Rabu (7/10), Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum dengan narasumber Asisten Deputi Infrastruktur Sumber Daya Air dan Pangan dari Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Dr. Suraji, S.P.,M.Si. Topik yang dipaparkan sesuai dengan bidang kerja Kemenko Infra yaitu “Pembangunan Infrastruktur Biru untuk Swasembada Air dan Pangan Berkelanjutan”. Kuliah umum diselenggarakan secara full daring yang dihadiri 200 orang peserta. Kuliah umum diselenggarakan pada pukul 13.00 hingga 14.15 WIB yang dipandu oleh Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc.
Mengawali paparannya, Suraji menyatakan bahwa air menghubungkan pangan, energi, kesehatan, kota, industri dan ekosistem karena air adalah fondasi pangan. Tata Kelola air sangat penting dilakukan agar ekosistem mampu menangkap dan menyimpan air, menjaga kualitas air, mendistribusikan secara adil serta menggunakannya secara efisien. “Tahun 2025 lalu merupakan tahun dengan siklus air terkestrim sejak 35 tahun terakhir, siklus ini berayun antara kekekeringan dan banjir yang datang secara bergantian,” ungkap Suraji. ” Sementara pertanian sebagai ujung tombak swasembada pangan merupakan pengkonsumsi air terbesar, yaitu 71% dari air dunia”, tambahnya,
Terkait infrastruktur biru, Suraji menyampaikan bahwa infrastruktur biru merupakan sistem tata ruang yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan badan air. Infrastruktur berupa jaringan alami (misal: sungai dan danau), buatan (misal: bendungan dan irigasi) dan digital (misal: sensor hidrologi dan sistem peringatan dini) dalam pengelolaan air. RPJMN 2025-2029 menempatkan swasembada air sebagai prioritas nasional.
Peserta kuliah umum, Muhammad Alghifari, mengajukan pertanyaan terkait strategi Kemenko Infra untuk mengatasi kebutuhan air dalam penyediaan energi (PLTU dan PLTN). Suraji memberikan alternatif desalinasi air laut. Penanya kedua, Julia Gaby Putri, menanggapi alternatif desalinasi air laut apakah memungkinkan dilakukan di Kota Balikpapan karena seringnya terjadi krisis air bersih. “ Desalinasi air laut dapat dijadikan solusi permanen untuk kota dipinggir pantai, seperti Balikpapan”, jawab Suraji.
Sebanyak 200 peserta kuliah umum kali ini berasal dari mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM, mahasiswa Fakultas Teknik Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, mahasiswa Fakultas Pertanian Departemen Perikanan UGM, mahasiswa Fakultas Farmasi UGM, mahasiswa FMIPA UNY Prodi Biologi, mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Biologi UGM dan perwakilan Pemda Kabuaten Kendal serta peserta umum.
Sebelum penutupan, Suraji menyampaikan pesannya ,” Mari kita wujudkan swasembada air dan pangan bagi Indonesia”. Kegiatan ini merupakan pangejawantahan dari SDG 4 (Pendidikan berkualitas), SDG 6 (Air bersih dan Sanitasi), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab). (DUS)



