Tim Universitas Gadjah Mada dengan nama Copowerment yang diketuai oleh mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian berhasil memperoleh 1st Winner Global Social Enterprise Competition 2024 dan satu-satunya tim dari Indonesia yang mendapatkan juara. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Faculty of Business Administration, Rajamangala University of Technology Isan, Thailand pada 21 Mei 2024. Tim tersebut beranggotakan Muhammad Haris Yulianto (Teknik Pertanian 2020), Hanif Nur Wahid (Teknik Pertanian 2021), Eva Yunizar Reza Permana Putri (Biologi 2021), Salsabila Khoirunnisa (Politik dan Pemerintahan 2021), dan Mahira Ghina Mumtaza (Geofisika 2022), serta didampingi Siti Mariyam, S.T.P., M.Sc selaku dosen Teknik Pertanian yang sekaligus dosen pendamping. Lewat topik social enterprise berbasis produk agroindustri dan empowerment dengan menggabungkan potensi sumber daya pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta bio-circular-green economy, mampu menghantarkan tim UGM menuju final bahkan menjadi juara pertama, berhasil mengalahkan beberapa tim dari negara-negara lain.
Kegiatan kompetisi dimulai dengan pembuatan proposal karya dengan menitikberatkan pada beberapa kriteria penyelesaian masalah, social enterprise impact, practical, creative idea, serta sustainability. Kemudian diambil 5 besar dengan ide dan proposal terbaik untuk masuk ke babak final, tim Copowerment berhasil masuk ke babak final dan mempresentasikan karya terbaiknya di depan para juri yang berasal dari Taiwan, Indonesia, dan Thailand. Setelah proses penjurian yang ketat, tim Copowerment UGM berhasil membawa pulang juara 1 dan menjadi satu-satunya tim Indonesia yang berhasil menjadi juara.
Capaian ini menjadi acuan semangat dan kontribusi nyata bagi masyarakat untuk dapat berkembang dan berkelanjutan. Karya yang diangkat dalam lomba Global Social Enterprise Competition 2024 di Thailand harapannya dapat membawa kemajuan lewat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang bekelanjutan. [Penulis: Eva Yunizar Reza Permana Putri]







































Kapanewon Karangmojo. Para petani milenial yang hadir mewakili berbagai latar belakang dan pengalaman dalam bidang pertanian, mulai dari petani organik hingga petani teknologi terdepan. Mereka bersama-sama berbagi ide, pengalaman, serta tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha pertanian di era modern. Tim Dosen yang mengawal FGD ini merupakan tim interdipliner interfakultas, yang meliputi Fakultas Biologi (Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng. dan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si.), Fakultas MIPA (Umi Mahnuna Hanung, S.Si., M.Si.) dan Fakultas Farmasi (Dr. Cintya Nurul Apsari, S.T.P., M.Si.).
kebutuhan petani milenial.
dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani (SDG 1: Tanpa Kemiskinan) serta mendukung pertanian berkelanjutan yang meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi (SDG 2: Tanpa Kelaparan). Inisiatif ini juga mengembangkan program pendidikan yang lebih relevan bagi petani milenial (SDG 4: Pendidikan Berkualitas), mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta mendorong inovasi dan modernisasi praktik pertanian (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Fokus pada praktik pertanian organik dan manajemen sumber daya alam mendukung produksi dan konsumsi yang berkelanjutan (SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan pertanian berkelanjutan yang dibahas dalam FGD berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim (SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan petani milenial merupakan contoh nyata dari kemitraan yang mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).








