
Yogyakarta (UGM) – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Silver Medal dalam kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) pada 10 Juni 2026. Prestasi ini diraih melalui karya inovatif berjudul DIATOM-SMART: Self-Reporting Biomimetic Nanocarrier for Real-Time Drug Release Monitoring Using IoT.
Tim terdiri atas Tika Permatasari, Fahima Ellya Wulandari, dan Anggistina Wulansari, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.
DIATOM-SMART merupakan konsep smart drug delivery system yang memanfaatkan frustule diatom (Bacillariophyta) sebagai nanocarrier biomimetik untuk penghantaran obat secara terkontrol. Struktur nanopori alami pada frustule memungkinkan pelepasan obat secara bertahap (controlled drug release), sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi terapi dan mengurangi efek samping.
Keunggulan utama inovasi ini adalah integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan sensor pH yang memungkinkan pemantauan pelepasan obat secara real-time melalui sistem self-reporting. Data yang diperoleh dapat ditransmisikan dan divisualisasikan secara digital untuk mendukung analisis pelepasan obat yang lebih akurat dan berbasis data.
“Penghantaran obat yang presisi masih menjadi tantangan dalam pengembangan terapi modern. Melalui DIATOM-SMART, kami mencoba menggabungkan potensi biomaterial alami dari diatom dengan teknologi digital untuk menciptakan sistem yang tidak hanya mampu menghantarkan obat secara terkontrol, tetapi juga memantau prosesnya secara real-time,” ujar Tika Permatasari.
Fahima Ellya Wulandari, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari ketertarikannya terhadap pemanfaatan sumber daya hayati yang inovatif. “Diatom memiliki struktur nanopori alami yang unik dan berpotensi besar sebagai material penghantar obat. Kami melihat peluang untuk mengembangkan konsep yang mengintegrasikan biomimetik, nanoteknologi, dan IoT dalam satu sistem yang saling terhubung,” tuturnya.
Sementara itu, Anggistina Wulansari menyampaikan bahwa inovasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi awal bagi pengembangan teknologi kesehatan yang lebih cerdas dan berkelanjutan. “DIATOM-SMART tidak hanya menawarkan konsep penghantaran obat yang lebih efisien, tetapi juga menghadirkan pendekatan berbasis data yang dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pengembangan terapi di masa depan,” ungkapnya.
Inovasi DIATOM-SMART mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui pengembangan sistem penghantaran obat yang lebih efektif dan presisi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui integrasi biomaterial inovatif dan teknologi digital, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui optimalisasi penggunaan obat yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pencapaian Silver Medal ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis bioteknologi dan teknologi digital untuk mendukung perkembangan layanan kesehatan masa depan. Ke depan, DIATOM-SMART diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai langkah menuju sistem penghantaran obat cerdas yang adaptif, presisi, dan berkelanjutan. [Penulis: Anggistina Wulansari]
