Dua mahasiswa Program Magister Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Adelfiani dan Felisitas Meli Podhi, berpartisipasi sebagai presenter dalam 9th International Conference on Veterinary, Agriculture and Life Sciences (ICVALS) 2026 yang diselenggarakan oleh International Society for Research in Education and Science pada 2–5 April 2026 di Konya Teknik Üniversitesi, Turki. Konferensi internasional tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara di Asia dan Eropa untuk membahas perkembangan terkini di bidang ilmu hayati, pertanian, dan veteriner.
Dalam konferensi tersebut, Adelfiani dalam kesempatan ini bertindak sebagai Session Chair sekaligus Presenter mempresentasikan penelitian berjudul “Impact of Natural Disaster and Essential Spawning Habitat (ESH) Characteristics on the Conservation of the Vulnerable Endemic Bilih Fish (Mystacoleucus padangensis) in Lake Singkarak, Indonesia.” Penelitian tersebut membahas dampak bencana alam yang melanda Sumatera Barat pada November 2025 terhadap kelestarian ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), spesies ikan endemik Danau Singkarak terancam punah yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis penting bagi masyarakat setempat. Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. Melalui penelitian tersebut, Adelfiani menyoroti bagaimana perubahan ekosistem pascabencana dapat memengaruhi essential spawning habitat (ESH) atau habitat pemijahan esensial yang dibutuhkan ikan bilih untuk mempertahankan populasinya di alam. Kajian ini menjadi penting dalam mendukung strategi konservasi spesies endemik Indonesia di tengah meningkatnya ancaman perubahan lingkungan dan bencana alam.
Sementara itu, Felisitas Meli Podhi mempresentasikan penelitian berjudul “In Vivo Developmental Toxicity and Teratogenic Evaluation of Cucumis melo L. var. Gama Melon Parfum Extract on Wader Pari Fish (Rasbora lateristriata) Embryos.” Penelitian ini mengkaji efek toksisitas perkembangan dan potensi teratogenik ekstrak Gama Melon Parfum terhadap embrio ikan wader pari (Rasbora lateristriata), salah satu ikan native Indonesia yang mulai menghadapi tekanan populasi akibat perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. Gama Melon Parfum merupakan varietas melon hasil pengembangan dan hibridisasi oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang dikenal memiliki aroma khas serta potensi senyawa bioaktif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak Gama Melon Parfum memiliki potensi aktivitas antikanker melalui pengujian in vitro pada sel kanker payudara. Melanjutkan penelitian tersebut, studi yang dipresentasikan pada ICVALS 2026 berfokus pada evaluasi keamanan biologis dan dampaknya terhadap perkembangan embrio menggunakan pendekatan in vivo dengan model ikan lokal Indonesia.
Partisipasi kedua mahasiswa dalam ICVALS 2026 menjadi bentuk kontribusi aktif mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam memperkenalkan penelitian berbasis biodiversitas Indonesia di forum ilmiah internasional. Selain menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, konferensi ini juga membuka peluang pengembangan jejaring akademik dan kolaborasi riset lintas negara.
“Melalui konferensi ini, kami mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan potensi biodiversitas dan penelitian dari Indonesia kepada komunitas ilmiah internasional. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang toksikologi perkembangan dan konservasi spesies endemik,” ujar Felisitas dan Adelfiani. [Penulis: Adelfiani]






