SDGs

Yogyakarta, 22 Juni 2026 – Tim Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) yang diselenggarakan oleh Cakap Riset yang bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Peneliti Hukum Indonesia (AMPHI) pada 16-17 Mei 2026. Tim yang beranggotakan Florecita Cindy Septiana (Biologi 2024), Catriona Egalita Adliyah Putri (Biologi 2024), dan Erdziva Syifa Ivanka (Biologi 2024), di bawah bimbingan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. dengan subtema Public Health, mengusung karya berjudul “Lichen: Organisme Terabaikan yang Berpotensi dalam Penemuan Obat Baru melalui Pendekatan Ethnolichenology”
Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) adalah kompetisi esai ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan secara hybrid oleh Cakap Riset yang bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Peneliti Hukum Indonesia (AMPHI) untuk mengajak pelajar dan mahasiswa menuangkan gagasan kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan masa depan. SINEC mendorong peserta untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi berbagai permasalahan bangsa mulai dari perubahan iklim, kesenjangan akses pendidikan, transformasi ekonomi digital, hingga isu sosial dan kesehatan. Setiap esai yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan wawasan serta menawarkan solusi kreatif dan aplikatif bagi kemajuan Indonesia. Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi, mempresentasikan ide, serta membangun koneksi dengan para ahli dan inovator di berbagai bidang.
Esai berjudul “Lichen: Organisme Terabaikan yang Berpotensi dalam Penemuan Obat Baru melalui Pendekatan Ethnolichenology” mengkaji pendekatan ethnolichenology yang mengintegrasikan penelitian ilmiah dengan pengetahuan tradisional masyarakat mengenai pemanfaatan lichen sebagai sumber obat alami. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengidentifikasi spesies lichen yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, tetapi juga menjadi dasar bagi pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai senyawa bioaktif yang dikandungnya. Karya ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi dalam bidang kesehatan dengan mengintegrasikan penelitian biologi, farmasi, dan kesehatan masyarakat dengan pemanfaatan lichen sebagai sumber senyawa bioaktif dan salah satu agen antimikroba baru yang mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. [Penulis: Florecita Cindy Septiana]

Yogyakarta, Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) di tingkat internasional. Tim yang terdiri atas Fahima Ellya Wulandari dan Maureen Andrea Agatha berhasil meraih Gold Medal dalam ajang 2nd Bali International Science Fair (BISF) 2026 melalui inovasi bertajuk AEROPAINT: A Living Bio-Coating for Passive Air Remediation in Urban Infrastructure. Inovasi tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si.
Raihan ini menjadi pencapaian internasional kedua yang berhasil diraih oleh tim dalam bidang inovasi lingkungan, sekaligus menunjukkan konsistensi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu menjawab berbagai tantangan global melalui pendekatan bioteknologi.
AEROPAINT merupakan inovasi cat hidup (living paint) yang dirancang untuk mengubah permukaan bangunan menjadi media remediasi udara pasif. Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya permasalahan polusi udara di kawasan perkotaan yang berdampak pada kesehatan manusia serta keberlanjutan lingkungan. Berbeda dengan teknologi pemurnian udara konvensional yang membutuhkan energi dan infrastruktur tambahan, AEROPAINT memanfaatkan aktivitas biologis mikroorganisme yang diintegrasikan ke dalam lapisan cat untuk membantu mengurangi polutan udara secara berkelanjutan.
Teknologi yang dikembangkan mengombinasikan bakteri Thiobacillus sp. dan Bacillus subtilis yang dienkapsulasi menggunakan sistem mikroenkapsulasi berbasis hidrogel. Mikroorganisme tersebut kemudian dimasukkan ke dalam matriks biopolimer sehingga dapat diaplikasikan pada permukaan bangunan sebagaimana cat pada umumnya. Melalui pendekatan ini, dinding dan fasad bangunan dapat berfungsi tidak hanya sebagai elemen struktural, tetapi juga sebagai sistem biologis aktif yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas udara perkotaan.
Keunggulan utama AEROPAINT terletak pada kemampuannya mengintegrasikan bioteknologi dengan infrastruktur perkotaan. Konsep ini memungkinkan bangunan berperan sebagai bioreaktor terdesentralisasi yang bekerja secara pasif tanpa memerlukan sumber energi eksternal. Selain menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan, pendekatan tersebut juga membuka peluang pengembangan material bangunan multifungsi yang mendukung konsep kota berkelanjutan dan arsitektur masa depan yang lebih adaptif terhadap permasalahan lingkungan.
Inovasi AEROPAINT memiliki relevansi yang kuat terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 13 (Climate Action). Dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai agen biologis untuk membantu mengurangi polusi udara, inovasi ini menawarkan pendekatan berkelanjutan yang mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Prestasi ini diraih di tengah persaingan yang ketat dalam 2nd Bali International Science Fair (BISF) 2026, sebuah ajang kompetisi dan pameran inovasi internasional yang mempertemukan peneliti muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya terbaik mereka. Pada penyelenggaraan tahun ini, kompetisi diikuti oleh peserta dari 11 negara, menjadikannya wadah kolaborasi dan pertukaran gagasan ilmiah di tingkat global. Keberhasilan tim Fakultas Biologi UGM meraih Gold Medal pada ajang tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa UGM mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat internasional.
Keberhasilan pada 2nd Bali International Science Fair 2026 semakin memperkuat kontribusi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis sains yang kompetitif di tingkat global. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam pengembangan riset mampu melahirkan solusi inovatif yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui capaian ini, Fakultas Biologi UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan lingkungan serta pembangunan berkelanjutan. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]
Kulon Progo, 16 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. mengawali rangkaian program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Hargowilis Melalui Teknologi Budidaya dan Pemuliaan Ayam Kampung Modern Berbasis Ekonomi Sirkular sebagai Model Inti Plasma Mandiri”. Program yang didanai melalui Hibah BIMA Kemdiktisaintek 2026 Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan bersama mitra Kelompok Ternak Reka Amartani di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program ini berfokus pada pengembangan budidaya dan pemuliaan ayam kampung modern melalui penerapan teknologi penetasan serta pemanfaatan potensi sumber daya genetik ayam lokal. Melalui program ini, Kelompok Ternak Reka Amartani diharapkan dapat memperkuat kapasitas budidaya dan mengembangkan sistem peternakan yang lebih produktif serta berkelanjutan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim PkM Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menekankan pentingnya pemanfaatan dan pengembangan ayam lokal Indonesia sebagai sumber daya genetik yang bernilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dukungan terhadap pelaksanaan program turut disampaikan oleh Kepala Kalurahan Hargowilis, Bapak Warsidi, S.T., Kepala Dusun Bapak Haryono, S.T., serta Ketua Kelompok Ternak Reka Amartani, Bapak Sukaryono, yang menyambut baik pelaksanaan program dan berharap kegiatan pendampingan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan peternakan ayam kampung di Hargowilis.
Pada sesi utama, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. menyampaikan materi dengan tema “Keanekaragaman Genetik dan Potensi Ayam Lokal Indonesia untuk Kemandirian dan Ketahanan Pangan Hewani”. Dalam paparannya, Prof. Budi menjelaskan sejarah domestikasi ayam dari ayam hutan merah (Gallus gallus) hingga berkembang menjadi berbagai rumpun ayam lokal yang saat ini tersebar di Indonesia. Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah unggas yang berpotensi dimanfaatkan dalam program pemuliaan untuk menghasilkan ternak yang adaptif terhadap lingkungan tropis dan memiliki karakter produksi yang lebih baik. Peserta juga diperkenalkan pada berbagai inovasi hasil pengembangan Tim Gama Ayam Fakultas Biologi UGM, termasuk ayam Golden Kamper, serta rencana pendampingan pemuliaan ayam melalui pendekatan hibridisasi yang akan dilaksanakan bersama Kelompok Ternak Reka Amartani.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan berita acara serah terima mesin tetas kepada Kelompok Ternak Reka Amartani sebagai simbol kerja sama antara Fakultas Biologi UGM dan masyarakat Hargowilis dalam pengembangan budidaya dan pemuliaan ayam kampung modern. Keberadaan mesin tetas diharapkan dapat mendukung ketersediaan bibit ayam secara lebih terencana sekaligus menunjang kegiatan budidaya dan pemuliaan yang akan dilaksanakan bersama kelompok ternak pada tahap berikutnya.
Setelah kegiatan pematerian selesai, tim PkM Fakultas Biologi UGM bersama mitra melakukan peninjauan ke lokasi kandang dan fasilitas peternakan yang telah dikelola oleh kelompok ternak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting budidaya, potensi pengembangan, serta kebutuhan pendampingan yang akan menjadi dasar pelaksanaan program pada tahap berikutnya.
Pelaksanaan kegiatan didukung oleh tim PkM Fakultas Biologi UGM yang melibatkan mahasiswa lintas jenjang, terdiri atas Adib Fakhruddin Yusuf (Program Doktor), Vida Rahma Latifah (Program Magister), serta Yusuf Febrianta, Pananda Imammuddin Dzaki, Avriena Lintang Aulia Riefa’i, Azra Belva Naprilian, Intan Nur Aprilia, Ziyan Fareysa Abharani, Nadhifa Agnia Zain, dan Nur Fatimah Ratna Handayani (Program Sarjana).
Melalui program ini, Fakultas Biologi UGM berharap terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan budidaya serta pemuliaan ayam kampung modern berbasis potensi lokal. Program ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Pada Hari Sabtu Tanggal 20 Juni 2026, Tim Anggrek Fakultas Biologi UGM melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Mitra di Desa Wedomartani dengan mengangkat tema “Pengembangan Anggrek Lokal Yogyakarta melalui Penerapan Sistem Aeroponik dan Hidroponik untuk Mendukung Eduwisata” diselenggarakan di Pendopo Balai Budaya Desa Wedomartani, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara kalangan akademisi, komunitas pencinta anggrek, dan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi anggrek lokal berbasis inovasi teknologi pertanian modern. Kegiatan ini diharapkan mendukung pencapaian SDGs No. 12) Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; 15) Kehidupan di atas tanah; dan 17) Kemitraan untuk mencapai tujuan.
Program PKM ini difokuskan pada penerapan teknologi aeroponik dan hidroponik dalam budidaya anggrek sebagai komoditas unggulan daerah. Selain meningkatkan aspek produktivitas dan kualitas tanaman, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan konsep eduwisata berbasis pertanian yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, serta pembacaan doa dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya serta mars Biologi dan UGM. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan tertib dengan partisipasi aktif para peserta yang berasal dari unsur akademisi, komunitas, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua Tim Anggrek Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., dilanjutkan dengan ketua tim PKM Fakultas Biologi UGM, Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. dan berikutnya dengan Pak Carik, R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd. Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan.
Sebelum masuk ke sesi inti, dilakukan pretest. Berdasarkan hasil pretest yang telah diikuti oleh 26 peserta, diperoleh nilai rata-rata sebesar 56,15, dengan median 60 dan modus 80. Sebaran nilai menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori nilai 80 (34,6% peserta), sedangkan hanya satu peserta yang mencapai nilai sempurna 100.
Pada sesi inti, narasumber pertama, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., memberikan pengantar mengenai teknik budidaya anggrek. Kemudian dilanjutkan dengan narasumber kedua, Ir. Kadarso, M.S. Beliau memaparkan materi terkait teknik budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik, serta strategi pengembangan eduwisata sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Seluruh peserta menyimak materi dengan antusias.
Setelah pemaparan materi berakhir, para peserta mengisi soal post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil post-test yang telah diikuti oleh peserta, diperoleh kenaikan nilai rata-rata menjadi 76,8. Terdapat 8 peserta yang mendapatkan nilai 100. Nilai tersebut menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan kegiatan PKM ini, pengetahuan teknik budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik menjadi meningkat.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga mencakup penyerahan cinderamata anggrek kepada pihak desa, sesi foto bersama, serta diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Panitia juga menyelenggarakan sesi doorprize yang menambah antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan kegiatan praktik langsung budidaya anggrek berbasis aeroponik dan hidroponik. Peserta dibagi dalam 5 kelompok dengan pendampingan langsung oleh para narasumber, mahasiswa magister dan doktor Biologi UGM, beserta mahasiswa anggota BIOSC Biologi UGM.

Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui inovasi pascapanen berkelanjutan bertajuk “COATERRA: Commercial Organic Advanced Technology for Edible Resource Retention and Agribusiness” yang berhasil meraih Gold Medal dalam ajang 6th International Youth Business Competition (IYBC) 2026 pada tanggal 10-12 Juni 2026.
Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, Fahima Ellya Wulandari, dan Tika Permatasari, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. COATERRA hadir sebagai solusi berbasis teknologi pangan dan agribisnis untuk menjawab permasalahan kehilangan hasil pascapanen, khususnya pada komoditas hortikultura yang mudah mengalami penurunan mutu.
COATERRA merupakan edible coating spray berbasis chitosan jamur yang diformulasikan untuk membentuk lapisan transparan semi-permeabel pada permukaan buah dan sayuran. Berbeda dari chitosan konvensional yang umumnya berasal dari limbah cangkang krustasea, COATERRA menggunakan sumber chitosan berbasis fungi sehingga lebih ramah lingkungan, bebas risiko alergen krustasea, serta sejalan dengan preferensi konsumen terhadap produk yang vegan-friendly, halal-friendly, dan clean-label.
Produk ini dirancang dalam bentuk semprotan agar lebih praktis, higienis, dan mudah diaplikasikan pada skala petani, distributor, maupun ritel modern. Lapisan COATERRA bekerja dengan membantu mengurangi kehilangan air, menekan laju respirasi, mempertahankan tekstur, serta menghambat pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan pada produk segar.
Melalui hasil tersebut, COATERRA menunjukkan potensi kuat sebagai teknologi pascapanen yang tidak hanya memperpanjang umur simpan produk hortikultura, tetapi juga membantu mempertahankan nilai ekonomi hasil pertanian. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif aplikatif untuk mengurangi food loss, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendukung keberlanjutan sektor agribisnis Indonesia.
Keberhasilan meraih Gold Medal di IYBC 2026 menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui gagasan yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat. Ajang IYBC sendiri merupakan kompetisi internasional yang mendorong pengembangan inovasi, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah di bidang bisnis dan ekonomi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger, SDG 12: Responsible Consumption and Production, dan SDG 13: Climate Action.
Dengan capaian tersebut, COATERRA diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan teknologi pascapanen yang lebih berkelanjutan, terjangkau, dan siap diterapkan untuk memperkuat ketahanan pangan serta daya saing agribisnis Indonesia di masa depan. [Penulis: Sri Garcinia Lathifah]
Yogyakarta, 18 Juni 2026 – Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Penelitian Disertasi Mahasiswa yang diikuti oleh 47 mahasiswa peserta mata kuliah Penelitian I (16 peserta), Penelitian II (16 peserta), dan Penelitian III (15 peserta). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan diseminasi kemajuan penelitian mahasiswa doktoral dalam mendukung penyelesaian studi serta peningkatan kualitas luaran riset.
Bertempat di Gedung Biodiversitas Fakultas Biologi UGM, seminar dilaksanakan melalui dua skema, yakni presentasi oral yang berlangsung secara paralel di Ruang 1 dan Ruang 2 serta pameran poster di Selasar Utara Gedung Biodiversitas. Acara diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., dan sambutan sekaligus pembukaan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.
Dalam laporannya, Prof. Rina menyampaikan bahwa seminar penelitian merupakan bagian dari mekanisme evaluasi akademik untuk memantau perkembangan penelitian mahasiswa serta memastikan capaian pembelajaran pada jenjang doktoral. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh masukan dari promotor, ko-promotor, dosen, dan peserta seminar guna menyempurnakan penelitian yang sedang dijalankan. Seminar ini juga dihadiri oleh sejumlah promotor internasional yang terlibat dalam pembimbingan mahasiswa doktoral, yaitu Prof. P. J. A. Kessler dari Leiden University, Belanda, Prof. Chiharu Nakashima, Ph.D. dari Mie University, Jepang serta Prof. Said Ali Eid Elsalamouny dari Cairo University, Mesir. Kehadiran para akademisi internasional tersebut mencerminkan penguatan jejaring akademik global yang terus dikembangkan oleh Program Studi Doktor Biologi UGM.
Seminar menampilkan beragam topik penelitian yang mencakup bidang penelitian biologi, mulai dari biodiversitas, biologi fungsional, bioteknologi, mikrobiologi, ekologi, hingga biologi molekuler. Keragaman tema tersebut menunjukkan kontribusi Program Studi Doktor Biologi UGM dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui sesi presentasi dan poster, peserta tidak hanya memaparkan capaian penelitian, tetapi juga terlibat dalam diskusi ilmiah yang memperkaya perspektif, memperkuat pendekatan penelitian, serta membuka peluang kolaborasi akademik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi Doktor Biologi UGM dalam menjaga mutu pendidikan doktoral dan menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi pada pengembangan sains di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi dan kapasitas penelitian, SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi berbasis riset, serta SDG 17 (Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Yogyakarta – Salah satu dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Siti Nurbaiti, S.Si., berkesempatan mengikuti kegiatan 2026 Training-Workshop on Transformational Agricultural Innovation Systems (TrAInS) for the New Future yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta terpilih dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam, dengan latar belakang yang beragam, mulai dari akademisi, pembuat kebijakan, hingga praktisi industri. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam mengembangkan sistem inovasi pertanian yang transformatif dan inklusif, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan global.
Program TrAInS ini terdiri dari rangkaian sesi daring (online sessions) yang dilaksanakan pada tanggal 6, 8, 13, dan 15 April 2026 serta pertemuan luring (in-person sessions) yang dilaksanakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Selangor – Malaysia, pada tanggal 27 – 29 April 2026. Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diminta untuk melakukan pre-assessment terkait kondisi sistem inovasi pertanian di negara masing-masing, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam pengembangan skenario dan rencana aksi selama program berlangsung. Selama sesi daring, peserta mendapatkan berbagai materi dari pakar internasional yang membahas peran kebijakan dalam mendorong inovasi pertanian, pentingnya integrasi antara riset, penyuluhan, dan kebijakan, serta strategi percepatan adopsi teknologi melalui pendekatan technology transfer dan digital extension. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi lintas disiplin serta pergeseran pola pikir dari akademisi menuju pendekatan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada dampak. Topik lain yang turut menjadi perhatian adalah integrasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) dalam sistem inovasi pertanian. Melalui studi kasus dari berbagai negara, peserta memperoleh wawasan mengenai bagaimana pengetahuan lokal dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung keberlanjutan sistem pertanian apabila diintegrasikan secara tepat dalam kebijakan dan praktik di lapangan.
Pada in-person sessions di UPM, peserta diajak untuk mengkaji studi kasus nyata dan melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas inovasi di Putra Science Park UPM, meliputi Plant Factory, Farm Fresh, dan Bio-Angle Vacs. Plant Factory UPM merupakan fasilitas pertanian vertikal modern berbasis artificial intelligence yang memungkinkan budidaya tanaman dilakukan dalam lingkungan seperti cahaya, suhu, kelembapan, nutrisi, dan konsentrasi CO₂ secara presisi dan terkendali sehingga produktivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya dapat ditingkatkan. Farm Fresh, salah satu perusahaan agribisnis terkemuka di Malaysia, berkolaborasi dengan UPM dalam mengembangkan sistem peternakan sapi perah terintegrasi. Bio-Angle Vacs merupakan perusahaan bioteknologi yang bergerak dalam pengembangan vaksin dan produk kesehatan hewan. Rangkaian kunjungan ini memberikan gambaran mengenai proses hilirisasi hasil riset, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D), pengujian produk, hingga komersialisasi inovasi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga diminta untuk menyusun action plan sebagai bentuk implementasi konsep AIS di konteks masing-masing. Salah satu gagasan yang akan coba dikembangkan oleh Dr. Nurbaiti adalah penguatan sistem produksi beras berpigmen (pigmented rice) sebagai pangan fungsional. Gagasan ini menekankan pentingnya keterlibatan petani melalui pendekatan bertahap, penguatan kemitraan dengan industri, serta peningkatan kesadaran konsumen. Selain itu, pendekatan pembelajaran antarpetani (farmer-to-farmer learning) juga diusulkan sebagai strategi untuk mempercepat adopsi inovasi dan pemasaran di tingkat lapangan.
Partisipasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dosen Fakultas Biologi UGM dalam menghubungkan riset dasar dengan implementasi di lapangan, membuka peluang kolaborasi, serta mendorong kontribusi yang lebih luas dalam pengembangan sistem inovasi pertanian di Indonesia. Dengan keterlibatan aktif dalam program ini, diharapkan Fakultas Biologi UGM dapat terus berperan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Melaui ini juga diharapkan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).














































