Kegiatan ini merupakan agenda ketiga dalam rangkaian Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM Tahun Anggaran 2026 dengan tema “Workshop Intensif MGMP Biologi SMA: Pendalaman Materi Esensial, Strategi Penyampaian Topik Kompleks dan Praktikum Terintegrasi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)”.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan sebelumnya dapat diakses melalui tautan berikut: Penguatan Konsep Dasar Fisiologi Manusia bagi MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman: Refleksi, Review, dan Strategi Pembelajaran yang Sistematis dan Interaktif
Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 21 Mei 2026 pukul 13.00-15.30 WIB di SMA Negeri 1 Mlati yang berlokasi di Jalan Cebongan, Area Sawah, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55286. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan guru Biologi kelas X, XI, dan XII dari berbagai SMA di Kabupaten Sleman.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sleman yaitu Ibu Persita Pupung Hariadi, S.Pd., M.Pd. dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Eko Yulianto, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMA Negeri 1 Mlati Yogyakarta. Kegiatan inti dilaksanakan melalui penyampaian materi oleh Ibu Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si. Dalam kegiatan ini, Bu Laks berkesempatan menyampaikan materi bertajuk “Pendalaman Konsep Dasar Fisiologi Manusia dan Prinsip Diagnosis Darah bagi MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman melalui Review Materi dan Pembelajaran Sistematis yang Interaktif”. Materi tersebut disajikan sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dengan tujuan memperkuat pemahaman guru terhadap konsep-konsep fisiologi manusia serta penerapannya dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA.
Dalam sesi kegiatan inti, Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si. menyampaikan materi bertajuk “Blood in Health and Disease” yang mengupas secara mendalam fungsi dan karakteristik darah manusia. Beliau menjelaskan bahwa darah memiliki peran vital sebagai sistem transportasi hormon, oksigen dalam respirasi, distribusi makanan, pembuangan limbah (ekskresi), serta bagian dari sistem imun tubuh. Karakteristik fisik darah turut dibahas secara rinci, antara lain volume darah yang bergantung pada usia, pH basa, berat jenis, serta viskositasnya yang lima kali lebih kental dibandingkan air. Beliau juga menekankan bahwa darah tidak selalu berwarna merah kecuali pada manusia dan vertebrata, serta termasuk jaringan multipoten yang tidak dapat berubah menjadi jaringan lain.
Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai komponen darah, yakni perbedaan antara serum dan plasma darah, di mana serum merupakan cairan hasil sentrifuge pada tabung kosong, sedangkan plasma mengandung antikoagulan (EDTA). Terkait morfologi sel darah, eritrosit berbentuk bikonkaf berperan penting dalam membawa oksigen secara optimal melalui kapiler; adanya bentuk tidak bikonkaf dapat menghambat aliran darah dan mempengaruhi kemampuan transport oksigen. Melalui analisis eritrosit pula dapat dideteksi kondisi hipoksia kronis maupun keberadaan retikulosit, sementara rasio neutrofil dapat mengindikasikan kadar hormon kortisol. Lebih lanjut, Bu Laks memaparkan berbagai aplikasi pemahaman terkait darah yang mencakup identifikasi penyakit, patogenesis, toksikologi darah, penyakit terkait genetik, imunologi, patologis klinis, hematologi, hingga kedokteran nuklir.
Sesi tanya jawab berlangsung antusias dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Di antaranya, pertanyaan mengenai thalassemia mendapat penjelasan bahwa penyakit ini bersifat herediter autosomal resesif dan pencegahannya dapat dilakukan melalui skrining seperti di layanan klinik Patologi Klinik FK UGM. Pertanyaan seputar pengaruh puasa terhadap kondisi darah mendapat jawaban bahwa kebutuhan air tetap harus terpenuhi meskipun disesuaikan dengan tingkat aktivitas, karena kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu filtrasi ginjal. Pertanyaan tentang warna urine mendapat penjelasan bahwa perubahan warna dapat dipengaruhi oleh pigmen makanan atau tumbuhan yang tidak diserap tubuh, sementara pertanyaan mengenai pengobatan dengan terapi urine dijelaskan tidak dianjurkan karena belum ada penelitian yang mendukungnya. Terkait vaksin dan pembekuan darah, Bu Laks menjelaskan bahwa vaksin bekerja sebagai mikroorganisme yang dilemahkan dan memicu respons imun; kemungkinan efek samping berupa penggumpalan darah dinilai hanya insidental jika hanya terjadi 1–2 kali.
Oleh karena itu, melalui kegiatan ini Ibu Laksmindra bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. dan Indra Lesmana, S,Si., M.Sc. (tim dosen) serta Angeline Steffany Sirami, Khilda Aquilatin Nada, Audrey Azalia Jovita, Elisabet Lintang Permata, Nafisa Qotrunnada Arif, Alifa Tafrinjiyah, dan Firdaus (tim mahasiswa) berupaya untuk memperkuat pemahaman dan pendalaman konsep dasar Fisiologi Manusia serta prinsip diagnosis darah bagi guru-guru MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi strategi pembelajaran yang sistematis dan interaktif sehingga materi yang tergolong kompleks dapat disampaikan secara lebih menarik, mudah dipahami, serta mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran Biologi. Kegiatan ini menunjukkan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sustainable Development Goal yaitu mewujudkan kontribusi nyata terhadap pendidikan berkualitas (SDG 4) dengan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di garda terdepan.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta ramah tamah sembari berdiskusi mengenai rencana pelaksanaan praktikum untuk mendukung pembelajaran Biologi di SMA.




