Gunungkidul, 10 September 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Biologi UGM mengawali rangkaian program pemberdayaan masyarakat di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Program ini diarahkan untuk memperkuat nilai tambah dan pemasaran produk olahan Ulva yang telah dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Bertajuk “Pemberdayaan Potensi Lokal Pantai Sepanjang Gunungkidul melalui Teknologi Pengemasan dan Pemasaran Digital Produk Ulva”, program ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pengembangan yang didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPKM UGM). Kegiatan diketuai oleh Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. dan akan dilaksanakan melalui pendampingan pada aspek pengemasan, pengelolaan usaha, serta pemasaran digital produk Ulva.
Ulva merupakan salah satu jenis rumput laut hijau berbentuk lembaran yang tumbuh di kawasan pesisir Pantai Sepanjang. Pada awalnya, keberadaan Ulva belum banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan. Sejak sekitar tahun 2016, masyarakat mulai mengolahnya dan terus mengembangkan pemanfaatannya hingga saat ini menjadi beberapa produk, termasuk keripik Ulva dan nori tabur. Meskipun telah diproduksi dan dipasarkan, pemasaran produk masih banyak berpusat di kawasan Pantai Sepanjang dengan kemasan yang relatif sederhana. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat dalam pengembangan produk Ulva.
Kegiatan awal program dihadiri oleh sekitar 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sayuk Rukun, kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengembangan produk di kawasan Pantai Sepanjang. Ketua Pokdarwis Sayuk Rukun, Ibu Suwarni dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan antusiasme terhadap pelaksanaan program serta berharap masyarakat dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibagikan untuk memperkuat usaha yang telah berjalan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama yang dipandu oleh Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. untuk memetakan kendala dan potensi pengembangan produk Ulva di kawasan Pantai Sepanjang.
Dalam diskusi tersebut, pengembangan kemasan menjadi salah satu fokus yang dibahas sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik dan identitas produk. Strategi pengemasan ulang (repackaging) diharapkan dapat membantu produk tampil lebih baik sekaligus mendukung peluang pemasaran ke konsumen yang lebih luas. Selain kemasan, diskusi juga menyoroti pentingnya standarisasi produk di tingkat Pokdarwis Sayuk Rukun. Hal ini mencakup konsistensi komposisi dan informasi produk serta kesiapan berbagai persyaratan usaha, termasuk PIRT, sertifikasi halal, dan aspek legalitas lainnya.
Melalui rangkaian program ini, Fakultas Biologi UGM berupaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal. Pelaksanaan program juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Divisi Sosial dan Masyarakat Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM. Pendampingan yang dilakukan diharapkan dapat memperkuat identitas dan daya saing produk Ulva, memperluas akses pasar, serta mendukung keberlanjutan usaha masyarakat pesisir Pantai Sepanjang. Program ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 14 (Ekosistem Lautan).






