Mahasiswa Program Magister Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Rindu Aurantika, mengikuti kegiatan internship pada Bidang Kimia dan Biologi Forensik, Subbidang Biologi Serologi, di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Sentul, Jawa Barat, pada tanggal 1–31 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan akademik Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. dan sebagai pembimbing lapangan adalah Penda Riski Suranto, S.Si. Program internship ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UGM, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Brawijaya (UB).
Selama lima minggu, rangkaian kegiatan internship disusun secara bertahap untuk membantu mahasiswa memahami alur pemeriksaan forensik dari awal hingga akhir. Minggu pertama diisi dengan pengenalan struktur organisasi Puslabfor, peran Subbidang Biologi Serologi, serta kegiatan administrasi berupa pengarsipan berita acara pemeriksaan dari berbagai Polda dan Polres di Indonesia. Dari tahap awal ini, mahasiswa belajar bahwa pengelolaan arsip bukan hanya sekadar administrasi, melainkan bagian penting yang berhubungan langsung dengan proses hukum. Pada minggu kedua dilanjutkan dengan pengenalan laboratorium yang ada pada subbidang Biologi Serologi seperti laboratorium serologi, human DNA, non-human DNA dan mikrobiologi. Minggu ketiga, mahasiswa diajak berpartisipasi dalam pemeriksaan barang bukti biologis seperti bercak darah, sperma, rambut, dan jaringan tubuh; serta barang bukti lain seperti pakaian, tisu, botol minuman, puntung rokok, maupun benda lain yang sering ditemukan di tempat kejadian perkara.
Pada minggu keempat, fokus kegiatan beralih pada sampel kompleks seperti tulang dan kuku. Dan melakukan analisis genetik dengan Genetic Analyzer yang berbasis elektroforesis kapiler. Pada minggu terakhir kegiatan difokuskan pada pengulangan praktik ekstraksi, serta input data DNA ke dalam sistem database tahanan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan laporan akhir yang merangkum pengalaman belajar selama satu bulan penuh.
Pengalaman ini menjadi kesempatan berharga bagi Rindu dalam perjalanan akademiknya. “Internship di Puslabfor memberi saya kesempatan untuk melihat bagaimana ilmu biologi digunakan dalam dunia kerja. Setiap tahap, mulai dari uji serologi hingga interpretasi DNA, menuntut ketelitian tinggi karena hasilnya berimplikasi langsung terhadap penyidikan,” ungkapnya. Selain menambah keterampilan teknis di bidang biologi forensik, kegiatan internship juga turut memperkuat sikap disiplin dan tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan perkembangan ilmu forensik di Indonesia dapat semakin terbuka, baik dalam bentuk peningkatan mutu pendidikan maupun riset. [Penulis: Rindu Aurantika]




