Dalam upaya peningkatan Sumber Daya Unggul, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada meluncurkan program jalur percepatan sarjana ke magister yang disebut dengan program fast-track pertama kali pada awal tahun ini. Program ini merupakan program percepatan S1 ke S2 yang ditujukan bagi mahasiswa agar dapat menyelesaikan program S1 dan S2 dalam kurun waktu 5 sampai 5,5 tahun atau dalam artian menjalankan studi magister beririsan dengan studi sarjana.
Fakultas Biologi membuka periode pertama pelaksanaan program fast-track untuk penerimaan semester genap 2023/2024. Tercatat sebanyak 3 orang mahasiswa telah mendaftar dan menunjukkan minat yang tinggi terhadap program ini. Ketiga, mahasiswa tersebut yaitu Lucia Arum Sekar Meysari, Azizah Tyas Nugrahanty, Wahida Aulia Rahma dari angkatan 2020.
“Dengan adanya program fast-track, kami sangat terbantu dalam menyelesaikan pendidikan hingga program magister dengan waktu yang lebih cepat daripada umumnya. Selain itu, dengan adanya program ini juga kami terbantu untuk mempelajari lebih mendalam mengenai riset sesuai dengan minat studi kami.“ ujar mereka bertiga.
Pengadaan program fast-track menunjukkan komitmen Fakultas Biologi dalam mendukung SDGs nomor 8 tentang pendidikan. Dengan memberikan akses yang lebih mudah dan cepat untuk pendidikan tingkat lanjut. Fakultas Biologi turut berperan dalam mendukung agenda global untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ungkap Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan Fakultas Biologi UGM dalam paparannya saat mendampingi ketiganya di awal semester. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa secara individu, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang biologi, tambah Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Lucia dan Azizah saat bertemu bersama Dekan Fakultas Biologi. [Penulis: Lucia]




Kapanewon Karangmojo. Para petani milenial yang hadir mewakili berbagai latar belakang dan pengalaman dalam bidang pertanian, mulai dari petani organik hingga petani teknologi terdepan. Mereka bersama-sama berbagi ide, pengalaman, serta tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha pertanian di era modern. Tim Dosen yang mengawal FGD ini merupakan tim interdipliner interfakultas, yang meliputi Fakultas Biologi (Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng. dan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si.), Fakultas MIPA (Umi Mahnuna Hanung, S.Si., M.Si.) dan Fakultas Farmasi (Dr. Cintya Nurul Apsari, S.T.P., M.Si.).
kebutuhan petani milenial.
dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani (SDG 1: Tanpa Kemiskinan) serta mendukung pertanian berkelanjutan yang meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi (SDG 2: Tanpa Kelaparan). Inisiatif ini juga mengembangkan program pendidikan yang lebih relevan bagi petani milenial (SDG 4: Pendidikan Berkualitas), mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta mendorong inovasi dan modernisasi praktik pertanian (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Fokus pada praktik pertanian organik dan manajemen sumber daya alam mendukung produksi dan konsumsi yang berkelanjutan (SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan pertanian berkelanjutan yang dibahas dalam FGD berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim (SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan petani milenial merupakan contoh nyata dari kemitraan yang mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).






























