SDG 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Pembanguan Berkelanjutan
Sejumlah 5 mahasiswa biologi UGM yakni Rachmawati Dwi Hasanah, Vida Rahma Lathifah, Tiara Amelia Putri, Novia Noor Rachmawati, dan Karso Suryo Putro pada 7-18 Juni 2023 telah melakukan kegiatan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kelima mahasiswa ini dibimbing oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan Bapak Gede Sangu Gemi sebagai pembimbing mita MBKM.
Kegiatan MBKM dilakukan secara online (daring) untuk memaparkan materi mengenai berbagai jenis melon dan aplikasi hidroponik. Melon yang digunakan sebagai subjek penelitian MBKM adalah melon kultivar ‘Hikapel’. ‘Hikapel’ merupakan melon hasil persilangan dari kultivar ♀ ‘Sun Lady’-3 dan ♂ ‘Hikadi’. ‘Hikapel’ merupakan salah satu kultivar melon yang dikembangkan oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Hikapel memiliki kulit buah yang halus tanpa jaring dengan bentuk buah cenderung bulat. Warna kuning yang mencolok dari hikapel membuat buah ini menjadi popular di kalangan buah melon lainnya.
Kegiatan penanaman melon dilakukan di lahan green house hidroponik Dusun Jamusan, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY. Melon kultivar ‘Hikapel’ ditanam menggunakan media tanam cocopeat. Kemudian Teknik hidroponik yang digunakan yaitu drip irrigation system.
Selama kegiatan MBKM, mahasiswa belajar mengenai jenis-jenis teknik hidroponik, berbagai macam medium yang dapat digunakan, dan juga pengaplikasian IoT (Internet of Things) dalam hidroponik. Kemudian kegiatan diakhiri dengan pengambilan data untuk karakter fenotipik dan juga berbagai macam penyimpangan yang terjadi pada ‘Hikapel’ selama penanaman berlangsung seperti mengamati adanya segregasi dan tanaman yang terserang virus.
Sejumlah 5 mahasiswa biologi UGM yakni Rachmawati Dwi Hasanah, Vida Rahma Lathifah, Tiara Amelia Putri, Novia Noor Rachmawati, dan Karso Suryo Putro pada 7-18 Juni 2023 telah melakukan kegiatan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kelima mahasiswa ini dibimbing oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan Bapak Gede Sangu Gemi sebagai pembimbing mita MBKM.
Kegiatan MBKM dilakukan secara online (daring) untuk memaparkan materi mengenai berbagai jenis melon dan aplikasi hidroponik. Melon yang digunakan sebagai subjek penelitian MBKM adalah melon kultivar ‘Hikapel’. ‘Hikapel’ merupakan melon hasil persilangan dari kultivar ♀ ‘Sun Lady’-3 dan ♂ ‘Hikadi’. ‘Hikapel’ merupakan salah satu kultivar melon yang dikembangkan oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Hikapel memiliki kulit buah yang halus tanpa jaring dengan bentuk buah cenderung bulat. Warna kuning yang mencolok dari hikapel membuat buah ini menjadi popular di kalangan buah melon lainnya.
Kegiatan penanaman melon dilakukan di lahan green house hidroponik Dusun Jamusan, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY. Melon kultivar ‘Hikapel’ ditanam menggunakan media tanam cocopeat. Kemudian teknik hidroponik yang digunakan yaitu drip irrigation system.
Selama kegiatan MBKM, mahasiswa belajar mengenai jenis-jenis teknik hidroponik, berbagai macam medium yang dapat digunakan, dan juga pengaplikasian IoT (Internet of Things) dalam hidroponik. Kemudian kegiatan diakhiri dengan pengambilan data untuk karakter fenotipik dan juga berbagai macam penyimpangan yang terjadi pada ‘Hikapel’ selama penanaman berlangsung seperti mengamati adanya segregasi dan tanaman yang terserang virus. [Penulis: Tim MBKM]
Hari Minggu, 8 Oktober 2023, tim mahasiswa MBKM-PKM 2023 Program Sarjana Fakultas Biologi, UGM yang beranggotakan 5 mahasiswa Biologi UGM angkatan 2020 yakni Arba’ Ramadhani Artik, Arneta Yuvita, Ester Dewanti Yovita Wardani, Fadiah Sri Rahayu, dan Zidni Meirizka Utami di bawah bimbingan Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si.,M.Kes., dan Ibu Nurini Aru Sudarsi sebagai mitra, mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di Dusun Pajangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Penyuluhan ini bertemakan “Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Optimalisasi Lahan”. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar dapat meningkatkan kondisi ekonomi keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terpakai di rumah dan sekitar untuk ditanami sayuran, buah, herba, maupun TOGA. Pada kegiatan kali ini, kami mengundang Bapak Panggih Dwi Atmojo, S.T. sebagai narasumber. Beliau merupakan alumni Fakultas Teknik, UGM yang saat ini aktif sebagai praktisi agroekonomis dan pendiri sekaligus pemilik Agro Edukasi Caping Merapi Yogyakarta yang beralamat di Kenayan, Wedomartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Materi penyuluhan yang diberikan adalah food garden, atau cara bertaman sayuran sekaligus pemeliharaan ikan, ayam, maupun ternak kecil lain untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari serta seputar urban farming, yakni tata cara perkebunan di kota ataupun di lahan yang terbatas.
Selain itu, narasumber juga menekankan bahwa pemanfaatan lahan kosong sebagai food garden dapat memberikan berbagai keuntungan lain yaitu, masyarakat dapat menyediakan obat tradisional secara mandiri, mempercantik pekarangan, refreshing melalui kegiatan berkebun, memperoleh pangan yang lebih sehat (bebas dari pupuk sintetis), serta produksi pupuk secara alami yang dapat diperoleh melalui sistem composting, perlindian, maupun pupuk kandang. Hal ini tentu saja sekaligus dapat berfungsi untuk mengatasi permasalahan penanganan sampah organik. Penyuluhan ini dihadiri oleh sekitar 20 an warga dan mendapatkan respons yang sangat positif, bahkan beberapa warga sangat antusias dan terlibat langsung dalam sesi diskusi bersama dengan narasumber.
Penyuluhan ini merupakan salah satu upaya untuk lebih mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat khususnya di Dusun Pajangan tentang pentingnya food garden dan urban farming tidak hanya untuk manfaat secara ekonomis namun juga dalam menghadapi tantangan pangan dan lingkungan khususnya di masa depan, setelah sebelumnya tim MBKM-PKM kami membuat kebun percontohan di Dusun Pajangan yang dapat dipelihara dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk food gardening. (SDGs 3).
Hari Sabtu (16/9/2023) tim pengabdian kepada masyarakat (PkM MBKM-2023) Kedungpoh dibawah bimbingan Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc., yaitu Rahmi Qurrota Aeni, Nala Azkiya, Lena Mardiana, Nurrisma Ika Lestari, dan Kanya Nabila Febrirani melakukan kegiatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Wisata Klayar, Kedungpoh, Nglipar, Gunung Kidul. Program ini merupakan keberlanjutan dari program penanaman dan pemanenan bawang merah organik yang dilakukan sebelumnya, yaitu pelatihan pengolahan bawang merah organik menjadi produk pangan yang dapat meningkatkan perekonomian. Program ini merupakan kerjasama Tim MBKM Kedungpoh dengan Kelompok Wanita Tani yang dipimpin oleh Sri Murni. Pelatihan dilaksanakan dikediaman Tri Wahyuni, anggota KWT. Pelatihan pengolahan bawang merah menjadi produk diversifikasi pangan berupa siwang dan pasta bawang merah.
Pelatihan pembuatan siwang dilakukan oleh mahasiswa dan Kelompok Wanita Tani sedara praktik langsung. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan tertarik dengan produk siwang. Bahkan produk ini akan diproduksi secara massal dan dipasarkan oleh KWT. Siwang merupakan olahan bawang merah khas Cirebon yang dibuat dari campuran terasi, udang rebin dan bwang merah yang disangrai sehingga memiliki aroma terasi yang kuat dan rasa yang gurih. Produk ini dibuat sebagai pengganti lauk, penambah rasa pada makanan, dan sebagai bumbu tambahan. Siwang memiliki daya simpan yang cukup lama.
Selain siwang, tim MBKM juga memberikan pelatihan pembuatan pasta bawang merah. Pasta bawang mearh merupakan produk antara dari bawang merah yang telah digiling halus dan digunakan sebagai bumbu masak siap pakai. Pasta bawang merah dapat diaplikasikan untuk seluruh masakan yang membutuhkan bawang merah seperti nasi goreng, tumisan, sayur sop, rendang, dan masakan lainnya. Masa simpan produk ini sekitar 3-4 bulan di suhu ruang dan lebih dari 6 bulan di pendingin. Kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan ide produksi kepada masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani Kedungpoh untuk meningkatkan perekonomian dari sektor pertanian bawang merah organik.
“Kami akan memproduksi siwang dan memasarkan produk ini secara online dan ke pasar sekitar Gunung Kidul”, ungkap Tri Wahyuni selepas acara pelatihan. Bahan bawang merah yang digunakan saat ini adalah bawang merah hasil budidaya organik yang dilakukan oleh tim MBKM Kedungpoh. “Saya bersyukur, aplikasi biofertilizer untuk budidaya organik bawang merah dan diversifikasi pangan dari produknya sangat disambut baik oleh KWT bahkan akan diproduksi dan dipasarkan”, ungkap Dwi Umi Siswanti. Program MBKM pengabdian masyarakat di Kedungpoh diharapkan berlanjut untuk tahun berikutnya dan mendukung visi Desa Kedungpoh sebagai desa unggulan produsen komodtitas pertanian organik dan desa wisata. Lebih lanjut, kegiatan MBKM pengabdian kepada masyarakat ini sebagai upaya mewujudkan dari SDGs1 (No Poverty), SDGs 3 ( Good Health and Well Being) dan SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) karena program pengabdian ini menghasilkan produk organik yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif bernilai ekonomi tinggi.
Gali Informasi seputar Instansi (LIPUTAN) merupakan salah satu program kerja di bawah tanggung jawab Divisi Eksternal, Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan kegiatan ini berupa bincang-bincang antara narasumber dari instansi yang dikunjungi dengan audiens dari internal KSK Biogama. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperluas wawasan anggota KSK Biogama mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi eksternal yang berhubungan dengan kelautan maupun ilmu biologi yang lain. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menjalin hubungan baik dengan organisasi lain di ranah eksternal.
LIPUTAN telah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2023 dengan dihadiri oleh perwakilan anggota aktif KSK Biogama. Penyampaian materi diberikan seputar tugas dan perencanaan karir TNI AL, peran Mako Lanal Yogyakarta, serta informasi mengenai kegiatan bermasyarakat (volunteer). Penyampaian materi disampaikan oleh Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Dr. Devi Erlita, M.M., M.Tr.Hanla dan Paspotmar Lanal Yogyakarta Mayor Laut (K/W) Herlin Hestiyowati.
Terima kasih kepada instansi terkait, yaitu Lanal Yogyakarta karena telah menerima kunjungan dari Kelompok Studi Kelautan, Fakultas Biologi. Diadakannya kunjungan ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru bagi anggota aktif KSK Biogama, serta bisa menjadi jembatan bagi kegiatan kerja sama antara KSK Biogama dengan Lanal Yogyakarta yang berikutnya. [Penulis: KSK]
Tim mahasiswa dari S1 Fakultas Biologi UGM Angkatan 2022 yang diketuai oleh Firchamy Vuqi Aulia dengan empat rekannya yaitu Annisa Nur Baety, Azra Belva Naprilian, Muhammad Syahrul Firdaus, dan Ridho Nur Alam berhasil memperoleh Juara 2 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dibawah bimbingan Dr.Wiko Arif Wibowo, S.Si. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya pada tanggal 1 Juni-13 September 2023 dengan tema “Bersinergi Membangun Negeri dengan Inovasi Terapan Terapan Teknologi Menuju Indonesia Mandiri”. Kompetisi ini berlangsung dalam dua tahap yaitu, pengumpulan full paper dan pembuatan power point serta presentasi bagi para finalis yang lolos dari tahap pertama.
Pada kompetisi ini, Fika (sapaan akrab Firchamy Vuqi Aulia) dan empat rekannya memilih subtema agrokompleks, dengan judul karya “Penerapan Konsep Precision Farming dengan Teknologi Digital Twins dalam Pertanian Vertikal di Era Industri 5.0 untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”. Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh sektor pertanian Indonesia yang semakin berjalannya waktu semakin mengalami kemunduran. Hal tersebut disebabkan ketersediaan lahan pertanian yang semakin terbatas karena alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman akibat meningkatnya populasi penduduk. Selain itu, sektor pertanian di Indonesia masih dikelola secara konvensional dengan kurangnya keterlibatan teknologi didalamnya. Hal ini menjadi salah satu faktor sering terjadinya gagal panen. Peristiwa tersebut menjadi penyebab meningkatnya kegiatan impor karena persediaan pangan dari sektor pertanian di Indonesia tidak mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat yang populasinya terus meningkat.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, Fika dan keempat rekannya menggagas sebuah inovasi yang diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Inovasi ini berupa penerapan pertanian vertikal yang diiringi konsep precision farming dengan dukungan teknologi Digital Twins. Penerapan pertanian vertikal akan menjadi solusi bagi petani yang tidak memiliki lahan yang luas, terutama petani di daerah perkotaan. Namun, pertanian vertikal ini tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak diberikan tambahan inovasi lainnya. Oleh karena itu, kami menawarkan sebuah inovasi untuk mengelola pertanian vertikal menggunakan konsep precision farming. Precision farming sendiri akan diterapkan menggunakan sistem informasi geografis (GIS), pemantauan jarak jauh, dan sensor tanah sebagai alat utama. Selanjutnya, konsep precision farming ini akan semakin terlengkapi dengan adanya teknologi berupa Digital Twins yang menggunakan pemodelan virtual dari objek secara real time dengan bantuan AI (Artificial Intelligence) dan IoT (Internet of Things).
Gagasan yang dicanangkan oleh tim ini diharapkan dapat menjadi gagasan yang efektif dan solutif bagi sektor pertanian di Indonesia. Apabila gagasan ini diimplementasikan, maka akan berdampak pada sektor pertanian Indonesia yang semakin canggih sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan dapat bersaing secara global di era Industri 5.0 saat ini. Selain itu, dengan inovasi dari gagasan ini diharapkan sektor pertanian di Indonesia akan berkembang secara berkelanjutan sehingga tidak ada lagi masalah keterbatasan lahan serta mutu dan kualitas hasil pertanian juga semakin meningkat. [Penulis: Firchamy Vuqi Aulia]
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., mewakili UGM sebagai Penerima Dukungan Dana Penelitian dan Pengembangan Grant Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kepala Sawit (BPDPKS) Tahun 2023. Peresmian kerja sama tersebut ditandai dengan acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama yang diselenggarakan pada hari Senin, 25 September 2023 pukul 12.00 sampai dengan 17.30 WIB di Hotel JHL Soltaire, Gading Serpong, Tangerang.
Acara tersebut dibuka dengan sambutan oleh Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, dan sambutan dari perwakilan Komite Litbang BPDPKS. Kegiatan tersebut kemudian berlanjut dengan penandatanganan perjanjian kerja sama Program Litbang GRS 2023. Para Kepala Lembaga Litbang dan Peneliti Penerima Dukungan Dana Penelitian dan Pengembangan Grant Riset Sawit BPDPKS Tahun 2023 hadir dalam acara tersebut, dengan salah satu diantaranya adalah tim dari UGM.
UGM berhasil memperoleh hibah BPDPKS dengan judul penelitian yang menarik, yakni “Pengembangan Marka Molekuler Untuk Kelapa Sawit Efisien Penyerapan Nutrisi Fosfat.” Penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., dan melibatkan beberapa peneliti lainnya, seperti Sigit Dwi Maryanto, M.Sc., Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Diah Rachmawati, M.Sc., dan Prof. Dr. Purnomo, MS. Penelitian ini menjadi satu-satunya proyek penelitian yang mendapatkan hibah dari BPDPKS dan mewakili UGM Tahun 2023 dalam ajang bergengsi ini.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah lama berkomitmen untuk mendukung riset dan pengembangan di industri kelapa sawit. Dana penelitian yang mereka sediakan berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit dan digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif penelitian dan pengembangan kelapa sawit, sekaligus memperkuat lembaga penelitian nasional.
Penelitian Hibah BPDPKS tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam perwujudan kolaborasi untuk peningkatan riset para peneliti dan dosen di Fakultas Biologi UGM sekaligus peningkatan pendidikan (SDG 4 dan SDG 17). Di samping itu, kerja sama tersebut juga mendukung misi BPDPKS dalam dukungannya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik (SDG 8).
Keberlanjutan industri kelapa sawit nasional menjadi fokus utama BPDPKS dalam mendukung riset-riset ini. Hasil-hasil penelitian yang didanai oleh BPDPKS diharapkan dapat memberikan solusi konkret, menjadi alat pemecah masalah atau problem solving, serta berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit. Harapannya, penelitian yang didanai oleh BPDPKS akan dapat dimanfaatkan oleh industri kelapa sawit, pemerintah, dan masyarakat luas, serta dapat memajukan industri ini sambil menjaga keberlanjutannya.











































