KSK Mengajar untuk Menambah Wawasan Kelautan Anak-Anak di Desa Pengkol, Gunungkidul

Program KSK Mengajar merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh anggota Kelompok Studi Kelautan (KSK) Fakultas Biologi UGM. Program kerja ini merupakan program yang diselenggarakan dibawah divisi operasional KSK. Pada program ini KSK melakukan kerja sama dengan salah satu desa di daerah Gunungkidul. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 22 Oktober 2023 di Balai Desa Pengkol, Nglipar, Gunung kidul. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat khususnya anak-anak tentang kelautan meliputi, biota laut, upaya menjaga kelestarian dan kebersihan laut, serta keselamatan saat berada di pantai. Selain itu, dilaksanakannya kegiatan ini menjadi salah satu ajang untuk memperkenalkan Kelompok Studi Kelautan kepada masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri oleh 19 anggota KSK dan 40 anak-anak Desa Pengkol dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Desa Pengkol yaitu Bapak Agus Sunarjo yang menyampaikan bahwa sebagai warga Gunungkidul yang tidak terlalu jauh dengan pesisir pantai belum banyak mendapatkan informasi mengenai kelautan khususnya kepada anak-anak. Sehingga kami sebagai anggota KSK berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lau sehingga dapat melakukan praktik tersebut dengan aktif secara berkelanjutan.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan sesi tebak-tebakan untuk mengetahui pemahaman anak-anak terhadap materi yang telah disampaikan. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan fun games yaitu sesi pembuatan gelang dari manik-manik yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas serta media pembelajaran dengan konsep interaktif. Hasil kerajinan yang berhasil dibuat dapat dibawa pulang oleh anak-anak sebagai kenang-kenangan. Kegiatan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa plakat kepada Bu Dewi selaku perwakilan perangkat desa serta dilakukan sesi dokumentasi bersama dengan para peserta. [Penulis: KSK]

Fakultas Biologi UGM bersama KOBI mengikuti FGD Instrumen Implementasi Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 untuk Program Studi Doktor dengan Majelis Akreditasi LAMSAMA

Fakultas Biologi UGM bersama dengan KOBI (Konsorsium Biologi Indonesia) mengikuti FGD Instrumen Implementasi Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 dengan Majelis Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam Dan Ilmu Formal (LAMSAMA). Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Ciputra Jakarta dari tanggal 7 Desember 2023 hingga 8 Desember 2023 bertujuan untuk membahas Implementasi Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 terutama untuk akreditasi program studi Doktor. Untuk acara FGD ini LAMSAMA mengundang Konsorsium Biologi Indonesia, Himpunan Kimia Indonesia, Physics Society Indonesia, Indo MS, Himpunan Astronomi Indonesia, Himpunan Ahli Geofisika Indonesia dan MIPA Net. Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr. Sc., selaku Ketua KOBI menugaskan dosen Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng dan Zuliyati Rohmah, M.Si., Ph.D.Eng. Kegiatan ini selaras dengan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif (SDGs 4) dan peningkatan kerja sama yang baik (SDGs 17) untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.


Acara dibuka oleh Direktur Dewan Eksekutif LAMSAMA, Prof. Dr.-Ing. Drs. Ir. Mitra Djamal, IPU dan dilanjutkan dengan penyamaan persepsi mengenai Implementasi Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D. Pada hari kedua disampaikan mengenai Implementasi Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 untuk Akreditasi Program Studi Doktor oleh Prof. Dr. L. Hartanto, M.Si dan Setyo Pertiwi, Dr. Ir. M.Agr. dalam dua sesi yang setiap sesinya diakhiri dengan diskusi. Peserta mendapatkan pemahaman dan penjelasan mendetail mengenai proses akreditasi Program Studi Doktor yang sesuai dengan Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023.

Acara dilanjutkan dengan pembahasan mengenai instrumen automasi akreditasi oleh Prof. Dr. Muktiningsih, M.Sc. dan pembahasan mengenai suplemen automasi akreditasi oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D.. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023 Pasal 81 dijelasakan bahwa status akreditasi dari BAN-PT dan LAM diperpanjang melalui mekanisme automasi. Mekanisme automasi merupakan mekanisme Akreditasi ulang tanpa asesmen oleh asesor dengan cara memantau dan mengevaluasi mutu program studi dan perguruan tinggi berdasarkan data dan informasi pada PD Dikti. Pada sesi ini peserta berdiskusi dan bertukar informasi mengenai automasi akreditasi sehingga memahami hal-hal yang harus disiapkan untuk proses automasi akreditasi. Kegiatan FGD ini diharapkan memberikan pemahaman mengenai implementasi Permendikbud Ristek No 53 Tahun 2023 sehingga mampu meningkatkan kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Dekan Fakultas Biologi UGM Menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KOBI di ITB Bandung

Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI). Acara tersebut diselenggarakan pada 29-30 November 2023 di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB Bandung, yang menjadi tuan rumah pada kesempatan ini.



Rakernas ini dihadiri oleh 108 peserta dari berbagai Program Studi seperti Prodi Biologi, Pendidikan Biologi, Bioteknologi, Mikrobiologi, dan Biologi Terapan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam acara ini, selain dihadiri oleh Dekan Fakultas Biologi UGM selaku ketua KOBI, turut hadir pula perwakilan lain dari Fakultas Biologi UGM, yakni Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Kaprodi S1), Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si. (Kaprodi S2), dan Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. (Kepala Departemen Biologi Tropika).

Acara tersebut diawali dengan sambutan oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku ketua KOBI yang mana dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya peran KOBI dalam meningkatkan penjaminan mutu dan menjelaskan keberlanjutan biologi sebagai ilmu dasar yang fundamental di Indonesia. Selanjutnya acara dibuka oleh Dekan SITH ITB, Dr. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D.

Rakernas KOBI ini berlangsung selama dua hari, dimana di hari pertama berfokus pada lima topik materi dan workshop yang dipandu oleh narasumber berkompeten. Pada hari kedua, kegiatan utama melibatkan workshop dan menjadi puncak acara Rakernas KOBI.

Berbagai materi dibahas selama acara ini, mulai dari penguatan rumpun MIPA Biologi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik dalam perumusan Undang-Undang di Lembaga legislatif, hingga ilustrasi botani dalam aktivitas ilmiah. Selain itu, ada pula pemaparan materi berupa Pembelajaran Biologi di tingkat SMA serta Program Guru yang diimplementasikan melalui dosen mengajar di SMA.

Salah satu sesi penting dalam serangkaian acara ini adalah materi keempat yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., dengan topik SKKNI Kurator Hayati. Pada sesi ini membahas mengenai SKKNI Jabatan Kerja Kurator Koleksi Herbarium/Hewan/Mikroorganisme diharapkan dapat membantu proses manajemen sumber daya manusia di instansi pemerintah maupun non pemerintah dalam upaya memastikan SDM yang ada memiliki kompetensi sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi terakhir mengenai Pembaruan Database Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) melalui Kegiatan Mahasiswa Kurator Data Hayati (MKDH) Tahun 2024 yang disampaikan oleh Oki Hadian Hadadi, M.Sc. dari WWF Indonesia.

Hari pertama Rakernas selanjutnya ditutup dengan Workshop Pengembangan dan Pengisian Template Kurikulum OBE dan MBKM dengan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dr. Indra Wibowo, M.Sc., dan Dr. Rodiyati Azrianingsih, M.Sc sebagai narasumber. Workshop ini membantu peserta menganalisis kurikulum OBE untuk masing-masing program studi.

Selanjutnya, hari kedua diisi dengan Workshop Pengisian Borang Akreditasi Lamsama yang sekaligus menjadi puncak acara yang ditunggu bagi para peserta yang mengelola program studinya masing-masing. Workshop ini disampaikan oleh Prof. Dr. Tati Suryati Syamsudin, M.S., DEA., dan Prof. Dr. Diah Rachmawati, M.Si sebagai narasumber.

Rakernas KOBI ini bukan hanya menjadi forum pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menegaskan komitmen KOBI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama peningkatan pendidikan inklusif (SDG 4) melalui kolaborasi yang berkelanjutan (SDG 17). Dengan demikian, Rakernas KOBI diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar anggota dan mendukung keanekaragaman hayati Indonesia untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa Biologi UGM Raih Juara 2 Lomba Science Writing Competition Gebyar Ilmiah Science (GIS) 11th Version 2023 di Universitas Negeri Surabaya

Tim Mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM angkatan 2022 Nur Farah Susilowati bersama satu rekannya yaitu Iqlima Safitri berhasil memperoleh juara 2 pada Science Writing Competition Tingkat Perguruan Tinggi Gebyar Ilmiah Science (GIS) 11th Version Tingkat Nasional yang diselenggarakan Fakultas  Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Lomba ini dilaksanakan secara langsung (Luring) di Universitas Negeri Surabaya dengan presentasi tahap final pada 15 Oktober 2023. Pada kompetisi ini, Farah dan Iqlima menyusun karya tulis ilmiah berjudul membahas suh-tema Etnosains dengan judul “Kearifan Lokal Sarana Aksi:  Adaptasi Adat Mane’e dan Eha di Sulawesi Utara untuk Mengurangi Eksploitasi Sumber Daya Alam Laut”.

Penulisan karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ekosistem perairan terutama laut, banyak mengalami eksploitasi berlebih dan tidak ramah lingkungan. Eksploitasi ini bisa mengakibatkan rusaknya habitat dan mendukung punahnya spesies. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan menganalisis penggunaan tradisi Eha dan Mane’e dalam penanganan eksploitasi di Sulawesi Selatan guna diadaptasi dalam sistem penangkapan ikan nelayan lainnya dan menjadikan tradisi Eha dan Mane’e sebagai instrumen yang efektif untuk diadaptasikan terhadap teknologi tangkap ikan modern dengan penanganan eksploitasi, mengintegrasikan pengetahuan tradisional dan kebijakan modern serta pendekatan yang berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, sehingga dapat membantu menjaga lingkungan alam dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan metode pendekatan kajian literatur atau kepustakaan. Metode yang dipakai akan menjelaskan topik dan permasalahan secara analisis studi kasus deskriptif. Bahwasanya ada Mane’e dan Eha sangat menjunjung tinggi larangan-larangan eksploitasi dengan memperhitungkan masa panen, serta penggunaan alat tangkap ikan yang sederhana atau disebut dengan Sam’mi. Dengan demikian, melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan adat Mane’e dan Eha bukan hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Karena itu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya penting untuk memastikan implementasi yang efektif dan berkelanjutan dari pemanfaatan adat ini dalam menunjang mutu dan hasil sumber daya alam. [Penulis: Nur Farah Susilowati, Iqlima Safitri]

Usung Potensi Agrowisata dengan Sistem Pendidikan Terpadu, Dosen Fakultas Biologi UGM Sabet Prestasi Outstanding Flagship Project dalam RCE Awards 2023

Angkat ide bertajuk “Smart Integrated Education System of Agrotourism Community Services”, dosen Fakultas Biologi UGM, Ganies Riza Aristya, Ph.D., berhasil menyabet penghargaan Outstanding Flagship Project dalam RCE Awards for Innovative Projects on Education for Sustainable Development (ESD) 2023. RCE Awards merupakan penghargaan yang mengapresiasi program dan proyek yang berfokus pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Kontribusi ini sebagai wujud nyata dalam mengatasi tantangan pembangunan berkelanjutan di daerah. Program yang direkognisi adalah program yang melibatkan transformasi pengajaran dan penelitian serta menunjukkan kontribusi aktif masyarakat, hingga keterlibatan mitra maupun pemangku kepentingan terkait.


Berfokus pada pembangunan Desa Sendangsari dan Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo, Ganies dan Tim KKN UGM yang ia bina menyoroti potensi agrikultur kedua desa tersebut dalam membangun Desa Wisata berbasis pertanian berkelanjutan. Potensi tersebut sekaligus tantangan, dimana produk lokal yang potensial, secara kualitas dan kuantitas, mengalami penurunan usai pandemi COVID-19 lalu. Dukungan teknologi dan pendidikan hingga pengembangan produk UMKM menjadi sorotan dalam pengembangan desa yang masyarakatnya masih bergantung pada sektor pertanian tersebut. Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDGs) dalam peningkatan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi masyarakat (SDG 8). Ganies turut menyoroti keterlibatan Kelompok Wanita Tani yang berperan aktif dalam pengolahan dan pengelolaan hasil tani, mendukung kesetaraan gender dalam pembangunan ekonomi desa (SDG 5).

Agrowisata merupakan konsep yang menggabungkan aktivitas pertanian dengan pariwisata yang ramah lingkungan dan turut berkontribusi dalam ekonomi komunitas lokal di dalamnya. Smart Integrated Education System atau Sistem Pendidikan Cerdas Terpadu, oleh Ganies diaplikasikan dalam pengembangan agrowisata, berupaya untuk mengangkat potensi masyarakat lokal melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan (SDG 4), keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan, hingga penggunaan teknologi yang inovatif. Di samping itu, konsep tersebut turut mendukung kesadaran terhadap konservasi dan pelestarian lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan, baik untuk masyarakat setempat maupun wisatawan (SDG 14 dan 15).

Ide ini diharapkan dapat mewujudkan sektor agrowisata yang berkelanjutan, meningkatkan kesadaran pelestarian lingkingan sekaligus mempromosikan budaya setempat dan memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat setempat.

The 8th International Conference of Biological Science Hari Kedua, Bahas Kontribusi Etnobotani dalam Pembangunan Berkelanjutan

Yogyakarta, 28 Oktober 2023 – Hari kedua pelaksanaan The 8th International Conference of Biological Science (ICBS) 2023 digelar, bertempat di Grand Ballroom Hotel Eastparc Yogyakarta. Sebelumnya, ICBS telah sukses dibuka dan menerima 150 artikel dari USA, India, Australia, Mexico, Malaysia, dan Indonesia, serta mengangkat 7 topik diantaranya biosistematik, biologi fungsional, biomedical, bioinformatika, genetika, bio-nanoteknologi hingga bioengineering.
Sesi pleno pada hari kedua ICBS diisi oleh Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. dari Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM. Prof. Ratna mempresentasikan materi dengan tajuk “Contribution of Ethnobotanical Research in Supporting The Green Economy and Sustainable Development Goals in Indonesia”. Prof. Ratna menyoroti Indonesia dengan diversitas tumbuhan yang tinggi serta keragaman suku, geografis, hingga budaya menjadikan Indonesia memiliki kontribusi lebih dalam green economy melalui etnobotani. Penelitian entobolati berkrobusi dalam mengungkap praktik pemanfaatan sumber daya tanpa eksploitasi berlebihan serta memberikan manfaat yang lebih pada sosial ekonomi.

 

Penganugerahan Best Presenter dan Best Poster diberikan seusai semua sesi pararel dan voting poster berlangsung. Best presenter diberikan kepada 5 perwakilan presenter terbaik dari masing-masing ruang pararel. Penghargaan diberikan langsung oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM.

 

Di akhir konferensi, Dr. Eko turut memberikan pidato penutup sekaligus menutup The 8th International Conference of Biological Science (ICBS) 2023. “Harapan kami bahwa wawasan dan pengetahuan yang diperoleh selama ICBS ini dapat menjadi katalisator perubahan positif,” tutur Dr. Eko dalam pidatonya, Sabtu (28/10). Dr. Eko juga mengajak para partisipan untuk turut berkomitmen dalam menjaga keanekaragaman hayati dalam dukungan terhadap green economy dan ketahanan iklim, sesuai dengan tujuan yang diusung ICBS pada tahun ini.

 

The 8th International Conference of Biological Science diharapkan menjadi wadah komunikasi dan berbagi bagi para peneliti untuk berkolaborasi dan berinovasi untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis biodiversitas. Hal tersebut selaras dengan konstribusi untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang inklusif (SDG 4) khususnya dalam pengembangan pelestasian biodiversitas hayati (SDG 14 dan 15) dan penanganan perubahan iklim (SDG 13) melalui kemitraan yang berkelanjutan (SDG 17).

The 8th International Conference of Biological Science (ICBS) Soroti Kontribusi dalam Biodiversitas dan Penanganan Perubahan Iklim

Yogyakarta, 27 Oktober 2023 – The 8th International Conference of Biological Science (ICBS) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali digelar secara hybrid setelah perhelatan sukses sebelumnya di tahun 2021. Mengusung tema “Leveraging Biodiversity to Support Green Economy and Climate Resilience”, ICBS diselenggarakan dengan bekerja sama dengan Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) selama dua hari, 27 dan 28 Oktober 2023, bertempat di Grand Ballroom Hotel Eastparc Yogyakarta. Konferensi ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Biologi UGM dalam kontribusinya untuk tujuan Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDGs).

Konferensi dua tahunan tersebut diawali dengan pertunjukan tari tradisional “Tari Lintang Kemukus” yang dibawakan oleh lima mahasiswi dari Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM. Tari Lintang Kemukus merupakan tari tradisional asal Banyuwangi, Jawa Timur yang mengekspresikan pesona perempuan yang terpancar dari kecantikan jiwanya serta tidak rentan lapuk dan sirna oleh perubahan zaman.

“ICBS pada tahun ini mengangkat 7 topik dan menerima lebih dari 150 artikel dari USA, India, Australia, Mexico, Malaysia, dan Indonesia yang dipresentasikan secara luring maupun daring,” ungkap Dr. Miftahul Ilmi, M.Si., Ketua Panitia The 8th International Conference of Biological Science dalam pidatonya Jum’at (27/10). Topik yang diangkat tersebut diantaranya biosistematik, biologi fungsional, biomedical, bioinformatika, genetika, bio-nanoteknologi hingga bioengineering. Dr. Ilmi juga menyampaikan artikel yang terpilih akan dipublikasikan dengan prosiding dan jurnal mitra diantaranya BIO Web of Conferences, Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), dan Indonesian Journal of Biotechnology (IJBioTech) yang telah terindeks Scopus dan Directory of Open Access Journals (DOAJ).

Prof. Dr. Mirwan Ushada, STP., M.App.Life.Sc., Direktur Penelitian UGM turut hadir dalam pembukaan ICBS 2023. Beliau menyampaikan urgensi pelestarian biodiversitas dan bagaimana kaitannya erat dengan ketahanan pangan hingga dunia medis. Dalam pidatonya, Prof. Mirwan juga mengungkapkan kontribusi teknologi dalam perkembangan sains melalui Artificial Intellegence (AI). Beliau berharap melalui konferensi ini dapat menjadi wadah berkumpul dan berbagi ilmu serta ide untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.

“Konferensi ini bertujuan untuk menjadi tempat berkumpul saintis, pembuatan kebijakan dan akademisi dalam berbagai informasi dan pengalaman dalam perwujudan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan terutama pemahaman pelestarian biodiversitas dan ketahanan dari perubahan iklim di masa kini,” Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, selanjutnya memberikan pidato sambutannya untuk ICBS 2023.

“Melalui konferensi ini, kami harap bisa menggali lebih dalam bagaimana pemanfaatan biodiversitas untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan serta membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. Kami juga mengharapkan seluruh peserta dapat berkontribusi dalam diskusi, kolaborasi dan berbagi wawasan dalam pemahaman terkait pelestarian dan pemanfaatan biodiversitas,” tutur Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dalam pidatonya. Bersama dengan Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Prof. Mirwan, dan Dr. Eko selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Budi membuka konferensi tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali.

Keynote speaker pada The 8th International Conference of Biological Science kali ini dibawakan oleh Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Prof. Satyawan menyampaikan bagaimana manusia berkontribusi secara signifikan terhadap kondisi iklim bumi dan perubahan iklim antropogenik turut mempengaruhi struktur dan fungsi ekosistem yang secara tidak langsung menyebabkan penurunan kesejahteraan manusia. Beliau menyoroti pentingnya penetapan Kawasan konservasi dan perlindungan lahan serta pengelolaan biodiversitas sebagai langkah penting menangani perubahan iklim.

Assoc. Prof. Ts. Dr. Muhammad Abdul Latiff dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, turut diundang untuk menjadi pembicara pada ICBS kali ini. Beliau memaparkan presentasi bertajuk “Primate-Based Tourism: Fostering Biodiversity Conservation and Empowering local Communities through Green Economy”. Beliau menyoroti pentingkan sinergi antara primate-based tourism dengan community-based conservation (CBC) yang menjadi Upaya dalam peningkatan konservasi sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal untuk Pembangunan berkelanjutan.

Keynote speaker selanjutnya yaitu Assoc. Prof. Dr. Michael Sauer, Head of Department of Biotechnology OMV AG dari University of Natural Resource and Life Science, BOKU, Austria. Dr. Michael mempresentasikan terkait kultur mikrobia untuk produksi bahan kimia berkelanjutan. Dr. Michael menyoroti keterbatasan produksi bahan bakan dan bahan kimia karena keterbatasan sumber daya dan perubahan iklim. Proses fermentasi mikroba yang mengubah biomassa tumbuhan dan limbah sebagai sumber produksi bahan kimia.

The 8th International Conference of Biological Science diharapkan menjadi wadah komunikasi dan berbagi bagi para peneliti untuk berkolaborasi dan berinovasi untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis biodiversitas. Hal tersebut selaras dengan konstribusi untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang inklusif (SDG 4) khususnya dalam pengembangan pelestasian biodiversitas hayati (SDG 14 dan 15) dan penanganan perubahan iklim (SDG 13) melalui kemitraan yang berkelanjutan (SDG 17).

 

Mempelajari lebih dalam potensi Rhizopora mucronata sebagai penyerap karbondioksida dalam rangka mitigasi perubahan iklim global

Dalam rangka kelanjutan pelaksanaan kegiatan penelitian MBKM tahun 2023 yang berjudul “Analisis pertumbuhan, biomassa karbon, pembungaan dan kandungan hormon pada propagul Rhizopora mucronata Lamk. di Hutan Konservasi Mangrove, Pantai Baros, Bantul, telah dilakukan beberapa aktivitas lapangan maupun laboratorium oleh mahasiswa yang terlibat yaitu Muhammad Rafie (20/461062/BI/10613), Halimatur Rosyida (20/458282/BI/10515), Luthfi Azizatul Ulya (20/458294/BI/10527), Tsabitah Putri Asmalda (20/458322/BI/10555), Azzah Fauziyatul Hana (20/461026/BI/10577), Septiana Tri Utami (20/461086/BI/10637). Aktivitas penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. dan didukung oleh mitra dari BRIN yaitu Prof. Dr. Liliana Baskorowati S.Hut. M.P.
Kegiatan MBKM penelitian semester gasal 2023/2024 diawali dengan pertemuan secara online dengan mitra BRIN yaitu Prof. Dr. Liliana Baskorowati S.Hut. M.P. pada tanggal 25 Agustus 2023. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai apa yang harus dipersiapkan untuk pengambilan sampel selanjutnya dan persiapan pembuatan paper untuk keluaran publikasi dalam jurnal. Kegiatan berikutnya yaitu diskusi pada tanggal 27 September 2023 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi. Dalam kegiatan ini mahasiswa bersama dosen pembimbing dan mitra membahas mengenai abstrak hasil penelitian yang berjudul “Carbon sequestration potency of Rhizophora mucronata Lamk. in mangrove conservation forest, Baros Beach, Bantul, “2nd International Conference on Nature-Based Solution in Climate Change Resilience” yang diselengggarakan oleh kolaborasi Pertamina Foundation dengan Universitas Pertamina, dan akan diselenggarakan pada tanggal 24 November 2023 di Graha Pertamina, Jakarta. Dari kegiatan penulisan full paper ini mahasiswa telah belajar cara menghitung potensi serapan karbon oleh R. mucronata yang ada di hutan konservasi Pantai Baros, selain itu mahasiswa juga telah berlatih untuk menganalisis hubungan antara salinitas serta pH substrat dengan pertumbuhan dan kapasitas penyerapan karbondioksida serta biomassa pada R. mucronata.

 

Kegiatan lapangan telah dilakukan pada tanggal 28 September 2023 yang di dampingi pengelola kawasan konservasi (Sdr. Muhammad Sidiq Nurcholis). Dalam kegiatan ini mahasiswa mengambil sampel daun dan akar pada 5 titik Petak Ukur (PU). Daun yang diambil adalah daun yang terkena matahari dan yang tidak terkena matahari, selanjutnya telah dilakukan pengukuran kadar klorofil secara langsung di lapangan menggunakan klorofil meter. Selain itu uji klorofil juga dilakukan dengan metode ekstraksi daun dan pengukuran absorbansi ekstrak daun dengan spektrofotometer. Dari kedua pengukuran ini mahasiswa dapat mengevaluasi dan membandingkan akurasi pengukuran klorofil antara metode tanpa destruksi (dengan alat klorofil meter) dan dengan destruksi (menggunakan spektrofotometer). Selain uji klorofil telah dilakukan juga pengamatan jumlah stomata daun R. mucronata dari daun yang terpapar langsung sinar matahari dan daun yang ternaungi. Proses ekstraksi propagul juga sudah dilakukan dan sampel sudah di kirim untuk uji kandungan hormon. Dari kegiatan penelitian ini mahasiswa memperoleh pengalaman mengamati tanaman R.mucronata di hutan baros, mengevaluasi kaitan antara kondisi lingkungan dan pertumbuhan serta kemampuan tanaman mangrove dalam penyerapan karbondioksida. Diharapkan dari pengalaman ini mahasiswa memiliki tambahan ilmu yang bermanfaat untuk berpartisipadi dalam berbagai kegiatan terkait mitigasi perubahan iklim global.

Dosen Fakultas Biologi UGM mendapatkan OCELOTS Education Scholar 2023

Yogyakarta – Dosen Fakultas Biologi UGM dari Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Akbar Reza, M.Sc berhasil menyelesaikan Program ESA-QUBES Mentoring Network 2023, sebuah program mentoring selama kurang lebih 4 bulan untuk dosen dan peneliti di bidang Biologi Tropika khususnya Ekologi Tropika. Program ini didanai oleh National Science Foundation (NSF) US, dengan Penanggungjawab utama yaitu Iowa State University dan University of Michigan, bekerjasama dengan Ecological Society of America (ESA) dan Quantitative Undergraduate Biology Education and Synthesis (QUBES)

Pada ESA-QUBES Mentoring Network 2023 yang diikuti oleh 12 peserta dari beberapa negara diantaranya US, Brazil, Costa Rica, Puerto Rico, India, Nepal, Ghana, peserta mendapat tantangan utama yaitu menyusun kurikulum kelas Ekologi yang disesuaikan dengan ESA, serta memperkaya kelas dengan mengaplikasikan sebuah modul studi kasus atau disebut OCELOTS (Online Content for Experiential Learning of Tropical Systems) melalui platform interaktif https://www.learngala.com, termasuk memodifikasinya dengan konteks lokal. Pada kesempatan ini, studi kasus OCELOTS yang diangkat oleh Sdr. Akbar Reza berjudul Restoring tropical forests – Is planting clusters of trees a cost-effective and ecologically-sound strategy to restore tropical forest? https://www.learngala.com/cases/restoring-tropical-forests/. Tujuan utama OCELOTS dalam program mentoring ini adalah mentransformasi hasil penelitian di bidang Biologi Tropika menjadi studi kasus yang lebih mudah dicerna dan diaplikasikan secara interaktif dan inovatif di kelas, serta bersifat terbuka sehingga dapat diakses oleh siapapun secara gratis. Lebih lanjut, aplikasi modul studi kasus di kelas juga diharapkan memperluas perspektif budaya dan geografis, serta meningkatkan penalaran dan keterampilan kuantitatif.

Lebih lanjut, peserta mentoring juga ditantang untuk menyusun rencana pendekatan pengajaran dan pedagogi, pertemuan dengan mentor dan peserta lain setiap 2 pekan untuk diskusi dan saling memberikan masukan terkait rencana implementasi, sharing pengalaman mengajar dan modul pengajaran, diakhiri rencana publikasi modul pengajaran dan kolaborasi sesama peserta. Peserta yang telah menyelesaikan segala tugas dan target implementasi selanjutnya berhak memperoleh sertifikat Education Scholar, stipend, serta didorong menjadi mentor bagi peserta berikutnya, termasuk mengembangkan modul studi kasus melalui program Inkubator.

Pada kesempatan ini, studi kasus dan metode pembelajaran yang dimentor selama proses Mentoring Network diimplementasikan pada proses pembelajaran di kelas Ekologi untuk International Undergraduate Program (IUP). Partisipasi Fakultas Biologi dalam kegiatan ini menandai komitmen yang kuat staff Fakultas Biologi dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian di bidang Biologi Tropika sekaligus mendukung pencapaian SDGs. Diharapkan bahwa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dalam program ini akan memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya melestarikan ekosistem tropika di masa kini dan mendatang.

Publikasi kegiatan mentoring dapat diakses pada tautan berikut https://qubeshub.org/community/groups/ocelots/publications?id=4402&v=1&tab_active=about dan informasi terkait pendaftaran dan seleksi program mentoring dapat diakses di tautan berikut https://qubeshub.org/community/fmns#new

Translate »