Kamis, 14 Mei 2026, Tim pengabdian masyarakat BIMA Kemdiktisaintek 2026 melaksanakan kegiatan survei lapangan dalam rangka pengembangan program hibah terkait optimalisasi teknologi budidaya dan pemuliaan ayam kampung modern dengan sasaran masyarakat Hargowilis, Kulon Progo, DIY. Tim pengabdian yang diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. melaksanakan kunjungan ke produsen mesin tetas telur, yaitu Tunas Mekar yang bermitra dengan Peternak Muda Group di Jl. Truntung No.32, RT.01/RW.13, Pengadungan, Tritih Kulon, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Selain itu, tim pengabdian juga berkunjung ke peternakan pengguna mesin tetas dari perusahaan tersebut, yaitu Mandiri Farm di Jl. Raya Baturaden, Dusun III, Karangtengah, Kec. Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan survei ini bertujuan untuk mendapatkan informasi teknis terkait performa mesin tetas telur, sistem operasional penetasan, efisiensi produksi Day Old Chick (DOC), serta kendala hingga potensi pengembangan teknologi penetasan unggas lokal. Kegiatan ini juga menjadi upaya menjalin kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pelaku industri peternakan, serta peternak lokal dalam mendukung pengembangan sektor peternakan unggas berkelanjutan berbasis teknologi tepat guna.
Tim pengabdian melakukan observasi langsung terhadap proses produksi mesin tetas di Peternak Muda Group, mulai dari perancangan alat, sistem pengaturan suhu, kelembapan, serta pertukaran udara, hingga mekanisme pemutaran telur otomatis yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan penetasan. Melalui observasi ini, tim memperoleh gambaran mengenai potensi teknologi mesin tetas sebagai solusi peningkatan produktivitas peternakan unggas yang lebih mandiri, ekonomis, dan mudah diakses masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan survei ke Mandiri Farm sebagai salah satu pengguna mesin tetas produksi Peternak Muda Group. Pada kesempatan tersebut, tim melakukan wawancara terkait pengalaman implementasi penggunaan mesin tetas di lapangan, tingkat daya tetas telur, manajemen pemeliharaan indukan dan penetasan telur, serta dampak penggunaan teknologi terhadap produktivitas usaha peternakan. Hasil observasi di peternakan langsung menunjukkan bahwa penerapan teknologi mesin tetas berkontribusi positif pada peningkatan kapasitas produksi bibit unggas, khususnya ayam, sekaligus mendukung kemandirian peternak dalam penyediaan DOC secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memperoleh data dan pengalaman lapangan yang komprehensif sebagai langkah awal pelaksanaan program pemberdayaan kemitraan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan peternak diharapkan dapat mendorong akselerasi kemandirian pangan, produktivitas peternakan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan inovasi teknologi peternakan ayam kampung modern yang aplikatif dan berkelanjutan. [Penulis: Avriena Lintang A. R.]




