Malang, 12–15 April 2026 — Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., menghadiri Rapat Kerja (Raker) MIPAnet Tahun 2026 yang diselenggarakan di Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (FMIPA UNM). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 12 hingga 15 April 2026.
Raker MIPAnet merupakan forum tahunan strategis yang mempertemukan para pimpinan fakultas bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MIPAnet, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Selanjutnya, rangkaian pemaparan materi menghadirkan narasumber nasional yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai kebijakan terbaru disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani selaku Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, yang membahas Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang profesi, karier, dan penghasilan dosen, dengan sesi dimoderatori oleh Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Materi berikutnya mengangkat strategi membangun kolaborasi internasional yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., Dekan FMIPA Universitas Negeri Malang. Sesi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, yang turut berperan aktif dalam memfasilitasi diskusi antar peserta terkait penguatan jejaring global.
Selain itu, sesi mengenai tata kelola laboratorium memberikan wawasan terkait pengelolaan fasilitas riset yang efektif, efisien, serta berstandar internasional guna mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian. Agenda utama raker juga mencakup pembahasan program kerja MIPAnet ke depan guna memperkuat sinergi antar anggota.
Partisipasi Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Biologi UGM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus berkontribusi aktif dalam jejaring nasional, khususnya dalam pengembangan bidang MIPA. Kehadiran ini juga diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama antar perguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda rapat, kegiatan juga diisi dengan kunjungan laboratorium serta kunjungan industri yang memberikan wawasan tambahan terkait praktik terbaik dalam pengelolaan fasilitas dan penguatan link and match antara dunia akademik dan industri.
Melalui keikutsertaan dalam Raker MIPAnet 2026, Fakultas Biologi UGM menegaskan perannya sebagai bagian dari komunitas akademik nasional yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta daya saing global.
Ke depan, penguatan kolaborasi melalui jejaring seperti MIPAnet diharapkan semakin mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Fakultas Biologi UGM. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu biologi di Indonesia, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan penguatan kemitraan global (SDG 4 dan SDG 17).
Prestasi gemilang ditorehkan oleh tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam ajang IGNITE FUTURE FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 3–6 April 2026. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Widya Arum Prastanti, bersama Husna Nadia dan Regina Siska Ekaristi Nainggolan, berhasil meraih Honorable Medal pada esai kategori Gizi & Kesehatan dengan judul “Abon BioFerra: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Belut dan Ampas Tahu sebagai Upaya Pencegahan Anemia.”
Esai yang ditulis mengangkat isu serius tentang tingginya prevalensi anemia di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, menurunkan daya tahan tubuh, performa belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Tim ini menilai bahwa pendekatan suplementasi tablet tambah darah selama ini belum sepenuhnya efektif karena rendahnya kepatuhan konsumsi dan efek samping yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka merancang solusi berbasis pangan fungsional yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pola konsumsi harian.
Gagasan utama yang mereka tawarkan adalah Abon BioFerra, sebuah inovasi pangan fungsional berbentuk abon yang memanfaatkan dua bahan utama: belut sebagai sumber zat besi heme dengan bioavailabilitas tinggi, serta ampas tahu yang merupakan limbah industri pangan namun masih kaya akan protein dan serat. Pemilihan bentuk abon didasarkan pada tingkat penerimaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat akrab dengan produk abon, baik dari segi rasa, kepraktisan, maupun daya simpannya yang lama. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kedalaman analisis, orisinalitas gagasan, serta kemampuan mereka dalam mempresentasikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang mengintegrasikan isu gizi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu produk pangan.
Dalam langkah selanjutnya, tim BioFerra berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja putri. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, dan industri pangan, untuk mewujudkan pencegahan anemia yang lebih efektif, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. [Penulis: Widya Arum Prastanti]
Tim dari Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award SINEPA 2026 dengan memperoleh Juara 1 kategori esai jenjang perguruan tinggi pada subtema pertanian. Tim tersebut terdiri dari Widya Arum Prastanti sebagai ketua, serta beranggotakan Okcarinda Wahyu Romadani dan Rahma Amalia, dengan dosen pendamping Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Prestasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi melalui karya tulis ilmiah yang relevan terhadap permasalahan aktual di sektor pertanian Indonesia.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mendorong lahirnya gagasan inovatif dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Pada subtema pertanian, peserta dituntut untuk mampu merancang solusi yang aplikatif terhadap permasalahan ketahanan pangan nasional. Adapun gelombang 3 pendaftaran dibuka pada 17 Februari–3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan tahap penilaian pada 4 – 7 Maret 2026, dan selanjutnya pengumuman juara dilaksanakan pada 9 Maret 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM mengangkat esai yang membahas konsep TriBioFit Smart Agro Network, yaitu model sistem pengendalian hama berbasis desa yang mengintegrasikan bioinsektisida hayati dengan monitoring berbasis data serta koordinasi kolektif petani. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penurunan produksi padi nasional yang salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta sistem pengendalian hama yang masih bersifat individual dan reaktif di tingkat lapangan.
TriBioFit dikembangkan sebagai inovasi bioinsektisida hayati berbasis kombinasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana dengan bahan alami seperti biji jarak (Jatropha curcas) dan gulma siam (Chromolaena odorata). Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai agen pengendali hama yang ramah lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dalam sistem berbasis desa yang memungkinkan pencatatan, analisis, serta pengambilan keputusan secara kolektif.
Melalui pendekatan ini, pengendalian hama tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan secara serempak dalam satu hamparan berbasis data lapangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur monitoring, evaluasi, serta perencanaan tindakan berjenjang yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Dengan demikian, konsep ini diharapkan mampu mendukung stabilitas produksi padi, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menjaga keseimbangan agroekosistem.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui implementasi di tingkat desa sebagai model pertanian berbasis komunitas dan data di era Society 5.0. Pemikiran dalam karya tulis ilmiah ini memberikan kontribusi terhadap SDGs nomor 11 (Sustainable cities and communities), 12 (Responsible consumption and production), dan 15 (Life on land). [Penulis: Okcarinda Wahyu Romadani]
Pada 11 April 2026, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (Matalabiogama) mengadakan pendakian di Gunung Andong via Temu Kidul yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.726 meter di atas permukaan laut. Peserta yang mengikuti pendakian Gunung Bismo ini berjumlah sebelas orang yang terdiri dari D XXVII dan AM XXVIII. Pendakian ini dipimpin oleh Faiq Mishbahul Aufa selaku Ketua Pelaksana yang bertanggung jawab serta mengkoordinasi seluruh anggota hingga kegiatan pendakian selesai.
Pendakian diawali dengan persiapan secara menyeluruh. Dimulai dari persiapan fisik peserta dan pemeriksaan perlengkapan, seperti barang pribadi, jas hujan, sepatu, P3K, dan logistik. Selain itu, peserta juga mendapa tarahan teknis terkait jalur pendakian yang akan ditempuh. Seluruh peserta akan diwajibkan untuk berkumpul terlebih dahulu di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada pukul 19.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan briefing singkat dan doa bersama sebelum keberangkatan. Perjalanan dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga tiba di basecamp pada pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, peserta memanfaatkan waktu untuk beristirahat.
Pendakian Gunung Andong via Temu Kidul dimulai pada pukul 04.00 WIB dengan memastikan seluruh persiapan telah lengkap. Pada pendakian ini terdapat tiga pos sebelum tiba di puncak. Pada Pos 1 jalur yang dilalui melewati permukiman warga dan kawasan perkebunan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu menanjak. Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 didominasi oleh jalur yang menanjak. Di jalur akhir, terdapat dua batu besar yang saling berdempetan sebagai penanda Pos 2, dikenal dengan nama Watu Dempet. Setelah itu, kondisi jalur yang dilalui dari Pos 2 menuju Pos 3 lebih menanjak. Saat perjalanan menuju puncak, jalur yang dilalui berupa jalan setapak yang terdiri dari bebatuan dan tanah dengan kondisi yang semakin menanjak dan terjal. Di jalur ini, seluruh peserta diimbau untuk berhati-hati karena rawan terpeleset dan tersandung. Nantinya, melalui jalur via Temu Kidul, seluruh peserta akan sampai pada puncak pada pukul 06.30 WIB estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam 30 menit dengan berjalan santai. Setibanya di puncak, peserta memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan mendokumentasikan kegiatan. Perjalanan turun dilakukan pada pukul 10.00 WIB dengan waktu yang ditempuh selama 1 jam 30 menit menuju basecamp. Setelah itu, seluruh peserta akan bersiap-siap untuk kembali menuju Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada pukul 14.00 WIB dan tiba pada 16.30 WIB.
Secara keseluruhan kegiatan pendakian Gunung Andong via Temu Kidul berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Setiap persiapan kegiatan dilakukan dengan baik melalui pemeriksaan menyeluruh. Meskipun demikian, evaluasi tetap dilakukan khususnya pada manajeman waktu dan komunikasi antaranggota sehingga dapat menjadi perbaikan bagi kegiatan berikutnya. Vivat et Floreat! [Penulis: Matalabiogama]
Pelatihan “Analisis Kuantitatif dan Kualitatif pada Sediaan Histologi (Imunohistokimia dan Analisis Semikuantitatif)” telah dilaksanakan pada tanggal 9–10 April 2026 di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peneliti mengenai teknik imunohistokimia, yaitu analisis histologis berbasis metode parafin yang memanfaatkan prinsip imunologi (antibodi) untuk mendeteksi protein atau antigen spesifik dalam jaringan. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya optimasi metode, kontrol mutu, serta pemecahan masalah dalam proses preparasi dan analisis sediaan yang mendukung terjaminnya pendidikan berkualitas (SDGs 4.)
Selama dua hari pelaksanaan, Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. dan Sefi Nur Anggaeni, S.Si. sebagai salah satu peserta dari Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan, Fakultas Biologi, UGM mendapatkan materi komprehensif yang mencakup dasar-dasar imunohistokimia dan kontrol mutu, teknik optimasi serta troubleshooting pewarnaan, hingga analisis hasil pewarnaan imunohistokimia. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktikum, termasuk analisis semikuantitatif melalui konversi fraksi area imunopositif menjadi skor, serta praktik langsung pewarnaan jaringan hepar, lien, cerebellum, dan medulla spinalis tikus menggunakan penanda Iba1 sebagai marker makrofag dan mikroglia. Pendekatan ini memberikan pengalaman aplikatif yang memperkuat pemahaman teoritis peserta. Narasumber dalam pelatihan ini adalah dr. Rina Susilowati, Ph.D. dan Dian Eurike Septyaningtrias, S.Ked., M.Sc., Ph.D.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai interpretasi hasil imunohistokimia secara semikuantitatif berdasarkan intensitas dan distribusi warna positif pada jaringan. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi di bidang histologi dan patologi, khususnya dalam mendukung penelitian berbasis analisis jaringan yang mendukung penguatan kehidupan sehat dan sejahtera (SDGs 3). Apresiasi disampaikan kepada Fakultas Biologi UGM atas dukungan baik moril maupun material yang memungkinkan partisipasi dalam kegiatan ini, dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan penelitian biologi ke depan serta memperkuat kolaborasi dengan FKKMK, UGM yang mendukung SGDs 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan).
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Sefi Nur Anggaeni
Yogyakarta, 11 April 2026 — TUK Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan Uji Kompetensi Kualifikasi Skema Kultur Jaringan II yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Atas, Ruang Kuliah 7, serta Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan ini menghadirkan asesor dari LSP Pertanian Malang, yaitu Ibu Ari Setyowati, M.P., yang bertugas melakukan asesmen terhadap kompetensi peserta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Acara dipandu oleh MC, Matin Nuhamunada, Ph.D. dan diawali dengan laporan oleh Ketua Pelaksana Uji Kompetensi Kultur Jaringan, Ibu Wahyu Aristyaning Putri, Ph.D. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Kegiatan ini kemudian secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.
Lima belas peserta yang mengikuti uji kompetensi ini berasal dari 9 universitas dan perusahaan di Indonesia. Peserta terbagi kedalam dua jalur uji, yaitu portofolio dan observasi. Pada sesi pagi, seluruh peserta melaksanakan ujian tertulis kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk peserta jalur portofolio. Pada sesi siang, untuk peserta jalur observasi, dilaksanakan ujian praktik untuk menguji keterampilan teknis peserta dalam bidang kultur jaringan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas (SDG No. 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG No. 8) dan industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG No. 9).
Melalui kegiatan uji kompetensi ini, diharapkan peserta memperoleh pengakuan kompetensi yang dapat mendukung pengembangan karier profesional sekaligus memperkuat daya saing di dunia kerja, baik di sektor akademik maupun industri.
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Universitas Gadjah Mada tahun 2026 telah dilaksanakan melalui rangkaian seleksi yang berlangsung sejak 19 Februari hingga 7 Maret 2026. Tahapan diawali dengan pendaftaran dan pengumpulan berkas pada 19 Februari hingga 3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan dengan seleksi berkas oleh juri pada 4–7 Maret 2026, serta technical meeting peserta pada 5 Maret 2026.
Pada tahap seleksi berkas, peserta menyampaikan Capaian Unggulan (CU) yang dilengkapi dokumen pendukung, Naskah Gagasan Kreatif (GK) dengan tema “Asta Cita” sesuai bidang keilmuan, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL ITP/IELTS/ACEPT/TOEIC/TOEP). Tahap seleksi final dilaksanakan melalui wawancara validasi Capaian Unggulan (CU) serta presentasi Gagasan Kreatif (GK). Berdasarkan keseluruhan rangkaian seleksi serta hasil penetapan pada 12 Maret 2026, Natasyabrina, mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2024, ditetapkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 1 tingkat Fakultas Biologi Tahun 2026. Dalam kompetisi tersebut, Natasyabrina mengangkat gagasan kreatif berjudul “Inovasi Smart Label Biodegradable Berbasis Antosianin Buah Jamblang (Syzygium cumini) untuk Monitoring Kesegaran Ikan pada Implementasi Program Makan Bergizi Gratis.”
Sebagai kelanjutan seleksi pada tingkat universitas, Natasyabrina bersama 18 mahasiswa berprestasi lainnya dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Gadjah Mada mengikuti kegiatan Supercamp yang diselenggarakan selama satu hari penuh pada 4 April 2026 di FMIPA UGM. Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum., dan dilanjutkan dengan tahapan seleksi akhir yang mencakup wawancara Capaian Unggulan serta presentasi Gagasan Kreatif. Dari rangkaian tersebut, diperoleh mahasiswa terbaik pada tingkat Universitas Gadjah Mada Tahun 2026.
Yogyakarta, 6 April 2026 — Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), telah sukses menyelenggarakan JTBB ASEAN Editor–Researcher Strategic Workshop 2026 secara hybrid pada tanggal 4–5 April 2026. Workshop ini merupakan bagian dari JTBB Advancement Program 2026 yang didanai oleh Hibah EQUITY dari UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh tim editorial JTBB sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas dan kuartil jurnal, serta mengundang para peneliti dari berbagai negara di kawasan ASEAN, sejalan dengan fokus regional JTBB yang menitikberatkan pada isu biodiversitas dan bioteknologi di ASEAN. Workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik sekaligus meningkatkan relevansi dan daya saing JTBB di tingkat internasional, yang juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 Quality Education melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure melalui penguatan ekosistem riset dan inovasi, SDG 15 Life on Land melalui dukungan terhadap penelitian biodiversitas, serta SDG 17 Partnerships for the Goals melalui kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN.
Workshop ini menghadirkan lima pembicara terkemuka sebagai representasi dari negara-negara ASEAN, yaitu Prof. Madya Ts. Dr. Muhammad Abdul Latiff Bin Abu Bakar dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (Malaysia), Prof. Jonathan A. Anticamara, Ph.D. dari University of the Philippines Diliman (Filipina), Dr. Faizah Haji Metali dari Universiti Brunei Darussalam (Brunei Darussalam), Prof. Kornsorn Srikulnath, Ph.D. dari Kasetsart University (Thailand), serta Assoc. Prof. Dr. Do Tan Khang dari Can Tho University (Vietnam). Melalui forum ini, JTBB berupaya memperkuat keterlibatan dengan komunitas riset ASEAN dengan menjembatani komunikasi antara editor, peneliti, dan asosiasi ilmiah, sekaligus memetakan tren riset serta dinamika publikasi di kawasan untuk memastikan keselarasan dengan fokus editorial jurnal. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas dan mendiversifikasi basis penulis dan reviewer JTBB, khususnya pada bidang-bidang riset spesifik, serta meningkatkan visibilitas dan dampak sitasi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menuju target peringkat Q1 pada tahun 2030.
Pada hari pertama, 4 April 2026, workshop difokuskan pada pemaparan wawasan dari para pembicara terkait tren penelitian terkini, tantangan dalam publikasi ilmiah, serta peluang kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN. Diskusi yang berlangsung memberikan gambaran komprehensif mengenai lanskap penelitian regional dan membuka peluang bagi JTBB untuk semakin adaptif dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan. Selanjutnya, pada hari kedua, 5 April 2026, tim editorial JTBB melaksanakan diskusi internal untuk mengolah berbagai insight yang telah diperoleh dari para narasumber. Hasil dari sesi ini menjadi dasar dalam penyusunan rencana strategis JTBB ke depan, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas jurnal dan percepatan pencapaian target indeksasi pada kuartil Q1.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, JTBB menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai jurnal ilmiah bereputasi internasional yang tidak hanya responsif terhadap dinamika riset di kawasan ASEAN, tetapi juga aktif membangun ekosistem kolaborasi yang inklusif antara editor dan peneliti. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi JTBB sebagai platform publikasi ilmiah yang kredibel dan berdampak, sekaligus mendukung kemajuan riset biodiversitas dan bioteknologi di tingkat regional.
Sidang Umum BEM Biologi UGM dilaksakan pada hari Minggu, 8 Maret 2026 pukul 12.30 – 16.40 WIB secara luring yang bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi. Sidang Umum ini diselenggarakan oleh Bidang Kerumahtanggaan yang dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari staf muda dan staf ahli BEM Biologi. Diselenggarakannya Sidang Umum ini bertujuan untuk membuat serta mengesahkan AD/ART dan Standar Mutu Kaderisasi (SMK) BEM Biologi UGM Kabinet Nawasena Abhipraya.
Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada dan Mars Biologi. Selanjutnya, pada sidang ini terdapat 2 sesi utama pembahasan AD/ART kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Standar Mutu Kaderisasi (SMK). Sebelum dimulainya pembahasan, dilakukan pembacaan tata tertib sidang oleh Saktian Hutama sebagai Master of Ceremony. Kemudian dilakukan pemilihan pimpinan sidang sebanyak 3 orang. Pimpinan sidang 1 adalah Muhammad Haykal Nur Arifin , pimpinan sidang 2 adalah Adzroo Zhafarina Setyo Budi, dan pimpinan sidang 3 adalah Wuri Hastuti. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART yang nantinya akan digunakan sebagai landasan dalam berdinamika oleh kabinet Nawasena Abhipraya. Setelah AD/ART disahkan dilanjutkan dengan sesi terakhir yaitu pembahasan Standar Mutu Kaderisasi (SMK) dengan menghasilkan kualifikasi sumber daya yang diperlukan. Kegiatan ini diakhiri dengan disahkan nya seluruh pembahasan yang ada dan ditutup dengan sesi dokumentasi oleh panitia. [Penulis: BEM]
Kabinet Alocasia Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) Biologi UGM telah berhasil melaksanakan kegiatan Grand Launching pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkenalkan visi, misi, struktur kepengurusan, dan program kerja Kabinet Alocasia sebagai langkah awal kepengurusan pada periode yang sedang berlangsung. Rangkaian kegiatan Grand Launching dilaksanakan di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM dan dihadiri oleh anggota aktif KSAT, 9 kelompok studi dan lembaga internal Fakultas Biologi, serta organisasi eksternal fakultas yaitu Klinik Agromina Bahari (KAB) dari Fakultas Pertanian.
Kegiatan Grand Launching diawali dengan registrasi tamu undangan, kemudian dibuka oleh MC yaitu Nailah Attarafishah Suryanto (KSAT 2024) dan Khanza Nayla Hartanto (KSAT 2025). Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada dan Mars Biologi sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan institusi. Kemudian dilakukan penayangan Video Profil KSAT untuk mengenalkan KSAT kepada pihak eksternal, dimana video tersebut menjelaskan tentang tingkatan keanggotaan, divisi keilmuan, nonkeilmuan, dan program kerja KSAT. Kegiatan berlanjut dengan sambutan pembina KSAT, Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si., akan tetapi beliau berhalangan hadir, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023) selaku Ketua KSAT dan Ketua Pelaksana Grand Launching KSAT 2026.
Sesi kegiatan berikutnya adalah pengenalan Kabinet Alocasia oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023). Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan program kerja masing-masing divisi kepengurusan Kabinet Alocasia, diawali dengan pemaparan program kerja Ketua KSAT oleh Ferdy Arif Saputra (KSAT 2023), program kerja Wakil Ketua KSAT oleh Talitha Daris Nirwasita (KSAT 2023), program kerja sekretaris oleh Anis Fauzia Rahma (KSAT 2024), dan program kerja bendahara oleh Debora Putri Maharani (KSAT 2024). Kemudian kegiatan berlanjut dengan pengenalan program kerja divisi keilmuan Kabinet Alocasia oleh Salma farah Yumna (KSAT 2023). Selanjutnya adalah pengenalan program kerja masing-masing divisi nonkeilmuan Kabinet Alocasia, diantaranya pemaparan program kerja divisi Kreatif oleh Nadia Cahyaningtyas (KSAT 2024), divisi Kewirausahaan oleh Aisyah Alfiyah Rizky (KSAT 2024), divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) oleh Lintang Sekar Madya Ratri (KSAT 2024), divisi Kerumahtanggaan oleh Azizah Laila Mumtas (KSAT 2024), serta divisi Media dan Komunikasi oleh Dhevytha Syalma Clariesna Iswan (KSAT 2024).
Akhir rangkaian Grand Launching Kabinet Alocasia berisikan sesi tanya jawab yang dilaksanakan setelah seluruh pemaparan selesai, memberikan kesempatan peserta untuk menggali lebih lanjut mengenai kepengurusan Kabinet Alocasia KSAT. Selain itu, terdapat sesi game interaktif yang disambut dengan antusias oleh seluruh peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari tamu undangan terhadap rangkaian kegiatan. Kemudian kegiatan resmi ditutup dengan doa dan dokumentasi.
Kegiatan Grand Launching Kabinet Alocasia KSAT 2026 telah sukses diselenggarakan dengan baik dan tepat waktu. Acara ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan kepengurusan baru KSAT yaitu Kabinet Alocasia, bukan hanya kepada anggota internal KSAT tetapi juga kepada eksternal KSAT. Seperti slogan KSAT yaitu “Berakar Kokoh Menembus Peradaban” dan seperti tanaman Alocasia yang berbatang kokoh tetapi lentur dengan daun yang lebar, Kabinet Alocasia berkomitmen membangun internal KSAT yang kuat melalui kebersamaan, senantiasa membuka diri terhadap kolaborasi eksternal, serta terus memberi kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar hingga masyarakat luas. [Penulis: Panitia Grand Launching KSAT 2026]















































