Yogyakarta, 28 November 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi dari Australian National University (ANU), Australia, dalam rangka perpanjangan kerja sama program Double Degree tingkat sarjana dengan Fakultas Biologi sekaligus penjajakan perluasan kolaborasi strategis dengan UGM. Pertemuan berlangsung di Ruang Tamu Rektor UGM. Delegasi ANU dipimpin oleh Professor Kiaran Kirk selaku Dean, College of Science and Medicine, bersama Professor Stephen Eggins selaku Dean, College of Systems and Society; Professor Maja Adamska selaku Associate Director Education, College of Science and Medicine, Research School of Biology; Associate Professor Jeremy Smith dari College of Systems & Society, School of Engineering; serta Leonardo Alfonzo selaku Regional Manager, International Relations and Partnerships – STEMM.
Dari pihak UGM, pertemuan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM yang didampingi oleh Tyas Iksan Hikmawan, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM. Hadir pula Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dekan Fakultas Biologi, bersama Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, serta Nur Indah Septriani, Ph.D., selaku Kepala KUI Fakultas Biologi dan Matin Nuhamunada, Ph.D., Sekretaris KUI Fakultas Biologi. Selain itu, pertemuan turut dihadiri oleh Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM, ASEAN Eng., Dekan Sekolah Vokasi; serta Prof. Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Teknik.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Puji Astuti selaku pimpinan rapat membuka diskusi dengan menyampaikan sambutan hangat serta apresiasi terhadap hubungan panjang antara UGM dan ANU sebagai mitra internasional yang telah lama berkolaborasi. Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai peluang penguatan dan perluasan kerja sama, termasuk melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY WCU) , New Colombo Plan, serta skema kolaborasi akademik yang berpotensi memperoleh dukungan pendanaan LPDP.
Agenda utama pertemuan ini ditandai dengan penandatanganan perpanjangan kerja sama Double Degree Undergraduate Program antara Fakultas Biologi UGM dan College of Science and Medicine ANU. Kerja sama yang telah berjalan sejak 2018 ini kembali diperkuat setelah menghasilkan lulusan pertama, Vanessa dan Sabut, yang telah menyelesaikan studi di UGM dan ANU pada tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Biologi, Prof. Budi Setiadi Daryono, menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini merupakan langkah strategis bagi UGM dalam membuka peluang global bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kompetensi akademik melalui pengalaman belajar internasional yang berstandar tinggi.
Selain perpanjangan kerja sama akademik tingkat sarjana, diskusi juga berkembang pada potensi kolaborasi riset dan program multidisiplin yang melibatkan Fakultas Biologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Fakultas Teknik, serta Sekolah Vokasi. Kedua institusi membahas sejumlah topik riset potensial yang dapat dikembangkan secara bersama-sama, termasuk bidang biologi, kesehatan masyarakat, rekayasa sistem, hingga inovasi teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Agenda dilanjutkan dengan Faculty Tour ke Fakultas Biologi UGM khususnya pada kegiatan Research Day yang sedang berlangsung. Delegasi ANU diperkenalkan pada berbagai aktivitas, riset maupun kolaborasi yang sudah dijalin oleh Fakultas Biologi UGM.
Mengakhiri diskusi, UGM dan ANU menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat melalui kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Kemitraan ini dinilai selaras dengan SDG 4 mengenai peningkatan kualitas pendidikan melalui mobilitas internasional dan penguatan kapasitas mahasiswa; SDG 9 mengenai pengembangan inovasi dan riset yang berdaya guna; serta SDG 17 mengenai penguatan kemitraan global yang berkelanjutan. Ke depan, kedua institusi berharap kolaborasi ini terus berkembang menjadi model kerja sama internasional yang mampu menghasilkan inovasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global.





