Ain Sokhna, 21 Oktober 2026 – Hari kelima 3rd International Scientific Conference: One Health 2026 di Hotel Ain Sokhna Stella di Mare Grand, Mesir, menghadirkan mahasiswa dan dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Konferensi yang diselenggarakan Badr University in Cairo (BUC) ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk memperkuat pendekatan One Health, yaitu keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Pada sesi Emerging Voices, enam mahasiswa UGM-Indonesia tampil bersama mahasiswa Universitas Leipzig-Jerman, dan Badr University in Cairo-Mesir. Mereka adalah Natasyabrina (2024) dengan topik mikroplastik dan logam berat di perairan pesisir Indonesia, Salma Farah Yumna (2023) tentang virus tanaman cabai, Amarthya Aulia Vadela (2024) tentang antraks, Aditya Ilham Alim (2024) tentang fungi endofit untuk melawan resistensi antimikroba, Muhammad Humam Rafi’i (2024) tentang African Swine Fever pada babirusa di Sulawesi, serta Nauval Rajwa Raysendra (2023) tentang potensi bakteriofag dalam bioteknologi.
Dari unsur dosen, Dr. Sukirno memaparkan keanekaragaman serangga dan kaitannya dengan One Health, sementara Dr. Dwi Sendi Priyono membahas forensik DNA satwa liar untuk mendukung One Health di Indonesia pada sesi Synergies & Systems. Prof. Budi Setiadi Daryono menjadi panelis pada Panel Discussion 2: Innovations in One Health Training.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan pendekatan One Health, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pelibatan mahasiswa dan pelatihan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas negara dan universitas. Partisipasi ini diharapkan memperkuat jejaring internasional dan menyiapkan generasi muda sebagai penggerak One Health di Indonesia.





