Denpasar, 11 September 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi dalam Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) 2026 yang diselenggarakan pada 10–11 September 2026 di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. Prananda Imammuddin Dzaki, S.Si., dari Fakultas Biologi UGM, berhasil meraih penghargaan Best Presenter melalui presentasi berjudul “Optimalisasi Sistem Produksi dan Distribusi Pasar Telur Ayam Kampung MAHAR Inovasi Unggas Petelur Unggul untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional.” Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. , Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., MP, Ph.D., IPM , Prananda Imammuddin Dzaki, S.Si., Adib Fakhruddin Yusuf, S.Si., M.S., Dian Sartika, S.Si., M.S., Yusuf Febrianta, S.Si., dan Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dengan dukungan Hibah Pengembangan Inovasi PRIMESTEP UGM. Presentasi dilaksanakan pada hari kedua KNPPM, 11 September 2026, setelah rangkaian konferensi dan kegiatan pengabdian dibuka pada 10 September 2026.
Karya yang dipresentasikan mengangkat pengembangan Ayam MAHAR sebagai inovasi unggas lokal unggul melalui pendekatan terintegrasi dari pemuliaan, perbanyakan final stock, produksi, hingga hilirisasi dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan final stock dilakukan bersama mitra produksi di wilayah Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, sebagai sumber bibit untuk perluasan populasi Ayam MAHAR ke berbagai wilayah. Sementara itu, hilirisasi produk dikembangkan bersama KWT Srikandi Mrican, Yogyakarta, melalui peningkatan kapasitas pemeliharaan dan pembibitan, pengembangan telur dengan kemasan premium, pemanfaatan informasi nilai gizi, serta pengembangan model usaha berbasis rumah tangga. Model simulasi dengan satu set indukan berupa satu jantan dan empat betina menunjukkan potensi surplus operasional sekitar Rp327.600 per keluarga per bulan, sedangkan penerapan pada 25 keluarga berpotensi menghasilkan surplus kolektif sekitar Rp8,19 juta per bulan. Penghargaan Best Presenter menjadi apresiasi terhadap penyampaian inovasi tersebut sebagai model pengembangan unggas lokal yang menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketersediaan pangan hewani berbasis unggas lokal, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan peluang usaha dan peningkatan potensi pendapatan masyarakat, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui hilirisasi inovasi pemuliaan dan teknologi produksi unggas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra produksi, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan Ayam MAHAR.




