Kerja Kurator Koleksi Herbarium/Hewan/Mikroorganisme diharapkan dapat membantu proses manajemen sumber daya manusia di instansi pemerintah maupun non pemerintah dalam upaya memastikan SDM yang ada memiliki kompetensi sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi terakhir mengenai Pembaruan Database Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) melalui Kegiatan Mahasiswa Kurator Data Hayati (MKDH) Tahun 2024 yang disampaikan oleh Oki Hadian Hadadi, M.Sc. dari WWF Indonesia.
Hari pertama Rakernas selanjutnya ditutup dengan Workshop Pengembangan dan Pengisian Template Kurikulum OBE dan MBKM dengan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dr. Indra Wibowo, M.Sc., dan Dr. Rodiyati Azrianingsih, M.Sc sebagai narasumber. Workshop ini membantu peserta menganalisis kurikulum OBE untuk masing-masing program studi.
Selanjutnya, hari kedua diisi dengan Workshop Pengisian Borang Akreditasi Lamsama yang sekaligus menjadi puncak acara yang ditunggu bagi para peserta yang mengelola program studinya masing-masing. Workshop ini disampaikan oleh Prof. Dr. Tati Suryati Syamsudin, M.S., DEA., dan Prof. Dr. Diah Rachmawati, M.Si sebagai narasumber.
Rakernas KOBI ini bukan hanya menjadi forum pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menegaskan komitmen KOBI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama peningkatan pendidikan inklusif (SDG 4) melalui kolaborasi yang berkelanjutan (SDG 17). Dengan demikian, Rakernas KOBI diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar anggota dan mendukung keanekaragaman hayati Indonesia untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Tim Mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM angkatan 2022 Nur Farah Susilowati bersama satu rekannya yaitu Iqlima Safitri berhasil memperoleh juara 2 pada Science Writing Competition Tingkat Perguruan Tinggi Gebyar Ilmiah Science (GIS) 11th Version Tingkat Nasional yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Lomba ini dilaksanakan secara langsung (Luring) di Universitas Negeri Surabaya dengan presentasi tahap final pada 15 Oktober 2023. Pada kompetisi ini, Farah dan Iqlima menyusun karya tulis ilmiah berjudul membahas suh-tema Etnosains dengan judul “Kearifan Lokal Sarana Aksi: Adaptasi Adat Mane’e dan Eha di Sulawesi Utara untuk Mengurangi Eksploitasi Sumber Daya Alam Laut”.
Penulisan karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ekosistem perairan terutama laut, banyak mengalami eksploitasi berlebih dan tidak ramah lingkungan. Eksploitasi ini bisa mengakibatkan rusaknya habitat dan mendukung punahnya spesies. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan menganalisis penggunaan tradisi Eha dan Mane’e dalam penanganan eksploitasi di Sulawesi Selatan guna diadaptasi dalam sistem penangkapan ikan nelayan lainnya dan menjadikan tradisi Eha dan Mane’e sebagai instrumen yang efektif untuk diadaptasikan terhadap teknologi tangkap ikan modern dengan penanganan eksploitasi, mengintegrasikan pengetahuan tradisional dan kebijakan modern serta pendekatan yang berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, sehingga dapat membantu menjaga lingkungan alam dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan metode pendekatan kajian literatur atau kepustakaan. Metode yang dipakai akan menjelaskan topik dan permasalahan secara analisis studi kasus deskriptif. Bahwasanya ada Mane’e dan Eha sangat menjunjung tinggi larangan-larangan eksploitasi dengan memperhitungkan masa panen, serta penggunaan alat tangkap ikan yang sederhana atau disebut dengan Sam’mi. Dengan demikian, melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan adat Mane’e dan Eha bukan hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Karena itu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya penting untuk memastikan implementasi yang efektif dan berkelanjutan dari pemanfaatan adat ini dalam menunjang mutu dan hasil sumber daya alam. [Penulis: Nur Farah Susilowati, Iqlima Safitri]
Yogyakarta, 27 Oktober 2023 – The 8th International Conference of Biological Science (ICBS) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali digelar secara hybrid setelah perhelatan sukses sebelumnya di tahun 2021. Mengusung tema “Leveraging Biodiversity to Support Green Economy and Climate Resilience”, ICBS diselenggarakan dengan bekerja sama dengan Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) selama dua hari, 27 dan 28 Oktober 2023, bertempat di Grand Ballroom Hotel Eastparc Yogyakarta. Konferensi ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Biologi UGM dalam kontribusinya untuk tujuan Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDGs).
Konferensi dua tahunan tersebut diawali dengan pertunjukan tari tradisional “Tari Lintang Kemukus” yang dibawakan oleh lima mahasiswi dari Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM. Tari Lintang Kemukus merupakan tari tradisional asal Banyuwangi, Jawa Timur yang mengekspresikan pesona perempuan yang terpancar dari kecantikan jiwanya serta tidak rentan lapuk dan sirna oleh perubahan zaman.
“ICBS pada tahun ini mengangkat 7 topik dan menerima lebih dari 150 artikel dari USA, India, Australia, Mexico, Malaysia, dan Indonesia yang dipresentasikan secara luring maupun daring,” ungkap Dr. Miftahul Ilmi, M.Si., Ketua Panitia The 8th International Conference of Biological Science dalam pidatonya Jum’at (27/10). Topik yang diangkat tersebut diantaranya biosistematik, biologi fungsional, biomedical, bioinformatika, genetika, bio-nanoteknologi hingga bioengineering. Dr. Ilmi juga menyampaikan artikel yang terpilih akan dipublikasikan dengan prosiding dan jurnal mitra diantaranya BIO Web of Conferences, Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), dan Indonesian Journal of Biotechnology (IJBioTech) yang telah terindeks Scopus dan Directory of Open Access Journals (DOAJ).
Prof. Dr. Mirwan Ushada, STP., M.App.Life.Sc., Direktur Penelitian UGM turut hadir dalam pembukaan ICBS 2023. Beliau menyampaikan urgensi pelestarian biodiversitas dan bagaimana kaitannya erat dengan ketahanan pangan hingga dunia medis. Dalam pidatonya, Prof. Mirwan juga mengungkapkan kontribusi teknologi dalam perkembangan sains melalui Artificial Intellegence (AI). Beliau berharap melalui konferensi ini dapat menjadi wadah berkumpul dan berbagi ilmu serta ide untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
“Konferensi ini bertujuan untuk menjadi tempat berkumpul saintis, pembuatan kebijakan dan akademisi dalam berbagai informasi dan pengalaman dalam perwujudan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan terutama pemahaman pelestarian biodiversitas dan ketahanan dari perubahan iklim di masa kini,” Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, selanjutnya memberikan pidato sambutannya untuk ICBS 2023.
“Melalui konferensi ini, kami harap bisa menggali lebih dalam bagaimana pemanfaatan biodiversitas untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan serta membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. Kami juga mengharapkan seluruh peserta dapat berkontribusi dalam diskusi, kolaborasi dan berbagi wawasan dalam pemahaman terkait pelestarian dan pemanfaatan biodiversitas,” tutur Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dalam pidatonya. Bersama dengan Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Prof. Mirwan, dan Dr. Eko selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Budi membuka konferensi tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali.
Keynote speaker pada The 8th International Conference of Biological Science kali ini dibawakan oleh Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Prof. Satyawan menyampaikan bagaimana manusia berkontribusi secara signifikan terhadap kondisi iklim bumi dan perubahan iklim antropogenik turut mempengaruhi struktur dan fungsi ekosistem yang secara tidak langsung menyebabkan penurunan kesejahteraan manusia. Beliau menyoroti pentingnya penetapan Kawasan konservasi dan perlindungan lahan serta pengelolaan biodiversitas sebagai langkah penting menangani perubahan iklim.
Assoc. Prof. Ts. Dr. Muhammad Abdul Latiff dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, turut diundang untuk menjadi pembicara pada ICBS kali ini. Beliau memaparkan presentasi bertajuk “Primate-Based Tourism: Fostering Biodiversity Conservation and Empowering local Communities through Green Economy”. Beliau menyoroti pentingkan sinergi antara primate-based tourism dengan community-based conservation (CBC) yang menjadi Upaya dalam peningkatan konservasi sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal untuk Pembangunan berkelanjutan.
Keynote speaker selanjutnya yaitu Assoc. Prof. Dr. Michael Sauer, Head of Department of Biotechnology OMV AG dari University of Natural Resource and Life Science, BOKU, Austria. Dr. Michael mempresentasikan terkait kultur mikrobia untuk produksi bahan kimia berkelanjutan. Dr. Michael menyoroti keterbatasan produksi bahan bakan dan bahan kimia karena keterbatasan sumber daya dan perubahan iklim. Proses fermentasi mikroba yang mengubah biomassa tumbuhan dan limbah sebagai sumber produksi bahan kimia.
The 8th International Conference of Biological Science diharapkan menjadi wadah komunikasi dan berbagi bagi para peneliti untuk berkolaborasi dan berinovasi untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis biodiversitas. Hal tersebut selaras dengan konstribusi untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang inklusif (SDG 4) khususnya dalam pengembangan pelestasian biodiversitas hayati (SDG 14 dan 15) dan penanganan perubahan iklim (SDG 13) melalui kemitraan yang berkelanjutan (SDG 17).
Yogyakarta – Dosen Fakultas Biologi UGM dari Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Akbar Reza, M.Sc berhasil menyelesaikan Program ESA-QUBES Mentoring Network 2023, sebuah program mentoring selama kurang lebih 4 bulan untuk dosen dan peneliti di bidang Biologi Tropika khususnya Ekologi Tropika. Program ini didanai oleh National Science Foundation (NSF) US, dengan Penanggungjawab utama yaitu Iowa State University dan University of Michigan, bekerjasama dengan Ecological Society of America (ESA) dan Quantitative Undergraduate Biology Education and Synthesis (QUBES)
Pada ESA-QUBES Mentoring Network 2023 yang diikuti oleh 12 peserta dari beberapa negara diantaranya US, Brazil, Costa Rica, Puerto Rico, India, Nepal, Ghana, peserta mendapat tantangan utama yaitu menyusun kurikulum kelas Ekologi yang disesuaikan dengan ESA, serta memperkaya kelas dengan mengaplikasikan sebuah modul studi kasus atau disebut OCELOTS (Online Content for Experiential Learning of Tropical Systems) melalui platform interaktif https://www.learngala.com, termasuk memodifikasinya dengan konteks lokal. Pada kesempatan ini, studi kasus OCELOTS yang diangkat oleh Sdr. Akbar Reza berjudul Restoring tropical forests – Is planting clusters of trees a cost-effective and ecologically-sound strategy to restore tropical forest? https://www.learngala.com/cases/restoring-tropical-forests/. Tujuan utama OCELOTS dalam program mentoring ini adalah mentransformasi hasil penelitian di bidang Biologi Tropika menjadi studi kasus yang lebih mudah dicerna dan diaplikasikan secara interaktif dan inovatif di kelas, serta bersifat terbuka sehingga dapat diakses oleh siapapun secara gratis. Lebih lanjut, aplikasi modul studi kasus di kelas juga diharapkan memperluas perspektif budaya dan geografis, serta meningkatkan penalaran dan keterampilan kuantitatif.
Lebih lanjut, peserta mentoring juga ditantang untuk menyusun rencana pendekatan pengajaran dan pedagogi, pertemuan dengan mentor dan peserta lain setiap 2 pekan untuk diskusi dan saling memberikan masukan terkait rencana implementasi, sharing pengalaman mengajar dan modul pengajaran, diakhiri rencana publikasi modul pengajaran dan kolaborasi sesama peserta. Peserta yang telah menyelesaikan segala tugas dan target implementasi selanjutnya berhak memperoleh sertifikat Education Scholar, stipend, serta didorong menjadi mentor bagi peserta berikutnya, termasuk mengembangkan modul studi kasus melalui program Inkubator.
Pada kesempatan ini, studi kasus dan metode pembelajaran yang dimentor selama proses Mentoring Network diimplementasikan pada proses pembelajaran di kelas Ekologi untuk International Undergraduate Program (IUP). Partisipasi Fakultas Biologi dalam kegiatan ini menandai komitmen yang kuat staff Fakultas Biologi dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang Biologi Tropika sekaligus mendukung pencapaian SDGs. Diharapkan bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dalam program ini akan memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya melestarikan ekosistem tropika di masa kini dan mendatang.
Publikasi kegiatan mentoring dapat diakses pada tautan berikut https://qubeshub.org/community/groups/ocelots/publications?id=4402&v=1&tab_active=about dan informasi terkait pendaftaran dan seleksi program mentoring dapat diakses di tautan berikut https://qubeshub.org/community/fmns#new
Small Group Discussion (SGD) merupakan forum kepemanduan berisi pematerian mengenai keorganisasian serta keilmuan yang meliputi 5 objek Kelas Keilmuan. Kegiatan ini wajib diikuti oleh anggota muda KSK Biogama, sebagai salah satu sarana untuk memenuhi Standar Mutu Kader (SMK) Anggota Muda KSK Biogama. Rangkaian SGD sendiri terdiri dari SG-SGD pada tanggal 9 Maret 2023, Ke-KSK-an, Organisasi, serta Penulisan Kraya Ilmiah dan Kelas Keilmuan yang berisi Pematerian, Diskusi Jurnal, serta Ujian Blok pada tanggal 11 Maret – 1 September 2023, dan SGD Lapangan serta Eksplorasi pada tanggal 8 – 10 September 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Anggota Muda DXXIII terhadap KSK serta 5 Kelas Keilmuan yang terdiri dari Kelas Keilmuan Algae, Crustacea, Echinodermata, Mollusca, dan Pisces.
Kegiatan SG-SGD dilakukan secara online pada pukul 19.00 WIB. SG-SGD (Stadium Generale) berisi pemaparan mengenai Alur Kaderisasi KSK Biogama, SMK Anggota Muda, Pengertian, Alur Rangkaian, Mekanisme, Atribut, Kurikulum, dan Diskusi Jurnal pada SGD oleh Anggota PSDM. Pada kegiatan ini, para Anggota Muda DXXIII juga terbagi ke dalam 4 kelompok yaitu Eldoris, Jaladri, Ondina, dan Meredith. Para Anggota Muda akan didampingi oleh salah satu pemandu dari Anggota Madya untuk membimbing mereka selama rangkaian SGD berlangsung. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan dokumentasi.
Rangkaian selanjutnya yaitu materi Ke-KSK-an, Organisasi, dan Penulisan Karya Ilmiah yang dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Maret 2023. Pemateri untuk kegiatan ini berasal dari Ketua dan Anggota Pilar Kabinet Sagara Arutala. Kegiatan berlangsung secara kondusif dan lancar hingga akhir pematerian selesai. Kemudian, rangkaian materi dari kelas keilmuan dimulai. Pelaksanaan Kelas Keilmuan Algae (18 – 21 Maret 2023), Mollusca (6 – 10 April 2023), Crustacea (27 – 31 Mei 2023), Echinodermata (13 – 18 Agustus 2023), dan Pisces (25 Agustus – 1 September 2023) berjalan dengan lancar dimana setiap Kelas Keilmuan diadakan diskusi jurnal pada hari yang sama dengan pematerian serta Ujian Blok secara serentak untuk Anggota Muda DXXIII pada hari terakhir pematerian.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian pematerian, Anggota Muda DXXIII mengikuti SGD Lapangan dan Eksplorasi pada tanggal 8 – 10 September di Pantai Nglolang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kegiatan ini didampingi oleh para Anggota Ahli dan Madya. Anggota Muda diberikan arahan untuk pengambilan data, perhitungan, dan penyusunan hasil. Hasil dari kegiatan ini akan dibuat poster yang akan dipresentasikan saat Upgrading Muda. Kegiatan SGD Lapangan dan Eksplorasi berjalan dengan lancar hingga Anggota KSK Biogama kembali ke Fakultas Biologi UGM. [Penulis: KSK]
Eksplorasi dan Small Group Discussion Lapangan merupakan salah satu program kerja Koordinator Keilmuan Kelompok Studi Kelautan Biologi, Universitas Gadjah Mada (KSK Biogama). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan Anggota Muda dalam melakukan sampling dan preservasi biota laut, serta untuk melakukan monitoring biodiversitas pantai di Gunungkidul, khususnya Pantai Porok. Selain itu, Eksplorasi dan SGD Lapangan ini juga sebagai momentum pertama bagi Anggota Muda dalam melakukan pengambilan data keanekaragaman biota laut, meliputi makroalga, krustasea, moluska, Echinodermata, dan berbagai jenis ikan.
Eksplorasi dan SGD Lapangan dilaksanakan pada Jumat hingga Minggu, 8-10 September 2023 dengan peserta berasal dari Anggota Muda, Anggota Madya, dan Anggota Ahli KSK Biogama. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Porok sebagai pantai kajian, serta Pantai Nglolang, Gunungkidul. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari lima rangkaian kegiatan utama, meliputi sampling di Pantai Porok, pematerian dan praktik preservasi dan identifikasi biota laut, konsultasi hasil sampling berikut analisis datanya, malam pentas seni, serta presentasi hasil Eksplorasi dan SGD Lapangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberangkatan pada sore hari tanggal 8 September 2023 yang didampingi oleh pembina KSK Biogama, Bapak Abdul Razaq Chasani, Ph.D. Sampling di Pantai Porok dilakukan pada hari kedua, tanggal 9 September 2023. Anggota Muda dibagi ke dalam lima kelompok sesuai dengan jumlah Kelas Keilmuan yang ada di KSK, yaitu kelompok Algae, Mollusca, Crustacea, Echinodermata, dan Pisces. Pada saat pelaksanaan sampling, Anggota Muda dipandu oleh Anggota Ahli. Adapun biota laut yang didapatkan oleh Kelompok Algae terdiri dari makroalga Ulva lactuca, Caulerpa racemosa, Chaetomorpha crassa, Palmaria palmata, Gracilaria canaliculata, Sargassum crassifolium, Sargassum cristaefolium, dan lima spesies makroalga lainnya. Kelompok Mollusca memperoleh Dendrodoris sp., Thais tuberosa, Tylothais virgata, dan empat spesies moluska lainnya. Kelompok Crustacea berhasil mendapatkan Tiarinia cornigera, Calcinus hazletti, Portunus pubescens, dan spesies lainnya. Kelompok Echinodermata mendapatkan Stomopneustes variolaris, Echinometra mathaei, Heterocentrotus trigonarius, dan dua spesies lainnya, sedangkan Kelompok Pisces menemukan satu spesies ikan, yaitu Blenniella gibbifrons.
Kegiatan pasca sampling adalah Anggota Muda mengikuti pematerian terkait praktik identifikasi dan preservasi biota laut yang telah diperoleh saat sampling. Pematerian dilaksanakan di Pantai Nglolang dengan pemateri oleh Anggota Madya di masing-masing pos Kelas Keilmuan. Setelah selesai mengikuti pematerian tersebut, Anggota Muda juga mengikuti sesi konsultasi bersama Anggota Ahli membahas mengenai hasil sampling berikut dengan penyusunan output Eksplorasi dan SGD Lapangan. Hasil akhir dari sampling tersebut didokumentasikan dalam bentuk poster ilmiah dan dipresentasikan pada saat Upgrading Anggota Muda pada tanggal 16 September 2023. Selain itu, hasil sampling juga didokumentasikan dalam bentuk marine biodiversity checklist (MBC) sebagai data monitoring keanekaragaman biota laut di Pantai Porok. [Penulis: KSK]






























































